Categories
debat pilpres 2019 Jokowi-Ma'ruf Lipsus Nasional Pilpres 2019 prabowo-sandi

Kumpulan Kejadian ‘Selow’ dalam Debat Pilpres 2019: Peluk Tawa sampai Joget Bareng

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pilpres 2019 yang digelar pada 17 April, sudah di depan mata. Hari itu, rakyat Indonesia akan memilih diantara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi yang akan pemimpin bangsa untuk lima tahun ke depan.
Berkali-kali debat pun sudah tersaji antara kedua pasangan capres-cawapres. Namun, banyak yang publik tak ketahui adalah momen saat debat yang ditayangkan di televisi itu beralih ke iklan.
Baik Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi, sama-sama tak menunjukkan gontok-gontokan, sebagaimana yang ditunjukkan para pendukung masing-masing.
BACA: Pencoblosan Pemilu dan Pilpres 2019 Tutup Pukul 13.00 itu Hoax
Sebaliknya, kedua paslon itu malah saling menghormati satu sama lain dan selalu ‘selow’.
Berikut deretan momen yang tak diketahui publik selama debat Pilpres 2019 yang dirangkum PojokSatu.id dari JPNN.com:
Debat Pertama (17 Januari)
Prabowo Joget Spontan Distop Ira Koesno
Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto bermaksud menanggapi pertanyaan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).
BACA: Coblos Jokowi-Ma’ruf itu Bagian dari Ijtihad dan Jihad Memajukan Indonesia
Jokowi dan Prabowo usai Debat Pilpres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan
Tapi, eits, ternyata belum waktunya. Moderator Ira Koesno mencegahnya. Spontan Prabowo berjoget sejenak. Dan, audiens pun langsung gerrrrr…
Sandi Pijat Pundak Prabowo
BACA: Pesan Megawati di Pemilu 2019: Kader PDIP Harus Bersuara Kalau Ada Kecurangan
Tak hanya sampai di situ. Cawapres (calon wakil presiden) 02 Sandiaga Uno ikut beraksi dengan memijat pundak Prabowo.
Momen saat Sandiaga Uno memijat punggung Prabowo Subianto dalam Debat Capres-Cawapres Pilpres 2019 edisi perdana di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019)
Jadilah, Jokowi juga menghentikan pertanyaan sejenak. Cawapres 01 KH Ma’ruf Amin pun tampak tersenyum. Suasana debat yang cukup tegang sejak awal jadi cair.
BACA: Wabup Paluta Ditangkap Lakukan Money Politik, cuma Begini Tanggapan Partai Gerindra
Salaman Diulang karena Debat Belum Selesai, Diingatkan Ira Koesno
Di akhir segmen keenam pada debat pertama, setelah setiap pasangan calon (paslon) memberikan kata penutup, Jokowi dan Ma’ruf langsung mendatangi podium Prabowo.
Jokowi dan Prabowo. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Keduanya berpelukan dan tertawa lepas. Ira pun terkejut dan mengingatkan bahwa debat belum usai. Alhasil, momen salaman itu pun diulang lagi setelah debat ditutup.
Debat Kedua (17 Februari)
Jokowi vs Prabowo, Dikira Panas Malah ‘Selow’
BACA: Jawaban Adik Ahok Usai Temui 02 Bikin Pendukung Jokowi Tercengang, “Dari Dulu kan Aku (Pilih) Prabowo”
Saat sesi debat terbuka yang diperkirakan berlangsung panas justru berubah adem. Tak lain karena keduanya saling setuju atas pendapat lawan.
Saat Prabowo menyatakan bahwa mereka berdua sama-sama ingin memberantas pencemaran lingkungan, Jokowi manggut-manggut.
