Categories
Aksi Reuni 212 Fadli Zon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Habib Rizieq Shihab Nasional reuni 212

Baru Fadli Zon yang Konfirmasi Datang ke Reuni 212, Habib Rizieq Belum Pasti Ceramah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Panitia Reuni 212 Awit Mashuri memastikan, persiapan Reuni 212 tahun ini sudah rampung.
“Alhamdulilah, untuk persiapan sudah semua,” kata Awit ketika dihubungi, Minggu (1/12/2019).
Namun, Awit belum bisa memastikan siapa saja tokoh yang akan hadir dalam acara reuni 212 tersebut.
BACA: Tolak Pengawasan Majelis Taklim, Muhammadiyah Beberkan Kekeliruan Menag
Awit hanya menyebut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon telah mengkonfirmasi akan hadir dalam acara tersebut.
“Sejauh ini baru itu (Fadli Zon) yang terkonfirmasi, yang lain masih belum pasti,” ungkap dia.
Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah Habib Rizieq Shihab besok akan memberikan ceramahnya atau tidak.
“Sampai sekarang belum ada informasi (memberikan ceramah),” ujarnya.
BACA: Dibanding Agnez Mo, Habib Rizieq Lebih Dibutuhkan dan Dicintai Masyarakat Indonesia
Akan tetapi, panitia sudah menjadwalkan Ustaz Abdul Somad (UAS), Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), hingga Ustaz Ahmad Habsyi mengisi ceramah.
Sementara, Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, pihak panitia sudah mempersiapkan acara tersebut dengan sangat matang.
“Massa bisa berkumpul lagi seperti tahun sebelumnya,” ujar Novel kepada wartawan, Minggu (1/12).

Categories
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Habib Rizieq Shihab Nasional reuni 212

Ini Rundown Acara di Reuni 212, Ada Nama Habib Rizieq dan Anies Baswedan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Reuni 212 kembali di gelar untuk ketiga kalinya di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, besok Senin (2/12/2019).
Kegiatan itu adalah ajang silarahmi antarpeserta Aksi Bela Islam 212 yang kali pertama dihelat pada 2016 lalu.
Ketua Media Center PA 212 Habib Novel Bamukmin, mengatakan pihak panitia sudah mempersiapkan acara tersebut dengan sangat matang.
BACA: Tegas, Muhammadiyah Larang Panjinya Ada di Reuni 212, Kalau Ada yang Ikut Itu Urusan Pribadi
“Massa bisa berkumpul lagi seperti tahun sebelumnya,” ujar Novel kepada wartawan, Minggu (1/12).
Novel menyatakan, Reuni 212 diawali dengan salat tahajud pada pukul 03.00 WIB hingga 03.30 WIB.
Kemudian disambung dengan istigasah dari 03.30 WIB hingga 03.50 WIB.
Massa kemudian akan melakukan salat subuh berjemaah dari pukul 03.50 WIB hingga 04.30 WIB.
BACA: Arab Saudi Hormati Habib Rizieq selaku Tamu dalam Adab Islam
Lalu doa dan zikir bersama untuk bangsa dimulai dari 04.30 WIB hingga 05.10 WIB.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan maulid dari 05.10 WIB hingga 05.40 WIB.
Dari pukul 05.40 WIB hingga 05.50 WIB dilakukan tilawah disambung pukul 05.50 WIB hingga 06.00 WIB massa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Aksi Bela Islam.

Categories
capres Fahira Idris Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Nasional Pilpres 2024

