Categories
Bali Impian Hati Duha Nasional

Kejamnya Pria Sumba Ini, Istri dan Selingkuhan Dipaksa Tidur Seranjang Bertiga 6 Bulan

POJOKSATU.id, BALI – Penghuni kos-kosan di Jalan Gunung Soputan Gang Subali Nomor 11D, Denpasar Barat (Denbar), Bali, geger.
Keributan warga di komplek kos-kosan, itu menyusul terbongkarnya kasus penyekapan dan penyiksaan yang dilakukan oleh salah seorang penghuni kos bernama Frengky Tony (25).
Pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini nekat menyekap dan menyiksa selingkuhannya bernama Impian Hati Duha (20).
Yang mengejutkan, bukan hanya pelaku membohongi korban sebagai pengusaha muda, namun buruh asal Sumba ini tanpa rasa bersalah selingkuh dan menduakan istrinya.
Sejak kedatangan korban 6 bulan lalu, mereka tinggal sekamar bertiga. Istrinya cuek karena takut dengan suaminya yang ringan tangan.
Sementara korban yang merasa tertekan dengan kondisi itu juga tak bisa berbuat apa-apa lantaran tidak punya keluarga di Bali.
Parahnya, saat menyekap dan menganiaya korban, istri pelaku mengetahuinya. Tak jarang selingkuhannya disiksa di depan istri pelaku.
Puncaknya pada Jumat (21/9) sekitar pukul 15.30. Saat itu  tersangka Frengky Tony minta ijazah dan surat-surat penting milik korban Duha.
Pelaku ingin registrasi kartu perdana untuk korban. Namun korban menjawab tidak ada karena hilang. Pelaku marah. Ia mencambuk korban dengan ikat pinggang dan ekor ikan pari.
Korban Impian Hati Duha (baju hijau) saat menjalani visum et repertum.(Istimewa)
Korban disekap di dalam kamar. Tangannya diborgol, lalu dianiaya. Istri korban melihat penganiayaan itu, namun tidak berani melarang karena dia takut  dengan suaminya.
Koban akhirnya menghubungi saudaranya secara diam-diam melalui media sosial Facebook. Ia menceritakan penderitaan yang dialaminya.
Mendapat informasi dari korban, saudara korban langsung menghubungi temannya di Bali. Ia meminta bantuan agar melaporkan pelaku ke polisi.
BACA: Kepincut Pengusaha, Impian Hati Duha Disiksa, Setiap Malam Seranjang Istri Pelaku
Tidak lama setelah mendapat laporan, polisi langsung menangkap pelaku di rumah kos di Jalan Gunung Soputan Gang Subali Nomor 11D, Denbar, Jumat (21/9) sekitar pukul 15.30.
Saat diamankan, tersangka baru selesai menyiksa korban. Badan dan wajah selingkuhannya masih memar akibat siksaan. Pelaku diamankan tanpa perlawanan.
Bekas cambukan di tubuh Impian Hati Duha. (Istimewa)
Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan mengatakan, tersangka Frengky Tony masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit 4 Subdit IV Ditreskrimum Polda Bali.
“Ya benar, telah terjadi kasus penyekapan dan penyiksaan. Ini terungkap setelah korban menghubungi saudaranya di kampung lewat FB. Dari kampung langsung menghubungi beberapa teman di Bali, lalu melapor ke Polda dan korban langsung diselamatkan,” papar Andi seperti dilansir Radar Bali (Grup Jawa Pos/pojoksatu.id), Selasa 25 September 2018.
Korban, lanjutnya, telah melakukan visum di Rumah Sakit Trijata Polda Bali. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti.
“Kasus ini ditangani Unit PPA Polda Bali. Barang bukti borgol, ikat pinggang dan cambuk ikan pari dan tang sudah kami amankan. Tersangka kami jerat dengan pasal 44 ayat 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang PKDRT atau pasal 351 Ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. Dan sang istri berstatus sebagai saksi,” pungkas Andi.
(rb/dre/pra/mus/jpr/pojoksatu)

Categories
Bali Impian Hati Duha Nasional

Kepincut Pengusaha, Impian Hati Duha Disiksa, Setiap Malam Seranjang Istri Pelaku

