Categories
kaskus kasus penipuan korban penipuan Nasional

Kronologi Penipuan yang Dilakukan Pendiri Kaskus, Korban Sebut Sindikat Besar

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pendiri Kaskus, Andrew Darwis dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang korban bernama Titi Sumawidjaya. Andrew dilaporkan karena diduga telah melakukan penipuan.
Pelapor Titi Sumawidjaya menjelaskan awalnya ia meminjam uang 15 miliar kepada saudara David Wira yang merupakan tangan kanan Andre Darwis. Namun uang tersebut tetap sumbernya dari Andrew Darwis.
Alasannya, dirinya tertarik meminjam ke saudara Andrew Dariwis karena bunganya hanya 1 persen dan batasnya pinjam meminjam selama 13 tahun.
“Setau saya dia pemilik kaskus. dia bilang karena dia saudara Andrew kelebihan dana dia akan inves uang dengan cara menjadi faunder,” kata Titi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (16/9).
Menurut Titi, selai sertifikat miliknya diduga dialihkan nama pemiliknya menjadi nama Andrew. PPJB nya juga turut dipalsukan
“Baru 3 Minggu kita pinjam uang baru cair 3 miliar yang harusnya 15 miliar bahkan mereka langsung balik nama,” tuturnya.
Tak hanya itu, notaris yang digunakan Andruw Darwis juga diduga notaris abal- abal. Hal itu dibuktikan sertifikat gedung milik Titi berubah nama menjadi nama Susanto dan berubah lagi menjadi nama Andrew Darwis.
“Karena pinjam meminjam ini adalah harusnya 13 tahun. dan biasanya fander kalau sampe balik nama itu biasanya orang itu tidakk membayar hutangnya,” imbuhnya
“Ini belum juga berjalan setahun belum juga berjalan sebulan, 3 minggu sudah dibalik nama. Jadi ini diduga memang sindikat,” tandasnya.
Sebelumnya Pengacara Titi, Jack Lapian menyebut kasus itu bermula saat Titi meminjam uang kepada David Wira yang disebut-sebut sebagai tangan kanan Andrew. Titi meminjam uang sebesar Rp 15miliar dengan jaminan sertifikat gedung di Jalan Panglima Polim Raya, Jaksel pada November 2018 lalu.
“Berawal dari pinjam meminjam dengan jaminan sertifikat gedung milik pelapor pada November 2018 senilai Rp 15miliar namun yang terealisasi Rp5 miliar,” kata Jack Lapian.
Jack mengatakan saat ini sertifikat itu telah diagunkan oleh Andrew Darwis ke UOB Bank.
Sedangkan Laporan tersebut telah diterima oleh polisi dengan nomor laporan pada LP/2959/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus Polda Metro Jaya dengan pelapor Titi Sumawijaya dan terlapor Andrew Darwis.
Pasal yang dilaporkan yaitu pemalsuan atau penipuan atau tindak pidana pencucian uang. Pasal itu tertuang pada Pasal 263 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 3,4,5 UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU.
(fir/pojoksatu)

Categories
kaskus kasus penipuan Nasional Polda Metro Jaya

Tipu Koban Puluhan Miliar, Pendiri Kaskus Dipolisikan

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pendiri Kaskus, Andrew Darwis dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang korban bernama Titi Sumawidjaya. Andrew dilaporkan karena diduga telah melakukan penipuan.
Pengacara Titi, Jack Lapian mengatakan kasus itu bermula saat Titi meminjam uang kepada David Wira yang disebut-sebut sebagai tangan kanan Andrew. Titi meminjam uang sebesar Rp 15 miliar dengan jaminan sertifikat gedung di Jalan Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan pada November 2018 lalu.
Namun, sertifikat gedung tersebut diduga dialihkan nama pemiliknya menjadi nama Andrew.
“Jaminan sertifikat gedung. Dari pinjaman Rp 15 miliar yang terealisasi Rp 5 miliar. Sertifikat gedung dibalikan nama menjadi saudara Susanto lalu terakhir dibalikan nama oleh terduga Andrew Darwis pada awal Desember 2018,” kata Jack Lapian dalam keterangannya, Senin (16/9).
Jack mengatakan, pada awal bulan Desember 2018 lalu, sertifikat gedung milik Titi berubah nama menjadi nama Susanto dan berubah lagi menjadi nama Andrew Darwis.
Merasa ditipu, korban pun melaporkan hal itu ke Polda Metro Jaya pada 13 Mei lalu. Laporan itu tertuang pada LP/2959/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus dengan pelapor Titi Sumawijaya. Kini sertifikat itu diagunkan oleh Andrew Darwis ke UOB Bank.
Terlapor dikenakan pasal itu tertuang pada Pasal 263 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 3,4,5 UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan adanya laporan teraebut.
“Iya benar. Saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut,” tegas Argo.
(fir/pojoksatu)