Categories
agnez mo Habib Rizieq Shihab Nasional PA 212 reuni 212

PA 212: Dibanding Agnez Mo, Habib Rizieq Lebih Dibutuhkan dan Dicintai Masyarakat Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kepala Divisi Hukum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Damai Hari Lubis membandingkan antara Habib Rizieq Shihab dan penyanyi Agnez Mo.
Menurutnya, Ketimbang Habib Rizieq, Agnez Mo lebih pantas masuk dalam daftar cekal pemerintah Indonesia.
Karena itu, Damai mendesak Menko Polhukam dan pihak Imigrasi mencekal Agnez Mo.
BACA: Ini Rundown Acara di Reuni 212, Ada Nama Habib Rizieq dan Anies Baswedan
“Sebaiknya Menko Polhukam dan atau imgrasi Indonesia menolak melalui penetapan cekal terhadap Agnez Mo,” ujar Damai kepada wartawan, Minggu (1/12/2019).
Semestinya, kata simpatisan Habib Rizieq ini, pemerintah bisa melihat dengan jela sosok mana yang lebih dibutuhkan dan dicintai masyarakat Indonesia.
Karena itu, sambungnya, kepulangan Rizieq sangat dinanti-nantikan ummat.
”Bukan justru (mencekal) Imam Besar Habib Rizieq. Beliau ulama besar, banyak dicintai serta kepulangannya ditunggu umat di Tanah Air,” katanya.
BACA: Tegas, Muhammadiyah Larang Panjinya Ada di Reuni 212, Kalau Ada yang Ikut Itu Urusan Pribadi
Sementara, Jurubicara Habib Rizieq, Abdul Chair Ramadhan menyebut, imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu sangat ingin pulang ke Indonesia.
“Imam Besar Habib Rizieq Shihab berkehendak untuk kembali ke Tanah Air tercinta,” ujar Abdul kepada JPNN.com, Minggu (1/12/2019).
Habib Rizieq, lanjutnya, juga sangat ingin menghadiri Reuni 212 yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, besok Senin (2/12).

Categories
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Habib Rizieq Shihab Nasional reuni 212

Ini Rundown Acara di Reuni 212, Ada Nama Habib Rizieq dan Anies Baswedan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Reuni 212 kembali di gelar untuk ketiga kalinya di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, besok Senin (2/12/2019).
Kegiatan itu adalah ajang silarahmi antarpeserta Aksi Bela Islam 212 yang kali pertama dihelat pada 2016 lalu.
Ketua Media Center PA 212 Habib Novel Bamukmin, mengatakan pihak panitia sudah mempersiapkan acara tersebut dengan sangat matang.
BACA: Tegas, Muhammadiyah Larang Panjinya Ada di Reuni 212, Kalau Ada yang Ikut Itu Urusan Pribadi
“Massa bisa berkumpul lagi seperti tahun sebelumnya,” ujar Novel kepada wartawan, Minggu (1/12).
Novel menyatakan, Reuni 212 diawali dengan salat tahajud pada pukul 03.00 WIB hingga 03.30 WIB.
Kemudian disambung dengan istigasah dari 03.30 WIB hingga 03.50 WIB.
Massa kemudian akan melakukan salat subuh berjemaah dari pukul 03.50 WIB hingga 04.30 WIB.
BACA: Arab Saudi Hormati Habib Rizieq selaku Tamu dalam Adab Islam
Lalu doa dan zikir bersama untuk bangsa dimulai dari 04.30 WIB hingga 05.10 WIB.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan maulid dari 05.10 WIB hingga 05.40 WIB.
Dari pukul 05.40 WIB hingga 05.50 WIB dilakukan tilawah disambung pukul 05.50 WIB hingga 06.00 WIB massa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Aksi Bela Islam.

