Categories
FPI gerindra Nasional

Gerindra Sarankan FPI: Lebih Baik Anda Jadi Parpol Biar Bebas Wujudkan NKRI Syariah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Agar Front Pembela Islam (FPI) tidak selalu dijadikan persoalan, ada baiknya FPI menjadi partai politik.
Bila FPI memenuhi persyaratan sebagai partai politik, maka perdebatan mengenai ideologi FPI akan selesai dengan sendirinya.
Itu karena status sebagai partai politik peserta pemilu memberikan kepastian ideologi FPI adalah Pancasila.
Usul menarik itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.
“Supaya FPI enggak selalu dipersoalkan kalau buat acara, dan terjadi pro kontra di masyarakat, usul saya FPI dari ormas jadi parpol aja. Jadi jelas ideologinya pasti Pancasila,” katanya sambil mengatakan menjadi kewajiban partai politik untuk mencantumkan Pancasila sebagai ideologi di dalam Anggaran Dasar.
Selain untuk memastikan ideologi Pancasila, skala FPI juga jadi dapat diketahui dengan pasti apakah mereka memang bisa memiliki perwakilan di 75 persen Kabupaten/Kota dan 33 Provinsi di Indonesia.
“Ide NKRI Bersyariah yang diperjuangkan FPI selama ini bisa terealisasi jika FPI jadi parpol dan jadi pemenang mayoritas,” ujarnya lagi.
Bagi FPI sendiri, jika menjadi parpol mereka dapat mengukur berapa persen simpatisannya dari total pemilih tetap di pemilu 2024.
“Dan Habib Rizieq itu punya potensi loh untuk jadi Presiden Indonesia jika FPI jadi parpol,” masih katanya.
“Dengan FPI jadi parpol jadi tidak ada yang bisa mempermasalahkan setiap aktivitas FPI dan Habib Rizieq pasti akan mudah untuk balik ke Indonesia,” ujar Arief Poyuono.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
FPI Habib Rizieq Nasional

FPI Jadi Parpol, Habib Rizieq Bisa Jadi Capres dan Wujudkan NKRI Bersyariah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengusulkan agar Front Pembela Islam (FPI) menjadi partai politik (parpol).
Menurut Arief Poyuono, sebaiknya FPI menjadi parpol agar tidak selalu dijadikan persoalan.
Jika FPI memenuhi persyaratan sebagai partai politik, maka perdebatan mengenai ideologi FPI akan selesai dengan sendirinya. Sebab status partai politik peserta pemilu memberikan kepastian ideologi FPI adalah Pancasila.
“Supaya FPI enggak selalu dipersoalkan kalau buat acara, dan terjadi pro kontra di masyarakat, usul saya FPI dari ormas jadi parpol aja. Jadi jelas ideologinya pasti Pancasila,” katanya, Sabtu (30/11/2019).
Ia menambahkan, partai politik berkewajiban untuk mencantumkan Pancasila sebagai ideologi di dalam Anggaran Dasar.
Selain untuk memastikan ideologi Pancasila, skala FPI juga dapat diketahui dengan pasti apakah mereka memang bisa memiliki perwakilan di 75 persen kabupaten/kota dan 33 Provinsi di Indonesia.
Setelah menjadi parpol, FPI bisa tetap memperjuangkan NKRI bersyariah.
“Ide NKRI Bersyariah yang diperjuangkan FPI selama ini bisa terealisasi jika FPI jadi parpol dan jadi pemenang mayoritas,” ujarnya lagi.
Bagi FPI sendiri, jika menjadi parpol mereka dapat mengukur berapa persen simpatisannya dari total pemilih tetap di pemilu 2024.
“Dan Habib Rizieq itu punya potensi loh untuk jadi Presiden Indonesia jika FPI jadi parpol,” masih katanya.
“Dengan FPI jadi parpol jadi tidak ada yang bisa mempermasalahkan setiap aktivitas FPI dan Habib Rizieq pasti akan mudah untuk balik ke Indonesia,” tandas Arief Poyuono.
(rmol/pojoksatu)