Fahira Idris Dukung Anies Baswedan Capres: Ritme Beliau Luar Biasa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DKI asal Jakarta Fahira Idris menyatakan dukungannya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas program kerjanya selama ini.
Untuk itu, Senator Jakarta ini menyatakan dukungannya kepada Anies apabila kembali berniat untuk maju memimpin Jakarta dalam periode kedua.
Demikian disampaikan Fahira Idris ditemui di Balai Agung, Gedung Balai Kota Jakarta, pada Rabu (30/10/2019).
BACA: Pilih Idham Azis jadi Kapolri, Anak Buah Prabowo ini Malah Pesimis
“Saya memang dari awal selalu men-support beliau (Anies), dari tahun 2017,” ujar dia.
Bahkan, dirinya memastikan akan menjadi orang yang berada di depan memberikan dukungan kepada Anies.
“Jadi memang jika ada niatan dari beliau untuk maju kembali saya pasti ada di garda terdepan beliau,” imbuhnya.
Fahira menambahkan, sosok Anies memang pantas jadi pemimpin. Dia mampu meredam permasalahan-permasalahan yang ada di Ibukota.
BACA: Kabinet Jokowi Bukan saja Gemuk, tapi Obesitas jadi Penyakit
“Ritme beliau luar biasa, apalagi dengan kemampuan beliau berkomunikasi dengan berbagai pihak networkingnya,” katanya.
Menurutnya, Anies juga didukung oleh negara-negara lain dalam kinerjanya di DKI.
“Kemudian juga dukungan-dukungan negara luar untuk Jakarta saya liat sangat baik sekali,” paparnya.
BACA: Jokowi Kecewa, Tahun Depan Reshuffle Kabinet, Siapa ‘Ditendang’?
Lebih lanjut Fahira mengatakan, Anies memiliki peluangnya yang sangat besar dan baik dalam Pilgub maupun Pilpres 2024 mendatang.
“Kalau ditanya pilpres saya kembali lagi ke beliaulah, saya dukung. Apapun yang beliau ambil saya support,” pungkasnya.
(rmol/pojoksatu)

Categories
capres 2024 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Nasional Partai Nasdem PKS Surya Paloh

Pepet PKS, Surya Paloh Show Of Force, Siapkan Anies Baswedan Gantikan Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kedatangan elite Partai Nasdem ke Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), diyakini tidak sekedar untuk bersilaturahmi semata.
Diyakini, Nasdem-PKS juga membahas persiapan menyongsong pemilu yang akan datang. Bahkan beredar kabar, pertemuan itu juga membahas sejumlah nama untuk dijagokan di Pilpres 2024 mendatang.
Manuer Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh pun bukan kali ini saja. Sebelumnya, ia sempat bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
BACA: Gerindra-PDIP Memang Akrab tapi Nasdem-PKS Jauh Lebih Mesra
Menanggapi hal tersebut, pemerhati politik Iwel Sastra menyebut, Surya Paloh adalah sosok politisi ulung dan jago manuver.
Usai ikut memenangkan Joko Widodo (Jokowi) di pilpres lalu, Partai Nasdem pun langsung bersiap diri untuk Pilpres 2024.
Menurutnya, pertemuan tersebut bisa jadi untuk mendorong Anies Baswedan sebagai kandidat capres di pilpres mendatang.
Indikasi yang menguatkan adalah, Anies selama ini memang cukup identik dengan partai berlambang bulan sabit kembar itu.
BACA: Sstt…Nasdem-PKS Sudah Atur Posisi, Surya Paloh: Kami Bisa Lebih Hangat Bersama
“Kan sebelumnya Surya dan Anies juga sudah melakukan pertemuan. Jadi safari politik Surya ke PKS untuk mencairkan dan membangun komunikasi,” ujar Iwel kepada RMOL, Rabu (30/10/2019).
Direktur Mahara Leadership ini menilai, kengeyelan Nasdem terhadap Anies itu lantaran partai tersebut paham betul bahwa kadernya belum layak untuk diusung, baik sebagai cawapres apalagi capres.
Di sisi lain, Jokowi dipastikan tak bisa lagi menjabat presiden lantaran sudah kali menjadi orang nomos satu di Indonesia.