Categories
Muhammadiyah Nasional reuni 212

Tegas, Muhammadiyah Larang Panjinya Ada di Reuni 212, Kalau Ada yang Ikut Itu Urusan Pribadi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dengan tegas melarang anggota persyarikatan mengibarkan atribut dan fasilitas organisasi dalam Reuni 212.
Kendati demikian, Muhammadiyah tak melarang kadernya ikut dalam kegiatan yang diselenggarakan kali ketiga di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, besok Senin (2/12/2019).
Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dikonfirmasi wartawan, Minggu (1/12).
BACA: Jubir: Arab Saudi Hormati Habib Rizieq selaku Tamu dalam Adab Islam
“Keikutsertaan merupakan sikap pribadi. Karena itu, tidak diperbolehkan membawa atribut dan menggunakan fasilitas organisasi Muhammadiyah,” tegasnya.
Mu’ti menuturkan, Reuni 212 adalah hak warga negara yang dijamin oleh UUD 1945.
Ekspresi lisan dan tulisan di ruang publik atau terbatas harus sesuai dengan undang-undang.
“Sepanjang sesuai dengan prosedur, aksi 212 dan berbagai aksi lainnya tidak boleh dilarang,” ujarnya.
BACA: Awasi Masjid, Wapres KH Ma’ruf Amin Disoal, “Emang Bisa Beliau Perintah Polri, Kecuali Lewat Jokowi?”
Apalagi, kegiatan itu sudah mendapatkan izin dari pihak berwenang.
“Tugas aparatur keamanan adalah untuk mengamankan dan menjaga agar aksi tetap kondusif dan tidak merugikan pihak manapun baik moril maupun materiil,” jelasnya.
Sementara, Ketua Media Center Persaudaraan 212 (PA 212), Novel Bamukmin mengatakan, pihak panitia telah mempersiapkan acara tersebut dengan matang.

Categories
Arab Saudi Habib Rizieq Shihab Nasional reuni 212

Jubir: Arab Saudi Hormati Habib Rizieq Selaku Tamu dalam Adab Islam

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jurubicara Habib Rizieq, Abdul Chair Ramadhan menyebut, imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu sangat ingin pulang ke Indonesia.
“Imam Besar Habib Rizieq Shihab berkehendak untuk kembali ke Tanah Air tercinta,” ujar Abdul kepada JPNN.com, Minggu (1/12/2019).
Habib Rizieq, lanjutnya, juga sangat ingin menghadiri Reuni 212 yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, besok Senin (2/12).
BACA: Awasi Masjid, Wapres KH Ma’ruf Amin Disoal, “Emang Bisa Beliau Perintah Polri, Kecuali Lewat Jokowi?”
“Terlebih lagi keinginannya untuk menghadiri acara Reuni 212 dan Maulid Akbar yang menjadi tonggak sejarah persatuan dan kesatuan umat,” sambungnya.
Abdul mengingatkan, kepulangan Habib Rizieq merupakan hak konstitusional yang melekat pada diri tokoh kontroversial itu selaku manusia dan warga negara Indonesia (WNI).
Karena itu, pihaknya meminta medua untuk menanyakan kepada pemerintah terkait pencekalan yang berujung pengasingan terselubung terhadap Rizieq di Arab Saudi.
Apalagi, ia menyebut, kepulangan Rizieq sudah mendapat lampu hijau dari otoritas pemerintah Arab Saudi.
BACA: Gara-gara Banggakan Sistem Otoriter, Rizal Ramli: Sri Mulyani Ngawur, Cetek!
“Bahkan otoritas Kerajaan Saudi Arab sudah berupaya mempertanyakan apa yang diinginkan sesungguhnya oleh pihak rezim penguasa Indonesia terhadap Habib Rizieq,” katanya.
Sebaliknya, ia menuding pemerintah Indonesia ada di balik pencekalan Rizieq dan lepas tangan alias tidak bertanggungjawab.
“Rezim penguasa Indonesia berupaya melakukan politik buang badan dan lepas tanggung jawab terhadap Imam Besar Habib Rizieq,” kata Abdul.

Categories
Jokowi KH Ma'ruf Amin Nasional

Awasi Masjid, Wapres KH Ma’ruf Amin Disoal, “Emang Bisa Beliau Perintah Polri, Kecuali Lewat Jokowi?”