Categories
FPI Nasional

Politisi PDIP: Bubarkan FPI, Jangan Plintat-plintut

POJOKSATU.id, JAKARTA – Politisi DPIP yang juga Sekretaris Jenderal Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyirul Falah Amru meminta pemerintah bertindak tegas dalam menyikapi Front Pembela Islam (FPI).
Pria yang akrab disapa dengan panggilan Gus Falah itu menegaskan, pemerintah tak usah ragu-ragu membubarkan orgamas pimpinan Habib Rizieq Syihab tersebut.
Falah menyampaikan hal itu guna merespons pernyataan Menko Polhukam Moh Mahfud MD tentang pemerintah belum bisa menerbitkan perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) bagi FPI sebagai ormas.
“Pemerintah harus tegas jika ingin membubarkan FPI, jangan plintat-plintut kebanyakan tarik ulur,” ujar Falah melalui layanan pesan, Sabtu (30/11).
BACA JUGA: Tito Karnavian: FPI Ormas Islam yang Sangat Toleran
Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) itu menambahkan, Indonesia sudah memiliki undang-undang yang mengatur soal ormas.
Menurut Falah, ormas di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan ideologi negara.
Sementara anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) FPI, kata Falah, justru menyuarakan ideologi khilafah.
“Masa di dalam AD/ART ada klausul khilafah islamiah? Enggak bener ini,” kata Falah.
BACA JUGA: Beredar Video Tokoh Agama Kristen Dukung FPI, Masa Jokowi Takut?
Sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan rekomendasi tentang perpanjangan SKT bagi FPI. Namun, Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah belum bisa menerbitkan SKT bagi FPI.
Menurut Mahfud, ada persoalan dalam AD/ART FPI yang membuat pemerintah tak mau menerbitkan SKT.
“Ada permasalahan sehingga (SKT untuk FPI) tidak bisa dikeluarkan sekarang,” kata mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.
(ara/jpnn)

Categories
FPI munarman Nasional Ninoy Karundeng PA 212 pengakuan Penganiayaan tersangka

Ini Isi Obrolan WA Munarman dan Tersangka Kasus Ninoy Karundeng Versi Munarman dan Pengacaranya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman mengakui, ada komunikasi antara dirinya dengan salah satu tersangka kasus penganiayaan Ninoy Karundeng.
Kepada wartawan, Munarman menyampaikan bahwa saat itu dirinya dihubungi oleh Supriadi, pengurus DKM masjid Al-Falah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Di masjid itu, disebut sebagai lokasi penyekapan dan penganiayaan buzzer pendukung Jokowi itu.
BACA: Setelah Pengacara, Munarman Sendiri Ngaku Minta Rekaman CCTV Masjid Al-Falah
Komunikasi awal itu, kata Munarman, terjadi dua hari setelah peristiwa penganiayaan itu terjadi.
Anak buah Habib Rizieq Shihab ini mengatakan, Supriadi menghubunginya untuk berkonsultasi hukum terkait peristiwa penganiayaan tersebut.
Sehingga statusnya, dia dalam percakapan ini seorang pengacara dengan calon kliennya.
Dia juga mengakui bahwa dirinya memang meninta rekaman CCTV masjid Al-Falah agar diperlihatkan kepadanya.
BACA: Pengacara Sendiri yang Bilang, Munarman Minta Rekaman CCTV Masjid Al-Falah Diamankan
Tujuannya, sebagai calon kuasa hukum, agar bisa memberikan penilaian dari aspek hukum terhadap kondisi masjid saat penganiayaan terjadi.
Sehingga, kata dia, bisa diputuskan langah hukum berikutnya.
“Saya minta supaya rekaman CCTV masjid dikasih saya, agar saya bisa asassment situasinya dalam rangka kepentingan hukum calon klien,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019).

Categories
FPI kamera CCTV munarman Nasional Ninoy Karundeng PA 212

Setelah Pengacara, Munarman Sendiri Ngaku Minta Rekaman CCTV Masjid Al-Falah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman, hampir 12 jam ‘digarap’ penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penganiayaan Ninoy Karundeng.
Munarman tiba di Gedung Resmob Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.20 WIB dan langsung menuju ruang penyidik. Dia baru keluar pada pukul 22.30 WIB
Munarman diperiksa penyidik perihal rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi dugaan penyekapan dan penganiayaan buzzer dan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.
BACA: Pengacara Sendiri yang Bilang, Munarman Minta Rekaman CCTV Masjid Al-Falah Diamankan
Kepada wartawan, Munarman mengatakan, ada dua topik besar yang ditanyakan penyidik. Pertama, terkait penganiayaan Ninoy di Masjid Al-Falah.
“Intinya tentang apakah saya mengetahui peristiwa di masjid Al Falah. Saya bilang tidak tahu peristiwa itu,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019).
Ia menuturkan, kaitan dirinya dengan salah satu tersangka dalam kasus dimaksud adalah konsultasi hukum.
BACA: Agak Pincang dan Sulit Bicara, Bernard Abdul Jabar Minta Penangguhan Penahanan
“Jadi terkait klarifikasi soal konsultasi hukum dari salah satu tersangka yang kebetulan DKM masjid Al Falah kepada saya,” imbuhnya.
Selanjutnya dia menjelaskan hubungannya dengan tersangka Supriadi.
Ia mengatakan, Supriadi menghubunginya untuk berkonsultasi hukum terkait peristiwa penganiayaan tersebut.

