Categories
deri pramana deri pratama Nasional vera oktaria vera oktaviana

Deri Pramana Diduga Mutilasi Vera Oktaviana, Dihujat Habis-habisan

POJOKSATU.id, PALEMBANG – Akun Facebook Deri Pramana dibanjiri komentar warganet. Oknum anggota TNI ini dihujat habis-habisan lantaran diduga pelaku mutilasi Vera Oktaviana (20).
Vera adalah pacar Deri. Kasir Indomaret itu ditemukan meninggal dalam keadaab tanpa busana di penginapan Sahabat Mulya, Jalan Hindoli, RT 5, RW 3, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Muba, Sumsel.
Saat ditemukan, tangan Vera sudah terpotong. Jasad mahasiswi Universitas Muhammadiyah Bengkulu itu hanya ditutup selimut.
Deri sendiri diketahui baru lulus menjadi anggota TNI. Saat ini, dia masih menjalani pendidikan militer di Dandodiklatpur Baturaja.
Hingga Minggu, 12 Mei 2019 pukul 02.00 WIB, Facebook Deri Pramana masih terus dibanjiri komentar hujatan dari warganet.
Postingan terakhir Deri Pratama pada 1 Mei 2019 telah dikomentari 1.500 warganet. Hampir semua komentar berisi caci maki.
Ibunda Vera Oktaria, Suhartini (54) mengatakan, anaknya sudah lama kenal dengan Deri Pratama. Bahkan sejak SMP.
Dikatakan Tini, semula Vera dan Deri Pratana hanya teman sekolah, kemudian pacaran. Dan baru satu tahun belakangan ini lebih serius.
Deri Permana dan Vera Oktaviana
Menurut Tini, Vera adalah anak baik. Ia sangat terpukul dengan musibah yang menimpa anaknya. Tini meminta agar pelaku segera ditangkap dan dihukum mati.
Diktakan Tini, pada malam sebelum dimutilasi, anaknya sudah mempersiapkan diri untuk puasa esok harinya.
“Malam itu mau puasa kata temannya di Indomaret. Dia sempat beli sirup, minyak goreng dan gula untuk dibawa pulang,” ucap Tini, Sabtu (11/5).
“Jadi dak katik rencano nak kemano-mano, memang mau pulang,” tandas Tini.
BACA: Vera Oktaviana Curhat sebelum Dimutilasi, Ngaku Dipukul Oknum TNI
Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, pelaku mutilasi diduga adalah pacar korban yang baru lulus TNI dan masih menjalani pendidikan militer.
Hal itu diketahui dari keterangan pemilik penginapan dan keluarga korban. Keluarga korban menduga Vera pergi bersama pacarnya sebelum ditemukan tewas.
“Dugaan sementara yang bersangkutan pacarnya korban dan menurut keluarga, berpacaran sudah 4 tahun. Keterangan didapat dari pengelola penginapan dan keluarga, termasuk penjual koper yang dibeli pelaku,” kata Zulkarnain di Mapolda Sumsel.
Vera Oktaviana
Menurut Irjen Pol Zulkarnain identitas kekasih korban diketahui dari keterangan pemilik penginapan dan keluarga korban.
“Kita sudah mintai keterangan pengelola penginapan dan keluarga. Termasuk penjual koper. Artinya tidak lebih dari 24 jam ini sudah bisa mengetahui pelakunya, yakni pacar korban. Walau masih tetap dengan asas praduga tak bersalah,” tandas Zulkarnain.
(one/pojoksatu)

