Categories
humas pemprov jabar Nasional

Gubernur Jabar Serahkan Tiga Maskara di Pangandaran

POJOKSATU.id, PANGANDARAN – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyerahkan tiga unit Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) untuk Desa Kalipucang, Desa Cimindi, dan Desa Pangandaran di lapangan Balai Desa Kalipucang, Minggu (1/12/19).
Pemberian kunci mobil diterima langsung oleh kepala desa tiga desa di Kabupaten Pangandaran itu. Desa Kalipucang dan Desa Pangandaran mendapat Maskara karena berstatus Desa Mandiri, sementara Desa Cimindi merupakan Desa Wisata.
Ridwan Kamil pun berharap ketiga desa tersebut bisa menjadi contoh terbaik dari pemanfaatan Maskara.
Sosok yang akrab disapa Emil ini pun lebih dulu menceritakan awal mula lahirnya Maskara sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jabar.
“Jadi saya dapat curhatan dari warga desa di medsos (media sosial), angkut orang sakit susah, angkut barang susah, ingin nonton film nggak ada, dangdutan sewa sound system,” ujar Emil.
“Pokoknya ini (Maskara) mobil segala bisa, kalau bisa empat fungsi tadi jadi 15. Untuk angkut jualan ke pasar, boleh. Jadi saya ingin mendapat cerita, mobil ini dimanfaatkan. Saya ingin membuktikan, uang rakyat kembali ke rakyat,” tambahnya.
Terakhir, Emil berharap pemberian Maskara kepada desa-desa terpilih se-Jabar mampu menjadi stimulan agar desa-desa lain terpacu untuk naik kelas.
“Jadi kalau mandiri, diberi fasilitas seperti ini (Maskara). Ini inovasi Pemda Provinsi Jabar,” ucap Emil.
Menurut Kepala DPM-Desa Dedi Supandi, tahun ini Pemda Provinsi Jabar memberikan 126 unit Maskara kepada 126 desa se-Jabar antara lain Bekasi, Indramayu, hingga Ciamis.
Maskara diberikan kepada desa-desa terbaik mulai dari Desa Mandiri, Desa Inovatif, Desa Wisata, hingga pemenang lomba desa.
“Tahun ini 126 (Maskara) diberikan di Jabar, Kabupaten Pangandaran tahun ini dapat tiga. Pada kesempatan kali ini, Bapak Gubernur menyerahkan operasional maskara kepada tiga desa ini,” kata Dedi dalam sambutannya.
Hadir dalam launching Maskara di Desa Kalipucang, Cimindi, dan Pangandaran adalah Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata. Dia berharap, tahun depan akan lebih banyak lagi desa di wilayahnya yang mendapat Maskara.
Sementara itu, Kepala Desa Kalipucang Sudarsono mengatakan, pihaknya sangat senang bisa mendapatkan Maskara usai menyegel status Desa Mandiri pada 2018 lalu.
“Masyarakat menyambut positif, di samping pemberian mobil, Kalipucang
jadi Desa Mandiri. Mungkin seringnya untuk kegiatan Maulidan atau bisa buat bawa hasil bumi,” kata Sudarsoni.
“Di desa kami, masyarakatnya mayoritas pedagang, sebagian kecil berkebun,” tambahnya.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
humas pemprov jabar Nasional