Categories
FPI kamera CCTV munarman Nasional Ninoy Karundeng Penganiayaan tersangkam pelaku

Pengacara Sendiri yang Bilang, Munarman Minta Rekaman CCTV Masjid Al-Falah Diamankan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman, hampir 12 jam ‘digarap’ penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penganiayaan Ninoy Karundeng.
Munarman tiba di Gedung Resmob Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.20 WIB dan langsung menuju ruang penyidik. Dia baru keluar pada pukul 22.30 WIB
Munarman diperiksa penyidik perihal rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi dugaan penyekapan dan penganiayaan buzzer dan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.
BACA: Agak Pincang dan Sulit Bicara, Bernard Abdul Jabar Minta Penangguhan Penahanan
Kepada wartawan, kuasa hukum Munarman, Aziz Yanuar menegaskan, kliennya tidak pernah meminta menghapus rekaman CCTV Masjid Al-Falah.
Munarman, kata dia, hanya ingin mengetahui fakta yang terjadi di lokasi tersebut melalui rekaman CCTV dimaksud.
“Bukan (minta dihapus). Justru (Munarman) mau tahu faktanya digunakan oleh pihak kepolisian,” kata Azis kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019) malam.
BACA: Nah…Ketahuan, Novel Bamukmin Ada di Lokasi saat Ninoy Karundeng ‘Dipermak’
Akan tetapi, pihaknya mengakui bahwa Munarman memang meminta rekaman CCTV. Hal itu dilakukan karena Munarman adalah seorang pengacara yang hendak memberikan konsultasi hukum.
Sebagai bukti pendukung, Aziz mengungkap adanya percakapan via aplikasi perpesanan Whatsapp antara kliennya dengan salah seorang tersangka, yakni Supriyadi yang tidak lain adalah DKM masjid Al-Falah.

Categories
Bernard Abdul Jabbar FPI Nasional Ninoy Karundeng PA 212 Penangguhan Penahanan Penganiayaan tersangka

Agak Pincang dan Sulit Bicara, Bernard Abdul Jabar Minta Penangguhan Penahanan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Bernard Abdul Jabbar, menjadi salah satu tersangka kasus penganiayaan Ninoy Karundeng yang ditahan Polda Metro Jaya.
Kini, Bernard dikabarkan sakit. Dengan alasan tersebut, Bernard akhirnya mengajukan penangguhan penahanan.
Hal itu diungkap anggota tim hukum Front Pembela Islam, Aziz Yanuar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019).
BACA: Nah…Ketahuan, Novel Bamukmin Ada di Lokasi saat Ninoy Karundeng ‘Dipermak’
Aziz mengungkap, pengajuan permohonan penangguhan penahanan itu sudah diajukan kepada penyidik siang tadi.
“Tadi siang sudah kita masukkan (permohonan penangguhan penahanan) sesuai prosedur kepada Kapolda hingga ke tingkat penyidik. Beserta jaminan dari istrinya,” ungkap Azis.
Selain itu, pihaknya juga menyertakan bukti Bernard yang saat ini tengah dalam kondisi sakit.
Kemarin malam, kata dia, Bernard agak pincang dan sulit berbicara.
BACA: Penganiayaan Ninoy Karundeng: Novel Bamukmin Bakal Jadi Tersangka?
“Memang sedang perawatan. Kami sangat khawatir, kalau penahanan dilanjutkan, takutnya (sakitnya) semakin memburuk,” katanya.
Aziz mengunkap, sakit yang diderita Bernard adalah strok dan diabetes.
“Kita khawatir terjadi hal-hal yang buruk,” lanjutnya.

Categories
FPI Nasional Ninoy Karundeng Novel Bamukmin PA 212 Penganiayaan tersangka

Nah…Ketahuan, Novel Bamukmin Ada di Lokasi Saat Ninoy Karundeng ‘Dipermak’

