Categories
Data dan fakta Habib Rizieq Shihab Lipsus Nasional Prabowo Subianto reuni akbar 212

6 Fakta Reuni Akbar 212 Tahun 2019, Jumlah Massa Menurun, Prabowo Tak Diundang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Reuni Akbar 212 tahun ini kembali digelar untuk ketiga kalinya sejak pertama kali digelar pada 2016 lalu.
Setiap gelarannya, kegiatan tersebut selalu diikuti massa dalam jumlah besar dengan kehadiran pejabat, tokoh dan para ulama.
Ketua Media Center PA 212 Habib Novel Bamukmin mengatakan, pihak panitia sudah mempersiapkan acara tersebut dengan sangat matang.
BACA: Kawat Berduri Istana Malah Bikin 212 Tambah Besar, Jangan Takut, Reuni Akbar 212 itu Acara Biasa
“Massa bisa berkumpul lagi seperti tahun sebelumnya,” ujar Novel kepada wartawan, Minggu (1/12).
Novel menyatakan, Reuni 212 diawali dengan salat tahajud pada pukul 03.00 WIB hingga 03.30 WIB.
Kemudian disambung dengan istigasah dari 03.30 WIB hingga 03.50 WIB.
Massa kemudian akan melakukan salat subuh berjemaah dari pukul 03.50 WIB hingga 04.30 WIB.
BACA: Setelah Muhammadiyah, Giliran PKS Tak Mau Atributnya Ada di Reuni Akbar 212
Lalu doa dan zikir bersama untuk bangsa dimulai dari 04.30 WIB hingga 05.10 WIB.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan maulid dari 05.10 WIB hingga 05.40 WIB.
Dari pukul 05.40 WIB hingga 05.50 WIB dilakukan tilawah disambung pukul 05.50 WIB hingga 06.00 WIB massa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Aksi Bela Islam.

Categories
Jokowi Lipsus Moeldoko Nasional Revisi UU KPK

RUU KPK Disahkan, Moeldoko Ketakutan: Jangan Ada yang Nyinyir ke Jokowi,

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta semua pihak untuk tidak negatif thinking terhadap Presiden Joko Widodo usai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan revisi UU 30/2002 Tantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Moeldoko, meski UU KPK direvisi, Jokowi tetap memiliki komitmen kuat dalam memberantas korupsi.
“Jangan ada pandangan-pandangan nyinyir. Pak Jokowi berubah, tidak komit dan seterusnya, tidak,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (17/9).
Moeldoko mengatakan, revisi UU KPK adalah bentuk DPR menyalurkan aspirasi masyarakat dalam memberikan kritik dan saran atas pelaksanaan aturan tersebut dari sejumlah pihak.
Akumulasi dari kritik dan masukan tersebut, lanjut Moeldoko, bermuara pada inisiatif DPR untuk merevisi UU KPK.
“Inisiasi dilakukan di DPR untuk direvisi,” ujarnya.
Mantan Panglima TNI itu mengklaim Jokowi memiliki komitmen untuk selalu menguatkan KPK dan memberantas korupsi.
Hal ini dapat dilihat dengan sejumlah perbaikan dan penguatan yang dilakukan Jokowi atas draf revisi UU KPK yang disusun oleh DPR itu.
“Kalau pemerintah tidak berkomitmen mungkin tidak banyak koreksi. Buktinya banyak koreksi pemerintah, Jadi ini sebuah bukti nyata dari situ, Pak Jokowi muncul, sikap komitmennya tidak berubah,” tuturnya.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
Lipsus Nasional