Gubernur Lepas Peserta Jabar International Marathon 2019 di Pangandaran

POJOKSATU.id, PANGANDARAN – Suara nyaring air horn serta confetti warni-warni yang beterbangan menjadi penanda dilepasnya para peserta Jabar International Marathon (JIM) 2019 oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, Minggu (1/12/19), di Pantai Barat Pangandaran.
Sejak pukul 05:15 WIB, gubernur yang akrab disapa Emil itu melepas pelari kategori Full Marathon (42K) dan Half Marathon (21K), dilanjutkan melepas kategori 10K pada 05:30 WIB dan 5K pada 05:45 WIB.
Totalnya, terdapat 2.500 peserta asal Jabar, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Amerika Serikat, Kenya, hingga Australia yang mengikuti event maraton kelas dunia di Pangandaran.
Di edisi kedua JIM pada 2019 ini, terdapat kategori anyar yakni Kid Sprint sejauh 1 kilometer yang diikuti 100 siswa dari delapan Sekolah Dasar (SD) yang dilewati rute maraton. Pelari cilik tersebut dilepas dengan semringah oleh gubernur.
“Kid Sprint 1K ini lucu-lucuan, sekaligus agar dari kecil anak-anak lokal terbiasa mencintai olahraga lari,” ucap Emil.
Yang pasti, Emil menyatakan bahwa JIM telah didaulat menjadi kegiatan rutin program pariwisata strategis Jabar.
Lewat proyek revitalisasi kawasan Pantai Barat dan Timur yang tengah dilakukan, Emil pun mendorong agar pelaksanaan JIM berikutnya bisa lebih baik dengan jumlah peserta yang semakin meningkat.
“Tahun depan makin besar, makin bagus, makin internasional dan (saat itu) Pangandaran sudah keren. Karena (Pangandaran) itu etalase wajah pariwisata Jabar,” ucap Emil.
Gubernur Terbaik Wilayah Tengah versi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini pun berujar Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar sangat mendukung pengembangan Jabar melalui revitalisasi kawasan wisata serta transportasi mulai bandara hingga tol.
Terakhir, Emil mengimbau kepada para peserta JIM 2019 agar turut mempromosikan Pangandaran. “Setelah beres (lari), gunakan hp, promosikan Pangandaran biar semua makin maju, makin ramai,” ujarnya.
“Setiap tahun (JIM) diperbesar hingga suatu saat menjadi yang terbaik di Indonesia,” harap Emil.
Turut menemani gubernur melepas para peserta JIM 2019 pagi itu yakni Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jabar Engkus Sutisna serta Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan wakilnya Adang Hadari.
Adapun, Wali Kota Bogor Bima Arya tercatat sebagai peserta kategori 10K. Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar Hery Antasari ikut meramaikan JIM 2019 sebagai peserta kategori 5K.
Salah satu peserta Kid Sprint, Nasya, mengaku sangat senang bisa mengikuti event lari di wilayahnya.
“Biar sehat, aku juga ikut ekskul lari di sekolah. Seneng ikut acaranya ramai,” ujar bocah kelas 5 SD ini.
Senada dengan Nasya, ada Rendi siswa kelas 5 SDN 5 Pangandaran yang bangga bisa melihat sosok Gubernur Jabar.
“Baru pertama lihat (gubernur). Saya juga senang lari, mau jadi atlet lari. Tadi saya finis urutan kelima, di sekolah juga paling cepat (lari),” seru Rendi.
Tak Hanya Soal Wisata, JIM 2019 Dukung Lingkungan dan SDM Lokal
Pada event yang dihelat Dispora Jabar bekerja sama dengan Pocari Sweat dan race management IdeaRun Idra Run ini, para pelari pun tak hanya menguras keringat, tetapi bisa berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan.
Satu hari sebelum maraton digelar terdapat agenda bersih-bersih Pantai Barat Pangandaran. Tema eco-sport tourism bertujuan untuk menjaga lingkungan sekaligus menyukseskan JIM 2019 yang bersih, menyenangkan, aman, dan nyaman.
“Bupati melaporkan, Sabtu-Minggu (Pangandaran) ramai terus apalagi hari besar, menandakan kalau banyak pengunjung ‘kan ekonomi warga juga terangkat. Kuncinya promosikan jenis-jenis pariwisata, contohnya sport tourism Jabar International Marathon ini,” kata Emil.
Selama acara, penyelenggara juga tidak memakai gelas plastik, tetapi gelas dari bahan kertas termasuk menggunakan trash bag keranjang anyaman tradisional Pangandaran.
Selain konsep eco friendly tersebut, terdapat empat konsep lain yaitu reborn, happiness, carnival, dan local engagement.
Terkait konsep yang terakhir disebut, JIM 2019 melibatkan volunteer lokal di water station agar muncul transfer knowledge dari penyelenggara kepada warga setempat. Ada juga 700 marshal yang merupakan warga dan pemuda Jabar.
“Saya kira pemuda-pemuda Pangandaran akan belajar, bagaimana perlahan-lahan mereka akan punya pengetahuan mengelola event-event dari skala lokal, regional, sampai internasional,” kata Emil.
“Memang butuh waktu, ini (JIM) baru dua kali. Tahun-tahun berikutnya mayoritas (panitia lokal). Saya juga sudah diskusi dengan pemuda-pemuda lokal, mereka optimis dengan masa depan Pangandaran. Ini adalah pesan baik, kalau anak mudanya optimis, masa depan (daerah) cerah,” ujarnya.
(sta/pojoksatu)