Jokowi dan Prabowo bersama Ketua KPU RI Arief Budiman dalam Debat Pilpres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan
“Iya, saya setuju saja,’” ucap Jokowi yang sontak memantik tawa audiens.
Prabowo pun ikut tertawa dan bertepuk tangan.
BACA: Ahok Pose Satu Jari, Adiknya Malah Temui Prabowo, “Beliau adalah Pemimpin Pilihan Terbaik”
Sebaliknya, Prabowo pun bersikap sama saat Jokowi memberikan tanggapan yang membahas soal kebutuhan nelayan.
Prabowo langsung berdiri dan mengambil mikrofon di meja.
“Terima kasih, cukup jelas, Pak,” ucap Prabowo singkat yang juga langsung disambut tawa penonton.
Tim Hore Bikin Gaduh
BACA: Jokowi Masuk Ka’bah, Kuota Haji Langsung Tambah 10 Ribu
Setiap capres bisa memasukkan 142 orang tim hore. Mereka acap kali membuat gaduh sepanjang debat. Akibatnya, beberapa kali pernyataan capres tidak terdengar jelas.
Perilaku tim hore itu pun mendapat kritik luas sehingga mendorong KPU mengurangi jumlahnya di debat berikutnya.
Debat Ketiga (17 Maret)
Sandi Cium Tangan, Ma’ruf Ngayomi
BACA: Usai Masuk Ka’bah, Jokowi dan Keluarga Ziarah ke Makam Rasullulah dan Sahabat, Ini Fotonya
Debat edisi ini mempertemukan kedua cawapres, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno. Sebelum debat dimulai, di belakang panggung, keduanya sudah bertemu dengan ditemani tim masing-masing.
Di situ Sandiaga Uno mencium tangan Ma’ruf. Sementara itu, Ma’ruf menunjukkan sikap mengayomi kepada Sandi.
KH Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno dalam debat pilpres ketiga
Sikap saling respek itu terbawa hingga debat berlangsung. Jadilah, Sandi dan Ma’ruf tampak meminimalkan perselisihan.
Bukannya berdebat, keduanya hanya fokus pada visi dan misi masing-masing.
BACA: Jokowi Ungkap Perasaan Masuk Ka’bah, “Tak Pernah Terbayangkan dalam Hidup Saya”
Tampilan Khas Ma’ruf Amin
KH Ma’ruf Amin, sebagaimana sebelumnya, tampil dengan ciri khas. Mengenakan jas putih dengan kain panjang yang dikalungkan ke leher plus peci hitam.
Bawahannya tentu saja mengenakan sarung. Sementara itu, Sandi mengenakan setelan jas formal yang dipadu peci.
KH Ma’ruf Amin dalam debat pilpres ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019)
Sebotol infused water berisi potongan lemon diletakkan di atas meja di hadapannya. Di sela-sela jeda, tidak banyak hal yang dilakukan Sandi dan Ma’ruf.
Di saat musik hiburan bertalu-talu mengisi jeda, keduanya beristirahat ke belakang panggung. Sandi berjalan sendiri, sedangkan Ma’ruf digandeng Ipang Wahid.
BACA: Masuk ke Dalam Kabah, Ini Doa Presiden Jokowi
Debat Keempat (30 Maret)
Habis Memuji lalu Saling Curhat
Kedua capres sama-sama menyebut pihak lawan sebagai sosok Pancasilais, nasionalis, dan patriot.
Namun, seusai memuji, keduanya juga saling curhat atas perilaku para pendukung lawan yang cenderung mendiskreditkan.
Capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto serta Ketua KPU, Arief Budiman. ft/jawapos
“Seolah-olah saya membela khilafah, seolah saya akan melarang tahlilan. Ini sesuatu yang sangat tidak masuk akal,” ucap Prabowo.
Jokowi pun membalas Prabowo dengan curhat juga.
BACA: Umroh di Masa Tenang Pilpres 2019, Jokowi Masuk ke dalam Kabah, Lihat Videonya!