Jokowi Tegaskan KPK Pegang Peran Sentral dalam Pemberantasan Korupsi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo alias Jokowi menegaskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus memegang peran sentral dalam pemberantasan korupsi.
Hal ini disampaikan Jokowi di akun media sosialnya belum lama ini. Dikatakan, KPK harus didukung dengan kewenangan dan kekuatan yang memadai.
“Harus lebih kuat dibandingkan dengan lembaga-lembaga lain dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya.
Karena itu, Jokowi menugaskan dua menterinya yakni Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menteri PANRB Syafruddin menyampaikan sikap terkait revisi UU KPK inisiatif DPR.
“Karena itulah, saya menugaskan Menteri Hukum dan HAM dan Menteri PANRB untuk menyampaikan sikap dan pandangan pemerintah terkait substansi-substansi di revisi Undang-Undang KPK inisiatif DPR,” ucapnya.
Diketahui, Jokowi secara tegas menolak sejumlah substansi di rancangan revisi UU KPK (Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi).
Namun, dia setuju lembaga antirasuah itu punya Dewan Pengawas dan bisa menghentikan perkara alias SP3.
“Terhadap beberapa isu lain, saya juga memberikan catatan dan memiliki pandangan yang berbeda dengan substansi yang diusulkan oleh DPR. Perihal keberadaan dewan pengawas. Ini memang perlu, karena semua lembaga negara, presiden, MA, DPR, bekerja dalam prinsip check and balances. Saling mengawasi,” paparnya.
(adk/jpnn/pojoksatu)

Categories
asal usul bendera bintang kejora Lipsus makna Nasional papua Sejarah

Makna dan Arti Bendera Bintang Kejora, Asal-usul Serta Sejarah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bendera Bintang Kejora mendadak mendapat sorotan setelah dibawa oleh massa yang menggelar aksi di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Bendera dengan paduan garis horisontal biru-putih dengan bintang putih di bagian sisi yang berlatar merah vertikal itu juga diidentikkan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Sebuah organisasi yang selama ini dikenal antipemerintah dan ingin memisahkan diri dari NKRI.
BACA: Wiranto Ngaku Sudah Tahu Aktor di Balik Kerusuhan Papua: Kita Peringatkan Siapapun Dia
Karena itu, banyak yang menafsirkan bahwa bendera Bintang Kejora sebagai bendera negara.
Namun hal itu dibantah mantan Gubernur Irian Jaya, Laksamana (Purn) Freddy Numberi yang tegas menyatakan bahwa bendera Bintang Kejora bukan panji negara Papua.
Bintang Kejora di depan Istana Kepresidenan. Foto net
Demikian diungkap Freddy usai menggelar pertemuan di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (30/8/2019).
“Orang selama ini melihat bahwa bendera itu bendera negara, bukan. Bukan bendera negara itu,” tegasnya.
BACA: Saran Mardani untuk Jokowi Cara Tepat Tangani Papua, JK harus Turun
Sebaliknya, mantan Menteri Perhubungan era Presiden SBY itu menyebut bahwa bendera itu adalah bendera budaya Papua.
“Itu adalah bendera sebutanya bendera budaya. Itu mimpi,” terangnya.
Ia juga meminta pemerintah agar memahami lebih jauh terkait asal-usul dan sejarah bendera Bintang Kejora yang merupakan warisan kolinial Belanda.
BACA: Wiranto Balas Orang-orang yang Desak Jokowi Datang ke Papua: Enggak Usah Disuruh
“Indonesia harus pahami dengan benar,” lanjut dia.
Terkait gejolak di Papua, Freddy juga meminta semua elemen masyarkaat agar tetap tenang.
“Jangan karena masalah-masalah kecil kita terpicu. Ini sangat menyakitkan, sangat sedih, ya,” sesalnya.

Categories
caleg Foto kerusuhan manokwari Lipsus mahasiswa papua Nasional Partai Gerindra profil provokator sorong Surabaya Tri Susanti

12 Foto Postingan Susi Tri Susanti Korlap Aksi Geruduk Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya yang Bikin Geleng-geleng

POJOKSATU.id, JAKARTA – Susi Tri Susanti mendadak viral di media sosial. Pasalnya, ia dianggap warganet sebagai provokator yang memicu kerusuhan di Manokwari dan Sorong, Papua Barat.
Hal itu diawali dengan aksi penggerudukan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya Timur, di bawah komandonya pada 17 Agustus 2019.
Dalam aksi yang menamakan diri Aksi Ormas Surabaya itu, disertai dengan teriakan rasis dan pengusiran.
BACA: Akun Facebook Susi Tri Susanti Diserbu Warga Surabaya: Lek Gak Nggawe Rusuh Gak Melbu Surgo tah?
Warganet yang geram pun langsung menyerbu akun media sosial milik perempuan yang ternyata pernah terdaftar sebagai caleg Partai Gerindra itu.
Bahkan, tak sedikit warganet asal Kota Surabaya yang mengecam kelakuan Susi Tri Susanti itu.