Categories
humas pemprov jabar Nasional

Bersih-bersih Pantai Pangandaran Jelang Jabar International Marathon 2019

POJOKSATU.id, PANGANDARAN – Tak hanya sekadar event olahraga, Jabar International Marathon (JIM) edisi ke-2 pada Minggu, 1 Desember 2019 mengusung konsep eco-sport touris dengan mengajak peserta untuk membersihkan Pantai Barat (Sunset Beach) satu hari sebelum maraton dimulai.
Sebanyak 100 dari 2.500 peserta JIM 2019 melakukan kegiatan bersih-bersih pantai pada Sabtu (30/11/2019) dari pukul 07:00 hingga 09:30 WIB.
Namun sebelum mulai memunguti sampah-sampah yang ada di kawasan Pantai Barat Pangandaran, peserta bersih pantai menghadap ke laut dan bersama-sama menyanyikan lagu Bagimu Negeri karya Kusbini.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Rida Nirwana mengatakan, acara ini juga merupakan bentuk kepedulian panitia JIM 2019 terhadap obyek wisata Pantai Pangandaran yang menjadi salah satu pantai terfavorit di Jabar.
“Ketika pantai bersih, wisatawan akan nyaman dan betah main di pantai,” ujar Rida dalam sambutannya.
Selain para peserta JIM 2019, kegiatan bersih pantai ini juga melibatkan beberapa komunitas, antara lain Komunitas Panbers dan Komunitas Senam 58 yang sudah terbiasa menjaga kebersihan kawasan pantai di Pangandaran.
Menurut Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Desiyana Savitri yang juga menjabat Ketua Panitia JIM 2019, bersih pantai sekaligus menjadi acara penyambutan bagi para peserta.
“Konsep bersih pantai adalah untuk mengajak masyarakat sekitar ‘menyambut tamu’ yakni para pelari sebanyak 2.500 orang dan diperkirakan akan ada setidaknya 7.500 orang ke Pangandaran dalam 2-3 hari akhir pekan ini,” ucap Desi.
“Selain itu, bersih pantai juga bertujuan membangun kesadaran pantai bersih bagi pengunjung yang melihat saat aktivitas ini berlangsung,” tambahnya.
Lewat kegiatan bersih-bersih Pantai Barat Pangandaran ini, terkumpul 24 kantung berisi sampah. Desi pun menyatakan bahwa pengelolaan sampah pada hari pelaksanaan JIM 2019, Minggu (1/12), pun sudah bekerja sama dengan kelompok masyarakat.
“Sudah dibangun kerja sama dengan kelompok masyarakat pengelola limbah, terutama limbah plastik,” katanya.
Agenda bersih pantai juga dilakukan untuk menyukseskan JIM 2019 yang bisa membuat peserta bangga dan bahagia berlari di kawasan Pangandaran.
“Supaya pelari happy dan pengunjung terkesan dengan Pangandaran, jadi Pantai Pangandaran harus siap dan pantai yang menjadi venue harus bersih,” ujar Desi.
Selain konsep eco-sport tourism, JIM 2019 juga mengusung tiga konsep lain yakni reborn, happiness, carnival, dan local engagement.
Terdapat empat kategori maraton yang diselenggarakan yakni Full Marathon 42K, Half Marathon 21K, 10K, dan 5K. Tak hanya itu, JIM 2019 kali ini menambah event kategori Kid Sprint sejauh 1 kilometer.
(sta/pojoksatu)

