Categories
hoax 7 kontainer surat suara Nasional

Polisi Resmi Limpahkan ke Kejaksaan Kasus Hoaks 7 Kontainer Surat Suara

POJOKSATU.id, JAKARTA-Polda Metro Jaya resmi melimpahkan berkas perkara kasus hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos ke Kejaksaan Tinggi DKI. Pelaku yang berinisial MIK (38) ditangkap pada Minggu (6/1) sekitar pukul 22.30 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan, penyidik sudah melayangkan berkas ke kejaksaan tertanggal (27 /2) berkas tersebut dinyatakan P21.
“Jadi kemarin, setelah berkas sudah kita kirim ke kejaksaan. Kemudian kejaksaan mengirimkan surat P21. Artinya bahwa berkas perkara tersangka ini dinyatakan lengkap baik formil maupun materil ya,” ungkap Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/2).
Pelaku yang berprofesi guru SMP itu ditangkap di rumahnya, Jalan Metro Cendana, Cilegon, Banten, karena terlibat telah menyebarkan berita bohong terkait 7 kontainer surat suara yang tercoblos.
Oleh karena itu, penyidik akan menyerahkan tanggung jawab tersangka beserta beberapa barang bukti berupa capture 7 kontainer surat suara yang disebar di media sosial.
“Jadi hari ini kita akan mengirim sebagai tanggung jawab penyidik ke Kejaksaan Tinggi DKI berupa barbuk yang isinya postingan atau capture yang dilakukan oleh tersangka. Ada juga handphone dan sebagainya,” ungkap Argo.
Untuk diketahui, pelaku berinisial MIK ditangkap pada Minggu (6/1). Tak hanya itu, sebelumnya, polisi juga sudah menangkap empat tersangka penyebaran hoax tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos yang dikabarkan ditemukan di Pelabuhan Tanjung Priok. Pelaku berinisial J, HY, LS dan BBP. Keempatnya ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda.
Akibat ulahnya, MIK dikenakan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Elektronik, dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda Paling banyak Rp 1. 000.O00. 000,00 (satu miliar rupiah) dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-undang RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana, dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun.
(fir/pojoksatu)