Kebanyakan, mereka merasa tak pernah terwakili dengan statmen dan pernyataan Susi dan dianggap hanya klaim yang mengatasnamakan warga Surabaya.
Berdasarkan penelusuran PojokSatu.id, Susi menunjukkan keberpihakannya kepada pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 lalu.
BACA: Tri Susanti Minta Maaf, Partai Gerindra Gak Ngakui
Sebaliknya, ia terkesan sama sekali tak respek dengan Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu terlihat dari sejumlah postingan yang diunggahnya di akun media sosial miliknya.
Sejumlah foto pun dengan jelas menunjukkan bahwa dirinya adalah pendukung 02 yang cukup militan.

Categories
Data dan fakta ibu identitas Lipsus Nasional orang tua pengakuan polisi di cianjur dibakar tersangka video viral

Video Orangtua Tersangka Polisi Terbakar Minta Maaf, Naluri Ibu Bicara

POJOKSATU.id, CIANJUR – Nasi sudah menjadi bubur. Demikian pepatah yang pas untuk menggambarkan hati orangtua tersangka polisi terbakar di Cianjur, Jawa Barat.
Enung, ibunda RS (19), sama sekali tak bisa menyembunyikan kesedihannya mendapati kenyataan anaknya lah yang diduga kuat melemparkan cairan bensin dalam aksi di depan Pendopo Pemkab Cianjur, Kamis (1/8) lalu.
Lemparan RS itu pula yang akhirnya membuat tiga anggota polisi Polres Cianjur yang mengawal aksi demo itu terbakar.
Mereka adalah Bripda Aris Simbolon dan Bripda Yudi Muslim yang menderita luka bakar mencapai 40 persen.
BACA: Anaknya jadi Tersangka Polisi Terbakar, Sambil Menarik Nafas Ibunya Berkata, “Ya Nerima kan Dia Salah”
Terparah adalah Aiptu Erwin Yudha yang menderita luka bakar hampir 80 persen dan langsung dirujuk ke RS Polri Kramat Jati setelah sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Cianjur.
Kepada PojokSatu.id, Enung mencurahkan isi hatinya setelah mengetahui anak keduanya ternyata sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut.
Dengan wajah yang gusar bercampur sedih, ia mengaku tak tahu anaknya ikut dalam aksi demo yang sebelumnya digelar di gedung DPRD Kabupaten Cianjur itu.
“Enggak (tahu ikut aksi demo),” tuturnya ditemui di kediamannya, Kampung Karangtengah, Desa Nagrak, Cianjur, Jumat (17/8/2019) malam.
BACA: Orangtua Tersangka Polisi Terbakar di Cianjur Blak-blakan: Ibu Kira itu dari Kampus
Selain terkejut, Enung juga mengaku sangat terpukul. Sebab, RS kesehariannya cukup pendiam.
“Pendiam anaknya. Di rumah atau di kampung sini juga enggak pernah macem-macem,” tuturnya.
Enung menambahkan, dirinya sudah melihat video detik-detik terbakarnya polisi yang tersebar di grup-grup Whatsapp itu.
Dalam salah satu video tersebut, terlihat seorang mahasiswa melemparkan cairan, diduga bensin, yang dibungkus plastik.

Categories
akademi militer Dipecat Enzo Zenz Allie hti khilafah Lipsus Nasional Radikalisme TNI

Viral Enzo Zenz Allie: Kita Ini Waspada, Parno atau Apa Sih?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Nama Enzo Zenz Allie mendadak viral di media sosial. Pasalnya, ia adalah blasteran yang dinyatakan lolos sebagai calon taruna (catur) Akademi Militer TNI.
Namun yang tak kalah viral dan diperbincangkan adalah dugaan permuda berdarah Prancis dari bapaknya itu yang terpapar paham radikalisme dan terindikasi pendukung ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Disebutkan pula bahwa Enzo yang menghabiskan masa kecil di Perancis itu adalah pendukung khilafah.
Atas dasar itu, banyak pihak yang menghendaki agar Enzo sebaiknya dipecat saja.