Categories
deri permana Nasional vera oktaria vera oktaviana

Ibunda Vera Curhat, Anaknya Mau Puasa Malah Dimutilasi di Hotel

POJOKSATU.id, PALEMBANG – Pembunuhan kasir Indomaret, Vera Oktaviana (20) di kamar hotel sempat menimbulkan spekulasi beragam di media sosial. Vera dituding sebagai wanita yang kurang baik karena cek in di hotel bersama pacarnya.
Namun tudingan miring ini dibantah keras oleh keluarga korban. Keluarga menyebut Vera adalah gadis baik-baik dan pekerja keras.
Korban dan pacarnya, Deri Permana (DP) bertemu di penginapan lantaran jarang bertemu. Pasalnya, antara korban dan pacarnya sama-sama sibuk dengan tugas masing-masing.
Vera sibuk bekerja sebagai kasir Indomaret. Ia juga kuliah di Jurusan Keperawatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Ia pulang ke Palembang karena proses perkuliahan baru dimulai pada September 2019 mendatang.
Saat pulang ke Palembang, Vera iseng-iseng melamar kerja di Indomaret dan diterima. Awalnya, dia hanya magang dan baru satu bulan ini diangkat sebagai karyawan Indomaret di Jala Sudirman Palembang.
Sedangkan pacar Vera, Deri Pertama yang diduga sebagai pelaku pembunuhan, tengah menjalani pendidikan militer di Dandodiklatpur Baturaja. Deri baru saja diterima sebagai anggota TNI.
Ibunda Vera Oktaria, Suhartini (54) mengatakan, anaknya adalah gadis baik-baik. Pada malam sebelum dimutilasi, anaknya sudah mempersiapkan diri untuk puasa.
“Anak saya gadis yang patuh sama orang tua, mau bekerja. Nah, malam itu mau puasa kata temannya di Indomaret. Dia sempat beli sirup, minyak goreng dan gula untuk dibawa pulang,” ucap Suhartini, Sabtu (11/5).
“Jadi dak katik rencano nak kemano-mano, memang mau pulang,” cetus wanita yang akrab disapa Bu Tini itu.
Tini mengakui bahwa anaknya kenal dengan Deri Permana sudah lama. Bahkan sejak SMP.
Dikatakan Tini, semula Vera dan Deri Permana hanya teman sekolah, kemudian pacaran. Dan baru satu tahun belakangan lebih serius.
Kebaikan Vera juga diamini seniornya di Indomaret, Arina. Kepala Toko ini menyebut Vera adalah karyawan yang cekatan.
“Vera itu orangnya baik, cekatan dalam bekerja, kinerjanya baguslah. Jadi syok ketika mendengar kabar ini,” ucap Arina kepada sumeks.co (grup Jawa Pos/pojoksatu.id).
“Memang dia itu orangnya tertutup, terlebih lagi tentang kehidupan pribadinya,” tambah Arina.
Arina dan rekan-rekannya juga tak menyangka kalau ternyata Vera menjadi korban pembunuhan sadis yang diduga dilakukan oleh orang terdekatnya itu.
Diterangkan Arina, saat pamit pulang kerja pada Selasa (7/5) sekitar pukul 22.30 WIB, Vera tampak sendirian menggunakan sepeda motor Beat miliknya tanpa mengenakan helm.
Seperti diberitakan, jenazah Vera ditemukan tanpa busana dan sudah membusuk di dalam kamar penginapan Sahabat Mulya, Jalan Hindoli, RT 5, RW 3, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Muba, Sumsel, Sabtu (11/5).
Korban diduga dibunuh oleh pacarnya tiga hari sebelum mayatnya ditemukan. Mayat Vera sudah mengeluarkan bau tak sedap dan hanya ditutup selimut. Bagian tangannya sudah terpotong.
(jul/sumeks/pojoksatu)

