Categories
DMI Nasional

DMI Gelar Silaturahmi Nasional Gerakan Sejuta Masjid Ramah Anak, Begini Kegiatannya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengadakan kegiatan Silaturahmi Nasional Gerakan Nasional (GN) Sejuta Masjid Ramah Anak (Semarak) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (12/3/2019)
Gerakan masjid ramah anak dinilai merupakan cara paling untuk mencegah perilaku kekerasan pada anak.
Demikian dikatakan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Maria Ulfah Anshor kepada awak media, Selasa (12/3/2019).

“DMI sedang dan akan terus merancang, mengembangkan, dan merawat masjid ramah anak. Masjid hendaknya didesain secara terintegrasi untuk menjadi ruang penting bagi anak-anak. Hal ini membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan masjid, termasuk peran aktif pemerintah,” ungkap Maria Ulfah.
Berdasarkan data laporan pengaduan masyarakat yang diterima oleh KPAI, angka kekerasan terhadap anak terus meningkat. Khususnya kekerasan seksual serta penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).
“Dampaknya, anak-anak harus berhadapan dengan hukum,” ungkapnya.
Pada tahun 2011, lanjut Maria, tercatat sebanyak 2.178 kasus kekerasan terhadap anak. Jumlah ini meningkat menjadi 3.512 kasus pada tahun 2012.
“Lalu meningkat lagi menjadi 4.311 kasus pada tahun 2013 dan terus meningkat menjadi 5.066 kasus pada tahun 2014,” bebernya.
Sementara, Wakil Ketua Umum PP DMI Komjen. Pol. Drs. Syafrudin sekaligus Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan betapa pentingnya peran ibu dalam pembentukan karakter anak-anak yang merupakan tunas generasi bangsa.
“Di Indonesia banyak anak-anak tidak boleh masuk masjid. Sekarang kita dorong anak-anak masuk masjid,” terangnya.
Indonesia, katanya, memiliki populasi umat Islam terbanyak di dunia, dan memiliki banyak masjid.
Ia pun menyatakan banyak masjid dikelola swadaya oleh umat Islam.
“Saat ada bencana alam, umat apapun itu, masjid menjadi tempat berkumpul,” lanjutnya.
Pihaknya mengaku akan mendorong pengembangan masjid yang ramah terhadap anak, dan menjadi pusat pengasuhan anak.
Masih di lokasi yang sama, Puan Maharani selaku Kemenko PMK mengaku memberikan dukungan terhadap pemberdayaan masjid untuk anak ini.
“Saya biasanya kalau lebaran bawa anak perempuan ke masjid, yang laki-laki dibawa bapaknya. Pernah neneknya mau membawa cucunya ke masjid yang lebih jauh, akhirnya kami harus bersiap dari subuh,” ungkapnya menceritakan pengalamannya mengenalkan anak pada masjid.
Sebagai informasi, Silatnas ini diikuti sekitar 1.000 orang, termasuk 315 peserta inti dari pengurus Departemen PPMAK DMI, Korps Muballigh-Muballighah DMI, Badan Pembina Taman-Kanak-Kanak Islam (BPTKI) DMI, dan Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) DMI.
Kegiatan ini pun ada prosesi penandatangan Deklarasi Gerakan Nasional SEMARAK.
“Deklarasi ini akan dirandatangani oleh Waketum PP DMI, H. Syafruddin, yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) RI,” katanya.
(mar/pojoksatu)