Categories
Nasional Natalius Pigai reuni akbar 212

Natalius Pigai: 212 Mengubah Pandangan Barat tentang Dunia Islam yang Kelam

POJOKSATU.id, JAKARTA – Natalius Pigai menyebut, gerakan 212 memberikan sumbangsih besar mengubah cara pandang Barat terhadap Islam.
Menurutnya, Barat sebelumnya memandang Islam sebagai sesuatu yang kelam, terbelakang dan bertentangan dengan demokrasi.
Namun, masyoritas masyarakat Islam di Indonesia telah membuktikan bahwa demokrasi dan Islam bukan dua hal yang harus dipertentangkan.
BACA: 6 Fakta Reuni Akbar 212 Tahun 2019, Jumlah Massa Menurun, Prabowo tak Diundang
Selain itu, Islam jelas tidak berseberangan dengan demokrasi.
Demikian disampaian mantan komisioner Komnas HAM itu kepada RMOL, Minggu (1/12/2019) malam.
Natalius merujuk pada aksi 411 yang digelar 4 November 2016. Aksi itu menuntut penegakan hukum atas pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Ahok dianggap memprovokasi dan menistakan Islam. Puncaknya, adalah gerakan 212 pada 2 Desember 2016.
BACA: Kawat Berduri Istana Malah Bikin 212 Tambah Besar, Jangan Takut, Reuni Akbar 212 itu Acara Biasa
Di reuni 212 pada 2017 dan 2018, sebut Natalius, juga memberikan sumbangsih yang sama.
“Gerakan 212 telah mengubah stereotype Barat tentang dunia Islam yang kelam,” katanya.
Karena itu, ia meminta pemerintah dan pihak-pihak lain yang masih curiga agar tidak usah khawatir berlebihan atas Reuni Akbar 212.

Categories
Data dan fakta Habib Rizieq Shihab Lipsus Nasional Prabowo Subianto reuni akbar 212

6 Fakta Reuni Akbar 212 Tahun 2019, Jumlah Massa Menurun, Prabowo Tak Diundang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Reuni Akbar 212 tahun ini kembali digelar untuk ketiga kalinya sejak pertama kali digelar pada 2016 lalu.
Setiap gelarannya, kegiatan tersebut selalu diikuti massa dalam jumlah besar dengan kehadiran pejabat, tokoh dan para ulama.
Ketua Media Center PA 212 Habib Novel Bamukmin mengatakan, pihak panitia sudah mempersiapkan acara tersebut dengan sangat matang.
BACA: Kawat Berduri Istana Malah Bikin 212 Tambah Besar, Jangan Takut, Reuni Akbar 212 itu Acara Biasa
“Massa bisa berkumpul lagi seperti tahun sebelumnya,” ujar Novel kepada wartawan, Minggu (1/12).
Novel menyatakan, Reuni 212 diawali dengan salat tahajud pada pukul 03.00 WIB hingga 03.30 WIB.
Kemudian disambung dengan istigasah dari 03.30 WIB hingga 03.50 WIB.
Massa kemudian akan melakukan salat subuh berjemaah dari pukul 03.50 WIB hingga 04.30 WIB.
BACA: Setelah Muhammadiyah, Giliran PKS Tak Mau Atributnya Ada di Reuni Akbar 212
Lalu doa dan zikir bersama untuk bangsa dimulai dari 04.30 WIB hingga 05.10 WIB.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan maulid dari 05.10 WIB hingga 05.40 WIB.
Dari pukul 05.40 WIB hingga 05.50 WIB dilakukan tilawah disambung pukul 05.50 WIB hingga 06.00 WIB massa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Aksi Bela Islam.

