Categories
calon pengganti diganti Kapolri Tito Karnavian Nasional Presiden Jokowi

Tiga Sosok Ini Diyakini Dipilih Jokowi Gantikan Tito Karnavian Sebagai Kapolri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jendral Tito Karnavian diyakini tak akan terus menjabat Kapolri jika Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin terpilih sebagai pemenanang Pilpres 2019.
Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dikutip PojokSatu.id dari JPNN.com, Jumat (3/5/2019).
Dalam hematnya, Neta menyebut, setidaknya ada tiga perwira tinggi Polri yang bisa menggantikan posisi yang ditinggalkan Tito.
Pertama, Irjen Agung Budi Maryoto yang baru dilantik sebagai Kabaintelkam, Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Sanjaya atau Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy.
Ketiga perwira tinggi polri tersebut, dinilai nya sangat berpengalaman dan punya prestasi mentereng di Korps Bhayangkara.
Selain itu, hubungan mereka dengan senior dan juniornya sangat harmonis.
“Jadi ketiga perwira ini berpeluang,” kata Neta.
Meski begitu, Neta menilai sosok Gatot Eddy sangat berpeluang untuk didukung oleh seniornya menjadi Kapolri. Termasuk didukung juga oleh Tito.
Menurut Neta, dibanding dua perwira lain, Gatot lebih muda. Gatot Eddy lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988, sedangkan Agung dan Luki Akpol 1987.
“Karena masih muda dan dianggap lebih layak. Selain itu, prestasi Eddy patut diapresiasi karena berhasil menciptakan iklim kondusif selama Pemilu kemarin,” kata dia.
Mengenai kepangkatan Gatot yang baru bintang dua, menurut Neta, hal tersebut bukan masalah.
Sebab, dalam waktu dekat akan ada rotasi di tubuh Polri.
Dia juga memandang Kabaharkam Irjen Condro Kirono akan pensiun akhir tahun ini, sehingga jabatan itu nantinya akan diisi oleh Eddy.
Di sisi lain, Neta meyakini, Jokowi sepertinya akan melengserkan Tito sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu karena menariknya masuk ke dalam kabinet.
Alasannya, Neta menilai Tito sangat berprestasi selama menjadi Kapolri di bawah kepemimpinan Jokowi.
“Kira-kira dia akan diberikan penghargaan berupa jabatan di kabinet atas prestasinya,” yakin Neta.
Salah satu alasan lainnya adalah, jabatan sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu sudah cukup lama diemban Tito.
Jabatan Menteri Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), menurut Neta, sangat cocok dengan ruang kerja Tito sebagai Kapolri selama ini.
Sebab, selama menjabatan Kapolri, Tito sudah mengenyam asam garam di bidang tersebut.
“Saya melihat Pak Tito layak menjadi Menko Polhukam,” kata Neta.
Di samping itu, Neta juga mengingatkan bisa jadi Jokowi memberikan jabatan lain kepada Tito yang berlatar belakang polisi.
Seperti Syafruddin yang sebelumnya Wakapolri diberikan jabatan sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
“Jadi peluang itu sangat besar. Tapi saya memprediksi Tito tidak akan menjadi Kapolri lagi saat Jokowi terpilih kembali,” jelas Neta.
(jpnn/ruh/pojoksatu)

Categories
diganti hasil pilpres 2019 Kapolri Tito Karnavian Nasional Presiden Jokowi

Kapolri Tito Karnavian Sepertinya Bakal Diganti Jika Jokowi Menang Pilpres 2019

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jabatan Kapolri sepertinya tak akan dijabat Jendral Tito Karnavian jika Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin benar-benar terpilih sebagai pemenang Pilpres 2019.
Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dikutip PojokSatu.id dari JPNN.com, Jumat (3/5/2019).
Neta meyakini, Tito akan diberikan jabatan baru dengan ditarik masuk ke dalam kabinet.
Alasannya, Neta menilai Tito sangat berprestasi selama menjadi Kapolri di bawah kepemimpinan Jokowi.
“Kira-kira dia akan diberikan penghargaan berupa jabatan di kabinet atas prestasinya,” yakin Neta.
Salah satu alasan lainnya adalah, jabatan sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu sudah cukup lama diemban Tito.
Jabatan Menteri Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), menurut Neta, sangat cocok dengan ruang kerja Tito sebagai Kapolri selama ini.
Sebab, selama menjabatan Kapolri, Tito sudah mengenyam asam garam di bidang tersebut.
“Saya melihat Pak Tito layak menjadi Menko Polhukam,” kata Neta.
Di samping itu, Neta juga mengingatkan bisa jadi Jokowi memberikan jabatan lain kepada Tito yang berlatar belakang polisi.
Seperti Syafruddin yang sebelumnya Wakapolri diberikan jabatan sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
“Jadi peluang itu sangat besar. Tapi saya memprediksi Tito tidak akan menjadi Kapolri lagi saat Jokowi terpilih kembali,” jelas Neta.
(jpnn/ruh/pojoksatu)