Categories
humas pemprov jabar Nasional

Subling di Pangandaran, Gubernur Ajak Warga Bangun Jabar Secara Islami dan Modern

POJOKSATU.id, PANGANDARAN – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, salat subuh yang dilakukan berjamaah di masjid menjadi salah satu cara membangkitkan fisik bagi Islam.
Gubernur yang akrab disapa Emil ini pun senantiasa mengajak masyarakat, termasuk jemaah Masjid Jami Al Barokah di Kabupaten Pangandaran, untuk rutin salat subuh berjamaah.
“Saya pada dasarnya sebagai pemimpin selalu ingin mengajak warganya beribadah, mengajak khususnya para pemuda agar rajin solat subuh berjamaah di masjid terdekat,” kata Emil saat melakukan Subuh Keliling (Subling) Berjamaah di Masjid Jami Al Barokah, Jl. Pantai Barat Pangandaran No. 45, Kab. Pangandaran, Minggu (1/12/19).
“Ini (subuh berjamaah) salah satu cara membangkitkan Islam secara fisik selain salat Jumat,” tambahnya.
Emil menambahkan bahwa pembangunan di Jabar tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental, sehingga lahir visi Jabar Juara Lahir Batin salah satunya melalui program unggulan One Pesantren One Product (OPOP).
“Hari ini ada lima pesantren yang pameran, jualan, di Turki. Pesantrren ini bagian dari program OPOP. Jadi tidak boleh ada pesantren yang tidak ada usaha ekonominya, termasuk di Pangandaran ini,” ucap Emil.
Selain OPOP, terdapat program Kredit Mesra yakni pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan yang bisa didapatkan melalui masjid. “Ada juga program Sadesa (Satu Desa Satu Hafiz), kalau bisa dicatat di Pangandaran (masjid) yang belum punya penghafal Alquran, nanti diberi beasiswa,” tambah Emil.
“Saya tidak mau masyarakat hidup hanya mengejar kehidupan dunia. Jabar kudu Islami, tapi modern seperti Singapura, Amerika Serikat, Korea Selatan.”
“Seimbangkan antara dunia dan akhirat. Kalau kita disiplin, rajin, tahun 2045 (Indonesia) bisa jadi negara adidaya. Syaratnya anak cucu kita produktif dan kompetitif,” kata Emil.
Emil pun berpesan agar masyarakat khususnya warga Jabar tidak menyebarkan kebencian sehingga provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Tanah Air ini bisa dibangun Islami juga progresif dan berkemajuan.
Di hadapan puluhan jemaah Masjid Jami Al Barokah, Emil tak lupa memaparkan proyek revitalisasi kawasan Pantai Barat dan Timur Pangandaran yang dijanjikan sudah rapi saat momentum perayaan tahun baru 2020.
“Tinggal warganya mengikuti arahan dari pemerintah agar nyaman bagi pengunjung, bagi warga, bagi semuanya,” tutur Emil.
Adapun pada agenda Subling Berjamaah di Masjid Jami Al Barokah Pangandaran ini, puluhan jemaah mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, hingga anak-anak.
Dede Solihat, Kepala SMPN 3 Pangandaran, menjadi salah satu jemaah yang hadir demi mengikuti agenda Subling Berjamaah bersama gubernur.
“Saya juga mengajak guru-guru di sini untuk salat berjamaah. Ke depan, semoga Subling lebih sering lagi karena ini kesempatan menyapa warga,” ucap Dede.
“Program Kang Emil revitalisasi juga sangat bagus, saya mendukung. Semoga Jabar sukses dan maju terus,” harapnya.
(sta/pojoksatu)