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemintaan Wakil Presiden Maruf Amin agar polisi turut menjaga dan mengawasi masjid dipertanyakan. Adapun permintaan Maruf itu didasari alasan agar tidak ada pendakwah yang menyebarkan kebencian.
Namun demikian, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mempertanyakan kewenangan Maruf Amin dalam memberikan perintah. Sepengetahuan dia, wapres tidak berwenang.
Sebab, wewenang memerintah polisi ada di tangan Presiden Joko Widodo. Sehingga, Maruf harus patuh garis koordinasi yang ada.
“Memangnya wapres punya kewenangan perintah Polri? Wapres harus lewat presiden,” tanyanya dalam akun Twitter pribadi, Minggu (1/12).
Selain kewenangan, Said Didu juga mempertanyakan alasan di balik permintaan Maruf yang hanya menyasar tempat ibadah umat Islam. Sementara tempat ibadah agama lain tidak diperintahkan untuk dijaga.
Alhasil, kesan yang muncul seolah pemerintah sedang mendiskreditkan umat Islam.
“Ya Allah kenapa umat islam dicurigai di Negeri yang mayoritas Islam dan merdeka karena perjuangan umat Islam? Ya Allah turunkanlah keadilan di negeri ini,” pungkasnya.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
Nasional Rizal Ramli Sri Mulyani

Gara-gara Banggakan Sistem Otoriter, Rizal Ramli: Sri Mulyani Ngawur, Cetek!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jurus ngeles Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disampaikannya bulan lalu untuk menjawab penurunan investasi asing di Indonesia kembali viral dan diperbincangkan publik.
Dalam pernyataannya di media kala itu, Sri Mulyani mengisyaratkan, arus investasi memiliki hubungan positif dengan sistem politik di suatu negara.
Sistem politik otoritarian, sebutnya, mendorong pertumbuhan investasi. Hal ini yang terjadi di Indonesia pada era orotiter Orde Baru.
“Dulu ketika pemerintahan sangat otoriter, investasi datang. Begitu kita demokratis, kemampuan kita untuk membuat lingkungan investasi yang baik itu berkurang,” kata Sri Mulyani kala itu (Selasa, 16/7).
Dia juga menambahkan, bagi investor yang terpenting adalah kepastian berusaha di suatu negara.
Sri Mulyani mencontohkan Republik Rakyat China (RRC) sebagai sebuah negara dengan sistem politik sangat terkontrol namun memiliki investasi yang sangat baik.
Analisa Sri Mulyani ini dipandang sebagai sebuah kengawuran khas Sri Mulyani yang terbiasa mencari kambing hitam atas kondisi ekonomi nasional yang tidak kunjung membaik.
“Analisa ngawur, gagal bangkitkan ekonomi, salahkan sistem demokratis. Cetek,” ujar ekonom senior DR. Rizal Ramli.
Menurut Rizal, semestinya pemerintah, dalam hal ini kementerian ekonomi dapat mengambil tindakan yang lebih signifikan untuk mengatasi pelemahan ekonomi dari sekadar menyalahkan pihak-pihak eksternal.
Berbicara tentang negara dengan sistem politik otoriter, sebut Rizal, semestinya Sri Mulyani juga mau melihat Korea Utara sebagai contoh yang lain dimana sistem politik tertutup menghambat pertumbuhan ekonomi.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
Habib Rizieq Nasional

Habib Rizieq Kelewat Ingin Pulang ke Tanah Air, tapi Apa Daya “Beliau Diasingkan Terselubung”

