Categories
calon menteri Jokowi Jokowi menteri jokowi Nasional pelantikan presiden

Masih Akan Ada Telepon Usai Pelantikan, Calon Menteri Jokowi Harap Tunggu sampai…

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengamat politik Muhammad Qodari yakin nama-nama menteri atau susunan kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin tidak langsung diumumkan setelah pelantikan presiden dan wapres, hari ini, 20 Oktober 2019.
“Jangan pernah mengharapkan kabinet akan diumumkan segera setelah pelantikan presiden,” ujar Qodari dalam diskusi soal kabinet di Jakarta.
Direktur Eksekutif Indo Barometer itu menyebutkan alasan atas penilaiannya itu. Pertama, karena pelantikan presiden selesai sudah terlalu sore untuk memamerkan orang-orang yang dipilih masuk dalam kabinet.
Jokowi dinilainya tipe presiden yang memajang menteri-menteri yang masuk dalam kabinet saat melakukan pengumuman, bukan berpidato tanpa orang yang ditunjuk.
“Saya menduga pengumuman kabinet, Jokowi menghadirkan personalnya, bukan pidato, menteri menunggu di rumah terkaget-kaget. Beda saat SBY, menteri menunggu wangsit,” kata Qodari.
Meski Jokowi telah menyusun kabinet yang akan membantunya, Qodari yakin susunan itu masih dapat berubah sampai detik terakhir.
Presiden Jokowi juga belum memastikan kapan pengumuman nama-nama menteri.
“Pengumumannya mungkin bisa pada hari Minggu, tapi bisa juga Senin. Bisa Senin, tapi bisa juga Selasa,” kata Jokowi.
(antara/jpnn/pojoksatu)

Categories
Nasional pelantikan presiden

Jokowi-Ma’ruf Bersiap, Begini Rangkaian Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Siang Ini

POJOKSATI.id, JAKARTA – Hari ini, Minggu (20/10) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akan menggelar Sidang Paripurna Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pelantikan akan dimulai pukul 14.30-15.48 WIB.
Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah menjelaskan, Sidang Paripurna MPR akan dipimpin Ketua MPR Bambang Soesatyo didampingi para wakil ketua Ahmad Basarah (F-PDI Perjuangan), Ahmad Muzani (F-Partai Gerindra), Jazilul Fawaid (F-PKB), Lestari Moerdijat (F-Partai Nasdem), Syarif Hasan (F-Partai Demokrat), Hidayat Nur Wahid (F-PKS), Zulkifli Hasan (F-PAN), Arsul Sani (F-PPP), dan Fadel Muhammad (Kelompok DPD).
Menurut Fauziah, prosesi pelantikan akan dihadiri Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri, Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta kandidat calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno, dan sejumlah tokoh nasional lainnya.
Selain itu, turut hadir sejumlah tamu kehormatan negara sahabat. Sidang paripurna ini diikuti seluruh anggota MPR yang terdiri atas anggota DPR dan DPD.
Lebih lanjut, Siti Fauziah merinci rangkaian susunan acara Sidang Paripurna MPR dalam rangka pelantikan Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024.
Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dipimpin oleh Ketua MPR.
“Setelah itu pembukaan Sidang Paripurna oleh Ketua MPR,” ujar Siti Fauziah.
Berikutnya pembacaan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh Pimpinan MPR.
Setelah pembacaan keputusan KPU, dimulailah prosesi Pengucapan Sumpah Presiden dan Pengucapan Sumpah Wakil Presiden pada pukul 14.56 WIB.
Setelah pengucapan sumpah, dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pelantikan. Kemudian Pimpinan MPR menyerahkan Berita Acara Pelantikan.
“Acara dilanjutkan dengan pertukaran tempat duduk Wakil Presiden dari Jusuf Kalla ke Maruf Amin,” jelasnya.
Selesai pengucapan sumpah dan pertukaran tempat duduk Wakil Presiden, Pimpinan MPR kembali melanjutkan Sidang Paripurna MPR.
Kemudian Pimpinan MPR mempersilakan Presiden Joko Widodo membacakan pidato perdana sebagai Presiden masa jabatan 2019-2024.
Usai presiden membacakan pidato, Ketua MPR kembali melanjutkan Sidang Paripurna. Kemudian pembacaan doa.
Setelah pembacaan doa, Ketua MPR menutup Sidang Paripurna Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024.
Sidang Paripurna MPR diakhiri dengan menyanyikan kembali lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pada pukul 15.48 WIB, sidang paripurna MPR selesai.
Selanjutnya foto bersama Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Maruf Amin, Jusuf Kalla, dan Pimpinan MPR.
“Dan, pemberian ucapan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih dari tamu undangan dan tamu kehormatan negara sahabat,” ungkap Fauziah.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
demo mahasiswa dilarang Nasional pelantikan presiden Polda Metro Jaya