Akan tetapi, Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi memiliki pandangan lain.
Menurutnya, dengan memecat Enzo, malah akan membuatnya makin berbahaya.
“Memecatnya, hanya akan mengalienasi, menambah kebencian dan dendam. Ini akan lebih berbahaya,” katanya dikutip PojokSatu.id dari RMOL, Rabu (7/8/2019).
Ia meyakini, TNI tak akan sembarangan dan memiliki kemampuan untuk melebur segala paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Lagipula, kok jadi meragukan kemampuan indoktrinasi militer?”
“Ada komunitas pajang buku komunis, razia. Ada taruna bawa bendera HTI, pecat. Sebenarnya kita ini waspada, parno atau apa sih?” katanya.
Kendati demikian, ia melihat ada tiga poin penting jika memang Enzo terindikasi terpapar radikalisme dan tetap bisa lolos jadi catur Akmil.

Categories
fakta Lipsus Nasional nunung narkoba polisi sabu Sifat Manusia

Tak Ada di Televisi, Tabiat dan Keseharian Nunung di Rumah: Tulang Punggung Keluarga sampai Polisi Bohong

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung menjadi komedian jebolan Srimulat yang terjerat kasus narkoba. Nunung ditangkap polisi di rumahnya bersama suami, July Jan Sambiran alias Iyan Sambiran, Jumat (12/7) pekan lalu.
Penangkapan Nunung dan suaminya itu berawal dari penangkapan Hadi Moheryanto alias Heri alias Tabu (TB), yang memasok sabu untuk komedian asal Solo tersebut.
Adik Nunung, Wulantri mengatakan, dirinya tak yakin kakaknya itu mengkonsumsi sabu. Pasalnya, ia hafal betul keseharian kakaknya itu di rumah.
Wulantri sendiri selama ini tinggal serumah dengan kakaknya itu di kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan.
Selama itu pula, dirinya tidak sekalipun mendapati gelagat Nunung mengkonsumsi narkoba. Selama ini, Nunung juga diketahuinya selalu makan banyak.
“Pulang paling istirahat, tidur, makan, cengkerama sama anak, cucu, ponakan yang ikut sama Mbak Nunung,” ujar Wulantri kepada Radar Solo (Jawa Pos Grup/PojokSatu.id) di kediaman pribadi Nunung di Banjarsari, Solo, Jawa Tengah
Perempuan yang akrab dipanggil Nunik itu menyebut, selama ini kakaknya itu juga sangat terbuka kepada seluruh anggota keluarganya.
Nunung juga tidak pernah menyembunyikan paket apa pun yang dikirim ke rumah.
“Setiap mendapat paket, Mbak Nunung pasti juga membukanya di depan orang rumah. Dan isinya biasanya aksesori wanita yang beli di online shop,” terangnya.
Nunik pun memberikan pembelaan kepada kakaknya. Dimana polisi menyebut bahwa Nunung sudah melakukan 10 kali transaksi narkoba di rumah.
Sabu itu didapat dari seorang pengedar, Hadi Moheryanto alias Heri alias Tabu (TB).
Selama ia tinggal bersama Nunung, dirinya sama sekali tidak pernah mendapati orang misterius yang mengirim paker ke rumah Nunung di Tebet.
“Kalau ada transaksi (narkoba) di rumah itu bohong, dan pasti saya cegah,” imbuh adik bungsu Nunung tersebut.
Nunik lantas bercerita tentang awal karir Nunung di dunia lawak, jauh sebelum akhirnya bisa menembus televisi dan layar lebar.
Karirnya dijalani tak mudah. Semua diawali dari bawah. Yakni melawak dari panggung satu ke panggung yang lain.
Baik itu bersama Srimulat atau dengan kelompok lain.
Gaya lawakannya yang khas dan mudahnya dia beradaptasi dengan berbagai komedian dari beragam latar belakang, membuat karirnya awet. Sampai di usia yang sudah 56 tahun sekarang ini.
Kesuksesannya di program televisi ‘Paris van Java’ dan Ini ‘Talk Show’ adalah bukti kemampuan melawaknya yang mampu dihadirkannya.
Sejak muda pula Nunung selalu jadi tulang punggung keluarga. Kakak pertama sampai semua adik-adiknya selalu mendapat bantuan.
Bahkan, setiap pekan dia rutin mengirimkan uang untuk membantu keluarga.