POJOKSATU.id, JAKARTA – Habib Rizieq Shihab disebutkan ingin kembali ke tanah air untuk mengikuti Reuni 212 yang akan diselenggarakan besok, Minggu (2/12) di Silang Monas, Jakarta.
Hal ini dipastikan dua jurubicara Habib Rizieq, Munarman dan Abdul Chair Ramadhan, dalam keterangan kepada redaksi, Minggu (1/12).
“IB-HRS (Imam Besar Habib Rizieq Shihab) berkehendak untuk kembali ke Tanah Air tercinta. Terlebih lagi keinginannya untuk menghadiri acara Reuni 212 dan Maulid Akbar yang menjadi tonggak sejarah prsatuan dan kesatuan ummat,” tulis kedua jurubicara itu.
Mereka menambahkan, kehendak Habib Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia adalah merupakan hak konstitusional yang melekat pada dirinya selaku manusia maupun warganegara Indonesia.
Kedua jurubicara juga memastikan bahwa selama dua tahun lebih berada di Arab Saudi, Habib Rizieq tidak mengalami tekanan atau intimidasi dari pemerintah setempat. Ia bebas melakukan aktivitas dan dihormati selaku tamu dalam adab Islam.
Munarman dan Abdul Chair Ramadhan juga menyebut apa yang dialami oleh Habib Rizieq Shihab sebagai “pengasingan terselunung” yang dilakukan pemerintah Indonesia.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
Aksi Reuni 212 Nasional reuni 212

Daripada Kumpul di Monas, Alumni 212 Diminta Pikirkan Bareng Ancaman Ini, Lebih Bahaya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Reuni Akbar 212 akan digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Senin (2/12). Diprediksi ratusan ribut umat muslim akan berkumpul di Monas.
Bahkan saat ini panitia reuni 212 sedang mengupayakan imam besar FPI Habib Muhamad Rizieq Shihab hadir dalam acara tahunan itu.
Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif mengatakan, acara dibalut dalam bentuk peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, Kata Slamet, jadi ruang silaturahmi para alumni 212 yang pada 2 Desember 2016 lalu. Jutaan manusia berkumpul menuntut keadilan atas penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Thaja Purnama alias Ahok.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Indonesia Mandiri, Yakin Simatupang mengapresiasi niatan silaturahmi dan perayaan kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW.
Meski demikian, dia menekankan jangan sampai acara reuni 212 ditumpangi kepentingan politik tertentu.
“Bahwa niatnya sebagai silaturahim harus diapresiasi, tapi banyak orang tahu agenda ini penuh muatan politik yang dimulai 3 tahun lalu,” Kata Yakin, Minggu (1/12).
Yakin menjelaskan, merayakan Maulid Nabi Muhamad adalah pengejewantahan kecintaan umat Muslim kepada Rasulullah SAW.
Meski Panitia reuni 212 menepis bahwa acara ini bebas dari muatan politik, Yakin meyakini masyarakat sudah bisa memilah apakah kegiatan itu untuk silaturahim atau memiki tujuan politik tertentu.
“Walaupun itu (Reuni 212) ditepis, masyarakat kita sudah cerdas menilai apakah reuni 212 itu murni silaturahim atau ada motif politiknya,” tandas Yakin.
Yakin menyebutkan, saat ini kondisi Indonesia sedang mengalami ancaman resesi ekonomi. Dia mengusulkan lebih baik umat muslim bergandengan tangan memikirkan kondisi bangsa.
Ia khawatir jika masih ada gerakan-gerakan massa seperti Reuni 212, investor akan pergi dari Indonesia.
“Hari ini Indonesia akan menghadapi resesi ekonomi, lebih baik fokus gandengan tangan bersama untuk memikirkan bangsa ini. Kalau gerakan ini diteruskan para investor nggak mau ke Indonesia, mereka butuh keamanan, ketertiban dan kepastian,” pungkasnya.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
humas pemprov jabar Nasional

