Categories
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Nasional pemdaprov jabar Proyek Strategis US-Indonesia Investment Summit

Melalui US-Indonesia Investment Summit, Ridwan Kamil Tawarkan Berbagai Proyek Strategis di Jabar

POJOKSATU.id, Jakarta – Momentum acara US-Indonesia Investment Summit di Mandarin Oriental Hotel, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Kamis (21/11/19) dimanfaatkan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil untuk mengundang perusahaan-perusahaan United States (Amerika Serikat/AS) berinvestasi di Jabar.
Ada 209 proyek strategis di Jabar dengan nilai hampir 60 miliar dollar AS atau sekira Rp 845 triliun yang ditawarkan Emil –sapaan Ridwan Kamil– di forum tersebut.
Gubernur yang mendapat penghargaan Inspirational Leader se-Asia Pasifik di Markas PBB Bangkok Oktober lalu ini pun berujar investor dari AS di Jabar tidak lebih banyak dari investor asal Asia.
“Kami mengundang perusahaan-perusahaan Amerika Serikat lebih banyak, karena kalau proporsi hari ini investor terbesar ke Jawa Barat itu masih negara-negara Asia, Asia Timur khususnya. Jadi, kurang balance,” kata Emil.
“Problem-nya, investor Amerika Serikat itu sering kali melihatnya (hanya) ke proyek pemerintah pusat. Maka, saya di sini memberikan edukasi bahwa pintu investasi itu ada dua, bisa proyek pemerintah pusat, bisa proyek pemerintah daerah,” tambahnya.
Hingga kini, ujar Emil, investasi AS di Jabar pada berbagai bidang mencapai nilai sekira Rp 4 triliun.
Emil menambahkan, Pemerintah Daerah (Pemda) provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia ini pun harus proaktif dan memahami peluang investasi dari Negeri Paman Sam.
Adapun dari 209 proyek yang ditawarkan, Emil menyatakan bahwa investor AS siap untuk ikut serta dalam 11 proyek siap lelang melalui skema kerja sama Public Private Partnership (PPP), di antaranya proyek TPPAS Legok Nangka, LRT Bandung Raya, Segitiga Rebana, hingga proyek Tol Bandung-Cilacap.

Categories
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Nasional pemdaprov jabar Terowongan Nanjung

Terowongan Nanjung Dipastikan Bakal Beroperasi Januari 2020

POJOKSATU.id, Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau langsung progres pembangunan Terowongan Nanjung di Curug Jompong, Margaasih, Kabupaten Bandung, Sabtu (16/11/19).
Adapun terowongan air kembar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum itu dibangun untuk mengatasi permasalahan banjir akibat luapan Sungai Citarum.
Menurut laporan dari hasil kunjungan, Terowongan Nanjung dengan panjang masing-masing 230 meter ini rampung pada pertengahan Desember 2019 dan bisa beroperasi di Januari 2020.
“Insyaallah terowongan ini pertengahan Desember 2019 selesai dan efektif berfungsinya di awal tahun 2020,” kata gubernur yang akrab disapa Emil ini.
Emil pun menambahkan, sepanjang 2019 terdapat 16 proyek yang dibangun dengan skala kecil maupun besar mulai dari penyodetan, pengerukan, pembuatan kolam retensi, hingga proyek yang utamanya yakni pembangunan Terowongan Nanjung.
“Dari 16 proyek itu yang terbesarnya adalah Terowongan Nanjung ini, dua jalur untuk mengalirkan air yang sering melambat di daerah Curug Jompong karena arusnya berkelok dan banyak batu besar yang menyebabkan air balik arah,” tutur Emil.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah langsung ke sungai. Pasalnya, perilaku itulah yang menjadi sumber masalah di sepanjang DAS Citarum.
“Jadi saya imbau warga, bersama kami pemerintah turut membantu minimal merubah perilakunya tidak membuang sampah sembarangan,” kata Emil.
“Mohon doanya saja, nanti kita lihat di musim hujan kira-kira Desember ini mudah-mudahan ada perubahan yang signifikan dalam mengurangi banjir,” tambahnya.
Sementara itu selain membangun terowongan kembar, upaya pengendalian banjir DAS Citarum terus dilakukan pemerintah pusat hingga 2024 sesuai Program Citarum Harum dalam Perpres Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Categories
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Nasional pemdaprov jabar Presiden Jokowi TKDD 2020

