Categories
dahnil anzar simanjutak gp ansor Nasional

Cerita Dahnil Diundang ke Rumah Imam Nahrawi, Ketum GP Ansor Lebih Dulu Tiba

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menceritakan awal mula diadakannya Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017.
Menurut Dahnil, awalnya dia diundang oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi ke kediamannya pada September 2017.
Saat Dahnil tiba di kediaman Imam Nahrawi, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas sudah lebih dahulu berada di sana.
Dalam pertemuan tersebut, Imam Nahrawi menyampaikan niatnya untuk menggelar kegiatan bersama natara PP Muhammadiyah dan GP Ansor.
Kegiatan itu dimaksudkan untuk menepis isu yang menyebut Jokowi anti Islam dan kriminalisasi ulama.
Setelah mendengar keinginan Imam Nahrawi menggelar satu kegiatan yang dapat meredakan ketegangan horizontal, Dahnil berjanji akan membicarakan hal itu dengan pengurus PP Muhammadiyah.
Menurut Dahnil, pihaknya baru menyambut ajakan Menpora Imam Harawi itu pada bulan Oktober, atau sebulan setelah Menpora Imam Nahrawi menyampaikan usul tersebut.
Saat membicarakan ajakan Menpora Imam Hanrawi, pengurus PP Muhammadiyah sudah mengingatkan Dahnil agar berhati-hati supaya tidak dikerjai.
“Tapi hati-hati dan waspada. Kami hanya khawatir kalian dikerjai,” ujar pengurus PP Muhammadiyah seperti ditirukan Dahnil dalam keterangannya usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jumat malam (23/11).
PP Muhammadiyah adalah organisasi induk yang membawahi organisasi-organisasi pemuda otonom dengan bendera Muhammadiyah, termasuk Pemuda Muhammadiyah.
“Pada prinsipinya mengapa kami setuju dengan ajakan Menpora adalah membantu pemerintah, menjawab tuduhan pada Pak Jokowi anti Islam, juga atas isu kriminalisasi ulama,” imbuh Dahnil.
Dahnil mengaku telah mengembalikan uang Rp2 miliar itu ke Kemenpora. Semua dana kegiatan dari Kemenpora telah dikembalikan.
Dahnil menyebut bukan hanya PP Muhammadiyah yang menerima dana kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017. GP Ansor justru menerima dana lebih besar. GP Ansor menerima dana Rp3,5 miliar.
“Pemuda Muhammadiyah diberikan fasilitasi untuk memobilisasi peserta sekitar Rp 2 miliar. Nah sedangkan GP Ansor Rp 3,5 miliar,” ujar Dahnil.
(rus/rmol/pojoksatu)