Gubernur Jabar Serahkan Tiga Maskara di Pangandaran

POJOKSATU.id, PANGANDARAN – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyerahkan tiga unit Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) untuk Desa Kalipucang, Desa Cimindi, dan Desa Pangandaran di lapangan Balai Desa Kalipucang, Minggu (1/12/19).
Pemberian kunci mobil diterima langsung oleh kepala desa tiga desa di Kabupaten Pangandaran itu. Desa Kalipucang dan Desa Pangandaran mendapat Maskara karena berstatus Desa Mandiri, sementara Desa Cimindi merupakan Desa Wisata.
Ridwan Kamil pun berharap ketiga desa tersebut bisa menjadi contoh terbaik dari pemanfaatan Maskara.
Sosok yang akrab disapa Emil ini pun lebih dulu menceritakan awal mula lahirnya Maskara sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jabar.
“Jadi saya dapat curhatan dari warga desa di medsos (media sosial), angkut orang sakit susah, angkut barang susah, ingin nonton film nggak ada, dangdutan sewa sound system,” ujar Emil.
“Pokoknya ini (Maskara) mobil segala bisa, kalau bisa empat fungsi tadi jadi 15. Untuk angkut jualan ke pasar, boleh. Jadi saya ingin mendapat cerita, mobil ini dimanfaatkan. Saya ingin membuktikan, uang rakyat kembali ke rakyat,” tambahnya.
Terakhir, Emil berharap pemberian Maskara kepada desa-desa terpilih se-Jabar mampu menjadi stimulan agar desa-desa lain terpacu untuk naik kelas.
“Jadi kalau mandiri, diberi fasilitas seperti ini (Maskara). Ini inovasi Pemda Provinsi Jabar,” ucap Emil.
Menurut Kepala DPM-Desa Dedi Supandi, tahun ini Pemda Provinsi Jabar memberikan 126 unit Maskara kepada 126 desa se-Jabar antara lain Bekasi, Indramayu, hingga Ciamis.
Maskara diberikan kepada desa-desa terbaik mulai dari Desa Mandiri, Desa Inovatif, Desa Wisata, hingga pemenang lomba desa.
“Tahun ini 126 (Maskara) diberikan di Jabar, Kabupaten Pangandaran tahun ini dapat tiga. Pada kesempatan kali ini, Bapak Gubernur menyerahkan operasional maskara kepada tiga desa ini,” kata Dedi dalam sambutannya.
Hadir dalam launching Maskara di Desa Kalipucang, Cimindi, dan Pangandaran adalah Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata. Dia berharap, tahun depan akan lebih banyak lagi desa di wilayahnya yang mendapat Maskara.
Sementara itu, Kepala Desa Kalipucang Sudarsono mengatakan, pihaknya sangat senang bisa mendapatkan Maskara usai menyegel status Desa Mandiri pada 2018 lalu.
“Masyarakat menyambut positif, di samping pemberian mobil, Kalipucang
jadi Desa Mandiri. Mungkin seringnya untuk kegiatan Maulidan atau bisa buat bawa hasil bumi,” kata Sudarsoni.
“Di desa kami, masyarakatnya mayoritas pedagang, sebagian kecil berkebun,” tambahnya.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
humas pemprov jabar Nasional

