Categories
Aksi Reuni 212 Guntur Romli Nasional

PKS Perkarakan Guntur Romli Jika Tak Klarifikasi dalam 3×24 Jam Lantaran Sebut Aksi 212 Kesurupan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pernyataan politisi PSI Muhammad Guntur Romli yang menyebut massa Reuni Akbar Mujahid 212 Jamaah Monaslimin mengundang reaksi banyak pihak.
Guntur Romli dituntut untuk mengklarifikasi serta menarik ucapannya itu. Bahkan, Guntur ditantang menjelaskan maksud dari pernyataannya di media sosial tersebut.
“Guntur Romli harus jelaskan maksud pernyataan provokatifnya itu? Dari mana informasi yang dia dapatkan? Apakah 11 juta jamaah yang kesurupan adalah umat Islam yang ikut Reuni Aksi Bela Islam 212 di Monas dan sekitarnya?” kata politisi muda PKS, Pipin Sopian dalam pesan elektroniknya dilansir Rmo, Minggu (16/12).
Ketua Departemen Politik DPP PKS ini mengingatkan agar Guntur Romli berhati-hati dalam memberikan pernyataan.
Dikatakan Pipin, jika yang dimaksud Jamaah Monaslimin, jamaah keserupan dan sebutan-sebutan yang tidak pantas itu dituduhkan kepada ulama dan umat Islam yang hadir pada Aksi Bela Islam 212 maka ini menjadi ujaran kebencian kepada umat Islam dan ulama yang ikut berpartisipasi dalam Reuni 212.
Pipin yang merupakan Alumni Ilmu Politik UI ini mendesak Guntur Romli untuk bertanggungjawab atas pernyataan provokatifnya itu sebelum memicu reaksi keras dari umat Islam.
“Guntur Romli harus bertanggungjawab, jelaskan maksud dari pernyataannya tersebut dan meminta maaf. Kami memberi tenggat waktu 3×24 jam untuk tabayyun, jika tidak ada klarifikasi yang cukup dari Guntur Rumli, kami akan membawa masalah ini ke ranah hukum. Umat Islam akan menjadi saksi atas kasus ini,” tegasnya.
Pipin berharap, Guntur Romli berkata sebenarnya dari siapa dan apa maksud dari pernyataannya tersebut. Karena tidak ada jumlah besar mencapai 11 juta yang hadir ke Monas kecuali Acara Reuni 212.
“Akui saja secara gentle,” tandasnya.
(lov/rmol/pojoksatu)

Categories
Guntur Romli Nasional

Guntur Romli: Ada Tiga RS Sukses Bikin Heboh, Semua Kumpul di #KoalisiPraBOHONG

POJOKSATU.id, JAKARTA – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menyebut ada tiga tokoh berinisial RS yang sukses membuat heboh Indonesia.
Melalui akun Twitter pribadinya, Guntur Romli menyebut ketiga orang tersebut berkumpul di #KoalisiPraBOHONG.
Diduga #KoalisiPraBOHONG merupakan plesetan dari koalisi Prabowo-Sandiaga Uno.
Guntur menyebut, ada RS yang mengaku dikeroyok. Padahal, dia melakukan operasi plastik. “Ada “RS” yg oplas ngaku digebukin,” cuit Guntur.
Guntur tak menyebut nama. Namun netter menduga bahwa inisial RS yang dimaksud adalah Ratna Sarumpaet.
Sebelumnya, Ratna mengaku dikeroyok orang tidak dikenal di bandara di Bandung, lalu dimasukkan ke dalam sebuah mobil pada Jumat (21/9).
Belakangan Ratna menyatakan bahwa dia telah berbohong. Wajah Ratna babak belur bukan karena dikeroyok, melainkan dampak dari operasi plastik di Jakarta.
Ditambahkan Guntur, ada juga RS yang sampai saat ini masih berada di Arab Saudi. “Ada “RS” yg gak pulang-pulang dari Arab,” katanya.
Diduga, RS yang dimaksud Guntur Romli ini adalah Rizieq Shihab. Sebab, Imam Besar FPI tersebut hingga kini masih berada di Arab Saudi.
Sedangkan RS ketiga yang dimaksud Guntur Romli yakni Roy Suryo. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga diduga membawa ribuan aset negara.
Barang milik negara (BMN) yang belum dikembalikan Roy Suryo tepatnya berjumlah 3.226 unit senilai Rp 9 miliar. “Ada “RS” yang gak mulangi2n panci, antena, sottel dll,” tandas Guntur Romli.

(one/pojoksatu)