“Kalau masalah tuduh-menuduh, saya kan juga banyak dituduh, Pak. (Selama) 4,5 tahun ini saya juga dituduh, Pak Jokowi itu PKI. Tapi, saya juga biasa-biasa saja, nggak pernah saya jawab,” ucap Jokowi.
‘Selow’ Bikin Pendukung Jokowi dan Prabowo Joget Bareng
Saat jeda, para pendukung kedua paslon tidak lagi sempat saling beradu yel-yel. Sebab, panitia mengajak mereka semua joget bareng. Diawali dari lagu Sayang.
Sementara itu, kedua capres memilih beristirahat sejenak di belakang panggung.
Pada jeda berikutnya, giliran penyanyi Rossa yang tampil di hadapan audiens.
BACA: Kumpulan Foto-foto Jokowi Umroh saat Masa Tenang Pilpres 2019
Dua single-nya, Takkan Berpaling Darimu dan Sakura, sukses mengademkan suasana jeda yang awalnya panas akibat pernyataan dari kedua paslon.
Pada jeda terakhir, giliran lagu ciptaan Wahyu yang berjudul ‘Selow’ yang dinyanyikan bersama.
Karena ku selow, sungguh selow, sangat selow, tetap selow, santai.. santai… Ku yakin Tuhan berikan…
Dan, semua audiens pun berjoget bersama. Diiringi senyum dan tawa.
Hanyut dalam ‘Kemesraan’
Di akhir debat, setelah lagu Indonesia Pusaka yang dimaksudkan mengingatkan semua orang sebagai saudara sebangsa dan setanah air, dilanjutkan dengan lagu Kemesraan. Semua pun hanyut dalam kemesraan.
BACA: Ini Kata KPU DKI Soal Pencoblosan Dengan Hanya Menunjukan e-KTP
Debat Kelima (13 April)
Doa Bersama demi Suksesnya Pemilu
Doa bersama lintas agama dan kepercayaan mengawali debat kelima. Tujuh tokoh agama dan kepercayaan hadir di panggung debat. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, dan wakil penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar memimpin prosesi itu, diikuti seluruh audiens. Dalam doanya, Nasaruddin memohon agar pemungutan suara 17 April berjalan lancar.
Ada ‘Chrisye’
Tidak banyak gestur spesial yang ditunjukkan para kandidat. Saat sesi panel, Jokowi dan Ma’ruf memilih duduk dan menyimak saat moderator menyampaikan pertanyaan panelis.
Sedangkan Prabowo dan Sandiaga berdiri di podium dan membuat catatan. Saat jeda, audiens dihibur penyanyi Wizzy dan Afgan.
BACA: Rugikan 01, Postingan Fitnah UAS Langsung Dihapus
Penampilan dua penyanyi itu membuat tidak ada kesempatan untuk saling mempersoalkan apa yang terjadi saat debat.
Lagu-lagu maestro musik Indonesia (alm) Chrisye mewarnai panggung debat. Mulai Hip Hip Hura, Kala Cinta Menggoda, hingga Panah Asmara. Saat itu dua paslon beristirahat di belakang panggung.
Antara Indonesia Pusaka dan Gemu Famire
Debat diakhiri dengan menyanyikan bersama lagu Indonesia Pusaka yang dipimpin Afgan dan Putri Ayu.
Kedua paslon dan masing-masing 10 pendukung bernyanyi dengan khidmat di atas panggung.
BACA: Pemilu Pastikan Aman, Kapolri Larang Masyarakat Rayakan Kemenangan Pilpres
Setelah itu, kedua paslon saling berpelukan, mengakhiri masa kampanye dengan suasana damai.
Debat pun ditutup penampilan Wizzy. Semua yang ada di ruangan debat diajak bergoyang lewat lagu Gemu Famire.
Semua gembira, bahkan Prabowo sempat tampak ikut bergoyang.
Ikuti hitung cepat Pilpres 2019 di PojokSatu.id: Klik disini
(byu/c10/oni/ttg/jpnn/ruh/pojoksatu)