Ridwan Kamil Terima TKDD 2020 dari Presiden Jokowi

POJOKSATU.id, Jakarta – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerima Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2020 dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi).
Buku tersebut diterima Ridwan Kamil dalam agenda penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi TKDD Tahun 2020 oleh Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/19).
Dalam arahannya, Jokowi meminta usai DIPA untuk kementerian/lembaga dan TKDD bagi pemerintah daerah diserahkan, para penerima anggaran cepat bergerak khususnya terkait belanja modal untuk memicu pertumbuhan ekonomi lebih awal.
“Setelah penyerahan ini, saya ingin melihat ada perubahan cara bergerak kita, mindset kita, pola lama yang harus kita tinggalkan. Mulai secepat-cepatnya belanja terutama belanja modal,” kata Jokowi.
“Belanja APBN bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi seawal mungkin. Segera setelah ini lelang, pelaksanaan Januari sudah dilakukan. Jangan tunggu-tunggu, sudah, ini perintah,” tegasnya.
Jokowi pun meminta kepada para menteri dan kepala daerah agar realisasi belanja dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya titip, saya minta jangan hanya send yang diurus tapi (juga) delivered. Artinya, bukan hanya realisasi belanja yang habis tapi dapat barangnya, dapat manfaatnya rakyat. Itu yang terpenting,” ucapnya.
Selain itu, Jokowi menekankan bahwa pelaksanaan pembangunan negara merupakan kerja besar dan kerja tim dalam rangka membawa kepada tujuan nasional agenda besar negara ini.

Categories
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Nasional pemprov jabar

Promosi Potensi Pariwisata dan Budaya, Pemprov Jabar Gelar West Java Festival 2019

POJOKSATU.id, KOTA BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) mempromosikan potensi pariwisata, seni, budaya, serta ekonomi kreatif Jabar melalui West Java Festival 2019 pada 1-3 November.
West Java Festival 2019 mengusung tema ‘To Honour Multicultural Diversity’ melalui sajian konsep kegiatan berupa karnaval, hiburan, pertunjukan, pameran, serta kuliner.
“West Java Festival 2019 ini merayakan keberagaman, tadi disambut tradisi Palang Pintu dari budaya Betawi, kemudian ada lagu Cirebonan, dan penampilan tari dari budaya Priangan,” ucap Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat membuka acara di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Sabtu (2/11).
“Selama tiga hari, rakyat Jawa Barat merayakan keluhuran budayanya lewat West Java Festival 2019,” tambah gubernur yang akrab disapa Emil ini.
Emil pun mengatakan bahwa West Java Festival 2019 merupakan puncak dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Provinsi Jawa Barat yang jatuh pada 19 Agustus lalu.
“Banyak rangkaian (acara) karena hadir dari kecintaan masyarakat terhadap Jawa Barat,” tutur Emil.
Adapun karnaval diikuti 43 peserta yang terdiri dari perangkat daerah kabupaten/kota se-Jawa Barat juga provinsi lain di Indonesia.
Selain itu, pengunjung dimanjakan dengan penampilan beragam musisi, seniman, dan budayawan asal Jabar.
Di malam puncak West Java Festival, musisi kenamaan Tanah Air seperti Yura Yunita, Mustache and Beard, hingga Gigi akan menghibur pengunjung di stage utama.
Tak ketinggalan, terdapat 260 tenant produk-produk unggulan Jawa Barat antara lain kuliner, fashion, dan kerajinan tangan, yang meramaikan pameran West Java Festival 2019.

