Categories
Amien Rais Dedek Prayudi Haum Rais Nasional penusukan wiranto PSI twitter

Hanum Rais Sebut Cuitan Penusukan Wiranto Settingan Terhapus, Dibalas Telak Jubir PSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Anak Amien Rais, Hanum Salsabilah Rais menyatakan, cuitannya yang menyebut penusukan Wiranto settingan terhapus secara tidak sengaja.
Hal itu disampaikannya dalam cuitan selanjutnya.
“Kehapus,” katanya.
BACA: Cuitan Sebut Penusukan Wiranto Settingan Menghilang, Hanum Rais: Kehapus
Hanum lantas berapologi bahwa apa yang dicuitkannya itu menunjukkan betapa masyarkat saat ini sulit membedakan mana hoax dan mana yang nyata.
“Saya hanya menyampaikan betapa masyarakat sekarang susah memahami mana yang harus dipercayai. Dan itu sangat mengkhawatirkan,” katanya lagi.

Akan tetapi, publik balik membalas dengan mengungkap deretan kejanggalan apologi Hanum Rais itu.
Publik pun tak percaya cuitan tersebut terhapus sebagaimana penuturan Hanum Rais.
BACA: Anak Amien Rais Sebut Penusukan Wiranto cuma Settingan, Biar Dapat Dana Terus dan Caper
Salah satu yang ikut angkat bicara adalah Jurubicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi.
Menurut Dedek Prayudi, Hanum telah jelas-jelas menuding Wiranto.
“Anda jelas sedang menuduh pak @wiranto1947 playing victim, bahwa insiden penusukan adalah settingan,” tulis Dedek.

Categories
hanum rais Nasional pelaku penusukan wiranto twitter

Cuitan Sebut Penusukan Wiranto Settingan Menghilang, Hanum Rais: Kehapus

POJOKSATU.id, JAKARTA – Anak Amien Rais, Hanum Salsabilah Rais menyebut peristiwa penusukan Wiranto tidak lebih dari sekeder settingan saja.
Pernyataan itu disampaikan Hanum Rais melalui akun Twitter pribadinya pada pukul 15.14 WIB, Kamis 10 Oktober 2019.
“Setingan agar dana deradikalisasi terus megucur,” tulisnya.
BACA: Anak Amien Rais Sebut Penusukan Wiranto cuma Settingan, Biar Dapat Dana Terus dan Caper
Sosok yang menganggap Ratna Sarumpaet sebagai sosok Kartini masa kini itu juga menyebut bahwa Wiranto hanya mencari perhatian.
“Dia caper. Karena tidak bakal dipakai lagi. Play victim. Mudah dibaca sebagai plot,” lanjutnya.

Menurutnya, di atas opini yang beredar terkait berita penusukan Wiranto itu, tidak banyak yang benar-benar serius menanggapinya.
“Mungkin karena terlalu banyak hoax-framing yang selama ini terjadi,” tutupnya.
BACA: Selain Wiranto, Kapolsek Mendes dan Ajudan Ikut Jadi Korban Penusukan, Begini Kondisinya
Cuitan itu pun dinilai publik cukup keterlaluan dan tentu saja mendapat hujatan dari masyarakat.
Sayangnya, setelah ramai dipergunjingkan, cuitan Hanum Rais itu sudah tak ada lagi di Twitternya, alias menghilang.
Sebagai gantinya, Hanum Rais kembali bercuit dan menyatakan bahwa cuitan tersebut bukan dihapus, tapi terhapus.