Gubernur Lepas Peserta Jabar International Marathon 2019 di Pangandaran

POJOKSATU.id, PANGANDARAN – Suara nyaring air horn serta confetti warni-warni yang beterbangan menjadi penanda dilepasnya para peserta Jabar International Marathon (JIM) 2019 oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, Minggu (1/12/19), di Pantai Barat Pangandaran.
Sejak pukul 05:15 WIB, gubernur yang akrab disapa Emil itu melepas pelari kategori Full Marathon (42K) dan Half Marathon (21K), dilanjutkan melepas kategori 10K pada 05:30 WIB dan 5K pada 05:45 WIB.
Totalnya, terdapat 2.500 peserta asal Jabar, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Amerika Serikat, Kenya, hingga Australia yang mengikuti event maraton kelas dunia di Pangandaran.
Di edisi kedua JIM pada 2019 ini, terdapat kategori anyar yakni Kid Sprint sejauh 1 kilometer yang diikuti 100 siswa dari delapan Sekolah Dasar (SD) yang dilewati rute maraton. Pelari cilik tersebut dilepas dengan semringah oleh gubernur.
“Kid Sprint 1K ini lucu-lucuan, sekaligus agar dari kecil anak-anak lokal terbiasa mencintai olahraga lari,” ucap Emil.
Yang pasti, Emil menyatakan bahwa JIM telah didaulat menjadi kegiatan rutin program pariwisata strategis Jabar.
Lewat proyek revitalisasi kawasan Pantai Barat dan Timur yang tengah dilakukan, Emil pun mendorong agar pelaksanaan JIM berikutnya bisa lebih baik dengan jumlah peserta yang semakin meningkat.
“Tahun depan makin besar, makin bagus, makin internasional dan (saat itu) Pangandaran sudah keren. Karena (Pangandaran) itu etalase wajah pariwisata Jabar,” ucap Emil.
Gubernur Terbaik Wilayah Tengah versi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini pun berujar Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar sangat mendukung pengembangan Jabar melalui revitalisasi kawasan wisata serta transportasi mulai bandara hingga tol.
Terakhir, Emil mengimbau kepada para peserta JIM 2019 agar turut mempromosikan Pangandaran. “Setelah beres (lari), gunakan hp, promosikan Pangandaran biar semua makin maju, makin ramai,” ujarnya.
“Setiap tahun (JIM) diperbesar hingga suatu saat menjadi yang terbaik di Indonesia,” harap Emil.
Turut menemani gubernur melepas para peserta JIM 2019 pagi itu yakni Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jabar Engkus Sutisna serta Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan wakilnya Adang Hadari.
Adapun, Wali Kota Bogor Bima Arya tercatat sebagai peserta kategori 10K. Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar Hery Antasari ikut meramaikan JIM 2019 sebagai peserta kategori 5K.
Salah satu peserta Kid Sprint, Nasya, mengaku sangat senang bisa mengikuti event lari di wilayahnya.
“Biar sehat, aku juga ikut ekskul lari di sekolah. Seneng ikut acaranya ramai,” ujar bocah kelas 5 SD ini.
Senada dengan Nasya, ada Rendi siswa kelas 5 SDN 5 Pangandaran yang bangga bisa melihat sosok Gubernur Jabar.
“Baru pertama lihat (gubernur). Saya juga senang lari, mau jadi atlet lari. Tadi saya finis urutan kelima, di sekolah juga paling cepat (lari),” seru Rendi.
Tak Hanya Soal Wisata, JIM 2019 Dukung Lingkungan dan SDM Lokal
Pada event yang dihelat Dispora Jabar bekerja sama dengan Pocari Sweat dan race management IdeaRun Idra Run ini, para pelari pun tak hanya menguras keringat, tetapi bisa berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan.
Satu hari sebelum maraton digelar terdapat agenda bersih-bersih Pantai Barat Pangandaran. Tema eco-sport tourism bertujuan untuk menjaga lingkungan sekaligus menyukseskan JIM 2019 yang bersih, menyenangkan, aman, dan nyaman.
“Bupati melaporkan, Sabtu-Minggu (Pangandaran) ramai terus apalagi hari besar, menandakan kalau banyak pengunjung ‘kan ekonomi warga juga terangkat. Kuncinya promosikan jenis-jenis pariwisata, contohnya sport tourism Jabar International Marathon ini,” kata Emil.
Selama acara, penyelenggara juga tidak memakai gelas plastik, tetapi gelas dari bahan kertas termasuk menggunakan trash bag keranjang anyaman tradisional Pangandaran.
Selain konsep eco friendly tersebut, terdapat empat konsep lain yaitu reborn, happiness, carnival, dan local engagement.
Terkait konsep yang terakhir disebut, JIM 2019 melibatkan volunteer lokal di water station agar muncul transfer knowledge dari penyelenggara kepada warga setempat. Ada juga 700 marshal yang merupakan warga dan pemuda Jabar.
“Saya kira pemuda-pemuda Pangandaran akan belajar, bagaimana perlahan-lahan mereka akan punya pengetahuan mengelola event-event dari skala lokal, regional, sampai internasional,” kata Emil.
“Memang butuh waktu, ini (JIM) baru dua kali. Tahun-tahun berikutnya mayoritas (panitia lokal). Saya juga sudah diskusi dengan pemuda-pemuda lokal, mereka optimis dengan masa depan Pangandaran. Ini adalah pesan baik, kalau anak mudanya optimis, masa depan (daerah) cerah,” ujarnya.
(sta/pojoksatu)