Categories
humas pemprov jabar Nasional wagub jabar

Wagub Jabar Turut Tandatangani Piagam Sekolah Welas Asih

POJOKSATU.id, BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum ikut menandatangani piagam Charter for Compassionate School atau Sekolah Welas Asih, yang digagas oleh Peace Generation Indonesia, di sekolah Kristen Yahya, Kota Bandung, Jumat (1/11/19).
Piagam tersebut berisi deklarasi atau komitmen semua elemen sekolah, mulai dari siswa, guru, sampai orang tua siswa, untuk menjunjung nilai-nilai kebaikan dalam perdamaian. Selain Uu, ketua Peace Generation Indonesia turut menandatangani piagam tersebut.
Menurut Uu, komitmen tersebut penting untuk menghadirkan kondusivitas dan kenyamanan bagi siswa manakala menjalani kegiatan belajar di sekolah. Jika hal itu terwujud, kata dia, sekolah akan menjadi tempat terbaik untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing.
“Saya turut menandatangani (deklarasi) sebagai saksi, kesepakatan ini bagus untuk kenyamanan belajar di sekolah,” kata Uu.
“Kami butuh orang-orang hebat untuk membangun Jawa Barat dan sekolah Yahya turut membantu kami mewujudkannya,” imbuhnya.
Uu juga meminta kepada Peace Generation Indonesia untuk membuat piagam atau deklarasi di sekolah lain di Jabar.
“Sekolah lain pun harus ada deklarasi komitmen perdamaian, mudah-mudahan Peace Generation Indonesia mau bekerja sama dengan kami, saya siap hadir dan menjadi saksi lagi,” ucapnya.
Melalui deklarasi tersebut, guru dan siswa berkomitmen mempraktikan nilai-nilai yang terkandung dalam piagam di sekolahnya. Baik itu interaksi guru dengan guru, guru dengan siswa, siswa dengan siswa, maupun kepala sekolah dengan siswa.
(sta/pojoksatu)

Categories
humas pemprov jabar Nasional

Pengentasan Kemiskinan di Jabar: dari Bantuan Iuran BPJS, Operasi Pasar Murah, Hingga Perbaikan Rutilahu