Categories
Nasional vera oktaria Vera Oktaria Dimutilasi vera oktaviana

Vera Otaviana Mau Dibakar Oknum TNI Usai Dimutilasi

POJOKSATU.id, PALEMBANG – Polisi masih menyelidiki siapa pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap kasir Indomaret yang juga mahasiswi Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Vera Otaviana (20).
Vera Oktaviana dibunuh dan dimutilasi di Penginapan Sahabat Mulia, Jalan PT Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.
Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, pelaku mutilasi diduga adalah pacar korban yang baru lulus TNI dan masih menjalani pendidikan militer.
Hal itu diketahui dari keterangan pemilik penginapan dan keluarga korban. Keluarga korban menduga Vera pergi bersama pacarnya sebelum ditemukan tewas.
“Dugaan sementara yang bersangkutan pacarnya korban dan menurut keluarga, berpacaran sudah 4 tahun. Keterangan didapat dari pengelola penginapan dan keluarga, termasuk penjual koper yang dibeli pelaku,” kata Zulkarnain di Mapolda Sumsel.
BACA: Dimutilasi Pacar, Mayat Vera Oktaria tanpa Busana Membusuk di Hotel
Dari hasil olah tempat kejadian (TKP) polisi menemukan 2 koper. Letaknya di di atas ranjang, dekat jasad korban dalam kondisi tanpa busana dan sudah membusuk.
Koper itu baru dibeli pelaku sebelum cek in bersama korban. Diduga, pelaku telah menyiapkan skenario untuk menghilangkan jejak dengan memasukkan mayat korban ke dalam koper untuk dibuang. Namun skenario itu urung dilakukan.
“Kita tidak tahu ya, cuma saat ditemukan ada koper di atas kasur. Saya lihat begitu. Tapi kami pun masih terus kumpulkan saksi-saksi,” ucap Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Andes Purwati di RS Bhayangkara, Sabtu (11/5/2019).
Dugaan itu diperkuat dengan keterangan saksi di Penginapan Sahabat Mulia. Saksi melihat terduga pelaku dan korban datang sambil membawa dua koper yang baru dibeli.
“Semua masih diperiksa karena di lokasi tidak ada CCTV, koper berwarna hitam 2 buah berukuran sedang,” tamba Andes.
BACA: Vera Oktaviana Curhat sebelum Dimutilasi, Ngaku Dipukul Oknum TNI 
Diduga, karena skenario koper tidak jadi, maka pelaku memilih alternatif kedua dengan cara membakar jasad korban.
Hal itu diperkuat dengan temuan minyak tanah di dalam kamar. Lantai kamar dan kasur sudah disiramkan dengan minyak tanah.
Selanjutnya, pelaku membakar obat nyamuk. Di ujung lingkaran obat nyamuk dipasang pentol korek.
Obat nyamuk ini diduga sebagai timer untuk kebakaran. Jika obat nyamuk ini sudah terbakar habis, maka pentol korek akan menyala dan membakar minyak tanah yang sudah disiram di lanati.
Namun upaya ini gagal lantaran obat nyamuk padam di tengah atau sebelum sampai di pentol korek.
“Kami menemukan minyak tanah, korek, obat nyamuk dan pentol korek di dalam kamar. Kami menduga mayat ini mau dibakar,” kata Direktur Dit Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Yustan Alviani.
“Obat nyamuk memang modusnya untuk timer, untuk membakar korban, tapi tidak sempat terbakar. Jadi nanti obat nyamuk terbakar dan kena pentol korek. Tapi pas di tengah obat nyamuknya mati,” tandas Yustan.
(one/pojoksatu)