Categories
dahnil anzar simanjutak gp ansor Muhammadiyah Nasional

Ini Alasan Dahnil Kembalikan Dana Rp2 Miliar, GP Ansor Kebagian Rp3,5 Miliar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku telah mengembalikan uang Rp2 miliar ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Namun Dahnil menyebut bukan hanya PP Muhammadiyah yang menerima dana kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017. GP Ansor justru menerima dana lebih besar. GP Ansor menerima dana Rp3,5 miliar.
Dahnil Anzar mengatakan, kegiatan bersama Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor diinisiasi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.
“Pemuda Muhammadiyah diberikan fasilitasi untuk memobilisasi peserta sekitar Rp 2 miliar. Nah sedangkan GP Ansor Rp 3,5 miliar,” ujar Dahnil, Sabtu (24/11).
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani mengatakan, ada dua alasan PP Muhammadiyah mengembalikan duit Rp 2 miliar kepada Kemenpora.
Alasan pertama, soal harga diri. Pemuda Muhammadiyah sangat lantang menyuarakan pemberantasan korupsi, misalnya dengan mendirikan Madrasah Antikorupsi.
Namun sekarang, Pemuda Muhammadiyah diframing seolah-olah melakukan tindak pidana korupsi.
“Tuduhan ini terang mendelegitimasi apa yang kami suarakan,” terang Ahmad Fanani yang saat itu menjadi ketua panitia dari Pemuda Muhammadiyah, Sabtu (24/11).
Menurutnya. Muhammadiyah sudah terbiasa mandiri. Apalagi pada acara Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017 yang kini dipermasalahkan, Pemuda Muhammadiyah bukan pada posisi meminta-minta atau mengejar-ngejar.
“Bahkan kami yang dikejar-kejar, sampai pengajuan (kegiatan) ditagih pihak Kemenpora. Sekarang dituduh penggelapan, ini kan harga diri, makanya kami kembalikan uang itu,” tutur Ahmad Fanani.
Alasan kedua, ada ketidaksesuaian antara poin-poin yang disepakati dalam kontrak kerjasama dengan realisasi kegiatan.
Misalnya, kegiatan yang diajukan Pemuda Muhammadiyah adalah Pengajian Akbar dan digelar di beberapa titik, tapi faktanya apel dan hanya dipusatkan di satu titik yaitu Prambanan, Sleman.
Selanjutnya, Pemuda Muhammadiyah juga meminta agar organisasi kepemudaan Islam yang lain juga diajak, tapi tidak teralisasi. Soal tanggal kegiatan juga di luar kesepatan, dari tanggal 10 Desember menjadi 16 Desember 2017.
“Pada waktu itu kami tidak curiga, karena niat kami ingin membantu pemerintah terkait kekhawatiran dengan potensi konflik horizontal yang semakin meluas, isu anti-Pancasila dan isu antitoleransi. Kalau memang kami mau dikerjain, makanya kami balikkan (uangnya),” sebut Ahmad Fanani.
“Jadi, kami ikuti pasal 9 dalam perjanjian (kontrak) tentang kewajiban dan sanksi. Apabila kami tidak merealisasikan kegiatan yang dimaksud maka perjanjian ini batal demi hukum. Maka kami harus mengembalikan seluruh dana bantuan. Ini sebagai komitmen kami ya kami kembalikan,” tambahnya.
Di awal, masih kata Ahmad Fanani, pihaknya juga sudah berusaha agar bantuan Kemenpora berupa program bukan uang cash, tapi itu tidak terwujud.
Akhirnya Muhammadiyah menerima uang tersebut sebagai mobilisasi. Mereka juga tidak terlibat dalam penyelenggaraan yang semuanya ditangani GP Ansor.
Adapun sumber pengembalian dana Rp 2 miliar ke Kemenpora pada Jumat kemarin berasal dari dana internal Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
GP Ansor: Dana Kita Gunakan Sesuai Prosedur
Panitia Kemah Pemuda Islam dari GP Ansor, Safaruddin membenarkan bahwa GP Ansor kebagian dana dari Kemenpora Rp3,5 miliar. Namun penggunaan dana itu sudah sesuai prosedur.
“Ya betul (ada dana Rp 3,5 miliar), dan kita sudah sesuai prosedur. Secara prosedur kita ikuti, sesuai aturan. Dari awal sampai akhir, secara teknis GP Ansor telah terpenuhi, begitu,” kata Safaruddin, seperti dilansir detikcom, Sabtu (24/11/2018).
Safaruddin merupakan panitia kemah pemuda yang mewakili GP Ansor memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada Senin (19/11) lalu. Safaruddin menyebut diperiksa polisi sejak pukul 10.00 WIB hingga tengah hari.
“Kita jelaskan teknis pelaksanaan seperti apa. Secara administrasi seperti apa, dua hal itu, yang penting kita dari GP Ansor secara prosedural memenuhi, secara teknis dari pelaksanaan kegiatan kita jalankan, sehingga clear tidak ada masalah,” tutur Safaruddin.
Mengenai rincian peruntukkan Rp 3,5 miliar yang diterima GP Ansor, Safaruddin menyebut keterangan itu sudah menjadi domain polisi.
“Kalau itu kan di penyidik sudah kita sampaikan, kaitan sama isi penyelidikan, mungkin bisa konfirmasi ke sana. Tapi kita clear, dari polisi dari audit, kan ada audit BPK segala macam, dari Kemenpora juga ada fungsi pendampingan, selama ini kita tidak ada masalah,” terangnya.
(rus/rmol/pojoksatu)

