Categories
Densus 88 Antiteror Nasional teroris bekasi

Densus 88 Tangkap Empat Terduga Teroris di Bekasi, Petugas Amankan Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA- Detasemen Khusus 88 Antiteror kembali melakukan penangkapan terhadap terduga teroris. Setidaknya ada empat orang terduga teroris yang baru mereka tangkap di kawasan Bekasi.
Mereka adalah Harin alias Abu Zahra yang diciduk pada Senin 10 Juni 2019 malam di Jalan Lampirin Raya, Pondok Gede, Bekasi. Kemudian Ahmad Adhi Sudiro, Ikhasan, Khairul Amin alias Amin yang diciduk Selasa 11 Juni 2019 dini hari tadi dalam sebuah kontrakan di Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi.
“Terkait Informasi penangkapan teroris di Bekasi, bahwa benar penangkapan tersebut dilakukan oleh Densus 88,” kata Kabag Penum DivHumas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (11/6)
Berdasar data yang dihimpun, Densus juga menyita beberapa barang bukti seperti satu unit sepeda motor, tiga buah telepon genggam, serta satu Kartu Tanda Penduduk. Para terduga diyakini menyembunyikan buron atas nama Wahyudin Sarwani dan Tengku Rendi Risuda Santun.
Kemudian mereka juga mengikuti pelatihan militer di Gunung Salak, Aceh. Mereka juga jamaah dari kelompok Abu Zahra.
“Saat ini masih dilakukan pendalaman terkait eksistensi dan jaringan mereka,” ujarnya lagi.
(dhe/pojoksatu)

Categories
Densus 88 Antiteror Nasional teroris bekasi

Dua Bom Pipa di Bekasi Dikendalikan Dua Tersangka, Ini Perannya

POJOKSATU.id, JAKARTA- Mabes Polri telah mengamankan tersangka teroris berinisial EY alias Rafli yang merupakan pemilik dua bom pipa yang ditemukan di toko handphone bernama Wanky Cell di Jalan Muchtar Tabrari, Bekasi Barat, Jawa Barat, Rabu sore 8 Mei 2019.
Dari hasil pengembangan, EY mempunyai anak bua berinisial YM alias Kautsar. Keduanya diamankan di tempat yang berbeda.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan, tersangka EY merupakan pimpinan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bekasi. Sedangkan YM merupakan hasil rekrutan EY.
“Ini jaringannya berbeda tapi memiliki koneksi yang sangat kuat dengan kelompok JAD Indonesia,” ungkap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/5).
Menurut pria berpangkat satu ini kedua teroris merupakan jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) yang mempunya peran yang berbeda akan tetapi derajat EY lebih tinggi dibandingkan pimpinan JAD yang bekerja sama dengan regional Bekasi yakni Lampung berinisial SL.
“Kalau EY ini hanya berkecimpung di area Bekasi saja. Yang bersangkutan punya peran vital di JAD Jakarta dan sekitarnya. Karena dia juga sebagai penyandang dana,” lanjut Dedi.
Karena itu, lanjut Dedi, EY ini berencana akan melakukan amaliah dengan dengan sasaran anggota kepolisian. Namun aksinya itu kemudian terendus lebih dulu oleh Densus 88.
“Kalau EY masih dikisaran Bekasi. Dia berencana akan melakukan amaliah dengan sasaran anggota kepolisian,” jelas Dedi.
Sebelumnya, polisi kembali menemukan 2 buah bom pipa besi di sebuah toko handphone bernama Wanky Cell yang berada di Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Barat, Jawa Barat Rabu 8 Mei 2019.
Dari penggeledahan, terduga pelaku bernama EY alias Rafli diamankan beserta barang bukti bahan peledak berupa pupuk booster Lengkeng, HCL dalam botol, serbuk putih yang sedang dalam pengananan puslabfor, dan beberapa cairan di dalam botol.
(fir/pojoksatu)

Categories
Densus 88 Tembak Teroris Nasional teroris bekasi

Ternyata Pemilik Dua Bom Pipa yang Diamankan di Toko Handphone Pimpinan JAD Bekasi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan dua pelaku bom pipa yang ditemukan di toko handphone bernama Wanky Cell di Jalan Muchtar Tabrari, Bekasi Barat, Jawa Barat, Rabu sore lalu.
Kedua terduga teroris itu berinisial EY alias Rafli dan YM alias Kautsar.
“Dari pengembangan tadi malam ditangkap dua pelaku,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/5).
Kedua teroris ini merupakan jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) yang mempunyai peran yang berbeda.
Tersangka EY merupakan pimpinan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bekasi. Sedangkan YM merupakan hasil rekrutan EY.
“Ini jaringannya berbeda tapi memiliki koneksi yang sangat kuat dengan kelompok JAD Indonesia,” ungkap Dedi.
Menurut Dedi, disamping menjadi pimpinan kelompok JAD Bekasi, akan tetapi derajat EY lebih tinggi dibandingkan pimpinan JAD yang bekerja sama dengan regional Bekasi yakni Lampung berinisial SL.
“Kalau EY ini hanya berkecimpung di areal Bekasi saja. Yang bersangkutan punya peran vital di JAD Jakarta dan sekitarnya. Karena dia juga sebagai penyandang dana,” lanjut Dedi.
Karena itu, lanjut Dedi, EY ini berencana akan melakukan amaliah dengan dengan sasaran anggota kepolisian. Namun aksinya itu kemudian terendus lebih dulu oleh Densus 88.
“Rekam jejak EY berbeda dengan SL. Kalau SL ikut rapat, mendesain aksi terorisme. Kalau EY masih dikisaran Bekasi. Dia berencana akan melakukan amaliah dengan sasaran anggota kepolisian,” jelas Dedi.
Tak hanya itu, Tersangka EY langsung ternyata langsung belajar merakit bom ke Maman Abdurrahman.
“Dari hasil pertemuan dengan Aman Abdurahman terjadilah bom thamrin,” tuturnya.
Sebelumnya, polisi kembali menemukan 2 buah bom pipa besi di sebuah toko handphone bernama Wanky Cell yang berada di Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Barat, Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan penemuan dua buah bom tersebut.
“Benar, saat anggota menggeledah toko tersebut ditemukan dua buah bom pipa besi yang tidak dilengkapi switching,” kata Argo saat dalam keterangan tertulisnya, Rabu 8 Mei 2019.
Dari penggeledahan, terduga pelaku bernama Rafli diamankan beserta barang bukti bahan peledak berupa pupuk booster Lengkeng, HCL dalam botol, serbuk putih yang sedang dalam pengananan puslabfor, dan beberapa cairan di dalam botol
“Semua barang bukti berupa cairan didalam botol sedang dalam penanganan Puslabfor,” ucapnya
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjuta terkait temuan barang bukti peledak.
(fir/pojoksatu)

Categories
Densus 88 Antiteror Nasional teroris bekasi

Densus 88 Tembak Mati Dua Terduga Teroris di Bekasi

POJOKSATU.id, BEKASI- Jajaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali melakukan operasi penindakan terhadap terduga teroris.
Sebanyak dua terduga teroris ditembak mati di Ruko Kampung Pangkalan, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/5).
Sementara dua pelaku lainnya melarikan diri dengan membawa bahan peledak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tim Densus melakukan penggerebekan pada pukul 04.00 dinihari tadi terhadap terduga pelaku teroris jaringan Lampung.
Hingga kini, Tim Labfor Mabes Polri masih melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP)
(dhe/pojoksatu/rmol)