POJOKSATU.id, BANDUNG – Tak bisa dimungkiri, kemiskinan merupakan sumber dari berbagai masalah sosial, ekonomi, hingga pendidikan.
Untuk itu, pengentasan kemiskinan ikut menjadi isu strategis dan fokus utama Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) dalam membangun provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia ini.
Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Provinsi Jabar Tahun 2019 di éL Hotel Royale Kota Bandung, Kamis (31/10/19), kepala daerah kabupaten/kota se-Jabar berdiskusi mengenai upaya yang telah dilakukan dan menerima masukan untuk langkah berikutnya.
Menurut Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum yang sekaligus Ketua TKPD Provinsi Jabar, Pemdaprov Jabar sangat terbuka terhadap harapan, aspirasi, dan masukan dari 27 bupati/wali kota, untuk membuat keputusan yang tepat bagi hampir 50 juta penduduknya.
“Kegiatan ini (rakor TKPKD) sebagai bentuk bagian dari upaya kita dalam mengentaskan kemiskinan. Meski dalam beberapa indikator Jabar sudah mengalami kemajuan terutama dalam penurunan upaya kemiskinan,” ucap Uu saat memberikan sambutan juga membuka acara.
Dalam pidatonya, Uu berujar bahwa angka kemiskinan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar tahun 2019 mengalami penurunan hingga mencapai angka 6,91 persen atau sekira 3,4 juta jiwa, jika dibandingkan dengan angka kemiskinan di tahun 2018 yang mencapai 7,45 persen atau sekira 3,61 juta jiwa.
Rinciannya, 9 dari 100 penduduk perdesaan termasuk kelompok penduduk miskin (9,79 persen), sedangkan di wilayah perkotaan mencapai 6,03 persen alias 6 dari 100 warga perkotaan berstatus miskin.
Secara administratif, Kota Tasikmalaya memiliki persentase penduduk miskin tertinggi mencapai 12,71 persen, sementara Kota Depok memiliki persentase penduduk miskin terendah di angka 2,14 persen.
Adapun, Pemdaprov Jabar telah melakukan upaya penanggulangan kemiskinan melalui berbagai pendekatan program dan kegiatan. Dari aspek perlindungan sosial, Pemdaprov Jabar mengalokasikan anggaran melalui kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan setiap tahunnya. Di 2019, alokasi kontribusi anggaran mencapai Rp403 miliar untuk lebih dari 3 juta jiwa.
Di bidang perumahan dan permukiman, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). Sementara dari aspek pemberdayaan masyarakat miskin, Rp50 miliar di 2019 dialokasikan dalam rangka peningkatan dan pembinaan peran serta masyarakat dalam pembangunan penguatan akses permodalan dan sinkronisasi penanggulangan kemiskinan.
Selain itu, Pemdaprov Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu memilki beragam program unggulan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, antara lain Kredit Mesra yaitu pinjaman tanpa bunga dan agunan yang diberikan melalui tempat ibadah, One Pesantren One Product (OPOP), One Village One Company (OVOC), Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta), hingga Gerakan Membangun (Gerbang) Desa Juara.
Semua dilakukan dengan metode Pentahelix yakni kolaborasi pemangku kepentingan baik akademisi, badan usaha, komunitas, pemerintah dan media.
Untuk mengakselerasi penanggulangan kemiskinan, Uu mengatakan bahwa dibutuhkan empat prasrayarat yakni pertama, semua harus melalui metode ilmiah dan berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Kedua, karena kemiskinan tidak melulu disebabkan oleh struktur ekonomi tapi juga kultur dan mental, maka dibutuhkan penguatan program-program pemberdayaan masyarakat miskin.
“Ketiga, pengembangan ekonomi inklusif dalam hal ini melalui pemanfaatan teknologi digital. Pengembangan akses pasar juga kami perhatikan, kerja sama dengan Tokopedia adalah salah satunya,” kata Uu.
Keempat, yakni kolaborasi dengan metode Pentahelix. “Kami sadar bahwa anggaran dan Sumber Daya Manusia pemerintah terbatas sehingga diperlukan pintu-pintu dana serta bantuan tenaga, ide, pikiran dengan stakeholder lainnya,” tutur Uu.
Sementara itu, Kasubdit Analisis Data dan Pemetaan Penduduk Miskin Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas Republik Indonesia Widaryatmo memuji pertumbuhan ekonomi Jabar sebesar 5,64 persen yang lebih tinggi dari nasional (5,17 persen), juga tingkat kemiskinan (6,91 persen) yang lebih rendah dari persentase nasional sebesar 9,41 persen.
Meski begitu, pekerjaan rumah bagi Jabar salah satunya adalah pemerataan kesejahteraan dengan membangun ekonomi inklusif. Dari data BPS, Widaryatmo berujar tingkat pengangguran terbuka, koefisien gini, air minum, sanitasi, lahir di fasilitas kesehatan, hingga pendidikan lebih dari SMA di Jabar masih lebih rendah ketimbang capaian nasional.
