Categories
doa ibu KH Ma'ruf Amin meninggal dunia Nasional ustaz abdul somad

Ibunda Ustaz Abdul Somad Meninggal Dunia, Begini Isi Doa KH Ma’ruf Amin

POJOKSATU.id, JAKARTA – KH Ma’ruf Amin menyampaikan duka cita atas meniggalnya ibunda Ustaz Abdul Somad (UAS), Hj Rohana.
Demikian disampaikan Kiai Ma’ruf di sela-sela safari silaturahminya di Jawa Timur, Senin (18/3/2019).
Dalam doanya, Ketua nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga mendoakan semua amal ibadah ibunda UAS diterima di sisi Allah.
BACA: Relawan Prabowo-Sandi Sebut ‘Infrastruktur Langit’ Menyesatkan, Kiai Ma’ruf Plong
“Innalillahirojiun, mudah-mudahan diterima oleh Allah. Dimaaafkan kesalahannya,” ujar Ma’ruf.
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 ini juga memberikan nasihat kepada Ustaz Abdul Somad.
Dia mendoakan keluarga, termasuk Ustaz Somad agar sabar dan merelakan apa yang sudah menjadi takdir Allah.
BACA: Kiai Ma’ruf Ngaku, Ternyata Ini Asal Istilah Infrastruktur Langit
“Kepada khususnya Ustaz Somad saya sampaikan saya bertaziah, saya berduka cita atas wafatnya ibu beliau,” lanjut Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) ini.
Sebelumnya, ibunda Ustaz Abdul Somad, Hj Rohana menghembuskan nafas terakhir pada Senin (18/3) pagi setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Sansani, Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru, Riau.
Salah satu sahabat UAS, Tatang Yudiansyah membenarkan kabar duka ini. Ia menyebutkan, kepergian ibunda ustad kondang asal Riau itu terbilang cukup mendadak.
BACA: Infrastruktur Langit Kiai Ma’ruf dalam Debat Pilpres Disoal Relawan Prabowo-Sandi, Menyesatkan
“Iya, benar. Mendadak saja, pukul 05.30 WIB,” kata Tatang melalui pesan WhatsApp.
Dari Rumah Sakit Sansani, ibunda UAS akan langsung dibawa ke kampung halaman di Kecamatan Silaut Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut).
“Jenazah dibawa melalui jalur darat ke kampung halaman,” ucapnya.
BACA: Catut Identitas Dosen Gunadarma, Ternyata Akun @LiesSugiyarti Palsu
Tampak dari halaman rumah sakit banyak warga dan sahabat yang mengantar kepergian almarhumah.
Ambulans dengan diiringi beberapa mobil berangkat dari rumah sakit ke kampung halaman sekitar pukul 08.00 WIB. Sementara itu, UAS sendiri tak tampak di rumah sakit.
Kabarnya, UAS yang juga sebagai dosen di UIN Suska Riau itu sedang berada di luar kota. Tepatnya di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan II, Madura, Jawa Timur (Jatim).
BACA: Perilaku Relijius Jokowi Dibongkar Orang Dekat Ini, Apa Benar Sering Puasa Senin-Kamis? Ternyata…
Dari sana, UAS akan terbang langsung ke Sumut. “Beliau sudah dapat tiket dan langsung terbang ke Medan,” ungkapnya.
Meski disibukkan dengan kegiatan tausiyah keliling daerah di Indonesia, UAS tetap menyempatkan diri pulang ke rumah orang tuanya di Jalan Suka Karya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau.
Salah seorang tetangga UAS bernama Ratih (30) mengungkapkan, UAS selalu mampir ke rumah ibunya yang berusia sekitar 70 tahun setiap pulang ke Pekanbaru.
BACA: Klarifikasi Adik Ega Hegarini Dosen Gunandarma yang Fotonya Dicatut Akun Palsu Lies Sugiyarti
“Ya, jarang sih. Paling cuma sekali sebulan. Itupun belum tentu. Di rumah itu kan hanya ibunya saja,” kata Ratih yang berjualan di sekitar rumah UAS.
Rumah ibu UAS terlihat sangat sederhana. Jauh dari kesan mewah. Rumahnya bercat warna abu-abu dan berada di dalam kompleks perumahan.
Tampak di garasi terparkir mobil yang hanya diatapi kanopi. Selain itu, juga ada mobil lainnya terparkir di luar pagar.
BACA: Sindiran Tajam Mahfud MD Bikin Ngilu Usai Acara Apel Kebangsaan di Semarang
Walau hanya berjarak beberapa rumah saja, Ratih mengaku jarang sekali melihat UAS yang diberi gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara itu.
Ia hanya mengetahui sosok UAS dari televisi saja.
Sebab selain jadwalnya yang padat, UAS juga merupakan dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau.
“Iya, beliau kan dosen juga. Memang jarang sekali ketemu. Terakhir itu Rabu (5/9) lalu kalau nggak salah,” katanya.
BACA: Prabowo-Sandi Mau Hapus UN, TKN: Konsep Absurd, Merusak Sistem Pendidikan
Meski sibuk, namun UAS tetap menyempatkan diri untuk mengisi siraman rohani di Masjid Ibadurrahman yang berdekatan dengan rumahnya.
“Ada sesekali isi ceramah. Kemarin pas puasa juga salat di sini,” tuturnya.
Jika pulang dari luar kota, biasanya UAS selalu membawa buah tangan untuk ibunda tercintanya. Selanjutnya, buah tangan dari sang anak dibagikan kepada para tetangga.
BACA: ‘Tidak Enak Sebut 5-0, Demi Menghormati Kiai Ma’ruf Skornya 4-1 Saja’
“Banyak itu bawa oleh-oleh. Sering dibagikan ke tetangga. Saya sering dapat,” ungkap Ratih.
Setiap hari, tetangga sekitar sudah tak asing lagi melihat mobil Patwal polisi lalu lintas melintas di sekitar rumah mereka.
Karena jika UAS selesai mengisi ceramah, biasanya akan diiringi oleh mobil polisi tersebut.
BACA: Kubu 02 Akui Penampilan Ciamik KH Ma’ruf Amin tapi Ejek Jokowi, “Lebih Matang dan Cerdas dari Pak Jokowi”
“Tiap hari banyak polisi. Tapi beberapa hari ini sudah jarang kami lihat,” ucapnya.
(jpg/ruh/pojoksatu)