Categories
debat pilpres 2019 Nasional Pilpres 2019 Prabowo Subianto

Prabowo Salahkan SBY, Demokrat Tinggalkan Ruang Debat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melontarkan pernyataan kontroversial dalam sesi debat terakhir pilpres 2019, Sabtu (13/4).
Prabowo secara terbuka menyalahkan presiden sebelum Joko Widodo (Jokowi) karena salah mengelola perekonomian negara.
Prabowo menilai, arah pembangunan ekonomi Indonesia salah. Pasalnya, selama ini bahan mentah diekspor ke luar negeri, untuk diolah negara lain.
Prabowo menegaskan, itu bukanlah kesalahan di era pemerintahan Jokowi. Tapi, dia menyebut kesalahan presiden sebelum Jokowi.
Pernyataan Prabowo itu dianggap menyerang SBY yang merupakan presiden sebelum Jokowi.
Usai pernyataan itu, sejumlah kader Partai Demokrat yang hadir di lokasi debat keluar meninggalkan ruangan debat alias walk out (WO).
Di antaranya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik, Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan.
Rachland berkilah, dia keluar untuk mencari makan. “Saya enggak pulang, saya cuma mau cari makan. Nanti balik lagi,” ucap Rachland di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).
Dia membantah kader Partai Demokrat keluar karena pernyataan Prabowo yang menyalahkan presiden-presiden sebelum Jokowi dalam hal pengelolaan ekonomi makro dan mikro.
“Enggak, saya enggak (pulang). Kan ada kegiatan-kegiatan lain aja,” ujarnya, sebagaimana dilansir Jawa Pos, Minggu (14/4).
Disinggung apakah Demokrat akan bersikap terkait pernyataan Prabowo ini, Rachland memastikan, koalisi tetap solid.
“Oh iya dong (koalisi) aman,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan, keluar dari arena debat karena ingin istirahat. Sebab, dia mengaku kondisi badannya sedang tidak baik.
“Saya sakit perut, mau pulang dulu,” jelas Ferdinand.
Belakangan, diketahui dari akun Twitter Rachland, @RachlanNashidik, dia mempertanyakan soal materi debat Prabowo hari ini.
Rachland menganggap Prabowo menyudutkan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan ketua umum Partai Demokrat.
“Pak Prabowo sebenarnya dengan berdebat dengan siapa? Kenapa justru Pak SBY yang diserang?” cuit Rachlan.
(one/pojoksatu)

Categories
Debat capres debat kelima debat pilpres 2019 Nasional

Debat Terakhir Capres, Polisi Kerahkan 3 Ribu Personil untuk Pengamanan Tiga Ring

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polisi tengah menyiapkan 3 ribu personil gabungan untuk pengamanan debat terakhir pasangan presiden dan calon presiden. Acara debat kelima ini akan digelar di The Sultan Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu 13 April 2019.
“Personel yang kita kerahkan gunakan 3000 personel TNI-Polri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (12/4).
Debat dengan mengangkat tema ‘Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan, dan Investasi, serta Perdagangan dan Industri pengamannya dibagi dalam tiga ring. Ring pertama akan diamankan oleh Paspamres. Ring kedua dan ketiga akan diamankan oleh personel gabungan.
“Ini semua sudah kita komunikasiakan dengan KPU,” tutue Argo.
Mengingat, acara debat bertepatan dengan acara kampanye akbar di GBK. Maka rekayasa lalu lintas akan disamakan.
“Ini dilakukan karena tempat debat dan tempat kampanye yang berdekatan,” tutur Argo.
(fir/pojoksatu)

