Categories
emak-emak karawang kampanye hitam Nasional Pilpres 2019

Ternyata Ini Aktor Intelektual di Balik Kampanye Hitam Emak-emak Karawang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polisi terus mengembangkan penyidikan kasus ujaran kebencian lewat kampanye hitam yang dilakukan tiga emak-emak di Karawang Jawa Barat. Terbaru, polisi membeberkan siapa aktor intelektualnya.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut, dari tiga emak-emak yang ditangkap setelah videonya viral itu, CW menjadi perhatian serius.
BACA JUGA: Polisi Akui Ada Cewek Saat Andi Arief Ditangkap, Ini Identitasnya
Sebab CW diketahui sebagai otak sekaligus kreator kampanye hitam yang menyudutkan calon presiden petahana, Joko Widodo.
“Yang paling dominan itu tersangka CW. Dia sebagai kreator sekaligus buzzer,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/3/2019).
CW diketahui berprofesi sebagai guru les private bahasa Inggris. Dia yang mengajak dua pelaku lainnya untuk melakukan kampanye hitam.
Kedua rekannya ‘hanya’ lulusan SD dan masih kerabat CW. Yang satu penjual karedok, yang satu bekerja sebagai asisten rumah tangga.
“Karena merasa masih kerabat, mau saja membantu memerankan ngomong dengan bahasa Sunda,” jelas Dedi.
BACA JUGA: Akhirnya Polisi Akui Ada Cewek Saat Andi Arief Digerebek
CW, sambung Dedi, selain sebagai kreator juga mendirect alias mengarahkan kedua kerabatnya melakukan kampanye hitam terhadap Jokowi secara door to door.
“CW sendiri yang mengendalikan selain dia ngomong mengendalikan dengan video kemudian menambah lagi narasinya kemudian memviralkan. Dua ini gak ngerti apa-apa. ini gaptek juga. jadi ikut serta aja,” imbuh Dedi.
Dedi memastikan penyidik tidak akan mengabulkan permintaan penangguhan penahanan CW jika yang bersangkutan mengajukan.
“Tapi ini (CW) nggak mungkin ditangguhkan, karena ini aktor intelektual. Dia sebagai kreator sekaligus buzzer,” tegas Dedi.
(rmol/fat/pojoksatu)