Categories
doa gresik menangis Nasional Prabowo Subianto Video

Prabowo Berdoa Sambil Menangis: Ya Allah, Beri kepada Saya Kekuatan untuk Membela Rakyat

POJOKSATU.id – Ekspresi berbeda ditunjukkan calon presiden Prabowo Subianto yang selalu berapi-api tiap kali menyampaikan pidatonya. Kali ini, ia berdoa sambil menangis.
Momen itu terjadi saat ia menyampaikan orasi politiknya di depan para relawan dan pendukungnya di Gresik, Jawa Timur, Senin (25/2/2019).
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Gerindra itu memanjatkan doa sembari menahan air mata.
BACA: Prabowo Sebut Ada Elit Bakal Bagi-bagi Uang dan Sembako, TKN: Selalu Mulai dari Suudzon
Ia berdoa kepada Allah SWT agar tetap diberikan kekuatan untuk membela rakyat Indonesia.
“Ya Allah, beri kepada saya kekuatan untuk membela rakyat, untuk mewujudkan keadilan di republik ini, mewujudkan kemakmuran untuk rakyat,” ucapnya sembari manangis.
Ia juga berharap agat tak ada lagi rakyat yang susah di Indonesia.
BACA: Sebut Ada Elit Politik Bakal Bagi Uang dan Sembako, Bawaslu Tantang Prabowo, Berani Nggak?
“Supaya tidak ada orang kesusahan, supaya tidak ada orang kelaparan di republik ini, ya Allah hanya itu yang aku minta ya Allah,” lanjut dia dalam doa tersebut.
Lebih lanjut, mantan menantu Presiden Soeharto itu sangat mengapresiasi para pendukungnya yang mandiri dalam memberikan dukungan kepada dirinya dan Sandiaga Uno.
Dia juga mengapresasi partisipasi aktif masyarakat yang secara sukarela telah membuat atribut kampanye.
BACA: Tersinggung Jokowi Tagih Lahan, TKN Nilai BPN Baper dan Sensi
“Kami melihat semangat kalian begitu besar. Kalian bikin kaos sendiri, bikin poster sendiri, bikin spanduk dan baliho sendiri,” ucapnya.
“Saya yakin, meski tak banyak baliho di jalanan, tapi baliho Prabowo-Sandi ada di hati rakyat,” lanjutnya.
Mantan suami Titiek Soeharto itu melanjutkan, perjuangan untuk mengubah masa depan Indonesia akan ditentukan pada 17 April 2019 mendatang.

