Categories
#justiceforaudrey Divisi Humas Mabes Polri Nasional Penganiayaan Audrey

Polri Telusuri Akun Twitter Pembuat Narasi Luka di Tubuh Audrey

POJOKSATU.id, JAKARTA-Polisi akan menelusuri akun twitter yang pertama kali membuat narasi soal luka-luka di tubuh siswi SMP Audrey akibat pengeroyokan. Rencananya hal ini akan dilakukan bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia.
“Baru rencana dari Komisi Perlindungan Anak Daerah Kalimantan Barat akan melaporkan pemilik akun twitter tersebut yang membuat suatu narasi-narasi yang bukan sebenarnya sehingga terbentuk opini masyarakat yang miss opini,” ujar Karo Penmas Div Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Kamis (11/4)
Dedi menjelaskan pihaknya tak pernah bosan menyampaikan bahwa tidak terlebih dahulu percaya informasi yang tersebar di media sosial. Dia minta masyarakat bisa melalukan kroscek terlebih dulu sebelum menelan informasi di medsos.
“Kalau sumbernya tidak memiliki kompetensi, membuat opini sendiri kemudian dia buat tulisan narasinya sistematis, dia kirim ke medsos, semua akan mudah percaya, padahal narasinya jauh dari fakta sebenarnya. Logika berfikir kita harus cermat dan dalam. Kalau semua medsos kita percaya ya semua masyarkat jadi miskom, mis interpretasi,” katanya.
Sejauh ini berdasarkan hasil visum, tidak ada luka memar dan luka-luka memnahayakan seperti informasi yang viral di medsos. Polisi menyebut hasil visum tidak bisa dibohongi.
“Visum yang diberikan ahli sesuai kompetensinya. Kalau keterangan bisa berubah-ubah, kalau visum itu bukti autentik yang bisa dipertanggungjawabkan scara ilmiah,” kata dia lagi.
(dhe/pojoksatu)

Categories
#justiceforaudrey Bareskrim Mabes Polri korban penganiayaan Nasional

Polisi Segera Rampungkan Kasus Perundungan Audrey Terhadap Tiga Pelaku

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polri segera merampungkan berkas kasus kekerasan yang dialami siswi SMP berusia 14 tahun bernama Audrey. Dengan demikian, tak lama lagi berkas akan segera dilimpahkan.
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan berkas perkara sedang diselesaikan hari ini, pemeriksaan saksi dan tersangka selesai.
“Kalau korban bisa diperiksa hari ini, maka pemberkasan juga diupayakan selesai hari ini,” katanya kepada wartawan, Kamis (11/4)
Tapi, dia menambahkan kalau pemeriksaan terhadap korban belum rampung. Hal itu terkendala kondisi korban yang belum membaik.
Lebih lanjut saat disinggung kabar soal pelaku punya adanya backingan atau orang di belakang yang malah ikut membela para terduga pelaku, polisi tidak merasa demikian. Kata dia, penyidik bekerja secara profesionel tanpa adanya tekanan dari manapun.
“Proses penyidikan yang dilakukan penyidik Polresta Pontianak, profesional. Semua berdasarkan fakta hukum. Yang jelas berkas perkara sedang dituntaskan hari ini. Apalagi sudah selesai, besok diserahkan ke jpu. Polisi menyidik tanpa tekanan, sesuai timing yang sudah mereka tetapkan,” kata dia lagi.
(dhe/pojoksatu)