Categories
Amien Rais hanum rais hoax Nasional pelaku penusukan wiranto twitter

Anak Amien Rais Sebut Penusukan Wiranto Cuma Settingan, Biar Dapat Dana Terus dan Caper

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ada saja pihak-pihak yang bersuara miring terkait penusukan Menkopolhukam Wiranto. Sayangnya, suara miring itu datang dari anak Amien Rais, Hanum Salsabilah Rais.
Melalui akun Twitter pribadinya, Hanum Rais menyebut bahwa penusukan Wiranto itu tak lebih dari sekedar settingan belaka.
Cuitan itu diunggahnya pada pukul 15.14 WIB, Kamis 10 Oktober 2019.
BACA: Mabes Polri: Hasil Mapping Densus 88, Kawasan Pandeglang Rawan Terpapar Paham Radikal ISIS, Ini Alasannya
“Setingan agar dana deradikalisasi terus megucur,” tulisnya.
Sosok yang menganggap Ratna Sarumpaet sebagai sosok Kartini masa kini itu juga menyebut bahwa Wiranto hanya mencari perhatian.
Cuitan anak Hanum Rais yang menganggap penusukan Menkopolhukam Wiranto cuma settingan saja
“Dia caper. Karena tidak bakal dipakai lagi. Play victim. Mudah dibaca sebagai plot,” lanjutnya.
Menurutnya, di atas opini yang beredar terkait berita penusukan Wiranto itu, tidak banyak yang benar-benar serius menanggapinya.
BACA: Senjata Tajam yang Dipakai Buat Tusuk Wiranto Dijual di Online Shop, Pisau Ninja Ala Naruto?
“Mungkin karena terlalu banyak hoax-framing yang selama ini terjadi,” tutupnya.
Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto ditusuk saat turun dari mobilnya di Pandeglang, Banten Kamis (10/10/19).
Wiranto diserang saat menghadiri peresmian gedung di Universitas Mathla’ul Anwar, di Alun-alun Menes, Pandeglang.

Categories
Kongres PDIP di Bali Nasional Polda Metro Jaya PSK twitter

PDIP Resmi Polisikan Akun @LisaAmartatara3, Singgung Bali dan PSK

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemilik akun @LisaAmartatara3 resmi dipolisikan ke Polda Metro Jaya, Senin (12/8/2019) malam.
Laporan tersebut berkaitan dengan cuitan akun dimaksud yang dianggap menghina kader dan PDIP saat menggelar Kongres V PDIP di Sanur, Denpasar, Bali, 8-11 Agustus 2019 lalu.
Dalam cuitan yang diunggah pada 10 Agus 2019 itu, @LisaAmartatara3 menuding kader PDIP membawa berkah bagi para PSK Bali.
“Kongres PDI-P di Bali membawa berkah. Setidaknya, untuk para PSK (Penjaja Seks Komersial),”
“Para wanita malam itu mendapatkan rupiah lebih banyak dibanding hari biasa, karena banyaknya penggembira dan utusan kongres PDI-P yang melakukan transaksi,” tulis akun @LisaAmartatara3.

Laporan polisi itu sendiri dilayangkan politisi PDIP, Dewi Tanjung dengan dugaan pencemaran nama baik dengan Pasal 27 Ayat 3 Junto Pasal 45 huruf a Ayat 3 UU RI 19/2016 Tentang ITE.
Laporan tersebut bahkan telah tercantum dalam nomor Laporan LP/4952/VIII/2019/PMJ/Dit Reskrimsus tertanggal 12 Agustus 2019.
Sebagai barang bukti pendukung laporannya, Dewi membawa tangkapan layar cuitan akun @LisaAmartatara3.
Kepada wartawan, Dewi Tanjung menilai, cuitan akun dimaksud dianggap menghina.

“Saya melihat dia menghina kader PDI-P datang ke Bali untuk melakukan transaksi-transaksi dengan PSK-PSK di sana,” ucap Dewi Tanjung di Polda Metro Jaya.
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa tudingan akun tersebut sma sekali tidak benar.
Sebab, selama gelaran kongres, kader partai berlambang banteng hitam itu tak memiliki waktu untuk bersenang-senang.
“Tidak ada waktu kami untuk keluar dari arena kongres dan cukup ketat sekali,” tegasnya.