Dilarang Polisi, Mahasiswa Makin Melawan, Pastikan Demo di Pelantikan Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memastikan tetap akan menggelar demo di pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.
Kendatipun, Polda Metro Jaya sudah mengeluarkan larangan aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta pada 15-20 Oktober 2019.
“Kita semakin dilarang semakin kita mau melakukan itu. Karena prinsipnya aksi itu bukan perizinan, tapi pemberitahuan,” kata Koordinator BEM SI, Muhammad Abdul Basit, Selasa (15/10/2019).
BACA: Ngabalin Kasi Sinyal, AHY dan Anak Buah Prabowo jadi Menteri Jokowi
Basit juga memastikan, BEM SI akan mengeluarkan sikap terhadap keputusan Polda Metro Jaya yang tidak memberikan izin demo kepada siapapun pada 15-20 Oktober 2019.
Dia menilai, aksi unjuk rasa cara efektif untuk mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) KPK.
Oleh karenanya, mahasiswa akan mencari cara untuk melakukan koordinasi bagaimana bisa mendesak pemerintah untuk mengeluarkan Perppu KPK.
BACA: Sandiaga Uno Gak Masuk, Tiga Petinggi Gerindra Ini yang Berpeluang jadi Menteri Jokowi
“Kalau penekanan dari kita sebelum tanggal 14, kita minta Pak Jokowi untuk keluarkan Perppu. Jadi kalau pun kita aksi besok atau lusa, desakannya sama soal Perppu,” terang dia.
Basit menyebut, aparat sendiri telah mendatangi sejumlah kampus untuk mencegah mahasiswa kembali turun ke jalan.
“Banyak sekali, sekarang kampus-kampus yang tergabung dalam BEM SI itu sedang didatangi aparat melalui jalur birokrasi maupun langsung,” katanya.
BACA: Benarkah Teroris Siapkan Aksi Amaliyah di Pelantikan Jokowi?
Oleh karenanya, terkait pelarangan aksi unjuk rasa, lanjut Basit, aturan itu telah melanggar hak untuk menyalurkan pendapat di muka umum. Dia pun menyebut, aturan itu terlalu berlebihan.
“Kalau itu hanya sebatas koordinasi antara aparat dan mahasisswa oke saja, cuma yang disayangkan itu ketika sifatnya sudah meredam atau jangan sampai turun ke jalan, ini sudah melanggar kebebasan berpendapat di lingkup akademisi kampus,” pungkasnya.
(jpc/ruh/pojoksatu)

Categories
bom bunuh diri mabes polri Nasional pelantikan presiden Teroris

Benarkah Teroris Siapkan Aksi Amaliyah di Pelantikan Jokowi?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sudah puluhan teroris ditangkap dari berbagai daerah yang merupakan jaringan Jamaah Ansarut Daulah (JAD).
Dalam penangkapan tersebut, juga disita berbagai barang bukti, termasuk bom rakitan yang ternyata sudah dipersiapkan untuk amaliyah.
Tercatat, Tim Densus 88 Antiteror total menangkap 26 terduga teroris dalam tempo lima hari, 10 sampai 15 Oktober 2019.
BACA: Bahaya, Ada Bom Campur Racun untuk Amaliyah Teroris, 0,7 Mikrogram Bisa Bunuh 100 Orang
Mereka ditangkap dari berbagai wilayah di Banten, Jawa Barat, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jambi, Jakarta, dan Lampung.
Kendati demikian, hal itu sama sekali bukan hal yang spesial dan hanya sebatas kerja rutin dan sama sekali tidak terkait pelantikan presiden.
Demikian ditegaskan Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Selas (15/10/2019).
Dedi menjelaskan, selama ini, Tim Densus 88 Antiteror terus bekerja dalam melakukan pemetaan terhadap para terduga teroris.
BACA: Komunikasi Via Telegram, Teroris Targetkan Polisi Tindakan Amaliyah
Sementara penangkapan puluhan terduga teroris itu merupakan bagian dari preemtive strike.
Sekaligus dalam rangka mencegah terjadinya aksi teror yang dapat menimbulkan korban jiwa dan terganggunya stabilitas keamanan.
“Sama sekali (tidak terkait pelantikan Presiden dan Wakil Presiden). Ini kerja Densus 88 yang memang senyap,” tegasnya.