Categories
debat pilpres 2019 logo pki Nasional

Mabes Polri Tegaskan Logo PKI di Debat Keempat Hoaks

POJOKSATU.id, JAKARTA-Debat capres keempat antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada 30 Maret 2019 lalu sempat diramaikan dengan beredarnya sosok pria yang mengenakan pin mirip logo PKI.
Pria berkumis itu mengenakan topi dan jaket bergambar Jokowi 01 Amin. Di topi yang dikenakannya terdapat pin palu airt mirip logo Partai Komunis Indonesia (PKI).
Menanggapu hal itu, Kari Penma Mabes Polri Dedi Prasetyo menegaskan, logo PKI yang beredar di debat keempat beberapa hari lalu merupakan logo editan yang dilakukan oleh orang- orang yang memang sengaja menggoreng isu tersebut.
“Itu logo hoaks, hasil editan itu,” kata Dedi saat dikonfirmasi Pojoksatu, Rabu (3/4).
Dedi menilai logo PKI tersebut memang sengaja disebar oleh orang yang tak bertanggung jawab, mengingat isu tersebut sedang hangat menjelang pemilihan presiden
Karena itu Dedi menghimbau kepada masyaraka agar lebih cerdas lagi menggunakan media sosial.
“Kita himbau masyarat agar lebih cerdas lagi menggunakan media sosial, kalau bisa konfirmasi kebenarannya,” tuturnya.
Sebelumnya, foto pria yang menggunakan lambang palu arit itu diposting oleh mantan Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal (Purn) Johannes Suryo Prabowo
Ada empat foto yang diposting JS Prabowo. Foto pertama memperlihatkan pria itu sedang menelpon seseorang di dalam ruangan.
Foto kedua fokus ke topi pria itu. Di topi tersebut terdapat pin mirip logo PKI, yakni palu arit.
Foto ketiga memperlihatkan bagian belakang pria yang belum diketahui identitasnya tersebut. Di foto itu, terdapat tulisan Jokowi 01 Amin di jaket yang dikenakan pria itu.
Foto keempat memperlihatkan pria itu duduk di dalam ruangan, diduga lokasi debat capres 2019.
“Terjadi PENAMPAKAN di lokasi Debat ke4 Capres kemarin malam (30/3). Semoga baik-baik aja,” cuit JS Prabowo di @marierteman, Minggu (31/3/2019).
Postingan itu mendapat perhatian dari warganet. “Sedikit demi sedikit allah membuka tambir siapa mereka sebenarnya yg treak2 paling pancasila di negri ini,” kata @MedanSll.
“Mana mungkin PKI itu tak ada lagi di negeri ini. di saat seseorang dgn bangganya menggunakan lambang PKI, di situ pula tergambar jelas isi hatinya,” kata @Juldinka.
Terang benderang begini. Team 01 apa jg gak ada yg ngasih saran? Atau memang tdk merasa risih dgn pin di topinya. Palu arit itu nyata ada sekarang,” kata @Bebque__
(fir/pojoksatu)

Categories
debat pilpres 2019 Jokowi-Ma'ruf Nasional Pilpres 2019

Bukan Orang Dekat, Ini Sosok Pembisik Jokowi yang Disebut Sering Bikin Kesalahan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Calon presiden Prabowo Subianto menyebut ada pembisik di sekeliling rivalnya petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terkadang salah arah.
Menanggapi hal tersebut, KH Maruf Amin selaku pendamping Jokowi angkat bicara. Dia mengakui adanya pembisik di sekeliling Jokowi.
“Saya kira pembisik itu di mana-mana ada ya tapi yang mengambil this is a making-nya kan Pak Jokowi,” kata Kiai Maruf usai Debat Pilpres 2019 putaran empat di Hotel Shangrila, Jakarta, Sabtu (30/3).
Namun Kiai Maruf menampik jika ada pembisik yang dianggap melakukan kesalahan karena langsung ditelan mentah-mentah oleh Jokowi.
“Jadi pembisik itu tidak harus diambil semua. Jokowi selalu megambil langkah-langkah sesuai dengan mana yang lebih tepat pada saatnya,” jelasnya.
Mantan rais aam PBNU itu juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan Jokowi selama memerintah jangan dilihat secara jangka pendek.
Sebab, apa yang telah dilakukan Jokowi harus dilihat secara jangka panjang.
“Pada tepat waktunya. Ada yang tepat tapi tidak sekarang, nanti. Saya kira bukan mengambil langkah sekarang, itu yang dilakukan Pak Jokowi,” tegas Kiai Maruf.
(wah/rmol/pojoksatu)

Categories
debat pilpres 2019 Nasional Pilpres 2019 prabowo-sandi

Penilaian BPN Prabowo Menang 8-0 dalam Debat Capres, “Kita Joget, Mereka Diam”