Categories
Istana Kepresidenan Nasional reuni akbar 212

Kawat Berduri Istana Malah Bikin 212 Tambah Besar, Jangan Takut, Reuni Akbar 212 Itu Acara Biasa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jelang Reuni Akbar 212 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019), polisi sudah melakukan pengamanan ketat.
Hal itu terlihat dari banyaknya personel dan kendaraan taktis yang diterjunkan untuk pengamanan acara tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga memasang kawat berduri di depan Istana Kepresidenan yang terletak tepat di seberang Lapangan Monas.
BACA: Setelah Muhammadiyah, Giliran PKS Tak Mau Atributnya Ada di Reuni Akbar 212
Analis politik Adi Prayitno menilai pengamaman di lokasi Reuni Akbar 212 itu seharusnya dilakukan sewajarnya saja.
“Semakin pengamanannya ketat, makin besar dan makin dapat simpati dari rakyat itu 212,” tuturnya kepada JPNN, Minggu (1/12/2019) malam.
Menurutnya, Reuni Akbar 212 itu adalah acara keagaman biasa yang tak perlu mendapat pengamanan berlebih.
“Padahal reuni 212 acara keagamaan biasa yang tak perlu diperlakukan berlebihan,” sambungnya.
BACA: Baru Fadli Zon yang Konfirmasi Datang ke Reuni 212, Habib Rizieq Belum Pasti Ceramah
Selain itu, kata dia, kegiatan yang kabarnya akan dihadiri jutaan massa itu bukanlah momen yang perlu ditakutkan secara politis.
“Perlakukan sewajarnya saja, toh secara politik tak ada yang perlu ditakutkan berlebihan,” saran Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini.
Akan tetapi, tegas Adi, kalau memang terjadi tindak pidana, harus diproses secara hukum.

Categories
Muhammadiyah Nasional PKS reuni akbar 212

Setelah Muhammadiyah, Giliran PKS Tak Mau Atributnya Ada di Reuni Akbar 212

POJOKSATU.id, JAKARTA – DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak melarang kadernya ikut Reuni Akbar 212 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).
Hanya saja, PKS tak mau kader partainya itu mengenakan atribut PKS dalam bentuk apapun,
Demikian disampaikan Sekjen DPP PKS Mustafa Kamal dalam keterangan tertulis, Minggu (1/12/2019).
BACA: Baru Fadli Zon yang Konfirmasi Datang ke Reuni 212, Habib Rizieq Belum Pasti Ceramah
Pihaknya menyampaikan, hal itu dilakukan agar kader PKS bisa berbaur dan menyambung silaturahmi dengan peserta lainnya.
“Demi terciptanya rasa kebersamaan keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan,” ujar Mustafa Kamal.
Pihaknya juga menginstruksikan agar kader PKS membawa bendera Merah Putih.
“Kami juga minta keluarga besar PKS membawa bendera Merah Putih dan tidak memakai baju PKS dan atribut-atribut partai lainnya,” sambungnya.
BACA: Tolak Pengawasan Majelis Taklim, Muhammadiyah Beberkan Kekeliruan Menag
Ia menjelaskan, PKS menilai Reuni Akbar 212 adalah gerakan sosial atas dasar kesadaran keagamaan dan kebangsaan.
Aksi itu, juga disebutnya berperan penting dalam menjaga Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan mengukuhkan NKRI.
Karena itu, PKS mendorong agar gerakan 212 proaktif memberikan kontribusi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan riil bangsa dalam berbagai bidang.