Categories
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Nasional sampah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Menohok, Wali Kota Surabaya Beberkan Salah Kaprah Jakarta Tangani Sampah: Yo Mengerikan Itu Pak

POJOKSATU.id, JAKARTA – Permasalahan pelik sampah di DKI Jakarta menyeret nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Pasalnya, ia dianggap sosok yang lebih mampu ketimbang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Penilaian publik itu didasari pada keberhasilan Kota Surabaya yang berhasil menangani permasalah sampah dengan berbagai terobosan dan inovasi solutif.
Bahkan, untuk hal itu, Kota Surabaya tak membutuhkan anggaran yang cukup besar. Melainkan menerapkan teknologi tepat guna.
Lalu, apa saran Wali Kota Surabaya itu untuk menangani sampah di DKI Jakarta?
Dikutip PojokSatu.id dari CNNIndonesia, perempuan yang akrab disapa Risma itu menyarankan Pemprov DKI Jakarta membangun tempat pengolahan sampah yang terpusat di tengah kota.
Hal itu perlu dilakukan untuk menggantikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat yang rencananya akan ditutup pada 2021 lantaran sampah yang terus membludak.
Menurutnya, tempat pengolahan sampah di tengah kota itu tidak akan menimbulkan ekses negatif semisal bau, jika memang dikelola dengan baik dan benar.
“DKI itu kan punya uang, bisa buat tempat pengolahan sampah di tengah kota. Kalau teknologinya benar, ndak bau itu. Di negara maju juga (tempatnya) di tengah kota itu ndak apa-apa,” ujar Risma ditemui di Jakarta, Rabu (31/7/2019).
Selain itu, perempuan pertama yang memimpin Kota Pahlawan itu menyebut, Pemprov DKI juga sejatinya tak membutuhkan lahan yang luas untuk membangun tempat pengolahan sampah dimaksud.
Bahkan, ia memperkirakan, dengan volume sampah 2.000 ton per hari, lahan yang dibutuhkan hanya sekitar dua hektare saja.
“Nanti sampah itu masuk, kemudian ditutup, dibuang, langsung teknologinya mengolah. Jadi itu kayak gedung tertutup dan bertingkat sehingga bisa dilihat dari atas,” terangnya.
Tak hanya itu, Risma juga menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk membangun tempat pengolahan sampah itu dipresdiksi membutuhkan dana sebesar Rp4 triliun saja.
Untuk mengakalinya, Pemprov DKI bisa memanfaatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang mencapai Rp17 triliun.
“Wong DKI tuh SILPA-nya Rp17 triliun. Kalau dipakai Rp4 triliun, bangun satu lagi (dua tempat pengolahan sampah) cuma butuh Rp8 triliun,” tuturnya.
Jika DKI Jakarta memiliki tiga saja tempat pengolahan sampah tersebut, maka sampah yang bisa tertangani per hari pun bisa mencapai 6.000 ton.
Sementara saat ini beban TPST Bantargebang dinilai Risma sudah terlalu berat karena volume sampah yang diangkut per hari mencapai 7.500 ton yang menurutnya sudah sangat mendesak sekali.
“Sampahnya Bantargebang itu sehari 7.500 ton. Kalau itu (bangun tempat pengolahan sampah) maju, berarti tinggal 5.000 ton per hari,” katanya.
“Kalau enggak maju, yo mengerikan itu Pak. Itu sehari, lho. Bayangkan kalau enggak terangkut. Seminggu aja. Jadi apa?” ulasnya.
Lebih lanjut, Risma menegaskan bahwa permasalah sampah saat ini menjadi permasalah utama bagi Pemprov DKI Jakarta.
Ia pun mewanti-wanti, jika tidak diolah dengan baik, maka hal itu akan berimbas pada warga Ibukota.
“(Masalah) yang utama sekarang di Jakarta itu sampah. Bukan energi karena dampaknya penyakit, banjir. Kalau enggak diolah dengan benar, bahaya,” ingatnya.
(ruh/pojoksatu)

Categories
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Nasional sampah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Masa Iya Wali Kota Surabaya yang Tangani Sampah Jakarta? Gubernur DKI Gak Usah Malu