POJOKSATU.id, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi memastikan Debat Pilpres 2019 putaran empat yang mengangkat tema ideologi, pemerintahan, pertahanan keamanan, dan hubungan internasional dimenangkan secara telak oleh capresnya.
Begitu dikatakan Direktur Media dan Komunikasi BPN Hasjim Djojohadikusumo usai ajang debat di Hotel Sangrila, Jakarta, Sabtu (30/3).
“K.O, knock out,” katanya menilai kekalahan petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam debat.
Hasjim juga memperbandingkan penampilan antara Prabowo dan Jokowi dengan skor telak yang dimenangkan Prabowo.
“Saya kira delapan berbanding kosong ya,” ujarnya.
Bukan tanpa alasan, Hasjim memberikan skor 8-0 lantaran masyarakat telah menyaksikan dan bisa menilai betapa Prabowo amat menguasai jalannya debat.
“Iya dong. Sudah jelas kok kelihatan sekali,” katanya.
“Kawan-kawan kita, kubu kita joget-joget menang. Yang lain (kubu Jokowi) kan mereka diam-diam saja. Saya kira begitu kan,” imbuh Hasjim yang juga adik kandung Prabowo.
(wah/rmol/pojoksatu)

Categories
debat pilpres 2019 Nasional

Begini Ketatnya Keamanan Debat Pilpres Keempat, Ada Alat Perekam Wajah Masuk ke Databes Polri

POJOKSATU.id, JAKARTA- Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri menegaskan, pihaknya akan memperketat pengamanan jelang debat Pilpres keempat dengan cara memasang CCTV mobile yang dipasang di venue debat, tempat parkir, hingga lokasi sekitar tempat nobar.
“Pengalaman kejadian debat kedua kemarin, maka kita memiliki CCTV mobile. Di beberapa mobil patroli kemudian di mobil khusus yang kita pasang CCTV untuk memonitor di lokasi debat, di parkir maupun di jalan,” kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (29/3).
Tak hanya itu, Polri juga telah menyiapkan teknologi pengenal wajah atau face recognition.
Nantinya alat ini akan mereka wajah para peserta dan otomatis langsung masuk ke database Polri.
Hal ini diterapkan, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi kejadian ledakan petasan seperti nobar pada debat Pilpres yang kedua kemarin.
“Kita juga menerapkan teknologi face recognition, ini untuk merekam siapa saja yang hadir. Kita merekam wajah-wajahnya, ini untuk database kita,” tuturnya.
“Kalau nanti terjadi sesuatu, siapa pun yang terekam dalam database kita, kita bisa mengecek kembali latar belakang yang bersangkutan. Ini teknologi yang kita terapkan dalam debat keempat ini,” jelas Dedi.
(fir/pojoksatu)