Categories
debat pilpres 2019 Jokowi-Ma'ruf Lipsus Nasional Pilpres 2019 prabowo-sandi

Kumpulan Kejadian ‘Selow’ dalam Debat Pilpres 2019: Peluk Tawa sampai Joget Bareng

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pilpres 2019 yang digelar pada 17 April, sudah di depan mata. Hari itu, rakyat Indonesia akan memilih diantara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi yang akan pemimpin bangsa untuk lima tahun ke depan.
Berkali-kali debat pun sudah tersaji antara kedua pasangan capres-cawapres. Namun, banyak yang publik tak ketahui adalah momen saat debat yang ditayangkan di televisi itu beralih ke iklan.
Baik Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi, sama-sama tak menunjukkan gontok-gontokan, sebagaimana yang ditunjukkan para pendukung masing-masing.
BACA: Pencoblosan Pemilu dan Pilpres 2019 Tutup Pukul 13.00 itu Hoax
Sebaliknya, kedua paslon itu malah saling menghormati satu sama lain dan selalu ‘selow’.
Berikut deretan momen yang tak diketahui publik selama debat Pilpres 2019 yang dirangkum PojokSatu.id dari JPNN.com:
Debat Pertama (17 Januari)
Prabowo Joget Spontan Distop Ira Koesno
Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto bermaksud menanggapi pertanyaan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).
BACA: Coblos Jokowi-Ma’ruf itu Bagian dari Ijtihad dan Jihad Memajukan Indonesia
Jokowi dan Prabowo usai Debat Pilpres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan
Tapi, eits, ternyata belum waktunya. Moderator Ira Koesno mencegahnya. Spontan Prabowo berjoget sejenak. Dan, audiens pun langsung gerrrrr…
Sandi Pijat Pundak Prabowo
BACA: Pesan Megawati di Pemilu 2019: Kader PDIP Harus Bersuara Kalau Ada Kecurangan
Tak hanya sampai di situ. Cawapres (calon wakil presiden) 02 Sandiaga Uno ikut beraksi dengan memijat pundak Prabowo.
Momen saat Sandiaga Uno memijat punggung Prabowo Subianto dalam Debat Capres-Cawapres Pilpres 2019 edisi perdana di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019)
Jadilah, Jokowi juga menghentikan pertanyaan sejenak. Cawapres 01 KH Ma’ruf Amin pun tampak tersenyum. Suasana debat yang cukup tegang sejak awal jadi cair.
BACA: Wabup Paluta Ditangkap Lakukan Money Politik, cuma Begini Tanggapan Partai Gerindra
Salaman Diulang karena Debat Belum Selesai, Diingatkan Ira Koesno
Di akhir segmen keenam pada debat pertama, setelah setiap pasangan calon (paslon) memberikan kata penutup, Jokowi dan Ma’ruf langsung mendatangi podium Prabowo.
Jokowi dan Prabowo. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Keduanya berpelukan dan tertawa lepas. Ira pun terkejut dan mengingatkan bahwa debat belum usai. Alhasil, momen salaman itu pun diulang lagi setelah debat ditutup.
Debat Kedua (17 Februari)
Jokowi vs Prabowo, Dikira Panas Malah ‘Selow’
BACA: Jawaban Adik Ahok Usai Temui 02 Bikin Pendukung Jokowi Tercengang, “Dari Dulu kan Aku (Pilih) Prabowo”
Saat sesi debat terbuka yang diperkirakan berlangsung panas justru berubah adem. Tak lain karena keduanya saling setuju atas pendapat lawan.
Saat Prabowo menyatakan bahwa mereka berdua sama-sama ingin memberantas pencemaran lingkungan, Jokowi manggut-manggut.
Jokowi dan Prabowo bersama Ketua KPU RI Arief Budiman dalam Debat Pilpres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan
“Iya, saya setuju saja,’” ucap Jokowi yang sontak memantik tawa audiens.
Prabowo pun ikut tertawa dan bertepuk tangan.
BACA: Ahok Pose Satu Jari, Adiknya Malah Temui Prabowo, “Beliau adalah Pemimpin Pilihan Terbaik”
Sebaliknya, Prabowo pun bersikap sama saat Jokowi memberikan tanggapan yang membahas soal kebutuhan nelayan.
Prabowo langsung berdiri dan mengambil mikrofon di meja.
“Terima kasih, cukup jelas, Pak,” ucap Prabowo singkat yang juga langsung disambut tawa penonton.
Tim Hore Bikin Gaduh
BACA: Jokowi Masuk Ka’bah, Kuota Haji Langsung Tambah 10 Ribu
Setiap capres bisa memasukkan 142 orang tim hore. Mereka acap kali membuat gaduh sepanjang debat. Akibatnya, beberapa kali pernyataan capres tidak terdengar jelas.
Perilaku tim hore itu pun mendapat kritik luas sehingga mendorong KPU mengurangi jumlahnya di debat berikutnya.
Debat Ketiga (17 Maret)
Sandi Cium Tangan, Ma’ruf Ngayomi
BACA: Usai Masuk Ka’bah, Jokowi dan Keluarga Ziarah ke Makam Rasullulah dan Sahabat, Ini Fotonya
Debat edisi ini mempertemukan kedua cawapres, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno. Sebelum debat dimulai, di belakang panggung, keduanya sudah bertemu dengan ditemani tim masing-masing.
Di situ Sandiaga Uno mencium tangan Ma’ruf. Sementara itu, Ma’ruf menunjukkan sikap mengayomi kepada Sandi.
KH Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno dalam debat pilpres ketiga