Categories
doa Kapitra Ampera munajat 212 Nasional puisim Neno Warisman

Kapitra Ampera Tanggapi Doa Neno Warisman: Mereka Akan Murtad Secara Masif? Silahkan…

POJOKSATU.id, JAKARTA – Puisi doa Neno Warisman di panggung Munajat 212, Kamis (21/2) pekan lalu masih terus menuai kecaman dari berbagai pihak.
Doa yang dipanjatkan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu dinilai sebagai sebuah penistaan terhadap Allah SWT.
Pasalnya, dalam doa tersebut, Neno memaksa dan mengancam Allah SWT jika tak memenangkan golongannya di Pilpres 2019.
BACA: Janji Jokowi: Dana Abadi Pendidikan 100 Triliun, Dana Penelitian 50 Triliun dan Perguruan Tinggi 10 Triliun
Selain dari masyarakat umum, kecaman itu juga datang dari kubu petahana, Jokowi-Ma’ruf Amin.
Kali ini giliran politikus PDIP, Kapitra Ampera yang ikut angkat bicara terkait doa yang dipanjatkan Neno Warisman.
Menurutnya, salah satu bait puisi doa tersebut jelas-jelas berupa ancaman.
BACA: Jokowi Curhat di Konvensi Rakyat, Tinggal di Bantaran Kali dan Digusur, Prabowo Gak Pernah Merasakan
Apabila yang dikehendaki tidak dikabulkan, maka akan banyak yang tidak menyembah Allah lagi.
“Jadi, kalau Allah tidak memenangkan, mereka akan murtad secara masif? silakan,” kata Kapitra, Minggu (24/2/2019).
Menurut Kapitra, pembelaan bahwa puisi Neno itu berlatar Perang Badar saat Rasullulah berhadapan dengan kaum quraisy adalah sangat tidak tepat.
BACA: Jokowi Tagih Lahan Prabowo, Mau Dibagi-bagikan ke Rakyat, “Saya Tunggu Sekarang”
Terlebih kemudian malah dikait-kaitkan dengan sunnah nabi.
“Rasulullah itu melarang untuk memberikan kekuasaan kepada orang yang meminta-mintanya,” tegas Kapitra.
Sebelumnya, anggota Tim KH Ma’ruf Amin (KMA) Habib Sholeh Almuhdar menilai puisi doa Neno Warisman itu adalah sebuah penistaan Allah SWT.