Categories
Agus Maksum andi arief Mahkamah Konstitusi Nasional prabowo-sandi saksi sengketa pilpres 2019 twitter

Andi Arief Cuitkan Kritik Pedas, Jutaan Rakyat Tertipu Agus Maksum, Prabowo-Sandi Harus Tanggungjawab

POJOKSATU.id, JAKARTA – Keterangan saksi Prabowo-Sandi, Agus Maksum dalam sidang sengketa Pilpres 2019, mendapat kritik pedas dari Andi Arief.
Politisi Partai Demokrat itu menyatakan bahwa Agus Maksum telah menipu jutaan rakyat Indonesia.
Demikian disampaikan Andie Arief melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (19/6/2019).
Karena itu, sosok yang pernah menyebut Prabowo Subianto sebagai jendral kardus itu menyatakan, Agus Maksum dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi harus bertanggungjawab atas tudingan DPT sebagai payung kecurangan.
“Agus Maksum dan BPN harus bertanggung jawab atas tuduhan DPT sebagai payung kecurangan,” cuitnya.
Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyatakan, kesaksian Agus Maksum soal kejanggalan DPT Pilpres 2019 tak lebih hanyalah sebuah bualan alias kebohongan.

“Jutaan rakyat “tertipu’ bahkan ada yang lakukan tindakan tidak rasional karena mempercayai informasi itu,” lanjutnya.
Andi Arief menambahkan, dengan mempercayai Agus Maksum, sama artinya dengan mempercayai akun anonim media sosial pendukung Prabowo-Sandi.
“Mempercayai Agus Maksum sama dengan mempercayai akun anonim yang selama ini mendukung 02,” katanya.
Andi Arief lantas menyarankan agar MK langsung melanjutkan pemeriksaan terhadap Said Didu terkait status BUMN.
Alasannya, kualitas saksi dan materi selanjutnya tidak akan relevan terhadap tudingan kecurangan dimaksud.
“Karena payung kecurangan DPT yang didengung-dengungkan sudah hancur. Dibohongi Agus Maksum,” tulis Andi Arief.

(ruh/pojoksatu)

Categories
Bareskrim Polri berita hoax ditangkap polisi istri kronologis Mustofa Nahrawardaya Nasional twitter

Istri Beberkan Kronologis Penangkapan Mustofa Nahrawardaya, Baru Pulang Pengajian