Sikap saling respek itu terbawa hingga debat berlangsung. Jadilah, Sandi dan Ma’ruf tampak meminimalkan perselisihan.
Bukannya berdebat, keduanya hanya fokus pada visi dan misi masing-masing.
BACA: Jokowi Ungkap Perasaan Masuk Ka’bah, “Tak Pernah Terbayangkan dalam Hidup Saya”
Tampilan Khas Ma’ruf Amin
KH Ma’ruf Amin, sebagaimana sebelumnya, tampil dengan ciri khas. Mengenakan jas putih dengan kain panjang yang dikalungkan ke leher plus peci hitam.
Bawahannya tentu saja mengenakan sarung. Sementara itu, Sandi mengenakan setelan jas formal yang dipadu peci.
KH Ma’ruf Amin dalam debat pilpres ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019)
Sebotol infused water berisi potongan lemon diletakkan di atas meja di hadapannya. Di sela-sela jeda, tidak banyak hal yang dilakukan Sandi dan Ma’ruf.
Di saat musik hiburan bertalu-talu mengisi jeda, keduanya beristirahat ke belakang panggung. Sandi berjalan sendiri, sedangkan Ma’ruf digandeng Ipang Wahid.
BACA: Masuk ke Dalam Kabah, Ini Doa Presiden Jokowi
Debat Keempat (30 Maret)
Habis Memuji lalu Saling Curhat
Kedua capres sama-sama menyebut pihak lawan sebagai sosok Pancasilais, nasionalis, dan patriot.
Namun, seusai memuji, keduanya juga saling curhat atas perilaku para pendukung lawan yang cenderung mendiskreditkan.
Capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto serta Ketua KPU, Arief Budiman. ft/jawapos
“Seolah-olah saya membela khilafah, seolah saya akan melarang tahlilan. Ini sesuatu yang sangat tidak masuk akal,” ucap Prabowo.
Jokowi pun membalas Prabowo dengan curhat juga.
BACA: Umroh di Masa Tenang Pilpres 2019, Jokowi Masuk ke dalam Kabah, Lihat Videonya!
“Kalau masalah tuduh-menuduh, saya kan juga banyak dituduh, Pak. (Selama) 4,5 tahun ini saya juga dituduh, Pak Jokowi itu PKI. Tapi, saya juga biasa-biasa saja, nggak pernah saya jawab,” ucap Jokowi.
‘Selow’ Bikin Pendukung Jokowi dan Prabowo Joget Bareng
Saat jeda, para pendukung kedua paslon tidak lagi sempat saling beradu yel-yel. Sebab, panitia mengajak mereka semua joget bareng. Diawali dari lagu Sayang.
Sementara itu, kedua capres memilih beristirahat sejenak di belakang panggung.
Pada jeda berikutnya, giliran penyanyi Rossa yang tampil di hadapan audiens.
BACA: Kumpulan Foto-foto Jokowi Umroh saat Masa Tenang Pilpres 2019
Dua single-nya, Takkan Berpaling Darimu dan Sakura, sukses mengademkan suasana jeda yang awalnya panas akibat pernyataan dari kedua paslon.
Pada jeda terakhir, giliran lagu ciptaan Wahyu yang berjudul ‘Selow’ yang dinyanyikan bersama.
Karena ku selow, sungguh selow, sangat selow, tetap selow, santai.. santai… Ku yakin Tuhan berikan…
Dan, semua audiens pun berjoget bersama. Diiringi senyum dan tawa.
Hanyut dalam ‘Kemesraan’
Di akhir debat, setelah lagu Indonesia Pusaka yang dimaksudkan mengingatkan semua orang sebagai saudara sebangsa dan setanah air, dilanjutkan dengan lagu Kemesraan. Semua pun hanyut dalam kemesraan.
BACA: Ini Kata KPU DKI Soal Pencoblosan Dengan Hanya Menunjukan e-KTP
Debat Kelima (13 April)
Doa Bersama demi Suksesnya Pemilu
Doa bersama lintas agama dan kepercayaan mengawali debat kelima. Tujuh tokoh agama dan kepercayaan hadir di panggung debat. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, dan wakil penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar memimpin prosesi itu, diikuti seluruh audiens. Dalam doanya, Nasaruddin memohon agar pemungutan suara 17 April berjalan lancar.
Ada ‘Chrisye’
Tidak banyak gestur spesial yang ditunjukkan para kandidat. Saat sesi panel, Jokowi dan Ma’ruf memilih duduk dan menyimak saat moderator menyampaikan pertanyaan panelis.
Sedangkan Prabowo dan Sandiaga berdiri di podium dan membuat catatan. Saat jeda, audiens dihibur penyanyi Wizzy dan Afgan.
BACA: Rugikan 01, Postingan Fitnah UAS Langsung Dihapus
Penampilan dua penyanyi itu membuat tidak ada kesempatan untuk saling mempersoalkan apa yang terjadi saat debat.
Lagu-lagu maestro musik Indonesia (alm) Chrisye mewarnai panggung debat. Mulai Hip Hip Hura, Kala Cinta Menggoda, hingga Panah Asmara. Saat itu dua paslon beristirahat di belakang panggung.
Antara Indonesia Pusaka dan Gemu Famire
Debat diakhiri dengan menyanyikan bersama lagu Indonesia Pusaka yang dipimpin Afgan dan Putri Ayu.
Kedua paslon dan masing-masing 10 pendukung bernyanyi dengan khidmat di atas panggung.
BACA: Pemilu Pastikan Aman, Kapolri Larang Masyarakat Rayakan Kemenangan Pilpres
Setelah itu, kedua paslon saling berpelukan, mengakhiri masa kampanye dengan suasana damai.
Debat pun ditutup penampilan Wizzy. Semua yang ada di ruangan debat diajak bergoyang lewat lagu Gemu Famire.
Semua gembira, bahkan Prabowo sempat tampak ikut bergoyang.
Ikuti hitung cepat Pilpres 2019 di PojokSatu.id: Klik disini
(byu/c10/oni/ttg/jpnn/ruh/pojoksatu)