“Masih ada 15 kabupaten/kota yang tingkat kemiskinan lebih tinggi dari Jabar, (antara lain) tertinggi itu Kota Tasikmalaya, Kabupaten Kuningan, dan Indramayu. Kalau bisa homogen, angka kemiskinan semuanya rendah,” ucap Widaryatmo di hadapan para kepala daerah yang hadir pada rakor.
“Paling bagus fiskal itu Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Depok. Jadi pekerjaan rumahnya (Jabar) adalah masih timpang, pertumbuhan ekonomi tinggi tapi untuk menengah ke atas,” tambahnya.
Widaryatmo pun memberikan masukan terhadap Jabar yakni dengan memperhatikan orang-orang rentan agar tidak jatuh miskin. Selain itu, dia menilai Jabar dengan keunggulan wisata harus juga memiliki vokasional dengan fokus sektor pariwisata.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas sendiri memiliki empat kegiatan prioritas dalam pengentasan kemiskinan, yakni akselerasi penguatan ekonomi keluarga, keperantaraan usaha dan dampak sosial, peningkatan akses pembiayaan ultra mikro, serta reforma agraria dan perhutanan sosial.
“Kegiatan akselerasi penguatan ekonomi keluarga menjadi Kegiatan Prioritas Satu (KP1). Melalui Kementerian Agama, melakukan bimbingan perkawinan. Sebelum menikah, harus tahu cara menguatkan ekonomi keluarga. Ini sudah masuk matriks RPJMN 2020-2024,” ujar Widaryatmo.
Adapun rakor TKPKD kali ini diawali rangkaian pertemuan antara sekretariat TKPKD Provinsi Jabar dengan TKPKD kabupaten/kota yang telah dilaksanakan di lima wilayah pada September hingga Oktober 2019.
Permasalahan, tuntutan, dan tantangan yang dirangkum dari pertemuan tersebut menjadi isu strategis yang dibahas pada agenda Rakor TKPKD Provinsi Jabar Tahun 2019 di éL Hotel Royale Kota Bandung, Kamis (31/10).
Perwakilan Pemerintah Daerah Kota Depok –wilayah dengan tingkat kemiskinan terendah di Jabar, memaparkan bahwa pihaknya memiliki Peraturan Wali Kota terkait perizinan usaha retail besar (minimarket modern) yang masif di masyarakat dan menghentikan sementara (moratorium) izin untuk kegiatan serupa.
Sebagai gantinya, Pemkot Depok membentuk koperasi bernama Depok Mart yang fokus mendorong produk unggulan dari usaha-usaha di masing-masing kelurahan/kecamatan. Hal itu dinilai efektif meningkatkan kemampuan produksi maupun daya beli masyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya –dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jabar– memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan inovasi untuk pengentasan kemiskinan melalui Gema Madani (Gerakan Masyarakat Mandiri Daya Saing dan Inovatif), Program Peningkatan Pendapatan Keluarga Berbasis Komunitas (P3KK), perbaikan rutilahu, serta program pencetakan Wira Usaha Baru (WUB).
Pemkot Tasikmalaya pun fokus kepada program peningkatan kapasitas ekonomi daerah, kualitas tenaga kerja, hingga pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Selain Pemkot Depok dan Tasikmalaya, berbagai kabupaten/kota pun sudah merangkum rencana aksi percepatan penanggulangan kemiskinan bagi daerahnya. Pemerintah Daerah Kota Bogor memiliki inovasi berupa program Mandiri Sejahtera Bersama Tilla-Qita, Marketplace Warung Sadulur, Sempur English Camp, hingga Sekolah Paket Gratis dan Bank Sampah.
Pemerintah Daerah Kab. Purwakarta, memiliki sejumlah program penanggulangan kemiskinan melalui dinas-dinas terkait, antara lain Jaminan Kesehatan Daerah, Kelompok Usaha Bersama (KUBE), perbaikan rutilahu, operasi pasar murah kebutuhan pokok masyarakat, serta kegiatan perluasan lapangan kerja melalui padat karya pemberdayaan lingkungan.
Sementara itu, Pemerintah Daerah Kab. Ciamis mengusung sejumlah program penanggulangan kemiskinan di antaranya 67 KUBE di tujuh kecamatan, pembinaan UMK, bantuan sosial rutilahu, Sarana Lingkungan (Sarling), operasi katarak dan khitanan masal,  pemberian makanan tambahan, alokasi APBD Rp7,6 miliar kepada 52.128 jiwa PBI, hingga operasi pasar murah.
TKPD Provinsi Jabar sendiri telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Jabar Nomor 465.05/Kep.233-Bapp/2018 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi Jawa Barat.
Keberadaan TKPKD Provinsi Jabar ini diharapkan mampu mendorong efektivitas dan sinergitas penanggulangan kemiskinan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program/kegiatan dari pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
humas pemprov jabar Nasional