Categories
Banser bendera tauhid dibakar gp ansor meninggal dunia Nasional

Kabar Banser Meninggal Amankan Aksi Bela Tauhid, Ini Penjelasan Ketua GP Ansor

POJOKSATU.id, JAKARTA – Seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikabarkan meninggal dunia saat mengamankan kantor GP Ansor, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).
Saat itu, DTJ (47), tengah mengantisipasi aksi bela tauhid di depan kantor GP Ansor.
Namun kabar itu dibantah Ketua GP Anasor Gus Yaqut. Namun ia juga membenarkan adanya salah satu anggota Banser yang meninggal dunia.
BACA:
Banser Meninggal Amankan Kantor GP Ansor dari Aksi Bela Tauhid, Begini Penjelasan Polisi
Video Nusron Wahid Diusir dari Masjid Luar Batang Diteriaki 2019 Ganti Presiden
Nusron Wahid Diusir dari Masjid Luar Batang, “Setan Lu, Kenal Mukanya doang, Kayak Monyet!”
Yaqut menegaskan, salah satu anak buahnya itu meninggal dunia diduga karena serangan jantung.
“Iya meninggal karena kelelahan, ada penyakit jantung juga,” ujar Yaqut saat dikonfirmasi, Jumat (26/10/2018).
Gus Yaqut menuturkan, bahwa Jatmiko memang biasa melakukan penjagaan keamanan di kantor GP Ansor.
BACA:
Cerita Nusron Wahid Diusir dari Masjid Luar Batang, Hendak Shalat Terus Diteriaki
Nusron Wahid Beberkan Kronologis Persekusi di Masjid Luar Batang, Wudhu dan Shalat Diadang Massa
Penjelasan Masjid Luar Batang soal Video Nusron Wahid: Gak Dipersekusi tapi Didemo
Akan tetapi, lanjutnya, pengamanan dimaksud yang dilakuan almarhum bukan penugasan khusus untuk mengawal aksi bela tauhid.
Namun Yaqut sampai saat ini belum dapat memastikan posisi jenazah saat ini berada di rumah duka atau di rumah sakit.
“Saya belum update (posisi jenazah di mana), karena saya masih di Jogjakarta,” jelasnya.

Categories
Banser bendera tauhid dibakar gp ansor meninggal Nasional polisi

Banser Meninggal Amankan Kantor GP Ansor dari Aksi Bela Tauhid, Begini Penjelasan Polisi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikabarkan meninggal dunia saat mengamankan kantor GP Ansor, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).
Saat itu, DTJ (47), tengah mengantisipasi aksi bela tauhid di depan kantor GP Ansor.
Namun kabar tersebut dibantah Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Roma Hutajulu.
BACA:
Bawa Bendera Tauhid, Orang Ini Diinterogasi Banser, Lalu Ngaku Punya HTI
Ngaku Milik HTI, Pria Ini Sengaja Mancing Banser dengan Kibarkan Bendera, Dari Sini Dia Peroleh
Video Detik-detik Pembawa Bendera HTI Diamankan Banser dan Diintrogasi
Polisi Ungkap Modus Pria Bernama Uus Penyusup HTI yang Sebarkan Bendera Tauhid
Roma menegaskan, DYJ meninggal sekitar pukul 17.00 WIB, akibat sakit yang dideritanya.
“Tiba-tiba mengeluh sesak dada lalu pingsan,” kata Roma Hutajulu saat dihubungi, Jumat (26/10/2018).
Roma menjelaskan, DTJ sendiri sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mendapat pertolongan.
Sayangnya, nyawanya tetap tidak tertolong.
Korban, kata Roma, diduga meninggal dunia karena kecapekan dan sakit jantung.
“Diduga korban meninggal akibat sakit jantung,” katanya.