POJOKSATU.id, JAKARTA – Istri Mustofa Nahrawardaya, Cathy Ahadianty, blak-blakan menceritakan kronologis penangkapan suaminya oleh Bareskrim Polri pada Minggu (26/5/2019) dini hari.
Cathy pun membenarkan bahwa Mustofa ditangkap ketika baru menginjakkan kakinya di kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
Saat itu, bebernya, ia dan Mustofa baru saja pulang mengikuti pengajian.
“Baru pulang pengajian di Tebet. Kami tiba di rumah pukul 02.00 WIB. Enggak lama rumah itu dibel terus,” kata Cathy, Minggu (26/5).
Cathy juga mengaku terkejut melihat banyak orang dan ketua RT di depan rumahnya. Cathy dan Mustofa pun tak mengira yang mendatangi mereka adalah polisi.
“Nomor surat penangkapan setelah dicek dan disuruh tanda tangan. Satu kopian surat dipegang itu isinya penangkapan atas laporan seseorang,” bebernya.
Cathy menyatakan, suaminya yang juga kader Partai Amanat Nasional (PAN) itu tak kemana-mana mulai tanggal 20-24 Mei.
“Di kamar enggak bisa ke mana-mana,” ucapnya.
Usai membereskan segala sesuatu, suaminya lantas dibawa polisi.
“Saya ngotot ikut karena bapak (Mustof) sedang sakit, harus dipantau,” ujar Cathy.
Selanjutnya Cathy langsung menghubungi pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dan langsung direspons.
“Informasinya BPN akan mendampingi, saya sudah dikontak Mas Dahnil Anzar Simanjuntak,” sambungnya.
Cathy sendiri mengaku paham betul risiko perjuangan suaminya yang berdiri di barisan oposisi.
“Kalau saya sih sudah tahu resiko perjuangan seperti itu dan kami sudah sering diserang lewat dunia maya, sangat sering,” tutur Cathy.
Ia ingat sekitar dua pekan sebelumnya, rumahnya tiba-tiba diserbu pasukan ojek online.
“Kalau ingat waktu Bapak mau lapor ke Bawaslu, Bapak diserang akun Gojek-nya,” katanya.
“Sampai ada kali puluhan sopir Go-food datang ke rumah, nggak berhenti-henti,” lanjutnya.
Mustofa bersama tim IT BPN memang pernah mendatangi Bawaslu didampingi Pergerakan Advokat untuk Demokrasi Indonesia (PADI) pada Selasa sore (14/5) dua pekan lalu.
“Karena akunnya dihack, jadi banyak order fiktif masuk ke sini dan kami cukup dirugikan, kami bayar. Kasihan donk sopir gojeknya,” kata Cathy.
Ia sempat mendampingi Mustofa di Direktorat Cybercrime Bareskrim Polri hingga pukul 7.30 WIB tadi. Setelah itu kehilangan kontak karena semua ponsel suaminya disita polisi.
“Ini sementara ada pengacara yang ke sana, mungkin koordinasi dengan pengacara, nanti bagaimana-bagaimananya,” ucapnya.
Sebelumnya, pemilik akun Twitter @AkunTofa, itu dijemput di kediamannya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (26/5) dini hari.
Mustofa diduga melakukan ujaran kebencian melalui akun Twitter pribadinya itu terkait aksi 21-22 Mei lalu.
Surat Perintah Penangkapan telah dikeluarkan dengan nomor SP.Kap/61N/2019/Dittipidsiber tertanggal 25 Mei 2019.
“Melakukan penangkapan terhadap Mustofa, pemilik akun Twitter @AkunTofa, dan membawa ke kantor polisi untuk segera dilakukan pemeriksaan karena diduga keras melakukan dugaan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan SARA,” demikian cuplikan surat perintah penangkapan tersebut.
Mustofa diduga melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau pasal 15 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan hukum pidana.
Sebelumnya, melalui akun @AkunTofa, Mustofa mencuit perihal tewasnya seorang remaja akibat disiksa oknum polisi pada saat kerusuhan menyusul aksi penolakan hasil pemilu di Bawaslu beberapa waktu lalu.
“Innalilahi-wainnailaihi-rajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat yg disiksa oknum di Komplek Masjid Al Huda ini,
Syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiiin YRA,” tulisnya.
Mustofa juga menyertakan cuitan itu dengan rekaman video seorang pemuda yang tengah ditindak oleh sejumlah oknum polisi berseragam lengkap.
Belakangan diketahui pemuda yang ditindak itu tidak meninggal dan bukan bernama Harun.
Pemuda itu adalah Andri Bibir alias A, salah satu tersangka yang memasok batu kepada para perusuh untuk menyerang aparat saat terjadi kerusuhan.
(jpg/ruh/pojoksatu)

Categories
berita hoax ditangkap polisi Mustofa Nahrawardaya Nasional PDIP twitter

PDIP Komentari Penangkapan Mustofa Nahrawardaya, “Polisi Menegakkan Hukum”

