Categories
dugaan pengaturan skor Joko Driyono tersangka Nasional satgas antimafia bola match-fixing

Pemeriksaan Keuangan Masih Berlangsung, PPATK Telusuri Aliran Dana Joko Driyono

POJOKSATU.id, JAKARTA- Ketua Tim Media Tim Satgas Anti Mafia Sepakbola, Kombes Pol Argo Yuwono mengaku  sudah  dapat dari Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) soal pendalaman aliran dana yang dimiliki oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepakbola Indonesia Joko Driyono (Jokdri).
“Sudah pasti, ini akan menjadi bahan penyidik akan dievaluasi seperti apa surat dari PPATK tersebut dan menjadi bagian untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Argo, Selasa (26/2).
Pengusutan ini untuk mencari bukti transaksi keuangan yang mencurigakan dari Jokdri. Kepala PPATK, Kiagus Ahmad menambahkan, pemeriksan keuangan masih berlangsung.
“Jadi tidak cuman data base-nya saja, nanti kami lengkapin dengan pemantauan terhadap transaksi-transaksi daripada yang bersangkutan. Kami tu setiap saat menerima laporan-laporan tentang transaksi keuangan yang mencurigakan dan laporan transaksi tunai itu ada di tempat kami, nanti secara digital dengan gampang mengumpulkan yang ada di data base kami,” kata dia menambahkan.
Kata dia, bila semua data sudah terkumpul, pihaknya akan menyerahkan kepada Tim Satgas Mafia Bola untuk segara dilakukan penindakan bila terbukti ada transaksi yang mencurigakan. Namun, kapan pemeriksan rampung belum bisa dipastikan.
Kiagus menyebut, akan secepatnya menyelesaikan hal tersebut. Dia juga tak merinci karena bisa menggangu penyidikan.
“Tugas kami hanya mengumpulkan data, menganalisa dan mendeminasi pada penegak hukum. Tidak bisa kami konkritkan berapa lama kapan, sebulan, kita memberikan laporan sebaik – baiknya, kualitasnya kita perhatikan dan secepat-cepatnya. Oh ini sebulan, oh ini seminggu, itu sangat tergantung kepada jenis transaksinya, bagaimana mereka mengatur penyembunyiannya dan sebagainya,” ujarnya lagi.
(dhe/pojoksatu)

Categories
dugaan pengaturan skor Nasional satgas antimafia bola

Polisi Tunggu Hasil Analisa PPATK Terkait Aliran Dana Joko Driyono

POJOKSATU.id, JAKARTA- Sejauh ini polisi masih menunggu hasil analisa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait aliran dana yang terdapat pada 75 barang bukti yang disita dari tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor, Pelaksana Ketua Umum Persatuan Sepakbola Indonesia, Joko Driyono.
“Iya masih apenyidik berkaitan dengan kasus tersebut (perusakan barang bukti),” jelas Kabid Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (21/2).
Dia mengatakan tak menutup kemungkinan Jokdri terjerat kasus lain. Pasalnya, Jokdri diduga terlibat dalam kasus pengaturan skor di liga Indonesia.
Apalagi ditemukan uang ratusan juta serta beberapa dokumen terkait aliran dana yang belum diketahui aliran tersebut. Dimana hal itu ditemukan dari penggeledahan apartemen dan ruang kerja Jokdri.
Meski begitu, kemungkinan tersebut belum bisa dibuktikan dalam waktu dekat. “Semua kemungkinan bisa terjadi, apakah bisa muncul laporan baru itu semua bisa terjadi. Misal dalam penyelidikan ada pidana lain bisa kita buatkan laporan polisi,” katanya lagi.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena merusak barang bukti terkait pengaturan skor. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (14/2).
Jokdri adalah aktor intelektual yang memerintahkan tiga pesuruhnya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Sepakbola beberapa waktu lalu.
Dia memerintahkan ketiganya melakukan perusakan garis polisi atau masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi, kemudian memerintahkan melakukan perusakan barang bukti dan pencurian mengambil laptop terkait kasus dugaan pengaturan skor.
Usai ditetapkan jadi tersangka, polisi melakukan penggeledahan di apartemen Jokdri di Apartemen Taman Rasuna, tower 9 lantai 18 unit 0918 C, Jalan Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Selain itu polisi juga menggeledah ruang kerja Jokdri di Kantor PSSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis, (14/2).
Kemudian, polisi pun melakukan pencekalan terhadap Jokdri. Polisi sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi pada (15/2) untuk mencegah Jokdri keluar negeri untuk 20 hari kedepan.
(dhe/pojoksatu)

Categories
dugaan pengaturan skor Nasional satgas antimafia bola

Joko Driyono Kembali Penuhi Panggilan Kedua Satgas Antimafia Bola

POJOKSATU.id, JAKARTA- Tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor, Pelaksana Ketua Umum Persatuan Sepakbola Indonesia, Joko Driyono memenuhi panggilan keduanya sebagai tersangka hari ini, Kamis (21/2) di Polda Metro Jaya.
Sama seperti pemeriksaan pertama, tak banyak yang diucap Jokdri setibanya di Polda Metro Jaya. Dia hanya berkata siap menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Bismillah aja,” katanya di Polda Metro Jaya, Kamis (21/2).
Setibanya di Polda Metro, Jokdri langsung masuk ruang penyidik didampingi seorang pria dengan menggunakan kemeja batik. Tak ada lagi pernyataan yang dilontarkan ke awak media.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena merusak barang bukti terkait pengaturan skor. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (14/2) lalu.
Dirinya adalah aktor intelektual yang memerintahkan tiga pesuruhnya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Sepakbola beberapa waktu lalu.
Dia memerintahkan ketiganya melakukan perusakan garis polisi atau masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi, kemudian memerintahkan melakukan perusakan barang bukti dan pencurian mengambil laptop terkait kasus dugaan pengaturan skor.
Usai ditetapkan jadi tersangka, polisi melakukan penggeledahan di apartemen Jokdri di Apartemen Taman Rasuna, tower 9 lantai 18 unit 0918 C, Jalan Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Selain itu polisi juga menggeledah ruang kerja Jokdri di Kantor PSSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis, (14/2).
Kemudian, polisi pun melakukan pencekalan terhadap Jokdri. Polisi sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi pada 15 Februari 2019 untuk mencegah Jokdri keluar negeri untuk 20 hari kedepan.
(dhe/pojoksatu)