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini tengah menjadi perbincangan hangat warga DKI Jakarta.
Ihwal itu kali pertama muncul setelah Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus menantang Risma maju di Pilkada DKI Jakarta 2022 mendatang.
‘Tantangan’ tersebut dilontarkan lantaran perempuan pertama yang menjadi pemimpin Kota Pahlawan itu dinilai sukses menangani sampah di Surabaya.
Sedangkan DKI Jakarta, kini tengah dihadapkan pada permasalahan sampah yang cukup pelik.
Terkait wacana tersebut, pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Jakarta, Yayat Supriyatna kurang sependapat.
Menurutnya, permasalahan sampah di DKI Jakarta tidak serta merta bakal tuntas dengan hanya memindah seseorang, termasuk Tri Rismaharini untuk memimpin Jakarta.
Masih ada masalah kompleks lain yang menderu ibu kota supaya terhindar dari penumpukan sampah. Seperti halnya kesadaran masyarakat atas kepedulian terhadap lingkungan.
“Memindahkan orang bukan berarti semua masalah diselesaikan justru yang ditanamkan adalah bagaimana belajar dari tempat yang lebih baik. Jadi orang tidak perlu harus malu belajar dari kota-kota yang sudah berhasil,” ujar Yayat, Rabu (31/7).
Akan tetapi, ia mengakui bahwa anggaran penanganan sampah DKI saat ini sudah sangat besar.
Dibanding Surabaya, yang anggarannya jauh lebih kecil, tapi bisa dikelola Risma dengan sangat baik sehingga bisa menanggulangi sampah di Surabaya.
Atas dasar itu, sambungnya, sudah semestinya Anies Baswedan atau kepala daerah lain tak sungkan atau malu belajar kepada seorang Risma untuk kemudian menerapkannya di daerah masing-masing.
Yayat mengulas, salah satu kunci keberhasilan Risma adalah memahami bagaimana membangun sistem penangan dan pengurangan sampah di kawasan perkotaan.
Selain itu, pendekatan yang dilakukannya kepada masyarat juga tidak sebatas teknokrasi, melainkan lebih secara kultural.
Dengan begitu, warganya bisa lebih mudah disentuh untuk tunduk pada aturan pemerintah.
Yayat juga menilai, politisi PDIP itu juga merupakan sosok yang tumbuh dan besar di lingkungan birokrat yang dimulai dari level bawwah.
Sehingga, Risma paham betul tentang menyelesaikan masalah rakyat ditambah memiliki keberanian dalam mengambil dan menjalankan keputusan.
Hal-hal seperti ini yang seharusnya ditiru oleh kepala daerah lainnya termasuk Anies.
“Itu yang perlu ditiru, diambil, sehingga pendekatan itu menyentuh akar masyarakatnya,” pungkas Yayat.
Sementara, terkait perlu tidaknya Risma datang ikut mengurusi sampah ibukota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan malah membahas kepemimpinan gubernur sebelumnya.
Menurutnya, permasalah sampah di Jakarta sudah menjadi masalah turun-temurun sejak sebelum dirinya.
Akan tetapi, ia merasa bahwa kini ia sedang dijadikan kambing hitam dan sasaran kesalahan.
“Yang saya terima saat ini adalah kenyataan yang ada sejak kemarin. Angka-angka itu kan sudah bertahun-tahun,” ujar Anies di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7).
Sebaliknya, Anies mengklaim telah membawa perubahan sejak memimpin Ibukota soal penanganan sampah.
Salah satunya dengan membangun intermediate treatment facility (ITF) di Sunter, serta sampah di TPST Bantar Gebang mulai dikelola menjadi energi.
Anies pun mengapresiasi kesiapan Risma membantu Jakarta menangani permasalahan samlah.
Akan tetapi, ia lantas menganggap bahwa masalah sampah di Jakarta biarlah menjadi urusan DPRD dan Pemprov DKI Jakarta saja.
“Kita apresiasi pada perhatian dan lain-lain. Kemudian, biarlah Jakarta diurus oleh DPR Jakarta oleh Pemprov Jakarta,” ucapnya.
(jpg/ruh/pojoksatu)

Categories
capres-cawapres Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Nasional Pilpres 2024 Sandiaga Uno

Dideklarasikan Jadi Capres-Cawapres 2024 Bersama Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil Malah Sebut Anies dan Sandi

