Categories
FPI munarman Nasional Ninoy Karundeng PA 212 pengakuan Penganiayaan tersangka

Ini Isi Obrolan WA Munarman dan Tersangka Kasus Ninoy Karundeng Versi Munarman dan Pengacaranya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman mengakui, ada komunikasi antara dirinya dengan salah satu tersangka kasus penganiayaan Ninoy Karundeng.
Kepada wartawan, Munarman menyampaikan bahwa saat itu dirinya dihubungi oleh Supriadi, pengurus DKM masjid Al-Falah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Di masjid itu, disebut sebagai lokasi penyekapan dan penganiayaan buzzer pendukung Jokowi itu.
BACA: Setelah Pengacara, Munarman Sendiri Ngaku Minta Rekaman CCTV Masjid Al-Falah
Komunikasi awal itu, kata Munarman, terjadi dua hari setelah peristiwa penganiayaan itu terjadi.
Anak buah Habib Rizieq Shihab ini mengatakan, Supriadi menghubunginya untuk berkonsultasi hukum terkait peristiwa penganiayaan tersebut.
Sehingga statusnya, dia dalam percakapan ini seorang pengacara dengan calon kliennya.
Dia juga mengakui bahwa dirinya memang meninta rekaman CCTV masjid Al-Falah agar diperlihatkan kepadanya.
BACA: Pengacara Sendiri yang Bilang, Munarman Minta Rekaman CCTV Masjid Al-Falah Diamankan
Tujuannya, sebagai calon kuasa hukum, agar bisa memberikan penilaian dari aspek hukum terhadap kondisi masjid saat penganiayaan terjadi.
Sehingga, kata dia, bisa diputuskan langah hukum berikutnya.
“Saya minta supaya rekaman CCTV masjid dikasih saya, agar saya bisa asassment situasinya dalam rangka kepentingan hukum calon klien,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019).

Categories
FPI kamera CCTV munarman Nasional Ninoy Karundeng PA 212

Setelah Pengacara, Munarman Sendiri Ngaku Minta Rekaman CCTV Masjid Al-Falah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman, hampir 12 jam ‘digarap’ penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penganiayaan Ninoy Karundeng.
Munarman tiba di Gedung Resmob Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.20 WIB dan langsung menuju ruang penyidik. Dia baru keluar pada pukul 22.30 WIB
Munarman diperiksa penyidik perihal rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi dugaan penyekapan dan penganiayaan buzzer dan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.
BACA: Pengacara Sendiri yang Bilang, Munarman Minta Rekaman CCTV Masjid Al-Falah Diamankan
Kepada wartawan, Munarman mengatakan, ada dua topik besar yang ditanyakan penyidik. Pertama, terkait penganiayaan Ninoy di Masjid Al-Falah.
“Intinya tentang apakah saya mengetahui peristiwa di masjid Al Falah. Saya bilang tidak tahu peristiwa itu,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019).
Ia menuturkan, kaitan dirinya dengan salah satu tersangka dalam kasus dimaksud adalah konsultasi hukum.
BACA: Agak Pincang dan Sulit Bicara, Bernard Abdul Jabar Minta Penangguhan Penahanan
“Jadi terkait klarifikasi soal konsultasi hukum dari salah satu tersangka yang kebetulan DKM masjid Al Falah kepada saya,” imbuhnya.
Selanjutnya dia menjelaskan hubungannya dengan tersangka Supriadi.
Ia mengatakan, Supriadi menghubunginya untuk berkonsultasi hukum terkait peristiwa penganiayaan tersebut.