POJOKSATU.id, JAKARTA – Koordinator Tim IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya ditangkap Bareskrim Polri, Minggu (26/5/2019) dini hari.
Penangkapan terhadap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu lantaran ia menyebarkan berita hoax melalui akun Twitter pribadi miliknya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto angkat bicara.
Menurutnya, penangkapan terhadap Mustofa Nahrawardaya oleh pelisi itu merupakan tindakan yang tepat.
Demikian disampaikan Hasto di Kantor PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (26/5/2019).
Sekretaris PDI Perjuangan itu meyakini bahwa polisi tak sembarangan melakukan penangkapan.
“Polisi menegakkan hukum,” katanya.
Ia juga yakin, polisi memiliki bukti yang cukup terkait kasus tersebut.
“Dasar prinsip keadilan atas dasar bukti-bukti materiil, tidak bisa mereka (polisi) menegakkan hukum atas dasar isu dugaan,” lanjutnya.
Anak buah Megawati Soekarnoputri itu menambahkan, Mustofa juga punya hak hukum untuk menganulir sangkaan polisi itu.
Karena itu, pihaknya menyarakan Mustofa agar menggunakan jalur-jalur konstitusi yang sudah diatur undang-undang.
“Ketika itu ditetapkan tersangka, kami meyakini ada bukti-bukti materiel yang cukup kuat,” tandas Hasto.
Sebelumnya, pemilik akun Twitter @AkunTofa, itu dijemput di kediamannya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (26/5) dini hari.
Mustofa diduga melakukan ujaran kebencian melalui akun Twitter pribadinya itu terkait aksi 21-22 Mei lalu.
Surat Perintah Penangkapan telah dikeluarkan dengan nomor SP.Kap/61N/2019/Dittipidsiber tertanggal 25 Mei 2019.
“Melakukan penangkapan terhadap Mustofa, pemilik akun Twitter @AkunTofa, dan membawa ke kantor polisi untuk segera dilakukan pemeriksaan karena diduga keras melakukan dugaan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan SARA,” demikian cuplikan surat perintah penangkapan tersebut.
Mustofa diduga melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau pasal 15 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan hukum pidana.
Sebelumnya, melalui akun @AkunTofa, Mustofa mencuit perihal tewasnya seorang remaja akibat disiksa oknum polisi pada saat kerusuhan menyusul aksi penolakan hasil pemilu di Bawaslu beberapa waktu lalu.
“Innalilahi-wainnailaihi-rajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat yg disiksa oknum di Komplek Masjid Al Huda ini, Syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiiin YRA,” tulisnya.
Mustofa juga menyertakan cuitan itu dengan rekaman video seorang pemuda yang tengah ditindak oleh sejumlah oknum polisi berseragam lengkap.
Belakangan diketahui pemuda yang ditindak itu tidak meninggal dan bukan bernama Harun.
Pemuda itu adalah Andri Bibir alias A, salah satu tersangka yang memasok batu kepada para perusuh untuk menyerang aparat saat terjadi kerusuhan.
(jpg/ruh/pojoksatu)

Categories
istri kedua sandiaga uno mahasiswa cantik Nasional Sandiaga Uno twitter Video Vincentia Tiffani Yogyakarta

