Categories
agus rahardjo karni ilyas Laode Ma Syarif mundur Nasional pimpinan KPK saut situmorang

Karni Ilyas Mungkin Sedang Geleng-geleng Lihat Polah Pimpinan KPK

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wartawan senior Karni Ilyas angkat bicara terkait tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan mundur dan mengembalikan mandat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ketiganya adalah Ketua KPK Agus Rahardjo dan dua Wakil Ketua yakni Saut Situmorang dan Laode M Syarif.
Melalui akun Twitter pribadinya, pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC) mengungkap keheranan dan kebingungannya.
BACA: Pimpinan KPK yang Baru Disahkan Hari Ini
“Tiga komisoner KPK, termasuk ketua, umumkan mengembalikan mandat kpd Presiden,” cuit Karni Ilyas, dikutip PojokSatu.id dari akun Twitter pribadinya, Minggu (15/9/2019).
Akan tetapi, ia menilai ada pernyataan yang ambigu yang disampaikan oleh ketiganya.

“Tapi pada saat bersamaan Ketua KPK mengatakan menunggu petunjuk Presiden, apa masih dipercaya memimpin KPK sampai akhir masa jabatan,” ungkapnya.
Pasalnya, ia menilai bahwa Presiden Jokowi selama ini tidak pernah meragukan pimpinan KPK.
BACA: Mantan Ketua KPK Setuju Revisi UU KPK: Di Mana Memperlemahnya?
“Lha Presiden kan tidak pernah meragukan pimpinan KPK periode ini?” heran dia.
Cuitan itu lantas dibalas Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dengan nada menyindir.
Menurutnya, Agus, Saut dan Laode tengah bermain petak umpet.

Categories
agus rahardjo Laode M Syarif Nasional pimpinan KPK Revisi UU KPK saut situmorang

Mantan Ketua KPK: Kenapa Harus Mundur? Ini Tindakan Cengeng!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar angkat bicara terkait mundurnya tiga pimpinan KPK.
Mereka adalah Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan Laode M. Syarif yang mengembalikan mandat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Antasari menganggap, sikap yang ditunjukkan ketiganya itu sebagai sikap yang kekanak-kanakan. Apalagi, jabatan mereka juga berakhir pada akhir tahun ini.
BACA: Gara-gara Pimpinan KPK, Jokowi jadi Pinokio
Demikian disampaikan Antasari Azhar dikutip PojokSatu.id dari Rakyat Merdeka, Minggu (15/9/2019).
“Seperti anak kecil. Kenapa harus mundur? Ini tindakan cengeng. Sebagai mantan Ketua KPK, saya sangat menyesalkan sikap seperti itu,” tegasnya..
Seharusnya, ketiga pimpinan tersebut bisa menjaga lembaga dan sumber daya manusia (SDM) di tengah hujan kritik dan masalah yang mendera seperti saat ini.
Bukan kemudian malah melemparkan tanggungjawab pengelolaan KPK kepada Presiden Jokowi yang hanya akan menambah beban pikiran dan pekerjaan Presiden.
BACA: Sekjen PDIP Ngaku Punya Bukti Kebobrokan KPK, Sebut Abraham Samad dan Sudirman Said
Padahal, katanya, Presiden sudah cukup sibuk dengan mengurus negara dan pemerintahan dan tak perlu disibukkan lagi dengan urusan KPK.
“KPK ada ketuanya. Ada jajaran dan komisioner. Ini komisioner lepas tangan. Itu saya tidak suka,” kecamnya.

Categories
KPK Nasional revisi saut situmorang Undang-undang

KPK Sebenarnya Dukung Revisi UU KPK, Saut: Memang Banyak yang Harus Diperbaiki

POJOKSATU.id, JAKARTA – Revisi UU KPK sejatinya bukan hal yang ditolak mentah-mentah oleh lembaga antirasuah tersebut.
Sebaliknya, lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu sejatinya tak mempermasalahkan Revisi UU KPK yang merupakan usulan DPR tersebut.
Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada wartawan di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019).
BACA: Ngotot Revisi UU KPK, DPR Disindir Pegawai KPK: Koar-koar Berantas korupsi cuma Pas Kampanye
Hanya saja, kata Saut, revisi tersebut tidak malah melemahkan KPK yang sudah berdiri sejak 2002 silam itu.
“Saya juga mendukung revisi Undang-Undang, tapi yang memperkuat KPK,” tuturnya.
Diakuinya, selama empat tahun di lembaga tersebut, dirinya menemukan banyak kekurangan.
“Empat tahun saya di sini memang banyak yang harus diperbaiki,” bebernya.
BACA: Wahai Presiden Jokowi, Hidup-Mati KPK Ada di Tangan Anda, Tentukan Sikap Sekarang
Salah satu penguatan dimaksud semisal penambahan anggaran serta Deputi yang ada.
Dengan Undang-undang yang ada saat ini, KPK disebutnya masih memiliki banyak kekurangan.
“Saya katakan, beri KPK banyak orang dan beri KPK banyak uang. Saya akan kembangkan resource KPK menjadi lebih berani mengejar yang 7.000 surat pengaduan itu,” jelas Saut.