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, polisi juga akan memeriksa Jurubicara Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Novel Bamukmin.
Keduanya dipanggil penyidik kaitannya dengan kasus penyekapan dan penganiayaan buzzer dan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.
Rencananya, anak buah Habin Rizieq Shihab itu akan digarap penyidik Polda Metro Jata, besok Kamis 10 Oktober 2019.
BACA: Penganiayaan Ninoy Karundeng: Novel Bamukmin Bakal Jadi Tersangka?
Ditanya terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyatakan pihaknya memiliki alasan kuat.
Pasalnya, Novel Bamukmin ternyata ada di lokasi saat Ninoy Karundeng disekap dan dianiaya.
Yakni di masjid Al-Falah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Jadi, dia (Novel Bamukmin) ada di lokasi (penganiayaan),” beber Argo kepada wartawan, Rabu (9/10/2019).
BACA: 7 Poin Penting PA 212 atas Penangkapan Bernard Abdul Jabbar dalam Kasus Ninoy Karundeng
Novel sendiri akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Surat panggilan terhadap Novel itu berdasarkan surat nomor:S Pgl/9902/X/RES.1 atas pelapor bernama Ninoy N. Karundeng dengan Laporan Polisi Nomor: LP/6280/X/2019/PMJ/Dit Reskrimum 01 Oktober 2019.
“Ya benar, besok Bapak Novel akan dimintai keterangan, dengan agenda pemanggilan,” terangnya.

Categories
Bernard Abdul Jabbar FPI Nasional Ninoy Karundeng PA 212 pelaku Penganiayaan tersangka

Tak Terima Bernard Abdul Jabbar Tersangka Kasus Ninoy Karundeng, PA 212 Tuntut Polisi

POJOKSATU.id, JAKARTA – DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) tak terima dengan penetapan tersangka terhadap Bernard Abdul Jabbar dalam kasus penganiayaan Ninoy Karundeng.
PA 212 menilai, ada banyak kejanggalan dalam proses penetapan tersangka terhadap buzzer dan relawan Jokowi itu.
Selain itu, mereka juga mengecam proses penangkapan Bernard oleh polisi yang dinilai berlebihan.
BACA: Kronologis Penangkapan Ustadz Bernard, PA 212: Malam Hari Dipepet 5 Mobil di Tol Tomang
Demikian disampaikan Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif kepada wartawan dalam konferensi pers di Sekretariat PA 212, Jalan Condet Raya, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019).
“DPP PA 212 menyayangkan dan mengecam tindakan aparat dalam penangkapan ustaz Abdul Jabbar,” kata Slamet.
Slamet menyebut, ada beberapa kejanggalan dalam proses penangkapan Sekjen DPP PA 212 itu.
Pertama, penangkapan dilakukan tanpa adanya surat resmi. Juga pemepetan yang dilakukan polisi di Tol Tomang.
BACA: Dua Pengurus PA 212 Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng, Ini Identitasnya
Karena itu, pihaknya menuntut polisi bertindak profesional dalam pengusutan kasus yang melibatkan Bernard.
Slamet jyga menuntut, anak buah Kapolri Jendral Tito Karnavian itu mengedepankan hak asasi manusia (HAM) dalam mengusut sebuah kasus.

Categories
FPI identitas kasus penganiayaan munarman Nasional Ninoy Karundeng pelaku

Diduga Terlibat Penganiayaan Ninoy Karundeng, Sekjen FPI Munarman Akui Minta Rekaman CCTV

POJOKSATU.id, JAKARTA – Nama Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman, disebut-sebut dalam kasus penganiayaan buzzer Jokowi, Ninoy Karundeng.
Namun, Munarman membantah terlibat dalam kasus tersebut. Akan tetapi ia mengakui meminta rekaman CCTV yang merekam kejadian tersebut, beberapa hari setelah kejadian.
Ia mengatakan, dirinya meminta rekaman CCTV setelah didatangi oleh salah satu pengurus Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat.
BACA: Ninoy Karundeng Ketahuan Relawan Jokowi, Langsung ‘Dipermak’ di Dalam Masjid
Pengurus masjid itu mendatanginya untuk meminta konsultasi hukum. Ia juga menyatakan baru mengetahui namanya disebut-sebut dari pemberitaan media online dan media sosial.
Demikian disampaikan Munarman dikutip PojokSatu.id dari RMOL, Senin (7/10/2019).
“Salah satu pengurus masjid beberapa hari setelah peristiwa konsultasi hukum ke saya,” katanya.
Munarman menjelaskan, permintaannya terkait rekaman CCTV itu murni untuk kepentingan hukum.
BACA: Ninoy Karundeng Akhirnya Cerita Sendiri, Ada Habib yang Mau Penggal dan Belah Kepalanya
“Saya minta dikasih rekaman CCTV masjid agar bisa asassment situasinya dalam rangka kepentingan hukum dan bantuan hukum terhadap calon klien,” katanya.
Sebaliknya, ia membantah telah memerintahkan agar rekaman CCTV tersebut tidak diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Enggak ada (melarang seperti itu),” tutupnya.