Istri Sandiaga Uno Unggah Video Vincentia Tiffani, Caption-nya Bikin Merinding

POJOKSATU.id, JAKARTA – Video mahasiswi Yogya, mahasiswi muda Vincentia Tiffani yang ingin jadi istri kedua Sandiaga Uno menjadi perbincangan publik.
Perempuan yang berdomisili di Yogyakarta itu tak malu-malu melontarkan lamaran kepada cawapres nomor urut 02 itu disaksikan banyak orang.
Dan tak disangka, istri Sandi, Nur Asia Uno juga mengunggah video detik-detik suaminya ‘dilamar’ Tifanny.
Namun yang cukup menyita perhatian adalah caption yang disematkan dalam unggahan potongan video tersebut.
Yakni, sebuah smiley. “:),” demikian caption teramat singkat dalam unggahan tersebut.
Nur Asia Uno mengunggah video Vincentia Tifanni ‘melamar’ suaminya
Sontak, unggahan dalam akun Twitter pribadi Nur Asia Uno itu langsung diserbu komentar warganet yang kebayakan memberikan dukungan.
“Sabar mpok….” tulis @MahaD3w4.
“Jgn cemburu ya mpo hehheh,” balas @arisutrisna_ari.
“Senynya kok gitu pok…?” tanya @stevani_2019.
“Senyuman itupun bisa menggetarkan gunung…Tapi keikhlasan seorang wanita itu surga balasan nya..,” kata @AdheLatif2.
“Kok di posting sih..guyonan receh ini.. nanti di lihat pak prabowo jadi sedih lho bu..” tulis @thec0y.
“Kuntit bang @sandiuno terus lho mpok,” balas @WisnuUtomo16.
Vincentia Tiffani (Instagram)
“mpok nur, mohon bersabar ini ujian wkwkwkwwk semangat ya mpok,” saran @Irfanmadide.
“lg ditandai sama emak,” balas @DelapanSiji.
“Cemburu juga… hati boleh panas tapi kepala tetap dingin bu..” kata @Erlin0565.
“captionnya simple tapi penuh makna ya bu,” kata @samurai264.
Untuk diketahui, momen Sandiaga Uno ‘dilamar’ Tifanny itu terjadi saat Sandi berada di Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019) lalu.
Saat itu, pendamping Prabowo Subianto itu menghadiri Rumah Siap Kerja dan Pelatihan OK OCE di warung kopi Cengkir Heritage Resto and Coffee.
Awalnya, Sandiaga Uno membuka dialog dengan peserta yang hadir. Sandi kemudian mempersilakan peserta yang mayoritas terdiri dari emak-emak dan anak muda ini untuk bertanya seputar dunia usaha.
Vincentia Tiffani (Instagram)
Seorang perempuan yang memperkenalkan diri bernama Vincentia Tiffani (20), mengacungkan jari dan mengajukan dua pertanyaan.
Pertanyaan pertama Tiffani yakni soal bagaimana mengelola UMKM jamu tradisional.
Selanjutnya, Tiffani mengajukan pertanyaan kedua yang membuat Sandi dan emak-emak yang hadir kaget.
“Boleh gak saya nanya satu lagi?,” tanya Tiffani yang langsung dijawab “boleh, boleh, boleh” oleh Sandiaga Uno.
“Tapi jawab dengan jujur ya Pak ya,” kata Tiffani.
“Ya semuanya juga dijawabnya dengan jujur,” jawab Sandi.
“Dan lebih lengkap kalau bisa,” timpal Tiffani.
“Boleh,” lanjut Sandi.
“Boleh nggak Pak saya jadi istri kedua bapak,” tanya Tiffani disambut sorakan riuh dari para peserta yang hadir.
“Tapi dijawab ya Pak ya, bener, demi saya Pak. Terus kalau bisa sama alasannya ya Pak ya,” kata Tiffani lagi.
Vincentia Tiffani saat mengikuti ajang Puteri Indonesia Yogyakarta 2016. (Instagram)
Mendapat pertanyaan yang tidak disangka-sangka itu, Sandi pun tersenyum.
“Gimana ibu-ibu? Dari pada nanti pulang dipukul sama Mak Nur (Nur Asia, istri Sandi), tiba-tiba disuruh dikunciin (pintu), nggak boleh masuk lagi ke rumah, dipukul pake gagang sapu,” ucap Sandi, disambut tawa peserta.
“Tiffani terima kasih pertanyaannya, yang kedua lebih baik tidak dijawab, karena kalau dijawab nanti akan bermasalah selama paling tidak lima tahun ke depan,” sambung Sandi.
(ruh/one/pojoksatu)