Categories
Aksi Reuni 212 Nasional reuni akbar 212

Bawa Pengantin ke Gereja Katedral, Alphard Serobot Barikade Massa Reuni 212

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ada yang menarik saat pelaksaan Reuni 212 di kawasan Monas, pada Minggu (2/12). Bersamaan massa mulai membubarkan diri, terlihat mobil Toyota Alphard putih yang membawa pasangan pengantin, menerobos barikade peserta aksi.
Mobil dengan hiasan bunga itu, melintas dari Jalan Raya Pos dengan dikawal patwal dari kepolisian. Iring-iringan mobil pengantin beserta rombongan pun dengan yakin dan perlahan masuk kekawasan Gereja Katedral.
Ya, pada siang hari ini di Gereja Katedral sendiri ada misa pemberkatan perkawinan satu pasangan.
Meski berbarengan dengan aksi reuni 212, namun hal tersebut sama sekali tidak menghambat jalannya iring-iringan mobil pengantin.
Sesuai jadwal ibadah pun dimulai pukul 13.00 WIB. Hal serupa juga pernah terjadi pada saat reuni 212 tahun 2017 dimana ada empat pasangan yang melangsungkan pernikahan dengan hikmat dan aman di Gereja Katedral. Bahkan, peserta aksi 212 kala itu mengawal pengantin hingga ke gerbaang gereja.
Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Romo Samuel Pangestu mengatakan, tidak ada masalah jika pemberkatan dilaksanakan pada siang ini.
“Kami pemberkatan tetap jalan saja, kan mereka bisa berputar nggak ada persoalan kami nggak pernah mengalami apapun kalau mereka mengadakan aksi 212,” ujarnya kepada wartawan, seperti dikutip dari RMOL (Jawa Pos Group) Minggu (2/12).
(jto/rmol/pojoksatu)

Categories
Aksi Reuni 212 bendera tauhid Nasional reuni akbar 212

Bendera Tauhid Berkibar di Monas, Ancaman Pukul Mundur Massa Reuni 212 Cuma Omdo

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bendera tauhid dan bendera merah putih dikibarkan massa Reuni 212 di Monas Jakarta Pusat, Minggu, 2 Desember 2018.
Pengibaran bendera dilakukan sampai bundaran Hotel Indonesia (HI). Massa mengibarkan bendera tahid seraya melantunkan salawat nabi.
Pantauan Jalan MH Thamrin, massa berpakaian serba putih berjalan kaki dari Jalan Jenderal Sudirman.
Ada pula massa yang memilih berkumpul kawasan Bundaran Hotel Indonesia, berbaur dengan masyarakat yang tengah aktivitas olahraga.
Mereka longmarch sembari mengibarkan bendera berlafadz tauhid pada kain warna hitam dan putih yang diiringi lantunan salawat badar.
Bendera tauhid berkibar di Monas
Sementara di dalam Monas, bendera merah putih dan bendera tauhid dikibarkan seraya melantunkan sholawat badar. Doa keselamatan untuk bangsa pun dipanjatkan.
“Mari kita berikan keselamatan bangsa ini dengan salawat,” ujar salah seorang ulama yang memandu para jemaah Reuni Mujahid 212.
Pantauan di lokasi, jutaan peserta reuni 212 memenuhi lapangan. Kawasan Monas memutih dipenuhi massa.
“Mari kita kibarkan bendera merah putih,” seru MC di atas panggung.
Reuni 212 di Monas Jakarta. (Instagram/trio_minora)
Pengibaran ribuan bendera tauhid berjalan aman dan lancar tanpa gangguan. Padahal, beberapa lalu, anggota ormas yang tergabung dalam Gerakan Jaga Indonesia mengancam akan memukul mundur massa 212 jika mengibarkan bendera tauhid.
“Jika di acara 212 nanti ada bendera tauhid, jangan salahkan kami, akan turun ribuan orang juga ke Jakarta untuk mencopot dan bertabrakan dengan 212, kami siap,” kata Ketua Presidium Gerakan Jaga Indonesia untuk wilayah Indonesia Timur, Deki Matulesi.
Namun ancaman itu rupanya hanya pepesan kosong belaka. Gerakan Jaga Indonesia hanya omdo (omong doang). Buktinya, massa Reuni 212 tetap mengibarkan bendera tauhid, mulai dari Monas sampai Bundaran HI.
(one/pojoksatu)