Categories
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Industri Pariwisata Nasional pemprov jabar

Ridwan Kamil Kenalkan Destinasi Wisata Pangandaran Lewat JIM 2019

POJOKSATU.id, BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, Jabar International Marathon (JIM) 2019, yang akan diselenggarakan pada 1 Desember 2019, merupakan sport tourism yang dapat meningkat kepariwisataan Kabupaten Pangandaran.
Menurut Emil –demikian Ridwan Kamil disapa, sport tourism maupun wisata event lainnya dapat menjadi media promosi kepariwisataan suatu daerah, termasuk JIM 2019. Apalagi, kata dia, pihaknya tengah berupaya menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata kelas dunia.
“Ini adalah promosi pariwisata dengan cara inovatif jadi lari digabung dengan promosi pariwisata. Dan kenapa di Pangandaran? Karena ini adalah wilayah primadona Jabar dalam pengembangan pariwisata,” kata Emil dalam konferensi pers JIM 2019 di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (30/10/19).
JIM 2019 sendiri akan diikuti oleh 2.500 pelari dari berbagai dunia. Saat ini, sudah ada 1.015 pelari, termasuk dari Kenya, Amerika Serikat, dan Australia, yang mendaftar. Terdapat beberapa kategori dalam JIM 2019, yakni 42K, 21K, 10K, 5K. Rute JIM 2019 akan melintasi kawasan-kawasan wisata di Pangandaran.
“Lari adalah cara yang tepat untuk menjelajah kawasan yang menjadi titik wisata, pokoknya rutenya cocok untuk berswafoto,” kata Emil.
Emil juga optimistis kunjungan wisatawan ke Pangandaran akan terus meningkat apabila JIM rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Menurut dia, kunjungan wisatawan ke Pangandaran terus meningkat. Selain itu, total hadiah JIM 2019 menyentuh JIM 2019.
“Barang siapa yang bisa menyelenggarakan event selama 5 kali tanpa henti maka umurnya akan panjang maka saya yakin ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dua kali lipat,” ucapnya. “Peserta kan pasti akan membawa keluarganya karena ini sambil berwisata,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Emil juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperbaiki akses menuju Pangandaran. Mulai dari pembangunan Bandara Nusawiru sampai mengaktifkan kembali jalur kereta api.
“Tahun ini sedang proses penerbangan pertama ke Pangandaran dari Bandara Husein Sastranegara,” katanya. “Semuanya sedang kami siapkan menjadikan Pangandaran primadona wisata di Indonesia dan dunia,” imbuhnya.
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, JIM 2019 akan berpengaruh besar terhadap pariwisata Pangandaran.
“Saya yakin dengan konsep seperti ini akan menjadikan Pangandaran mendunia. Terima kasih kepada Bapak Gubernur ini jadi kado indah untuk HUT ke-7 Pangandaran,” ucapnya.
Maka itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan terus mendukung event tersebut dengan menyajikan sejumlah kesenian tradisional dan kuliner khas Pangandaran.
“Kami akan mendukung penuh jadi setelah beres acara akan ada ronggeng gunung dan mereka akan mencicipi kopi Pangandaran asli, makanan khas lainnya,” katanya.
(adv/pojoksatu)

Categories
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Hafiz Cilik Nasional pemdaprov jabar Wisuda Yayasan SIT Adzkia

Ridwan Kamil Apresiasi Wisuda 937 Hafiz Cilik di Sukabumi

POJOKSATU.id, Kota Sukabumi – Acara wisuda 937 para hafiz (penghafal Alquran) usia anak dari Yayasan SIT Adzkia Angkatan VII diapresiasi Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil.
Menurut Emil –begitu Ridwan Kamil disapa, wisuda para hafiz cilik Yayasan SIT Adzkia ini adalah wisuda penghafal Alquran terbesar yang pernah ia hadiri.
“Saya sangat bangga. Saya belum pernah melihat satu wisuda (hafiz) sebanyak ini. Luar biasa,” ujar Emil di Masjid Al Muttaqin, Setukpa Lemdiklat Polri, Kota Sukabumi, Sabtu (26/10/19).
“Selamat kepada adik-adik, anak-anakku sekalian yang hari ini diwisuda menjadi hafiz Quran. Mudah-mudahan menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia di masa depan, didoakan menjadi ulama-ulama hebat di masa depan, didoakan menjadi orang-orang yang bermanfaat di masyarakat,” ujarnya.
Wisuda para penghafal Alquran ini tentunya sejalan dengan program Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar yakni Satu Desa Satu Hafidz Alquran (Sadesa). Adapun selama tujuh tahun, Yayasan Adzkia telah melahirkan lebih dari 4.000 penghafal Alquran.
“Jawa Barat sekarang sedang disiapkan menjadi provinsi penghafal Quran,” tutur Emil.
Provinsi Jabar sendiri memiliki sekira 5.000 desa. Emil berharap melalui program Sadesa minimal akan ada satu hafiz Alquran di setiap desa yang ada di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia ini.
Untuk itu, Pemdaprov Jabar pun mengajak Yayasan Adzkia untuk bekerja sama demi memaksimalkan program Sadesa.