Categories
bom bunuh diri cirebon Densus 88 Antiteror mabes polri Nasional pelantikan presiden Teroris

Bahaya, Ada Bom Kimia untuk Amaliyah Teroris, 0,7 Mikrogram Bisa Bunuh 100 Orang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sejak 10 Oktober 2019, sudah puluhan teroris ditangkap dari berbagai daerah yang merupakan jaringan Jamaah Ansarut Daulah (JAD).
Dalam penangkapan tersebut, juga disita berbagai barang bukti, termasuk bom rakitan yang ternyata sudah dipersiapkan untuk amaliyah.
Kepala Biro Penerangan (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, pihaknya saat ini terus menyelidiki bom rakitan dimaksud.
BACA: Komunikasi Via Telegram, Teroris Targetkan Polisi Tindakan Amaliyah
Berdasarkan hasil pendalaman, juga didapati bom kimia rakitan yang disebutnya sangat berbahaya.
Bahkan, Dedi menyebut bahwa bom tersebut bisa membunuh ratusan orang sekaligus dengan hanya kuota racun yang cukup kecil.
Demikian disampaikan Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Selas (15/10/2019).
“Campuran kimia ini lebih berbahaya. Misalnya yang ditangkap kelompok Abu Zee kemarin di Bekasi dan Jakarta Utara, termasuk Abu Hamzah itu memakai jenis high explosive,” ungkapnya.
BACA: Polisi Tangkap Terduga Teroris Pembuat BOM Sekaligus Donatur Kelompok MIT
Dedi menjelaskan bom dengan bahan kimia itu terdiri dari campuran berupa NHO3, urea, metanol, RDX, HMTD hingga racun abrin.
“Dari hasil uji labfor namanya racun abrin, karakteristiknya cukup berbahaya,” tuturnya.
Bahkan, dengan racun abirin yang sangat sedikit saja, sudah bisa membunuh ratusan orang.

Categories
Nasional pelantikan presiden pengamanan kepolisian Presiden Jokowi

Jelang Pelantikan Presiden Terpilih, Tim Intelijen Dikerahkan, Lakukan Deteksi Dini

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya tengah mempersiapkan pengamanan super ketat jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi)- Ma’ruf Amin pada Minggu (20/10) mendatang.
Pengamanan kali ini, pihaknya akan mengerahkan tim intelijen untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Potensi kerawanan pasti ada. Dan akan kita hadapi. Kita sudah persiapkan semuanya dengan baik,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono di Polda Metro Jaya, Rabu (9/10).
Tak hanya itu, Kapolda juga memerintahkan tim intelijen untuk melakukan diteksi dini terkait dugaan kericuhan apa yang akan terjadi saat pelantikan presiden berlangsung.
“Intelijen akan melakukan diteksi dini. Kemudian Karo Ops juga siapkan langkah keamanan untuk mengantisipasi,” ungkap Gatot
Diketahui, pelantikan presiden terpilih Jokowi- Ma’ruf akan digelar di MPR pada Minggu (20/10) sekira pukul 10.00 WIB. Namun pelantikan itu diundur menjadi sore hari.
Mundurnya pelantikan itu langsung disampaikan Ketua MPR Bambang Soesatyo. Alasannya, MPR tidak mau mengganggu masyarakat yang berolahraga dalam car free day. Sebab, nantinya akan ada penutupan jalan protokol untuk dilewati tamu-tamu negara.
“Saya pastikan tanggal 20 Oktober. Kenapa diundur dari jam 10.00 WIB menjadi jam 16.00 WIB, karena kita ingin agar saudara-saudara kita memberi kesempatan bisa beribadah paginya,” kata Bamsoet di rumah dinasnya, Jl Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (8/10).
(fir/pojoksatu)