Categories
kebakaran bengkel Lipsus Nasional

Lagi Ngelas Mobil Taunya Konslet dan Kebakaran, Montir Jadi Korban Luka Bakar

POJOKSATU.id, JAKARTA-  Agus (52) nyaris tewas terbakar dalam kebakaran di sebuah ruko di Jalan Karang Tengah I, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (7/2).
Beruntung nyawa korban masih tertolong setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Peri Kasih. Namun dirinya harus mengalami luka bakar pada bagian tangannya.
“Agus  mengalami luka bakar dilengan sebelah kana” ujar Kanit Reskrim Cilandak, Jumat  (8/2).
Kejadian itu terjadi kemarin sekira pukul 16.20 WIB. Awalnya, korban yang merupakan sebagai montir bengkel di salah satu ruko sedang membetulkan mobil.
Tiba-tiba saja api keluar dari dalam kap mobil yang sedang ia perbaiki. Api membesar bahkan sempat menyambar ke sepeda motor miliknya.
Alhasil, api semakin membesar dan menyebabkan tiga unit ruko di sana terbakar. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 16.40 WIB dengan bantuan enam unit mobil pemadam kebakaran.
Hingga kini, belum diketahui pasti pemicu kebakaran. Tapi, diduga kuat hal itu karena konsleting arus listrik pada mobil yang sedang diservis korban.
(dhe/pojoksatu)