Categories
Nasional vera oktaria Vera Oktaria Dimutilasi vera oktaviana

Pacar Vera Otaviana Kabur dari Pendidikan TNI, Diduga Pelaku Mutilasi

POJOKSATU.id, PALEMBANG – Polisi masih menyelidiki siapa pembunuh Vera Oktaviana (20), karyawati Indomaret yang juga mahasiswi Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Polisi menduga pelaku pembunuhan kejam ini adalah kekasih korban yang baru lulus menjadi anggota TNI.
Hal itu sesuai dengan keterangan sejumlah saksi dan keluarga korban. Kabarnya, pelaku dan korban telah berpacaran selama 4 tahun. Namun, pelaku ringan tangan dan sering memukul korban.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, berdasarkan informasi yang di dapat, korban masuk bersama seorang laki-laki yang diduga pacarnya cek ini di Penginapan Sahabat Mulia, Jalan PT Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.
Di tempat inilah korban dihabisi. Tangannya dipotong. Mayatnya ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan sudah membusuk pada Sabtu (11/5). Korban diduga dibunuh 3 hari sebelumnya.
“Tapi kita masih selidiki dan cari betul infomasi yang akurat,” kata Kombes Pol Supriadi, Sabtu (11/5).
Vera Oktaviana bersama pacarnya
Saat Sumeks.co (grup Jawa Pos/Pojoksatu.id) menyambangi rumah pacar Vera, yaitu DP di Jl KH Azhari, Taman Bacaan, RT 6, Tangga Takat Seberang Ulu 2, Palembang, DP tidak ada.
Ayah dan ibu DP, Syamsuri (51) dan Leni (43) mengatakan, anaknya tidak pernah pulang ke rumah karena masih menempuh pendidikan di Dodiklatpur.
“Tidak pernah pulang ke rumah dek,” kata ayah DP yang akrab dipanggil Syam ini.
Ibunya Leni juga mengiyakan kalau anaknya tidak pernah pulang ke rumah.
Sementara itu, Dandodiklatpur Baturaja melalui Perwira Seksi Pengamanan (Pasipam) Dandodiklatpur Baturaja, Lettu Yanseri ketika dikonfirmasi di mako Dodiklatpur membenarkan.
Yanseri mengatakan, DP atau Deri Pramana merupakan siswa yang masih menempuh pendidikan di Dodiklatpur.
“Memang dia lagi menempuh pendidikan di sini,” jelasnya.
Vera Oktaviana dimutilasi di penginapan Penginapan Sahabat Mulya
Diakui Yanseri, yang bersangkutan memang lagi lari dari pendidikan.
“Tapi selama ini saat menempuh pendidikan dia tidak ada masalah. Orangnya baik,” tegasnya.
Soal informasi ada kejadian di luar asrama, pihaknya mengaku belum tahu.
“Kalau ada yang menyangkut dia, pasti kami yang dihubungi lebih dulu,” katanya.
“Kami belum dapat informasi soal itu. Karena yang bersangkutan berpangkat Prada lagi menempuh pendidikan kejuruan infantri,” jelasnya.
Soal sanksi bagi siswa yang lari dari pendidikan, Yanseri menyatakan pasti ada.
“Sanksi dobel sebagai siswa dan sebagai anggota TNI. Sanksi bertahap terberat bisa dipecat. Tapi sesuai tingkat kesalahan,” cetusnya.
Disebut Yanseri, orang tua yang bersangkutan sudah datang ke asrama tiga hari lalu. Sebab, anaknya itu lagi tidak pulang ke rumah.
“Kita hubungi pihak keluarga supaya jangan sampai ada tanggapan negatif dari orang tua,” tandasnya.
(jul/sumeks/jpg//pojoksatu)

Categories
Nasional vera oktaria Vera Oktaria Dimutilasi vera oktaviana

Vera Oktaviana Curhat sebelum Dimutilasi, Ngaku Dipukul Oknum TNI

POJOKSATU.id, MUSI BANYUASIN – Mahasiswi cantik Vera Oktaviana (20) sempat curhat sebelum dimutilasi pacarnya di kamar hotel Sahabat Mulia, Jalan PT Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.
Warga Jalan KH Azhari, Lorong Indra Karya, RT 33, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang itu mengaku pacarnya cemburuan. Bahkan, sang pacar yang baru lulus TNI sering memukulinya.
“Anak saya itu sering curhat. Pacarnya itu bernama Deri. Dia termasuk orang cemburuan dan sering memukuli anak saya,” jelas ibunda Vera Oktaviana, Suhartini (45).
Wanita yang akrab disapa Bu Tini itu menambahkan, sebelum kejadian ini, dirinya sempat mencari keberadaan anaknya, karena sudah tiga hari tidak ada kabar.
“Terakhir dia pergi kerja dan tidak pulang ke rumah. Kemungkinan besar dijemput pacarnya itu dan pulang-pulang sudah begini,” Tini.
Tini menceritakan, anaknya baru satu bulan resmi bekerja di Indomaret Jl Sudirman. Ia bekerja sebelum masuk kuliah di Universitas Muhammadiyah Bengkulu pada September 2019 mendatang.
“Sebelumnya memang masih training, satu bulan itu baru resmi kerja,” tambah Tini.
Hal senada disampaikan rekan korban, Salta (21). Salta menjelaskan bajwa korban sempat curhat terkait kebiasaan buruk pacarnya.
“Dia curhat tentang pacarnya itu, cemburuan dan sering memukulnya. Bahkan, sering kepalanya dibenturkan ke tembok sampai terluka,” kata Salta di sela-sela pemakaman korban di TPU Telaga Swidak Palembang, Sabtu (11/5/2019).
Ia menceritakan bahwa Vera Oktaviana berniat putus dengan pacarnya karena tak tahan sering dipukuli.
“Memang akhir-akhir ini dia mengeluh ingin putus karena tidak tahan sering disiksa, apalagi dia oknum TNI,” pungkasnya.
(one/pojoksatu)