POJOKSATU.id, BALI – Malang nasib Impian Hati Duha. Si cantik berusia 20 tahun itu jadi korban penyekapan dan penyiksaan pria beristri, Frengky Tony (25).
Impian Hati Duha disekap dengan cara diborgol di dalam kos-kosan di Jalan Gunung Soputan Gang Subali Nomor 11D, Denpasar Barat (Denbar), Bali.
Korban kerap dicambuk menggunakan ikat pinggang dan ekor ikan pari. Parahnya, kejadian tersebut diketahi oleh istri pelaku dan para penghuni kos lainnya. Namun mereka tak berani melapor ke polisi lantaran kaut pada Tony.
Kini, kasus tersebut telah ditangani polisi. Pelaku Tony telah ditangkap. Pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini masih dalam proses pemeriksaan aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun, Tony dan Impian Hati Duha berkenalan melalui media sosial Facebook pada pertengahan 2017 silam.
Impian Hati Duha (baju hijau) saat menjalani visum et repertum.(Istimewa)
Impian Hati Duha yang baru tamat SMA kala itu terpedaya rayuan gombal Tony. Duha mengira Tony masih bujang. Karenanya, dia mau menerima cinta Tony.
“Apalagi saat itu, pelaku mengaku sebagai pengusaha muda asal Sumba, NTT yang tinggal dengan kemewahan di Bali,” ujar sumber Radar Bali (Grup Jawa Pos/Pojoksatu.id), Senin 24 September 2018.
BACA: Si Cantik Impian Hati Duha Disekap Pria Beristri, Dicambuk Ekor Ikan Pari
Untuk memastikan hal itu, Duha pun ingin membuktikan kesetiaan Tony dengan menyuruh pelaku menjemputnya di Medan, pertengahan Maret 2018.
Bekas cambukan di tubuh Impian Hati Duha. (Istimewa)
Bermodal keberanian, Tony langsung berangkat ke Medan menggunakan pesawat hanya untuk menjemput sang pujaan hati yang rencananya akan dijadikan sebagai istri kedua.
Layaknya cerita sinteron, setelah sampai ke Medan dan bertemu Impian Hati Duha, keduanya lalu membeli tiket dan kembali ke Bali saat itu juga.
Namun setelah sampai ke Bali, ternyata Tony bukanlah seorang pengusaha muda dan hidup dengan kemewahan. Sebaliknya, ia hanya tinggal di kos bersama istrinya.
Frengky Tony diamankan polisi. (Istimewa)
Lantaran tak mengenal siapa-siapa di Bali, korban yang baru pertama kali datang ke Bali terpaksa harus tinggal bersama dengan pelaku dan seranjang dengan istri pelaku setiap malam.
“Ya, mereka tinggal bersama sejak 6 bulan lalu. Korban tinggal satu kos bersama Frengky dan istrinya asal NTT, di sebuah rumah kos di Jalan Gunung Soputan Gang Subali Nomor 11D, Denpasar Barat (Denbar) itu,” pungkas sumber.
(rb/pra/dre/mus/jpr/pojoksatu)

Categories
Bali Impian Hati Duha Nasional

Si Cantik Impian Hati Duha Disekap Pria Beristri, Dicambuk Ekor Ikan Pari

POJOKSATU.id, BALI – Penghuni kos-kosan di Jalan Gunung Soputan Gang Subali Nomor 11D, Denpasar Barat (Denbar) geger.
Keributan warga di komplek kos-kosan, itu menyusul terbongkarnya kasus penyekapan dan penyiksaan yang dilakukan oleh salah seorang penghuni kost.
Pelaku bernama Frengky Tony (25). Pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini nekat menyekap wanita cantik bernama Impian Hati Duha (20).
Bukan hanya disekap selama berbulan-bulan, perempuan asal Nias, Sulawasi Utara, ini juga disiksa di kamar kost selama 6 bulan.
Akibat sekapan dak siksaan itu, Impian Hati Duha mengalami luka di sekujur tubuhnya.
Korban disekap di dalam kamar dengan cara diborgol. Korban dicambuk menggunakan ikat pinggang dan ekor ikan pari.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, Tony si pelaku penyekapan dan penyiksaan ternyata sudah punya istri.
Bekas cambukan di tubuh Impian Hati Duha. (Istimewa)
Bahkan penyekapan dan penyiksaan selama hampir 6 bulan itu dilakukan di kamar kos dan diketahui oleh istrinya.
“Korban adalah WIL pelaku,” ujar sumber Radar Bali.
Aksi sadis itu juga sebenarnya banyak diketahui oleh tetangga kos. Namun tetangga maupun istri memilih diam karena pelaku dikenal sangat temperamental.
“Tetangga pelaku sering mendengar keributan dan teriakan korban. Namun karena tak mau ikut campur urusan tetangga, mereka (para tetangga) memilih untuk diam,” ujar sumber.
(rb/pra/dre/mus/pojoksatu)