Categories
FPI kamera CCTV munarman Nasional Ninoy Karundeng Penganiayaan tersangkam pelaku

Pengacara Sendiri yang Bilang, Munarman Minta Rekaman CCTV Masjid Al-Falah Diamankan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman, hampir 12 jam ‘digarap’ penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penganiayaan Ninoy Karundeng.
Munarman tiba di Gedung Resmob Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.20 WIB dan langsung menuju ruang penyidik. Dia baru keluar pada pukul 22.30 WIB
Munarman diperiksa penyidik perihal rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi dugaan penyekapan dan penganiayaan buzzer dan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.
BACA: Agak Pincang dan Sulit Bicara, Bernard Abdul Jabar Minta Penangguhan Penahanan
Kepada wartawan, kuasa hukum Munarman, Aziz Yanuar menegaskan, kliennya tidak pernah meminta menghapus rekaman CCTV Masjid Al-Falah.
Munarman, kata dia, hanya ingin mengetahui fakta yang terjadi di lokasi tersebut melalui rekaman CCTV dimaksud.
“Bukan (minta dihapus). Justru (Munarman) mau tahu faktanya digunakan oleh pihak kepolisian,” kata Azis kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019) malam.
BACA: Nah…Ketahuan, Novel Bamukmin Ada di Lokasi saat Ninoy Karundeng ‘Dipermak’
Akan tetapi, pihaknya mengakui bahwa Munarman memang meminta rekaman CCTV. Hal itu dilakukan karena Munarman adalah seorang pengacara yang hendak memberikan konsultasi hukum.
Sebagai bukti pendukung, Aziz mengungkap adanya percakapan via aplikasi perpesanan Whatsapp antara kliennya dengan salah seorang tersangka, yakni Supriyadi yang tidak lain adalah DKM masjid Al-Falah.

Categories
Bernard Abdul Jabbar FPI Nasional Ninoy Karundeng PA 212 Penangguhan Penahanan Penganiayaan tersangka

Agak Pincang dan Sulit Bicara, Bernard Abdul Jabar Minta Penangguhan Penahanan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Bernard Abdul Jabbar, menjadi salah satu tersangka kasus penganiayaan Ninoy Karundeng yang ditahan Polda Metro Jaya.
Kini, Bernard dikabarkan sakit. Dengan alasan tersebut, Bernard akhirnya mengajukan penangguhan penahanan.
Hal itu diungkap anggota tim hukum Front Pembela Islam, Aziz Yanuar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019).
BACA: Nah…Ketahuan, Novel Bamukmin Ada di Lokasi saat Ninoy Karundeng ‘Dipermak’
Aziz mengungkap, pengajuan permohonan penangguhan penahanan itu sudah diajukan kepada penyidik siang tadi.
“Tadi siang sudah kita masukkan (permohonan penangguhan penahanan) sesuai prosedur kepada Kapolda hingga ke tingkat penyidik. Beserta jaminan dari istrinya,” ungkap Azis.
Selain itu, pihaknya juga menyertakan bukti Bernard yang saat ini tengah dalam kondisi sakit.
Kemarin malam, kata dia, Bernard agak pincang dan sulit berbicara.
BACA: Penganiayaan Ninoy Karundeng: Novel Bamukmin Bakal Jadi Tersangka?
“Memang sedang perawatan. Kami sangat khawatir, kalau penahanan dilanjutkan, takutnya (sakitnya) semakin memburuk,” katanya.
Aziz mengunkap, sakit yang diderita Bernard adalah strok dan diabetes.
“Kita khawatir terjadi hal-hal yang buruk,” lanjutnya.

Categories
FPI Nasional Ninoy Karundeng Novel Bamukmin PA 212 Penganiayaan tersangka

Nah…Ketahuan, Novel Bamukmin Ada di Lokasi Saat Ninoy Karundeng ‘Dipermak’

