Categories
Hina Peserta Reuni 212 Nasional Polda Metro Jaya

Jubir 212 Pertanyakan Status Hukum Ketua BTP Mania ke Polda Metro Jaya

POJOKSATU.id, JAKARTA- Juru Bicara Presidium Alumni 212 Eka Gumilar kembali mendatangi Mapolda Metro Jaya, kedatangan Eka dan timnya ini untuk menanyakan perkembangan laporannya terhadap Ketua BTP Mania, Immanuel Ebenizer beberapa hari lalu.
Immanuel Ebenizer itu dilaporkan karena menuduh kelompok 212 sebagai wisatawan penghamba uang. Tuduhan itu, ia lontarkan di acara talk showiNews Pagi, pada Rabu (30/1) lalu.
Laporan terhadap Ebenezer itu diterima polisi dengan nomor LP/701/II/2019/PMJ/Ditreskrimum, tertanggal 4 Februari 2019.
“Saya datang kembali ke Polda, Unit Kamneg untuk menanyalan proses laporan terkait Ebenezer yang mengatakan, 212 adalah wisatawan penghamba uang,” ujar Eka di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/2).
Eka juga membandingkan laporannya dengan laporan terhadap Ahmad Dhani. Menurutnya, jika laporan terhadap Dhani bisa cepat diproses. Maka, sesama warga Indonesia seharusnya laporannya terhadap Ebenezer juga bisa cepat diproses.
“Kalau proses hukum Dhani bisa cepat, kenapa laporan kepada Immanuel tidak bisa cepat. Kami berharap proses ini juga dapat cepat dilakukan,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya mendesak agari penyidik secepatnya menaikkan status Ebenizer menjadi tersangka. Pasalnya, apa yang dilakukan Ebenizer telah menyakitkan hati umat Islam.
“Mudah2an ini bisa direspon cepat, dan contoh penegakan hukum yang adil, kasus ini adalah pembuktiannya,” tuturnya.
Sebelumnya, Eka melaporkan ketua Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Mania, Immanuel Ebenezer, ke Polda Metro Jaya karena pernyataannya di salah satu stasiun televisi swasta yang dinilai mengandung ujaran kebencian.
Juru Bicara Presidium Alumni 212, Eka Gumilar, mengatakan, mereka atas nama Presidium Alumni 212 melaporkan Immanuel Ebenezer karenna pernyataannya yang menyebut kelompok 212 merupakan penghamba uang dan tuannya adalah uang.
“Beliau katakan bahwa umat 212 itu penghamba uang dan tuan-tuanya adalah uang, ini sangat menyakiti hati umat khususnya yang mengikuti aksi 212 terdahulu,” ujar Eka di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/2/2019).
(fir/pojoksatu)