Categories
Gubernur Jabar Ridwan Kamil kondusivitas Nasional Pelantikan Presiden-Wakil Presiden 2019-2024 pemdaprov jabar

Ridwan Kamil Imbau Semua Pihak Jaga Kondusivitas Jelang Pelantikan Presiden-Wakil Presiden

POJOKSATU.id, Bandung – Jelang pelantikan Presiden-Wakil Presiden periode 2019-2024 pada Minggu (20/10/19), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau kepada semua pihak untuk terus menjaga kondusivitas.
Menurut Emil –demikian Ridwan Kamil disapa, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sudah melakukan sejumlah upaya guna memastikan kondusivitas di wilayahnya.
“Sudah banyak (imbauan dari Pemdaprov Jabar). Kepala daerah tingkat dua sudah dikoordinasi untuk mendoakan di masjid dan semua rumah ibadah. Jadi, ada dukungan secara keamanan dan spiritualitas. Bagaimana pun ini wajah kita,” kata Emil di Kota Bandung, Sabtu (19/10/19).
Emil pun memastikan bahwa situasi Tanah Pasundan kondusif. Hal itu dikarenakan tidak ada laporan terkait gangguan keamanan. Dia meminta semua pihak untuk menjaga situasi di media sosial dengan mengunggah hal-hal positif yang menyejukkan.
“Sebaiknya kita fokus dan tidak melihat ke masa lalu, tapi kita fokus melihat masa depan. Yang kedua, kita harapkan seluruh daerah menjaga kondusivitas dan memberikan dukungan,” ucapnya.
“Saya titip postingan-postingan (di media sosial) juga memberikan suasana yang sejuk, dukungan, dan doa, untuk pelaksanaan ini berlangsung dengan nyaman,” tambahnya.
Emil mengatakan, dirinya akan menghadiri pelantikan tersebut secara langsung. Setelah pelantikan, kata dia, dukungan kepada Presiden-Wakil Presiden mesti terus digelorakan.
“Saya akan hadir, ada undangannya. Dan kita, setelah itu (pelantikan), kita dukung,” tutupnya.
(adv/dia/pojoksatu)

Categories
Duta Perdamaian Dunia English for Ulama Gubernur Jabar Ridwan Kamil Nasional pemdaprov jabar ulama jabar