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, polisi juga akan memeriksa Jurubicara Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Novel Bamukmin.
Keduanya dipanggil penyidik kaitannya dengan kasus penyekapan dan penganiayaan buzzer dan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.
Rencananya, anak buah Habin Rizieq Shihab itu akan digarap penyidik Polda Metro Jata, besok Kamis 10 Oktober 2019.
BACA: Penganiayaan Ninoy Karundeng: Novel Bamukmin Bakal Jadi Tersangka?
Ditanya terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyatakan pihaknya memiliki alasan kuat.
Pasalnya, Novel Bamukmin ternyata ada di lokasi saat Ninoy Karundeng disekap dan dianiaya.
Yakni di masjid Al-Falah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Jadi, dia (Novel Bamukmin) ada di lokasi (penganiayaan),” beber Argo kepada wartawan, Rabu (9/10/2019).
BACA: 7 Poin Penting PA 212 atas Penangkapan Bernard Abdul Jabbar dalam Kasus Ninoy Karundeng
Novel sendiri akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Surat panggilan terhadap Novel itu berdasarkan surat nomor:S Pgl/9902/X/RES.1 atas pelapor bernama Ninoy N. Karundeng dengan Laporan Polisi Nomor: LP/6280/X/2019/PMJ/Dit Reskrimum 01 Oktober 2019.
“Ya benar, besok Bapak Novel akan dimintai keterangan, dengan agenda pemanggilan,” terangnya.

Categories
Bernard Abdul Jabbar Nasional Ninoy Karundeng PA 212 Penganiayaan tersangka

7 Poin Penting PA 212 Atas Penangkapan Bernard Abdul Jabbar dalam Kasus Ninoy Karundeng

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif menyebut banyak kejanggalan dalam penetapan status tersangka terhadap Bernard Abdul Jabbar.
Demikian disampaikan Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif kepada wartawan dalam konferensi pers di Sekretariat PA 212, Jalan Condet Raya, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019).
Pertama, PA 212 menyayangkan dan mengecam tindakan polisi dalam proses penangkapan Bernard.
BACA: Bela Bernard Abdul Jabbar, PA 212 Pastikan Melawan, Kerahkan 100 Pengacara
“Kedua, kami menuntut pihak kepolisian untuk bertindak dan bersikap profesional dan tidak melanggar hukum serta memperlakukan ustadz Bernard Abdul Jabbar, sesuai hak yang dimiliki dalam menjalankan tugasnya,” ucap Ustaz Slamet Maarif.
Ketiga, PA 212 mencium ada indikasi diduga upaya pembusukan dan pencemaran nama baik PA 212 secara sistematis dan terorganisir.
“Kami mencium ada indikasi diduga upaya pembusukan dan pencemaran nama baik PA 212 secara sistematis dan terorganisir,” katanya.
BACA: Bernard Abdul Jabbar Tersangka Kasus Ninoy Karundeng, Slamet: Kami Mencium Indikasi Pembusukan PA 212
Keempat, menuntut segera dibebaskannya Bernard dan aktivis DKM Al-Falah demi keadilan hukum.
“Kelima, PA 212 mengajak umat Islam terutama Alumni 212 untuk tidak terpengaruh dengan segala rencana dan dugaan provokasi oleh pihak-pihak tertentu untuk menggembosi gerakan perjuangan menegakkan keadilan dan melawan kezaliman,” lanjutnya.

Categories
kasus penganiayaan munarman Nasional Ninoy Karundeng

Dicecar 18 Pertanyaan, Munarman Juga Ditanya Soal Penghapusan Barang Bukti CCTV Masjid