Categories
Banser bendera tauhid dibakar berita hoax garut gp ansor MUI Nasional ratna sarumpaet

Polemik Bendera Tauhid, MUI: GP Ansor Sebar Hoax, Jauh Berbahaya dari Ratna Sarumpaet

POJOKSATU.id, JAKARTA – Peristiwa pembakaran bendera bertuliskan tauhid di Garut, Jawa Barat, masih terus menimbulkan pro-kontra di sejumlah kalangan.
Tak sedikit pula, pihak yang kemudian mengecam dan menganggap bahwa hal itu adalah bentuk penodaan agama.
Di sisi lain, insiden itu juga melahirkan wacana untuk membubarkan Banser.
BACA:
Pembawa Bendera HTI di Garut Ditangkap, Ini Identitasnya
Pembawa Bendera HTI di Garut Ditangkap di Bandung, Begini Kronologisnya
Polisi Bebaskan Banser, Pembawa Bendera Tulisan Tauhid Dianggap Biang Kerok
Namun, Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dinilai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas aksi pembakaran tersebut.
Demikian disampaikan Anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Abdul Chair Ramadhan, Kamis (25/10/2018).
Hal itu merunut pada seruan pimpinan GP Ansor yang disebutnya sebagai hoax dan bisa menimbulkan keonaran.
Pernyataan tersebut diutarakan Abdul Chair Ramadhan dalam diskusi bertajuk “Membakar Bendera Tauhid, Penghinaan Terhadap Islam?” di Cikini, Jakarta Pusat.
BACA:
Kok Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid Dilepaskan Polisi? Ada Apa Ini?
Polemik Bendera Tauhid, PBNU: Jangan Dipolitisasi
Kisruh Bendera Tauhid, PBNU Beberkan Keanehan
“Ini (seruan pimpinan GP Ansor) dijadikan acuan sweeping oleh GP Ansor, oleh Banser bahwa bendera berkalimat tauhid ini adalah bendera HTI,” tegasnya.
Seruan itu, lanjutnya, jelas-jelas bisa dipidanakan dan lebih berbahaya melebihi efek kebohongan Ratna Sarumpaet.
“Ini kebohongan publik, hoax ini. Pimpinan GP Ansor itu melanggar hukum pidana. Ini lebih berbahaya dan ini lebih memenuhi unsur dari kasus hoax-nya Ratna Sarumpaet,” jelasnya.

Categories
Banser bendera tauhid dibakar garut gp ansor Ketua MPR Zulkifli Hasan Nasional

Sikapi Pembakaran Bendera Tauhid, Zulhas: Ribut Soal Ormas, Kapan Majunya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polisi masih terus mendalami insiden pembakaran bendera Tauhid oleh oknum anggota anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Peristiwa itu sendiri mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Tak sedikit pula yang kemudian mengecam tindakan tersebut.
Sejumlah pihak pun memberikan sorotannya terhadap peristiwa tersebut. Salah satunya Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.
BACA:
Mabes Polri Ungkap Fakta Baru Pembakaran Bendera Tauhid
Sikapi Pembakaran Bendera Tauhid, Mardani: Enggak Bisa Kalau FPI dan PA 212 Enggak Diajak
Bakar Bendera Tauhid, Kubu Prabowo-Sandi Tuntut Banser Ngaku Salah dan Minta Maaf
Pihaknya meminta agar polisi bisa bertindak cepat menanggani kejadian itu agar tak merembet kemana-mana.
Demikian disampaikan Zulkifli Hasan di Lapangan Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, Lampung, Selasa (23/10/2018).
Akan tetapi, pria yang akrab disapa Zulhas itu menekankan agar masing-masing pihak menahan diri.
Jangan sampai, malah kemudian menganggap ormas keagamaan sebagai pihak yang paling benar.
BACA:
Bendera Tauhid Dibakar, Jokowi-Ma’ruf Bisa Terancam, Efeknya Besar
Polisi Harus Profesional Terkait Pembakaran Bendera Tauhid, Jika Tidak Bahaya Besar
Bendera Tauhid Dibakar, MUI: Tidak Ada Simbol HTI di Bendera Itu
“Ormas kan alat perjuangan dan agama kita Islam. Jangan dibalik. Ormas menjadi agama. Kalau ribut soal ormas, kapan kita majunya,” katanya.
Politisi asal Lampung itu menuturkan, masyarakat bebas menjadi anggota ormas apapun.
Akan tetapi, harus tetap bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta saling menghormati satu sama lainnya.