Lulusan SMK di Jawa Barat Harus Punya ‘BMW’

POJOKSATU.id, KUNINGAN – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki keunggulan karena dengan keahlian khusus yang bisa langsung diserap Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Meski begitu, Uu menegaskan bahwa hal tersebut bisa optimal jika para lulusan SMK di Jabar memiliki ‘BMW’. BMW yang dimaksud adalah prinsip Bekerja, Melanjutkan (kuliah), dan Wirausaha.
“SMK sebenarnya bisa menjadi sebuah solusi untuk menyerap tenaga kerja. Karena diharapkan keluaran SMK ini memiliki bidang keahlian tertentu yang langsung bisa diserap oleh industri,” kata Uu dalam acara peresmian Gedung Olahraga H. Tjetje Priatna SMK Pertiwi Kuningan di Kabupaten Kuningan, Rabu (30/10/19).
“SMK berhasil atau sukses dimana penyerapan alumninya bisa maksimal melalui BMW,” tambahnya.
Kepala SMK Pertiwi Kuningan Dea Ariana Vamitrianto sementara itu mengatakan, Gedung Olahraga (GOR) H. Tjetje Priatna tidak hanya digunakan untuk kegiatan pembinaan di bidang keolahragaan saja.
Namun, lanjut Dea, GOR yang bisa menampung sekira 1.000 orang ini akan digunakan juga untuk kegiatan olah pikir, olah rasa, dan olah hati.
“GOR ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat olahraga, namun akan kami jadikan sebagai pusat belajar atau olah pikir seperti workshop, untuk olah hati seperti kegiatan keagaaman, juga untuk olah rasa seperti kegiatan kesenian dan budaya,” tutur Dea.
Dea pun menjelaskan bahwa saat ini SMK Pertiwi Kuningan telah menerapkan kurikulum dan sistem pembelajaran berbasis industri. Oleh karena itu, beberapa perusahaan besar telah bekerja sama dengan SMK Pertiwi Kuningan.
“Kami sudah membentuk kelas industri, mulai dari kurikulum, peralatan sekolah, serta fasilitas lainnya sudah didukung oleh berbagai industri, seperti dari Toyota, Yamaha, hingga Axioo,” kata Dea.
“Karena SMK tidak akan maju tanpa adanya kerja sama tripartit antara pemerintah, industri, dan masyarakat,” ujar sosok yang pernah mendapat penghargaan sebagai Juara 3 Kepala SMK Berprestasi se-Jabar dari Gubernur Jawa Barat pada 2018 ini.
Adapun SMK Pertiwi Kuningan menjadi salah satu SMK terbesar di Jawa Barat dengan jumlah siswa mencapai 2.237 orang. SMK Pertiwi Kuningan berada di bawah Yayasan Pendidikan Abdhi Pertiwi yang menaungi empat sekolah lainnya.
Ada enam jurusan yang diajarkan di SMK yang berdiri sejak 1979 itu, yakni Jurusan Perbankan, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknis Bisnis Sepeda Motor, dan Teknik Ototronik (Otomotif Elektronik).
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
Humas DPRD Jabar humas pemprov jabar Nasional

Dapat Kucuran Dana Rp 605 M untuk Citarum Harum, DPRD Jabar Minta Semua Pihak Berperan Aktif

POJOKSATU.id, BANDUNG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat meminta semua pihak mulai dari eksekutif, legislatif, maupun masyarakat berperan aktif dalam pengawasan efektivitas penggunaan anggaran program Citarum Harum sebesar Rp 605 miliar.
Pihaknya mendorong upaya Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk menambahkan jumlah kolam retensi guna mencegah banjir di kawasan Bandung selatan seperti daerah Baleendah dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mendapat Rp 605 miliar untuk Program Citarum Harum pada 2019 dari pemerintah pusat.
“Kami harap, semua pihak mulai dari pihak eksekutif maupun masyarakat harus berperan aktif mengawasi efektivitas penggunaan anggaran tersebut,” kata politisi perempuan dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, di Bandung, Selasa (12/3/2019).
“Rencananya akan ditambahkan kan kolam retensi, tidak hanya di Cieunteung saja. Kami dari DPRD Jabar tentunya mendukung sekali segala upaya pencegahan banjir, salah satunya dengan penambahan kolam retensi tersebut,” tambah Ineu.
DPRD Jawa Barat, kata Ineu, optimistis anggaran yang besar tersebut bisa diimplementasikan sesuai dengan peruntukannya dan juga penganggarannya jika peran aktif semua pihak ikut mengawasinya.
Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah daerah melakukan penanganan jangka pendek yang berkesinambungan dengan program yang akan dijalankan pada Citarum Harum tahun ini.
“Kami ingin pemerintah daerah ikut mendukungnya dalam hal percepatan pembangunannya terlebih saat ini pengerjaan akan berpacu dengan cuaca,” pungkasnya.
(arf/pojoksatu)