Categories
doa fahri hamzah munajat 212 Nasional Neno Warisman puisi

Puisi Neno Warisman Dikecam, Fahri Hamzah Salahkan Kubu Jokowi-Ma’ruf

POJOKSATU.id, JAKARTA – Puisi doa Neno Warisman di panggung Munajat 212, Kamis (21/2) pekan lalu masih terus menuai kecaman dari berbagai pihak.
Doa yang dipanjatkan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu dinilai sebagai sebuah penistaan terhadap Allah SWT.
Pasalnya, dalam doa tersebut, Neno memaksa dan mengancam Allah SWT jika tak memenangkan golongannya di Pilpres 2019.
BACA: Massa Munajat 212 Intimidasi Wartawan, Novel Bamukmin: Oknum Wartawan Sengaja Provokasi
Selain dari masyarakat umum, kecaman itu juga datang dari kubu petahana, Jokowi-Ma’ruf Amin.
Terkait hal itu, Fahri Hamzah pun angkat bicara dan balik menyalahkan kubu pasangan capres-cawapres petahana itu.
Fahri Hamzah di panggung Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2/2019)
“Itu kan doanya beliau (Neno Warisman), nggak usah parno lah,” katanya ditemui di Park Hotel, Jakarta, Minggu (24/2/2019).
Sebaliknya, inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) itu menyalahkan kubu petahana.
BACA: Habib Novel: Puisi Neno Warisman Dahsyat, Dalil Kuat, yang Gak Setuju Sesat
Menurutnya, bisa saja doa yang disampaikan Neno Warisman itu dipicu pernyataan dari kubu Jokowi-Ma’ruf.
“Mungkin itu hasil dari pernyataan pejabat yang menyebut ‘perang total’, akhirnya didoain oleh Mbak Neno, ‘ayo perang’ kan kira-kira gitu. Ya udah salah sendirilah,” katanya.
Pejabat dimaksudnya tak lain Wakil Ketua (TKN) Jokowi-Maruf yang juga Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko.
Istilah perang total disampaikan Moeldoko sebagai strategi untuk memenangkan paslon 01.
BACA: Habib Soleh Tanya, Dalil Mana yang Membenarkan Doa Neno Warisman?
Neno sendiri juga dikenal sebagai pendukung Prabowo-Sandi dan bukan pejabat negara sehingga menurut Fahri, puisi Munajat 212 tidak sepatutnya dipolemikkan.
“Kebetulan dia pendukung Prabowo, biarin, tapi dia nggak ada konsekuensi hukum karena tidak makan uang negara,”
“Yang bermasalah itu kan yang makan uang negara, yang mengumumkan perang total di kantor pemerintah,” tutupnya.

Categories
doa habib novel munajat 212 Nasional Neno Warisman puisi

Habib Novel: Puisi Neno Warisman Dahsyat, Dalil Kuat, yang Gak Setuju Sesat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Puisi doa Neno Warisman di panggung Munajat 212, Kamis (21/2) pekan lalu masih terus menuai kecaman dari berbagai pihak.
Doa yang dipanjatkan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu dinilai sebagai sebuah penistaan terhadap Allah SWT.
Pasalnya, dalam doa tersebut, Neno memaksa dan mengancam Allah SWT jika tak memenangkan golongannya di Pilpres 2019.
BACA: Habib Soleh Tanya, Dalil Mana yang Membenarkan Doa Neno Warisman?
Kendati demikian, pihak-pihak yang sekubu dengan Neno tak henti-hentinya terus memberikan pembelaan.
Pembelaan datang dari Jurubicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin yang menyebut puisi doa Neno itu memiiki dalil.
Neno Warisman membacakan doa puisi di panggung Munajat 212
Apalagi, dasar yang dipakai dalah Perang Badar saat Muhammad SAW berperang melawan kaum quraisy.
“Puisi Neno justru dahsyat, karena terinspirasi dari Perang Badar. Artinya jelas ada landasan dalil yang kuat, berdasarkan sunah nabi,” katanya, Minggu (24/2/2019).
BACA: Baliho Jokowi PKI Dicopot, Ini Kata Panwaslu
Sebaliknya, pria yang akrab dipanggil Habib Novel itu menganggap pihak-pihak pengkritik dan yang mempersoalkan puisi dimaksud.
Menurutnya, mereka yang memprotes dan tak terima dengan pusis Neno itu adalah mereka yang tidak memiliki pemahaman yang baik soal agama dan terbawa perasaan (baper).
“Pandangan yang mengkritisi puisi Neno itu tak berdalil, bahkan baper dan liar sebagaimana paham liberal yang sesat dan menyesatkan,” sambung Novel.
Dia menambahkan, orang yang mengkritisi puisi Neno justru menunjukkan kedangkalan pengetahuan soal agama.
BACA: Prabowo: Mereka Anggap Rakyat Indonesia Bodoh, Bisa Dibohongi
“Mereka sudah teracuni pemahaman yang sesat,” tutup Novel.
Sebelumnya, anggota Tim KH Ma’ruf Amin (KMA) Habib Sholeh Almuhdar menilai puisi doa Neno Warisman itu adalah sebuah penistaan Allah SWT.