Categories
Banser bendera tauhid dibakar garut gp ansor identitas mabes polri Nasional pelaku

Mabes Polri Ungkap Fakta Baru Pembakaran Bendera Tauhid

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polisi masih terus mendalami insiden pembakaran bendera Tauhid oleh oknum anggota anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Peristiwa itu sendiri mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Tak sedikit pula yang kemudian mengecam tindakan tersebut.
Terbaru, ada fakta yang didapat polisi berdasarkan keterangan dari ketiga orang yang sudah diamankan di Polres Garut.
BACA:
Sikapi Pembakaran Bendera Tauhid, Mardani: Enggak Bisa Kalau FPI dan PA 212 Enggak Diajak
Bakar Bendera Tauhid, Kubu Prabowo-Sandi Tuntut Banser Ngaku Salah dan Minta Maaf
Bendera Tauhid Dibakar, Jokowi-Ma’ruf Bisa Terancam, Efeknya Besar
Didapati, bahwa peserta acara Hari Santri Nasional di Limbangan, Garut, Jawa Barat itu tidak diperkenankan membawa bendera selain bendera Merah Putih oleh panitia.
Demikian disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018).
“Panitia sudah menyampaikan tidak ada bendera selain bendera merah putih, tapi ternyata ada yang membawa itu, maka diamankan,” jelasnya.
Kendati demikian, lanjutnya, pihaknya masih membutuhkan keterangan tambahan dari para saksi lainnya.
BACA:
Polisi Harus Profesional Terkait Pembakaran Bendera Tauhid, Jika Tidak Bahaya Besar
Bendera Tauhid Dibakar, MUI: Tidak Ada Simbol HTI di Bendera Itu
Polisi Kejar Pembawa Bendera Tauhid Dibakar, Identitasnya Sudah Dapat
Hal itu diperlukan agar polisi bisa mendapatkan gambaran jelas atas peristiwa pembakaran bendera yang mirip dengan bendera ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu.
“Kemudian penyidik pasti mencari motif-motifnya. Pasti akan dicari motifnya kenapa dia membakar, harus diungkap tapi dalam pro justicia,” beber Setyo.
Di sisi lain, Setyo mengimbau agar semua pihak mempercayakan penannganan kasus itu kepada kepolisian.

Categories
Banser bendera tauhid dibakar garut gp ansor hti MUI Nasional

Bendera Tauhid Dibakar, MUI: Tidak Ada Simbol HTI di Bendera Itu

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polisi masih terus mendalami insiden pembakaran bendera Tauhid oleh oknum anggota anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Peristiwa itu sendiri mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Tak sedikit pula yang kemudian mengecam tindakan tersebut.
Lepas dari silang pendapat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan bahwa sama sekali tak ada simbol ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di bendera yang dibakar tesebut.
BACA:
Polisi Kejar Pembawa Bendera Tauhid Dibakar, Identitasnya Sudah Dapat
Bendera Tauhid Dibakar, Cucu KH Abdullah Syafi’i: Penodaan Agama!
Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser, “Ikhlas lah Meminta Maaf”
Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (23/10).
Menurut Yanuhar, bendera yang dibakar itu adalah murni tulisan tauhid, bukan bendera atau lambang HTI.
“Itu tidak ada HTI-nya, jadi itu kalimat Tauhid. Kami melihat yang dibakar adalah kalimat Tauhid. Karena tidak ada simbol HTI di bendera itu,” tegas dia.
Dengan demikian, lanjutnya, pihaknya sekaligus membantah pengakuan pelaku pembakaran yang menduga bendera tersebut memuat lambang HTI.
BACA:
Bendera Tauhid Dibakar, Muhammadiyah Desak Banser Harus Minta Maaf!
Bendera Tauhid Dibakar, Muhammadiyah: Sudah Kebablasan!
Banyak yang Marah Bendera Tauhid Dibakar, Wajar dong
Untuk itu, MUI menyatakan menyerahkan sepenuhnya peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas.
Yakni berkenaan dengan unsur pidana dalam kejadian dimaksud sekaligus untuk mengungkap motif para pelaku pembakaran.
Damun, dalam agama, kata Yunahar, pembakaran bendera tauhid itu harus dilihat niatnya.