Categories
Nasional papua psk direndam

11 PSK dan Mucikari Direndam di Lumpur, Kost Dibongkar Paksa

POJOKSATU.id, WAMENA – Langkah tegas Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, patut diacungi jempol. Ia membuktikan komitmennya untuk memberantas penyakit masyarakat di wilayahnya.
Sejak 2018, Jhon Richard telah berkomitmen memberantas penyakit masyarakat berupa prostitusi dan peredaran minuman keras (miras) di wilayahnya.
Pada Senin (11/3) lalu, Pemkab Jayawijaya bekerja sama dengan aparat kepolisian melakukan razia PSK di pertigaan Pikey dan Hom-Hom.
Dalam razia tersebut, polisi mengamankan 11 PSK, seorang pelanggan yang merupakan pelajar kelas II salah satu SMA di Wamena serta seorang mucikari.
11 PSK bersama pelanggan dan mucikari lantas dibawa ke kolam lumpur yang berada di samping kantor Bupati Jayawijaya. Di tempat ini, mereka direndam disaksikan masyarakat sekitar.
Selain PSK, pelanggan dan mucikari, pemilik kos-kosan yang menyediakan tempat transaksi esek-esek juga ikut direndam di kolam lumpur.
Jhon Richard Banua mengatakan sudah menjadi komitmen aparat dan pemerintah untuk memberantas penyakit sosial seperti PSK dan peredaran minuman keras yang memang tidak diizinkan di daerah itu.
Jhon menegaskan, sarang prostitusi berkedok kost-kostan akan dibongkar. Selain itu, izin usahanya juga akan dicabut.
“Bukan hanya PSK yang kita ambil tindakan dengan merendam, pemilik kios atau mucikari berkedok kios kita akan bongkar tempat-tempat usaha mereka, kami juga akan cabut izin usahanya,” tegas Jhon.
BACA: 11 Wanita Direndam di Kolam Lumpur Dekat Kantor Bupati, Kenapa?
Ia mengatakan sanksi merendam PSK, mucikari, pelanggan dan pemilik kost di kolam lumpur diharapkan bisa memberikan efek jera.
Dijelaskan, pada Desember 2018 lalu pemerintah telah memulangkan belasan PSK yang ditangkap. Namun kali ini, pemerintah akan mengambil langkah tegas dengan menyerahkan tugas itu kepada mucikari.
”Kali ini sang mucikari yang akan bertanggungjawab untuk memulangkan para PSK ke daerah asal mereka, dan itu harus dilakukan agar mereka tidak membuat praktek seperti ini,” katanya.
Bupati mengatakan satu dari 11 PSK yang sebelumnya sudah membuat surat pernyataan untuk tidak kembali ke Jayawijaya dengan pekerjaan yang sama, akan diproses sesuai hukum.
“Kita bicara kemanusiaan, tapi kita pemda juga susah memberantas penyakit masyarakat ini jika tidak dilakukan seperti ini (rendam),” pungkas Jhon.
(jo/cepos/one/pojoksatu)

Categories
Nasional papua PSK psk direndam

11 Wanita Direndam di Kolam Lumpur Dekat Kantor Bupati, Kenapa?

POJOKSATU.id, WAMENA – Sebanyak 11 wanita direndam di kolam lumpur berukuran besar yang berada di samping kiri halaman kantor Bupati Jayawijaya, Papua.
Para wanita berendam di kolam lumpur disaksikan warga sekitar. Selain 11 wanita, tampak pula tiga laki-laki yang ikut berendam.
Usut punya usut, 11 wanita bersama tiga pria yang direndam di kolam lumpur itu ternyata PSK dan mucikari. Mereka direndam di kolam lumpur pada Senin (11/3).
Para PSK dan mucikari itu terjaring dalam razia yang dilakukan oleh jajaran kepolisian dari Polsek Wamena Kota.
Polisi menangkap 11 PSK tersebut di dua tempat berbeda yaitu di Pertigaan Pikey dan Hom-Hom. Seorang pelanggan yang merupakan pelajar kelas II salah satu SMA di Wamena ikut diamankan.
Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya mengatakan, pemilik kios yang dijadikan tempat praktik prostitusi terselubung tersebut juga diamankan.
“Sangat disayangkan, ada anak sekolah yang ditangkap. Tapi belum sampai berbuat sudah diamankan karena terjaring dalam razia,” ucapnya.
Kapolres mengatakan PSK itu ditangkap oleh aparat dari Polsek Kota Wamena dan digiring ke kolam lumpur. Kolam tersebut memang biasanya menjadi tempat pemberian sanksi sosial bagi pelaku pembuat minuman keras dan penyebar penyakit sosial lainnya.
Di tempat yang sama Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan sudah menjadi komitmen aparat dan pemerintah untuk memberantas penyakit sosial seperti PSK dan peredaran minuman keras yang memang tidak diizinkan di daerah itu.
(cepos/one/pojoksatu)