Categories
Aksi Reuni 212 Nasional reuni 212 reuni akbar 212

Massa Mulai Berdatangan, Monas Buka 24 Jam Demi Reuni 212

POJOKSATU.id, JAKARTA – Massa peserta Reuni 212 mulai berdatangan ke Monas Jakarta. Mereka akan mengikuti Reuni 212 yang akan dilaksanakan besok, Minggu, 2 Desember 2018.
Beberapa peserta yang mengenakan pakaian serba putih mengunggah foto mereka saat berada di Monas, Sabtu sore, 1 Desember 2018. Diduga, mereka adalah peserta Reuni 212 dari dari luar Jakarta.
“Apa hukumnya alumni yang tidak bisa hadir reuni? Flashback 2 tahun lalu ketika 7 juta umat Islam kumpul di Monas,” tulis akun @aan_kutil yang mengunggah foto sedang berada di Monas, Sabtu sore (1/12).
“Semoga reuni tahun ini berjalan lancar dan aman. Diridhoi Allah SWT. Tidak ada gesekan dengan acara yang lain,” tambahnya.
Sementara itu, pengelola Monumen Nasional (Monas) Jakarta akan menyambut para peserta dengan baik. Monas akan dibuka 24 jam pada hari Sabtu dan Minggu (1-2/12).
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Mundjirin mengatakan, aturan buka 24 jam untuk mengantisipasi para peserta reuni yang datang pada malam hari, termasuk untuk distribusi logistik.
“Iya kawasan Monas dibuka 24 jam,” ujar Mundjirin saat dihubungi, Sabtu (1/12).
Peserta Reuni 212 membawa bendera tauhid. Istimewa
Di hari biasa, Monas sudah tutup pada pukul 20.00 malam, khusus weekend dan hari libur tutup pukul 22.00 malam.
Kendati demikian, Sabtu dan Minggu untuk fasilitas berupa kereta wisata, sepeda wisata tetap beroperasi seperti biasa sampai jam 10 malam.
“Pukul 21.30 WIB mulai imbauan keluar untuk para pengunjung,” terang Mundjirin seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.
Alumni Aksi Bela Islam 212 pada 2 Desember 2016 akan menggelar Reuni Akbar Mujahid 212 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12) besok. Reuni ini bakal dihadiri ratusan ribu hingga jutaan orang.

(one/pojoksatu)

Categories
Aksi Reuni 212 Nasional reuni 212 reuni akbar 212

Jokowi Tak Diundang Reuni 212, Orang Ini Bintangnya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Presiden Jokowi tak diundang menghadiri Reuni 212 di Monas Jakarta, 2 Desember 2018, besok.
Panita tak mengundang calon presiden petahana itu lantaran dianggap tidak respek dengan gerakan 212 dan kurang mensyukuri nikmat Allah.
Penanggung Jawab Reuni 212, Slamet Ma’arif mengatakan, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dan beberapa tokoh agama serta ulama yang dituakan menyarankan agar panitia tidak mengundang Jokowi.
“Pak Jokowi kita nilai kurang respek terhadap gerakan 212, kurang mensyukuri nikmat anugerah Allah dengan berkumpulnya umat Islam di 212,” kata Slamet Ma’arif usai diskusi “Seberapa Gereget Reuni 212” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12).
Pertimbangan lainnya, lanjut Slamet, penegakan hukum pada masa pemerintah Jokowi dianggap belum berkeadilan, masih banyak kasus kriminalisasi ulama.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa besok yang hadir masih banyak yang kecewa dengan kebijakan Pak Jokowi saat ini dan dikhawatirkan nanti memunculkan hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu menyarankan supaya Jokowi tidak perlu datang ke acara reuni tersebut.
“Kami sarankan tidak hadir, untuk kepentingan beliau. Kami sarankan doakan kami Pak Jokowi mudah-mudahan acaranya sukses, aman dan tetap dalam koridor kebersihan,” katanya.
Dikatakan Slamet, awalnya panitia berencana untuk mengundang Jokowi ke acara tersebut. Namun seiring berjalannya waktu keputusan itu pun berubah.
Lain halnya dengan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus itu akan menjadi tamu kehormatan dalam Reuni 212.
Slamet mengatakan, pihaknya telah mengundang Prabowo secara lisan untuk hadir di acara tersebut. Jika datang, Prabowo akan menjadi bintangnya Reuni 212.
“Tamu kehormatan, posisinya sama dengan Ketua DPR dan MPR,” jelas Slamet Ma’arif.
Kendati demikian, Prabowo tidak boleh bicara di panggung dan harus mengikuti aturan yang berlaku supaya tidak disebut sebagai acara politik.
Sampai saat ini, Slamet belum bisa memastikan apakah Prabowo dan Prabowo akan hadir atau tidak di acara Reuni 212. Saat ini, kata dia, Prabowo masih berada di luar negeri.
“Jadi dua-duanya belum ada kepastian, baik Pak Prabowo ataupun Pak Sandiaga untuk hadir di acara besok,” tandasnya.
Slamet mengimbau kepada semua peserta Reuni 212 untuk membawa atribut kampanye dan dan embel-embel partai. Mereka hanya boleh membawa bendera merah putih dan bendera tauhid.
(one/pojoksatu)

