Categories
Bali Hipnotis Nasional

7 Pelaku Hipnotis Jaringan Tiongkok Dilimpahkan, Rp3 M Disita

POJOKSATU.id, BALI – Tujuh tersangka kasus penipuan dengan modus gendam atau hipnotis jaringan Tiongkok, memasuki babak baru, Selasa (18/12/2018).
Komplotan gendam jaringan Tiongkok itu melibatkan tiga warga warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia.
Tiga warga negara Tiongkok yang terlibat dalam aksi kejahatan dengan modus hipnotis itu yakni Chen Cong (38), Huang Ping Sui (37), dan Chen Ali (33).
Sedangkan empat warga Negara Indonesia, yakni Dewi Ilmi Hidayati alias Vivi Rosdiana (38), asal Purworejo, Jawa Tengah; Maratus Solikah alias Elen (39), asal Bangorejo, Banyuwangi; Muliyani (33), asal Bukit Bestari, Tanjung Pinang, Riau; dan Tjhai Fen Kiat alias Say (27), asal Banten, Jawa Barat.
Tujuh tersangka pelaku gendam ini akhirnya dilimpahkan dari penyidik Polres Jembara ke Kejari Jembrana.
Pelimpahan ini dibenarkan oleh Kasi Pidum Kejari Jembrana I Gede Wiraguna Wiradarma membenarkan.
Menurutnya, usai dinyatakan lengkap, penyidik telah mengirim berkas, tersangka sekaligus barang bukti milik tujuh tersangka.
Bahkan, usai dilimpahkan, pihak Kajari Jembrana juga telah menunjuk jaksa penuntut dalam kasus ini.
“Saat ini jaksa penutut umum sudah kami tunjuk. Mudah-mudahan nanti proses pelimpahan ke PN bisa cepat agar bisa segera disidang,” terangnya.
Sedangkan dengan dilimpahkannya ketujuh tersangka, kata Wiraguna, para komplotan gendam, ini dijerat dengan Pasal 378 junto pasal 55 KUHP tentang penipuan yang dilakukan bersama-sama dengan ancaman hukuman maksimal selama 4 tahun
Usai dilimpahkan, ketujuh tersangka kemudian dibawa kembali ke Rutan Negara dengan menggunakan mobil tahanan.
Seperti diketahui, hingga bergulirnya kasus ini berawal dari penangkapan tujuh tersangka oleh tim reskrimum Polres Jembrana beberapa waktu lalu.
Hasil pemeriksaan, ketujuh tersangka penipuan itu mengaku telah melakukan tindak kejahatan di Jembrana, Denpasar dan Banyuwangi. Dari hasil kejahatannya, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa mobil, uang, emas batangan dengan nilai mencapai Rp 3 miliar lebih.
(radarbali/bas/pra/mus/jpr)

Categories
Hipnotis Kriminal Modus Penggandaan Uang

Percaya Uang Bisa Dilipatgandakan, Pengusaha Properti Ketipu 150 Juta

POJOKSATU.id, JAKARTA – Seorang pengusaha properti bernama Jhony (52) harus menanggung rugi ratusan juta.
Pasalnya, korban termakan omongan pelaku yang mengaku bisa melipatgandakan uang.
Demikian disampaikan,
Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Supriyadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/11).
Menurut Kompol Supriyadi, awalnya korban bertemu dengan tiga pelaku pada 22 Oktober lalu di Apartemen Thamrin Resident, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Ketiganya berinisial JW (48), JK (44), dan EH (46).
“Diduga korban dengan pelaku baru saling kenal tapi langsung percaya,” kata Kompol Supriyadi.
Tak sampai disitu, lanjut Supriyadi, korban juga sudah melakukan transfer Rp150 juta, lantaran sudah percaya dengan iming-iming pelaku.
“Saat uang sudah ditransfer ke pelaku, si korban tiba-tiba sadar sudah jadi korban penipuan,” ungkapnya.
“Diduga pengusaha properti ini sudah kena hipnotis hingga cepat menyerahkan uangnya,” beber Supriyadi.
Kini ke tiga pelaku sudah diamankan petugas ke Mapolsek Metro Tanah Abang, berikut barang lainnya bukti transfer bank serta rekening.
(fir/pojoksatu)