POJOKSATU.id, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinobatkan sebagai capres-cawapres Pilpres 2024.
‘Deklarasi’ tersebut disampaikan warganet dalam kolom komentar di akun Instagram pribadi Ridwan Kamil, Rabu (3/7/2019).
Menanggapi hal itu, Ridwan Kamil malah menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Wagubnya, Sandiaga Uno.
“Saya kan sering posting dengan Pak Anies Baswedan, dengan Pak Sandiaga Uno, Pak Ganjar,” katanya, Rabu (3/7/2019).
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu pun menganggap komentar dan harapan warganet sebagai hal yang biasa di media sosial.
“Setiap posting ya selalu multikomen, multitafsir. Jadi itu mah updatenya biasa saja. Itu (capres-cawapres) mah khayalan terlalu jauh,” lanjutnya.
RK mengungkap, foto kebersamaan dirinya dengan Ganjar Pranowo itu juga tidak diambil beberapa hari sebelumnya, melainkan saat pemakaman Ibu Ani Yudhoyono.
Selain itu, ia juga membantah bahwa unggahan foto itu berkaitan dengan hasil survei LSI Denny JA yang menyebut dirinya dan Ganjar Pranowo sebagai kandidat capres potensial.
“Enggak ada hubungannya,” tegasnya.
Sebelumnya, melalui akun Instagram pribadinya, Ridwan Kamil mengunggah foto dirinya tengah berjalan beriringan dengan Ganjar Pranowo.
RK pun menyematakan caption yang cukup unik dalam unggahan tersebut yang dihubungkan dengan film Hollywood ‘Man In Black’.
“Agent R & Agent G. Bersama sahabat ‘Men in Black’ saya, Mas @ganjar_pranowo,” tulisnya.
Pertemuan keduanya itu sejatinya untuk membicarakan program dan anggaran bersama untuk Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Jabar dan Jateng sedang menyiapkan program dan anggaran bersama di desa-desa perbatasan Jabar-Jateng agar ekonomi dan infrastruktur bisa setara dan tidak timpang,”
jelasnya.
Di sisi lain, nama Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo memang menjadi dua nama dari total 15 nama potensial.
Selain keduanya, juga muncul nama Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto, Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Juga Puan Maharani, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala BIN Budi Gunawan, Kapolri Tito Karnavian, dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Selain itu juga ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan nama lain.

Lihat postingan ini di Instagram

 
Agent R & Agent G. Bersama sahabat ‘Men in Black’ saya, Mas @ganjar_pranowo. Jabar dan Jateng sedang menyiapkan program dan anggaran bersama di desa-desa perbatasan Jabar-Jateng agar ekonomi dan infrastruktur bisa setara dan tidak timpang.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Ridwan Kamil (@ridwankamil) pada 2 Jul 2019 jam 6:04 PDT
(ruh/pojoksatu)

Categories
Ahok Basuki Tjahaja Purnama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan IMB Nasional Reklamasi Teluk Jakarta

Ngaku Terpaksa Terbitkan IMB Pulau Reklamasi, Anies Baswedan Salahkan Ahok

POJOKSATU.id, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku terpaksa menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) di pulau reklamasi.
Alasannya, ia tak berdaya dengan adanya Pergub Nomor 206 tahun 2016 tentang Panduan Rancang Kota (PRK) Pulau Reklamasi yang diterbitkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.
Dengan adanya pergub tersebut, Anies mengaku mau tak mau harus menerbitkan IMB ribuan bangunan dan rumah mewah di pulau D hasil reklamasi.
Demikian disampaikan Anies Baswedan kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).
“Yang mengerjakan ini (Pergub 206) semua cerdik, serius. Dan itu semua dikerjakan, dikebut sebelum saya mulai kerja. Ini yang bikin sebel,” sindir Anies.
Menurutnya, pergub dimaksud diterbitkan hanya beberapa hari jelang cuti kampanye Ahok saat maju di Pilkada DKI 2017 lalu.
Pergub tersebut, lanjutnya, memicu penerbitan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dan Hak Guna Bangunan (HGB) di pulau reklamasi.
Berbekal HGB dab HPL, jelasnya, pembangunan di pulau D mulai dilakukan PT Kapuk Naga Indah (KNI).
Hal itu mengacu pada peta PRK dalam Pergub 206 tahun 2016 tentang Panduan Rancang Kota (PRK) Pulau Reklamasi.
Tapi saat itu pengembang melakukan pembangunan tanpa mengantongi izin yang lantas memicu penyegelan yang dilakukan oleh dirinya pada Juni 2018.
Lantaran pembangunan yang dilakukan PT KNI sesuai dengan peta PRK, katanya, dirinya tak bisa berbuat apa-apa.
“Karena mereka melanggar perizinan membangun, bukan melanggar tata ruang. Tata ruangnya diikuti,” ulas Anies.
PT KNI, sambung Anies, lantas bisa mendapatkan IMB dengan hanya membayar denda dan mengikuti persidangan sebagaimana diatur dalam Pergub Nomor 128 Tahun 2012.
Selain itu, PT KNI berhak mengajukan permohonan penerbitan IMB karena memang tidak menyalahi aturan dan telah melunasi denda.
Atas alasan itu, Anies mengaku terpaksa menerbitkan IMB ribuan bangunan dan rumah mewah di pulau D.
(ruh/pojoksatu)