Categories
Aksi Reuni 212 Nasional reuni 212 reuni akbar 212

Wow, 20 Ribu Polisi dan TNI Amankan Reuni 212

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polda Metro Jaya telah menyiapkan personil gabungan untuk mengamankan Reuni Akbar 212 yang akan dilaksanakan di Monas Jakarta pada Minggu, 2 Desember 2018.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan, dalam aksi Rueni 212 tahun ini, pihaknya telah menyiapkan ribuan personil gabungan dari anggota Polri dan TNI.
“Jadi ada 20 ribu personil gabungan yang akan mengamankan. Dari Polri, TNI, dan dibantu oleh pemerintah daerah . Itu sudah kita siapkan,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/11).
Dari 20 ribu personil gabungan itu, kata Argo, nantinya para personil akan ditempatkan di pos-pos (lokasi) yang dimungkinkan menjadi titik rawan.
“Nanti ada beberapa lokasi nanti yang akan disiapkan untuk mengawal jalan Reuni 212 tersebut,” beber Argo.
Aksi yang rencananya akan dihadiri ratusan ribu hingga jutaan massa itu, lanjut Argo, nantinya akan dilakukan rekayasa yang sifatnya situasional.
“Sifatnya nanti situasional. Atau kah nanti akan dilakukan penutupan atau buka tutup. Itu nanti wewenang Dirlalu lintas yang akan menyiapkan,” beber Argo.
(fir/pojoksatu)

Categories
Aksi Reuni 212 Nasional reuni akbar 212

Reuni Akbar 212, Bendera Tauhid Akan Dikibarkan di Monas

POJOKSATU.id, JAKARTA – Presidium Alumni 212 akan menggelar reuni akbar memperingati 2 tahun aksi bela Islam yang dikenal dengan istilah aksi 212.
Dalam acara Reuni Akbar 212 tahun ini, alumni 212 mengklaim 1 juta massa akan hadir memenuhi kawasan Monas Jakarta.
“Target minimal kita 1 juta massa ya,” ucap Ketua Presedium Alumni 212 Slamet Ma’arif saat dikonfirmasi, Kamis (22/11).
Satu juta massa itu, kata Slamet, nantinya dihimbau untuk membawa bendera merah putih dan bendera tauhid. Hal ini, sebagai wujud rasa syukur kecintaan terhadap Indonesia dan Islam.
“Semua peserta disarankan bawa bendera merah putih dan bendera tauhid dengan berbagai warna,” beber Slamet.
Untuk diketahui, acara Reuni 212 rencananya akan digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada 2 Desember 2018 mendatang.
Dalam acara ini, panitia Reuni Akbar 212 juga telah mengirimkan surat izin keramaian kepada Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.
“Sudah kita kirim (surat izin keramaian reuni 212) ke Mabes dan Polda,” kata Ketua Panitia Reuni Alumni 212, Bernard Abdul Jabbar, Rabu (21/11/2018).
(fir/pojoksatu)