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kasus penganiayaan Pegiat Sosial, Ninoy Karundeng terus dikebut. Pengacara Sekretaris Umum Front Pembela Islam, Munarman, Aziz Yanuar menyebut kliennya dicecar 18 pertanyaan oleh penyidik.
“Ada 18 pertanyaan seputar WhatsApp dari dan ke Bang Munarman dan ke salah satu yang ditahan Pak Supriadi (Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat) seputar itu saja. Dan itu isi WA dua hari setelah kejadian tanggal 30 yang terkait dengan Ninoy, agak jauh sebenarnya subtansinya,” ujar dia di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (9/10)
Dia menjelaskan pemeriksaan terhadap Munarman sebenarnya sudah kelar sejak maghrib.
Berita Acara Pemeriksaan sudah ditandatangani. Tapi Munarman belum kunjung keluar karena penyidik mengkonfrontirnya dengan Supriadi.
“Kalau alasanya teknisnya bahwa keterangan dari Pak Munarman mau dikonfrontir dari Pak Supriadi yang saat ini tahan titipan di Krimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya). Tapi, ada alasan lain yang kita gak tahu juga,” ujar dia.
Dia menjelaskan kalau Munarman tidak pernah minta Supriadi menghapus rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) di masjid yang merekam kejadian dugaan penganiayaan. Yang ada malah Supriadi menelepon Munarman untuk minta saran.
Pasalnya ada orang yang mengaku dari Polda Metro Jaya datang menemuinya. Atas hal itulah Supriadi menghubungi Munarman karena kliennya menurut Supriadi orang yang dipercayanya mengerti hukum.
“Untuk poin kedua terkait bahwa di dalam masjid itu ada CCTV, nah itu tolong diamankan kalau nanti hal-hal yang mungkin diperlukan itu aja. Bukan minta dihapus, justru yang mau tahu faktanya digunakan oleh pihak kepolisian,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video menampilkan pegiat media sosial dan pendukung Presiden Joko Widodo yakni Ninoy Karundeng, dengan wajah lebam tersebar luas.
Dalam video itu, Ninoy diduga sedang diinterogasi oleh sejumlah pria dalam sebuah ruangan.
Sementara itu, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, membantah bahwa Ninoy telah disekap dan dianiaya dalam salah satu ruangan bawah masjid.
(dhe/pojoksatu)

Categories
Bernard Abdul Jabbar Nasional Ninoy Karundeng PA 212 Penganiayaan

Bela Bernard Abdul Jabbar, PA 212 Pastikan Melawan, Kerahkan 100 Pengacara

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) memastikan akan memberikan bantuan pendampingan hukum kepada Bernard Abdul Jabbar.
Sekjen PA 212 itu terjerat kasus penganiayaan terhadap buzzer dan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng di Polda Metro Jaya.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif kepada wartawan dalam konferensi pers di Sekretariat PA 212, Jalan Condet Raya, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019).
BACA: Bernard Abdul Jabbar Tersangka Kasus Ninoy Karundeng, Slamet: Kami Mencium Indikasi Pembusukan PA 212
Slamet juga memastikan, pihaknya akan memberikan perlawanan atas Bernard.
“Kami akan melakukan perlawanan dan bantuan hukum dengan menyiapkan 100 pengacara untuk Bernard Abdul Jabbar dan aktivis DKM Masjid Al Falah Pejompongan,” kata Slamet.
Slamet menyebut, banyak kejanggalan dalam penetapan tersangka, juga proses penangkapan yang dianggap berlebihan.
“DPP PA 212 menyayangkan dan mengecam tindakan aparat dalam penangkapan ustadz Abdul Jabbar,” kata Slamet.
BACA: Penganiayaan Ninoy Karundeng: Novel Bamukmin Bakal Jadi Tersangka?
Slamet menyebut, ada beberapa kejanggalan dalam proses penangkapan Sekjen DPP PA 212 itu.
Pertama, penangkapan dilakukan tanpa adanya surat resmi. Juga pemepetan yang dilakukan polisi di Tol Tomang.
Karena itu, pihaknya menuntut polisi bertindak profesional dalam pengusutan kasus yang melibatkan Bernard.

Categories
Nasional Ninoy Karundeng Novel Bamukmin. Ninoy Karundeng

Penganiayaan Ninoy Karundeng: Novel Bamukmin Bakal Jadi Tersangka?