Categories
berita viral Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hti Nasional pemprov dki jakarta Ustaz Felix Siauw

Sudah Dua Kali Pemprov DKI Undang HTI, setelah Viral Dibatalkan, Terbaru Felix Siauw

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta lagi-lagi membuat heboh. Kali ini mengundang Felix Siauw untuk memberikan ceramah di Masjid Fatahilah, Balai Kota, Jakarta Pusat.
Setelah viral dan ramai dikecam di media sosial, anak buah Anies Baswedan itu lantas membatalkannya.
Rencananya, Felix Siauw akan memberikan ceramahnya dalam kajian bulanan di masjid tersebut pada Rabu (26/6) pukul 11.45 WIB.
Dikonfirmasi, Kepala Sekretariat Dewan Pengurus Korpri Provinsi DKI Jakarta Amiruddin menyatakan bahwa kegiatan tersebut sudah dibatalkan.
“Sudah kami batalin, dibatalin. Saya sudah diinstruksikan Kepala BKD,” ujar Amiruddin dikutip PojokSatu.id deri Tempo.co, Senin (25/6).
Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir membenarkan telah memberi intruksi untuk membatalkan acara kajian tersebut.
Akan tetapi, pihaknya membantah bahwa pembatalan kegiatan kajian bulanan itu setelah viral di media sosial, tapi mencari waktu yang lebih baik.
Tapi, Chaidir juga memastikan tidak akan lagi mengundang Felix Siauw dalam kegiatan kajian lainnya.
“Ya enggaklah (mengundang Felix Siauw). Kami nungguin dulu kepentingannya apa,” katanya.
Sebelumnya, kegiatan kajian bulanan yang digagas Pemprov DKI Jakarta sedianya mengundang Felix Siauw banyak dipertanyakan publik di media sosial.
Mereka pun beramai-ramai mempertanyakan keseriusan pemerintahan di bawah kepemimpinan Anies Baswedan itu.
Alasannya, Felix Siauw dianggap sebagai salah satu dedengkot Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dianggap sebagai ormas terlarang di Indonesia.
“Kemarin untuk rapat dengan Ormas Pemda ngundang perempuan HTI. Sekarang pengajian ngundang Felix Siauw. Mungkin ini yang dinamakan Jakarta berkhilafah….” tulis @eko_kuntadhi.
“Mamang dikasih undangan kajian bulanan bersama Felix Siauw di Masjid Balaikota Jakarta. Ustadzna terkenal ceunah, sampai diundang Pak Gub @aniesbaswedan,” kata @mang_jupri.
“FELIX SIAUW DIKASIH PANGGUNG OLEH @aniesbaswedan yang AKAN BERLANGSUNG BESOK HARI di MASJID FATAHILLAH BALAIKOTA. KEBERPIHAKAN untuk PENDUKUNG KHILAFAH. MIRIS. SURAM!!” sesal @TolakBigotRI.
“Kan ada @gusmusgusmu & @quraishihab yang lebih ulama dan adem,” saran @susiani1979.

