Categories
Galeri R Trisakti Nasional pameran pameran karya

Seniman Mancanegara Ikut Serta pada Pameran International Reinterpretation Mooi Indie

POJOKSATU.id, JAKARTA – Berbeda dengan pameran lainnya, Pameran International Reinterpretation Mooi Indien yang dipersembahkan oleh Galeri R Trisakti ini sukses menghipnotis para pengunjung.
Pameran ini sangat berbeda, karena para seniman adalah perempuan berlatar belakang akademisi di bidang desain, senirupa dan arsitektur dari beragam perguruan tinggi terkemuka di negeri ini.
Selain itu beberapa seniman mancanegara seperti Jepang, Portugal, Spanyol, Israel dan Bangladesh turut menghadirkan karya dalam subtansi yang sama.
Ide, tema dan eksekusi teknik yang dihadirkan sangat beragam, salah satu hal yang menarik adalah digunakannya teknik batik ‘gutta tamarind’ oleh beberapa seniman.
Selain itu sudut pandang para perempuan akademisi dalam merespon tema merupakan hal yang sangat menarik untuk disimak.
Bukan hal yang mudah untuk mengumpulkan para dosen, peneliti, seniman, desainer dan arsitek perempuan dalam satu momen pameran.
Isu lingkungan hidup, sejarah, pencarian jati diri, dan kesadaran akan ruang adalah tema-tema yang dominan dalam pameran ini.
Sebuah momen yang langka dan penting untuk dicatat dalam lini masa sejarah perkembangan senirupa di Indonesia.
Hanya dalam pameran ini kita akan memahami dan merasakan ekspresi keresahan para perempuan mapan dalam pusaran percepatan peradaban masa kini.
Wakil Dekan bidang Pengembangan dan Kerjasama, Ibu Cama Juli menyampaikan bahwa Fakultas Seni Rupa dan Desain Trisakti, mengembangkan kerjasama dengan komunitas yang memiliki dampak ke masyarakat.
Ada tiga point yang disasar dalam kegiatan ini yaitu, Pertama memperluas kerjasama dalam bidang pameran yang menampilkan karya karya dosen lintas perguruan tinggi.
Kedua, kedepannya dapat membuka peluang kerjasama dalam bidang penelitian dan juga pengabdian masyarakat.
Ketiga, mempersiapkan karya-karya dosen untuk go international, seperti yang kita lihat pada hari ini ada beberapa karya dosen dari perguruan tinggi di luar negeri.
Bukan hanya itu saja, kegiatan ini juga dilengkapi dengn kegiatan workshop batik lilin dingin untuk umum pada tanggal 3 Mei 2019.
Semoga semangat para dosen perempuan dari Jakarta, Bandung, Bali dapat menginspirasi perempuan di daerah lainnya.
(*)

Categories
Galeri R Trisakti Nasional pameran pameran karya

Semarak Galeri R Trisakti Persembahkan Pameran International Reinterpretation Mooi Indie

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bekerja sama dengan komunitas 22 Ibu, Galeri R Trisakti sukses mempersembahkan pameran yang bertajuk Reinterpretation Mooi Indie.
Acara yang diselenggarakan di jalan Kyai Tapa 1 Jakarta Barat pada hari Jumat (26/4/2019) berlangsung sangat meriah.
Visualisasi karya-karya pendidik dari lintas kampus di Bandung, Jakarta hingga Bali.
Karya yang dipamerkan berjumlah 42 orang yang disajikan oleh 36 perupa dari Indonesia dan 6 orang perupa dari Israel, Bangladesh, Jepang, Portugal, dan Spanyol.
Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan, Dr Hein Wangania ini turut menghadirkan para kolega dari lintas perguruan tinggi.
Ibu Atridia Wilastrina selaku Ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan bahwa Reinterpretation of Mooi Indie, merupakan suatu proses interaksi antara objek dan pemandang yang dapat memiliki suatu makna dalam bentuk ide kreatif.
Pameran karya perupa komunitas 22 ibu dengan tema ‘ReInterpretation of Mooi Indie’ mencoba merekam keindahan di masa lalu ke dalam perspektif kekinian yang diinterpretasikan menjadi karya baru yang tidak lepas dari nilai essensinya.
Dekan FSRD, Dr. Ganal Rudiyanto, M.Hum dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan.
Bahwa beliau menyambut baik pameran ini karena mengangkat kearifan lokal yaitu dengan menggunakan material bubuk asam jawa, sesuatu yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain ketika membuat karya seni rupa.
Sedangkan Bapak Tasri selaku Kurator dalam pameran ini menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini mempengaruhi sikap dan kepekaan setiap seniman dalam berkarya.
Kepekaan yang hadir adalah kerinduan akan nilai-nilai humanis, romantis dan kejenuhan akan hasil mesin dengan hadirnya kembali nilai akan kecakapan yang trampil dalam kriya.
Untuk merespon fenomena tersebut dengan tetap sadar akan sejarah linimasa perkembangan senirupa modern Indonesia, maka dihadirkanlah pameran karya seni yang melakukan ‘intepretasi kembali’ akan karya-karya ‘Moii Indie’.
Sebuah masa kegemilangan seni rupa modern Indonesia yang menampilkan seniman dengan karya yang sarat keindahan estetika bentang alam dan eksotika figur saat itu.
(*)