English For Ulama, Upaya Pemdaprov Jabar Cetak Duta Perdamaian Dunia

POJOKSATU.id, Jakarta – Lima ulama asal Jawa Barat (Jabar) akan diberangkatkan ke lima kota di Eropa, yakni London, Stockholm, Cardiff, Manchester, dan Birmingham pada 2 November mendatang. Pemberangkatan tersebut merupakan bagian dari program English for Ulama yang digagas Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar.
Sebelumnya, kelima ulama tersebut, yakni Wifni Yusifa, Ridwan Subagya, Ihya Ulumudin, Safitra, dan Hasan Al-Banna, mengikuti sejumlah seleksi yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan British Council. Di Eropa, mereka akan berdakwah, dan menceritakan keindahan islam Indonesia.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil berbahagia karena program yang bertujuan melatih ulama Jabar agar menguasai bahasa Inggris itu berjalan baik.
“Hari ini saya sangat berbahagia karena sebuah program kerja sama Pemdaprov Jabar, pemerintah Inggris, dan British Council berjalan dengan baik, yaitu program English for Ulama,” katanya saat memberikan arahan kepada kelima ulama tersebut di kantor British Council, Jakarta, Kamis (10/10/19).
Menurut Emil, kelima ulama tersebut nantinya akan berdakwah dan berdiskusi di sejumlah kampus serta komunitas, baik muslim maupun non-muslim, di Eropa. Emil pun berharap mereka dapat mengubah persepsi negatif masyarakat Benua Biru terhadap islam.
“Mereka akan menceritakan keramahan islam Indonesia yang toleran, khususnya di Jabar. Harapannya, persepsi yang ada setelah kunjungan dua minggu ini, akan membawa pengalaman dan pemahaman keislaman di Indonesia oleh Eropa menjadi baik,” kata Emil.
“Seringkali media barat mendapati berita tentang islam yang kurang proporsional dan tidak mewakili keseluruhan. Jadi, islam yang moderat dan damai akan direpresentasikan oleh lima ulama ini dan mereka di masa depan akan jadi duta perdamaian bagi dunia,” imbuhnya.
Selain itu, kelima ulama tersebut akan menceritakan tentang keberagaman budaya Indonesia, khususnya budaya Tanah Pasundan. “Jadi cara bicara, sopan santun, cara merespons harus mempresentasikan sopan santun kita,” ucap Emil.
“Harus percaya diri karena dunia barat itu biasanya butuh orang percaya diri. Ketiga, pahami cara dialog dan ingat cuacanya dingin jadi harus dipersiapkan,” lanjutnya.
Salah satu ulama asal Garut, Wifni Yusifa, menyatakan kesiapannya dalam menuntaskan misi tersebut dengan sebaik-baiknya. “Insyaallah saya siap. Kita di sana mau memperkenalkan betapa indahnya dan damai islam di Indonesia. Kita juga membawa misi budaya Indonesia dan juga ingin membawa banyak ilmu di sana,” katanya.
(adv/dia/pojoksatu)
 

Categories
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Nasional Pemda pemdaprov jabar Sepakati Tipping Fee TPPAS Regional Legok Nangka

Enam Pemda Sepakati Tipping Fee TPPAS Regional Legok Nangka

POJOKSATU.id, Kota Bandung – Sebanyak enam pemerintah daerah kota/kabupaten, yakni Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Pemkab Garut, Pemkab Sumedang, Pemkab Bandung Barat, dan Pemkot Cimahi menyepakati tipping fee TPPAS Regional Legok Nangka sebesar Rp 386.000,-.
Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat akan menyubsidi tipping fee atau besaran biaya layanan pengelolaan sampai sebesar 30 persen atau Rp 115.800,- per ton. Sedangkan, 70 persen tipping fee atau  Rp 270.200,- per ton sampah dibebankan kepada pemda pengguna layanan pengelolaan sampah TPPAS Regional Legok Nangka.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam rapat terkait TPPAS Regional Legok Nangka antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan enam kepala daerah tersebut di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (9/10/19).
Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan, kesepakatan mengenai tipping fee penting sebagai syarat dimulainya proses lelang TPPAS Regional Legok Nangka. “Dalam proses lelang ini dibutuhkan kesepahaman, komitmen dari kota/kabupaten untuk menyepakati besaran tipping fee,” kata Emil.
“Tipping fee ini dibagi dua, kita subsisi juga dari provinsi (Pemdaprov Jawa barat) sekitar 30 persen dan 70 persen dari masing-masing daerah,” tambahnya.
Emil menambahkan, dalam layanan pengelolaan sampah ini, Pemdaprov Jabar memberikan fasilitas Stasiun Peralihan Antara (SPA). SPA berfungsi untuk memilah sampah guna mengurangi volume sampah sebelum masuk ke TPPAS Regional Legok Nangka.
Pada kesempatan yang sama, Emil menuturkan bahwa Pemdaprov Jabar akan memberikan insentif kepada pemkab/pemkot yang berhasil mengurangi kuantitas sampah ke TPPAS Regional Legok Nangka.
“Kita juga sedang mempersiapkan Pergub (Peraturan Gubernur) untuk memberikan insentif kepada daerah yang berhasil mengurangi sampah-sampahnya oleh 3R (reduce, reuse, recylce) dalam bentuk dukungan dana dari provinsi. Jadi, sambil berkelanjutan,” katanya.
Pasokan sampah yang bisa dikirim ke TPPAS Regional Legok Nangka pun harus memenuhi ketentuan kuantitas, kualitas, dan kesesuaian. Artinya, jenis sampah yang dikirim ke TPPAS Regional Legok Nangka harus sesuai dengan kebutuhan teknologi di sana, seperti sampah non-medis dan non-industri.
“TPPAS Sarimukti akan berakhir (operasionalnya) pada tahun 2023 dan kalau Legok Nangka tidak pakai teknologi cuma cukup empat tahun juga akan habis. Maka, tidak ada pilihan lain manajemen pengelolaan sampah ini harus segera beralih teknologi,” kata Emil.