Untuk diketahui, sebelumnya Pemprov DKI juga membatalkan rapat membahas konten poster antikekerasan terhadap perempuan dan anak, pada 14 Juni 2019 lalu.
Kegiatan itu digagas Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Pemprov DKI Jakarta.
Pasalnya, daftar undangan yang beredar, terdapat dua sayap HTI, yakni Muslimah HTI dan Indonesia Tanpa Feminis.
Dalam daftar undangan itu sendiri tertera tandatangan Kadis PPAPP Provinsi DKI Jakarta Tuty Kusumawati.
Setelah viral dan menuai protes publik, kegiatan itu juga akhirnya dibatalkan.
Kadis PPAPP DKI Jakarta Tuty Kusumawatu pun mengakui ada kesalahan karena organisasi sayap HTI dalam undangan.
Tuty mengakui bahwa dia tidak teliti saat menandatangani undangan itu. Menurutnya, undangan tersebut sudah diperiksa oleh jajarannya.
“Kami akui ada kesalahan. Saya juga tidak melihat secara detail daftar undangan saat menandatangani. Sebab, sudah melalui pemeriksaan Plt Kabid dan Sekretaris Dinas,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/6/2019).
(ruh/pojoksatu)

Categories
Banjir Jakarta Bogor Depok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Nasional

Jakarta Banjir Lagi, Anies Anies Baswedan Ogah Disalahkan, Depok dan Bogor yang Salah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jakarta banjir lagi. Bahkan kali ini, banjir sampai merenggut korban jiwa. Kendati demikian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa tidak ada yang salah dari penataan ibu kota.
Sebaliknya, banjir di Jakarta yang terjadi pekan ini, menurut dia, akibat air kiriman dari Depok dan Bogor, Jawa Barat.
“Solusinya memang harus pengendalian air dari hulu,” katanya, Sabtu (27/4/2019).
Mantan pasangan Sandiaga Uno itu menyebut, selama permasalahan di hulu tidak diselesaikan, maka jangan heran jika Jakarta terus akan mengalami banjir.
“Selama volume air dari hulu tidak dikendalikan maka dua tahun lagi atau tahun-tahun terjadi banjir di tempat mana saja,” lanjutnya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini lantas mencontohkan banjir yang terjadi di Bekasi.
Padahal, katanya, saat itu tidak ada hujan yang mengguyur di kawasan tersebut.
Atas dasar itu, ia berkonklusi bahwa banjit disebabkan air kiriman dari Bogor dalam jumlah banyak.
Sehingga menurutnya, strategi buka tutup pintu air menjadi solusi tepat saat ini.
“Masalahnya adalah volume air dari hulu tidak dikendalikan,” katanya.
Seharusnya, lanjut Anies, dibangun bendungan yang bisa menampung air kiriman tersebut.
“Membangun bendungan untuk kemudian dialihkan secara bertahap, kemudian volume turun ke pesisir bisa dikontrol,” imbuh dia.
Anies menambahkan, semua tim juga telah dikerahkan untuk mengatasi genangan-genangan air. Pompa penyedot juga telah disiapkan.
“Pompa mobile langsung standby, di manapun ada genangan mereka bisa langsung ikut bergerak,” katanya
Sementara, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhammad Ridwan mengatakan, warga ibu kota yang masih mengungsi hingga saat ini mencapai 417 kartu keluarga, terdiri dari 1.539 Jiwa.
“Lokasi pengungsi berada di 13 titik lokasi yang terdiri dari 3 lokasi di Jakarta Selatan dan 10 lokasi di Jakarta Timur,” ungapnya.
Ridwan mengatakan, Dinas Sosial Provinsi melaui Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan dan Jakarta Timur mengirimkan bantuan logistik.
Seperti makanan siap saji, dan mendirikan tenda pengungsi serta dapur umum. PT Palyja juga mengirimkan bantuan air bersih ke lokasi pengungsian.
“BPBD mengirimkan bantuan logistik untuk pengungsi berupa air mineral, biskuit, family kit, kidsware dan matras,” tuturnya.
Banjir Jakarta kali ini menyebabkan dua korban jiwa.
Satu korban jiwa meninggal terseret arus kali Ciliwung di Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan.
Sedangkan satu korban jiwa meninggal lainnya akibat serangan jantung di Kelurahan Bidara Cina Jakarta Timur.
(jpg/ruh/pojoksatu)