POJOKSATU.id, JAKARTA- Akhirnya polisi menjelaskan mengapa Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin turut diperiksa polisi dalam kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap buzzer Jokowi sekaligus pegiat media sosial, bernama Ninoy Karundeng.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono Novel diperiksa karena ada di lokasi Ninoy diduga diculik dan dianiaya.
Lokasi yang dimaksud adalah Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Saat itu Novel Bamukmin ada di lokasi penganiayaan,” ujar Argo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (9/10)
Novel sendiri akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.
Rencananya Novel diperiksa polisi besok, Kamis 10 Oktober 2019. Surat panggilan terhadap Novel ini berdasarkan nomor: S Pgl/9902 /X/RES.1 atas pelapor bernama Ninoy N. Karundeng dengan surat Laporan Polisi Nomor : LP/6280/X/2019/PMJ/Dit Reskrimum 01 Oktober 2019.
“Ya benar, besok Bapak Novel akan dimintai keterangan, dengan agenda pemanggilan,” ujarnya.
Untuk diketahui, Novel sendiri membenarkan soal panggilan ini. Dia mengaku akan memenuhi panggilan itu.
Novel menyebut akan melakukan klarifikasi dalam panggilan.
“Benar saya dipanggil pemeriksaan Kamis jam 14.00 WIB. Insya Allah saya hadir guna memberikan pelurusan berita yang simpang siur selama ini,” kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Senin (7/10)
Sebelumnya, sebuah video menampilkan pegiat media sosial dan pendukung Jokowi yakni Ninoy Karundeng, dengan wajah lebam tersebar luas.
Dalam video itu, Ninoy diduga diinterogasi oleh sejumlah pria dalam sebuah ruangan.
Sementara itu, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, membantah bahwa Ninoy telah disekap dan dianiaya dalam salah satu ruangan bawah masjid.
Pengurus DKM Al Falaah Iskandar, mengaku memang mengetahui bahwa Ninoy dianiaya oleh banyak orang di depan pagar masjid.
Namun, dia menegaskan, saat terjadi penganiayaan tersebut, pengurus DKM langsung memasukkan Ninoy ke ruang bawah masjid untuk diamankan dan diurus oleh paramedis.
(dhe/pojoksatu)

Categories
Bernard Abdul Jabbar FPI Nasional Ninoy Karundeng PA 212 pelaku Penganiayaan tersangka

Tak Terima Bernard Abdul Jabbar Tersangka Kasus Ninoy Karundeng, PA 212 Tuntut Polisi

POJOKSATU.id, JAKARTA – DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) tak terima dengan penetapan tersangka terhadap Bernard Abdul Jabbar dalam kasus penganiayaan Ninoy Karundeng.
PA 212 menilai, ada banyak kejanggalan dalam proses penetapan tersangka terhadap buzzer dan relawan Jokowi itu.
Selain itu, mereka juga mengecam proses penangkapan Bernard oleh polisi yang dinilai berlebihan.
BACA: Kronologis Penangkapan Ustadz Bernard, PA 212: Malam Hari Dipepet 5 Mobil di Tol Tomang
Demikian disampaikan Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif kepada wartawan dalam konferensi pers di Sekretariat PA 212, Jalan Condet Raya, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019).
“DPP PA 212 menyayangkan dan mengecam tindakan aparat dalam penangkapan ustaz Abdul Jabbar,” kata Slamet.
Slamet menyebut, ada beberapa kejanggalan dalam proses penangkapan Sekjen DPP PA 212 itu.
Pertama, penangkapan dilakukan tanpa adanya surat resmi. Juga pemepetan yang dilakukan polisi di Tol Tomang.
BACA: Dua Pengurus PA 212 Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng, Ini Identitasnya
Karena itu, pihaknya menuntut polisi bertindak profesional dalam pengusutan kasus yang melibatkan Bernard.
Slamet jyga menuntut, anak buah Kapolri Jendral Tito Karnavian itu mengedepankan hak asasi manusia (HAM) dalam mengusut sebuah kasus.