Categories
citarum harum DAS Citarum Gubernur Jabar Ridwan Kamil Nasional pemdaprov jabar

Ridwan Kamil Ungkap Citarum Harum Perlihatkan Banyak Kemajuan

POJOKSATU.id, Kab. Bandung Barat – Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum atau dikenal Citarum Harum mengalami banyak kemajuan setelah dua tahun berjalan.
Hal tersebut diungkap Gubernur Jawa Barat yang juga Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum, Ridwan Kamil. “Poinnya adalah dua tahun ini mengalami banyak kemajuan. Walaupun dengan anggaran yang secukupnya,” kata Emil –sapaan Ridwan Kami—usai membuka Lokakarya Dua Tahun Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum di Hotel Mason Pine, Kab. Bandung Barat, Rabu (9/10/19).
“Kita berharap terjadi akselerasi di 2020 dengan hadirnya dana Bank Dunia itu yang sudah diputuskan akan turun di Februari (2020). Mudah-mudahan 2020, tahun ngabret dari semua sisi karena anggaran sudah tidak jadi kendala,” imbuhnya.
Emil mengapresiasi sejumlah langkah, capaian, dan kontribusi berbagai pihak, termasuk TNI/Polri. Dia juga berharap dengan banyaknya kemajuan yang telah dicapai, akan mengubah status Citarum menjadi sungai yang bersih.
“Kita berharap status ilmiah tercemar berat bisa seceptanya naik kelas menjadi tercemar sedang, dan di akhir kita bisa secara realistis menjadi tercemar ringan,” katanya. “Mudah-mudahan dengan berkelanjutan maka kita bisa menghadirkan Citarum yang lebih baik lagi,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Emil mengatakan bahwa untuk menangani Citarum bisa melakukan dua pendekatan, yakni pendekatan teknokratis dan populis. Strategi tersebut perlu menjadi bagian dari manajemen program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum.
“Kita selalu gunakan dua pendekatan. Pertama, pendekatan teknokratis, yang ilmiah yang terukur. Ada yang (kedua) populis, cara jangka pendek yang masyarakat itu ingin lihat. Dua ini harus jadi strategi kita dalam berkomunikasi,” ucapnya.
“Jadi, para Dansektor kalau kerja di-video-in saja, di-foto kegiatannya, di-sharing. Supaya warga melihat bahwa kita sedang berproses,” lanjutnya.
Lokakarya 2 Tahun Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum merupakan program evaluasi menyeluruh yang dilakukan Satgas Citarum Harum. Lokakarya digelar selama dua hari, yakni pada 9-10 Oktober 2019.
“Lokakarya ini adalah forum evaluasi. Nanti hasilnya sore hari evaluasi menyeluruh dari aspek koordinasi, aspek penegakkan hukum dari kepolisian. Kan sudah banyak misalkan yang ditangani saja sudah puluhan yang sudah ditindak Polda,” kata Emil.
Asisten Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI Tb. Haeru Rahayu mengatakan, dalam lokakarya ini, akan dikemas dari 13 program penanganan menjadi enam quick-win.
Menurut Haeru, yang terpenting dari lokakarya ini adalah tindak lanjut yang perlu dilakukan ke depan untuk mempercepat program penanganan Citarum.
“Hasil (lokakarya) nanti besok pagi masing-masing akan dipresentasikan. Yang paling pokok adalah bagaimana tindak lanjut atau langkah ke depan setelah itu dengan amunisi yang dimiliki. Amunisi bukan hanya uang saja, tapi personil, dukungan infrastruktur,” katanya.
Haeru mengaku, salah satu persoalan semenjak dua tahun program Citarum Harum berjalan adalah masalah koordinasi. Selain itu, Satgas juga ingin mengubah mindset masyarakat terhadap persoalan lingkungan yang ada.