Categories
mabes polri Nasional twitter

Hei @opposite6890, Anda Sudah Ketahuan dan Akan Dihabisi Mabes Polri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tim Cyber Bareskrim Mabes Polri mengklaim telah mengantongi pemilik akun Twitter @opposite6890.
Akun tersebut diduga telah melakukan propaganda dengan menuding Polri mengerahkan ratusan buzzer untuk mendukung salah satunya pasangan calon presiden di Pilpres 2019.
Meski demikian, Polri tak buru-buru melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.
BACA: Survei Internal Prabowo-Sandi Menang, TKN: Hiburan Buat Pendukungnya Biar Gak Drop
Sebab, dalam kasus ini butuh pembuktian berdasarkan fakta hukum dan alat bukti yang sangat kuat.
“Kita sudah sudah memprofil identitas pelaku dibalik @opposite6890, sudah dapat datanya, kita tidak akan terburu- buru yang jelas bahwa apa yang disampaikan di medsos tidak benar,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta Selatan, Senin (11/3/2019).
Menurut Dedi, apa yang dituduhkan kepada pihaknya terkait ketidaknetralan institusi Bhyangkara merupakan permainan propaganda di medsos.
BACA: Jokowi Janjikan Kartu Pra Kerja, Andi Arief: Itu Kartu Bohong
“Kita akan terus fokus untuk terus memberantas kasus- kasus hoax atau juga propaganda-propaganda yang dimunculkan. Di medsos, kita akan habisi itu,” tegas Dedi.
Bahkan, Dedi menilai dimainkannya isu ketidaknetralan oleh akan @opposite6890. Hal ini merupakan bagian dari rangkaian mendelitigimasi pemilu.
Karena itu, tim Cyber terus memberantas hoaks yang dapat mengganggu proses demokrasi di Indonesia.
BACA: Kebebasan Siti Aisyah Ditukar Kapal Pesiar Mewah 3,5 Triliun Malaysia di Bali?
“Kita melihat polanya ke arah situ (mendelitigimasi pemilu). Tapi dalam hal ini tunggu dulu, berikan kita kesempatan pada Dit Cyber utuk betul-betul menganalisa secara komperhensif terhadap peristiwa ini,” jelas Dedi.
Sebelumnya, media sosial digegerkan oleh akun Twitter @opposite6890 yang membeberkan dugaan keterlibatan Polri dalam mengerahkan ratusan pasukan buzzer di Pilpres 2019.
Menurutnya, polisi membentuk tim buzzer 100 orang per Polres di seluruh Indonesia yang terorganisasi hingga Mabes Polri.
BACA: Menangkan Jokowi-Ma’ruf, Dahnil Curiga Hasil Survei SRMC Abal-abal
Dedi menjelaskan, seribu jejak yang ada di dunia maya itu dalam alat bukti, nilainya hanya satu, yakni satu alat bukti petunjuk.
“Satu juta pun nilainya sama artinya harus dilengkapi lagi sesuai dengan 184 KUHP alat-alat bukti yang lain,” jelasnya.
Namun yang pasti Dedi menegaskan, tudingan yang disampaikan akun oppisite6980 di medsos tidaklah benar.
BACA: Hasil Survei Terbaru, 7 Parpol Rebutan Lolos ke Senayan
Sekadar informasi, akun Twitter Opposite6890 membeberkan dugaan keterlibatan Polri dalam mengerahkan pasukan buzzer di Pilpres 2019.
Disampaikan dalam postingannya, polisi membentuk tim buzzer 100 orang per Polres di seluruh Indonesia yang terorganisasi hingga Mabes Polri.
Akun-akun buzzer itu saling terkoneksi dan mengikuti di Instagram, Twitter, maupun Facebook.
BACA: Hasil Survei Terbaru, Hanya 9 Parpol Ini yang Lolos ke Senayan, Lainnya Bye-bye
Semua akun tersebut berinduk pada akun utama @alumnisambhar yang memiliki alamat IP Mabes Polri.
Opposite6890 juga membeberkan profil followers @alumnisambhar rata-rata berseragam polisi.
(fir/pojoksatu)

Categories
andi arief Bareskrim Mabes Polri berita hoax demokrat hoax Nasional Pemilu 2019 Pilpres 2019 surat suara twitter

Semua Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara Disikat Bareskrim, Andi Arief Dibabat?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Beredarnya kabar hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos nomor urut 01 menimbulkan polemik.
Karena itu, polisi yang tak akan main-main terkait hoax yang disebarkan berdasarkan rekaman suara soarang laki-laki tersebut.
Siapapun pihak-pihak yang mengganggu jalannya Pemilu 2019, akan disikat habis.
Demikian disampaikan Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto di Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).
Bareskrim, lanjut Arief, sudah siap untuk melakukan langkah-langkah penyelidikan dalam rangka upaya penegakan hukum dengan menggandeng KPU dan Bawaslu.
“Tim cyber Bareskrim bergabung dengan Polda Metro sudah melakukan kegiatan investigasi sampai dengan saat ini, dan Pak Kapolri sudah memberikan instruksi,” ujar Arief.
Arief menegaskan, semua pihak yang dianggap menyebarkan berita hoax ini seperti Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief juga akan dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keteranganya.
“Semua pihak yang berkaitan dengan beredarnya isu itu nanti pasti akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yanh berlaku, siapapun dia,” tekan Arief.
Arief menambahkan, pihaknya tidak akan mentolerir siapapun pihak-pihak yang ingin mengganggu jalnnya Pemilu 2019.