Categories
debat pilpres 2019 KH Ma'ruf Amin Nasional Sandiaga Uno

Sekjen PDIP Aja Engak Nyangka Kiai Ma’ruf Libas Sandi di Debat Pilpres

POJOKSATU.id, JAKARTA – Debat pilpres ketiga yang digelar di Hotel Sultan, Minggu (17/3/2019) malam memang talah usai. Namun debat tersebut masih memicu beragam reaksi dari kedua kubu.
Dalam debat yang mengusung tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya itu hanya mempertemukan KH Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno.
Di sisi lain, penampilan Kiai Ma’ruf dalam debat itu disebut banyak pihak cukup mengejutkan.
BACA: Kata TKN, Hanya Satu yang Dimenangi Sandi Atas Kiai Ma’ruf, Usainya doang
Pasalnya, dalam debat perdana, Ma’ruf terlihat lebih banyak diam dan mengikuti alur jalannya debat yang mempertemukan pasangan capres-cawapres kala itu.
Namun semalam, Ma’ruf bak menunjukkan kapasitas asli yang dimilikinya dengan segudang pengalaman.
Selain jempolan dalam bidang pengetahuan agama, pendamping Jokowi itu juga menunjukkan bahwa dirinya memiliki kapasitas dan pemahaman birokrasi serta kenegaraan.
BACA: Kiai Ma’ruf Disebut ‘Nyontek’ Saat Debat Pilpres, Bamsoet: Jam Terbang Sandi Terbatas
Tak hanya itu, Ketua nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga mampu memberikan penjelasan secara detail.
Utamanya terkait permasalahan ketenagakerjaan yang menjadi salah satu tema dalam debat tersebut.
“Pemahaman Pak Kiai terhadap pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja yang dimulai dari pendidikan, pelatihan, kerja sama dan kolaborasi, sangat di luar dugaan,” ucap Hasto, Senin (18/3/2019).
BACA: Ibunda Ustaz Abdul Somad Meninggal Dunia, Begini Isi Doa KH Ma’ruf Amin
Menurut Hasto, penjabaran Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) itu dalam meluruskan masalah pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dengan paradigma baru, sangat menyentuh hati para pekerja Indonesia.
Sebab, lanjut Hasto, Kiai Ma’ruf dengan nuraninya yang jujur, telah berbicara untuk kebaikan seluruh umat serta memahami dasar-dasar sikap kemanusiaan.
“Dengan tampilan debat tersebut, rakyat melihat bahwa boleh jadi Sandiaga Uno lebih muda namun KH Ma’ruf Amin jauh lebih visioner,” katanya.
BACA: Relawan Prabowo-Sandi Sebut ‘Infrastruktur Langit’ Menyesatkan, Kiai Ma’ruf Plong
“Programnya kongkret dan menjawab kebutuhan,” tegas Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf itu.
Bicara pemahaman terhadap kebudayaan, pentingnya opera house serta pemahaman budaya digital, Hasto menilai sosok Kiai Ma’ruf juga telah mampu melampaui ekspektasi banyak orang.
“Dalam diri Kiai Ma’ruf, nilai-nilai islami menjadi bingkai kemajuan dan bahasa yang disampaikan pun akrab bagi kalangan anak muda,” tandasnya.
BACA: Kiai Ma’ruf Ngaku, Ternyata Ini Asal Istilah Infrastruktur Langit
Senada, penampilan ciamik pendamping Jokowi itu juga diamini Jurubicara TKN Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily.
Menurut Ace, Kiai Ma’ruf Amin tampil prima saat menyampaikan visi, misi dan program dalam debat ketiga tersebut.
Ace menyatakan, Kiai Ma’ruf menyampaikan visi dan misi dalam bidang-bidang tersebut dengan komprehensif sesuai fokus pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan.
BACA: Infrastruktur Langit Kiai Ma’ruf dalam Debat Pilpres Disoal Relawan Prabowo-Sandi, Menyesatkan
Yakni mengembangkan SDM Indonesia yang sehat, produktif, cerdas, dan berakhlakul karimah.
Sebaliknya, Sandiaga Uno disebutnya menyampaikan visi dan misinya seperti biasa, sangat normatif dengan ulasan yang berputar-putar pada isu itu-itu saja sehingga gagal mengelaborasi visi dan misinya.
“Dengan tampilan debat tersebut rakyat melihat bahwa boleh jadi Sandiaga Uno lebih muda namun KH Maruf Amin jauh lebih visioner, program konkret dan menjawab kebutuhan,” papar Ace, Senin (18/3).
BACA: Prabowo-Sandi Mau Hapus UN, TKN: Konsep Absurd, Merusak Sistem Pendidikan
Menurut dia, Sandi boleh jadi lebih muda, tetapi Kiai Ma’ruf visioner dengan menggunakan istilah generasi milineal #10 years challenge.
Dia mengatakan Kiai Ma’ruf sangat menguasai masalah hingga ke soal teknis, sementara Sandi seperti biasanya hanya mengambil kasus-kasus pribadi yang didramatisasi seakan-akan itu masalah besar.
“Padahal apa yang disampaikan Sandi telah dilakukan pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla,” ungkapnya.
BACA: ‘Tidak Enak Sebut 5-0, Demi Menghormati Kiai Ma’ruf Skornya 4-1 Saja’
Kiai Ma’ruf secara konsisten menawarkan program tiga kartu yakni Kartu Sembako Murah, Kartu KIP Kuliah dan Kartu Pra Kerja, sebagai bagian dari solusi yang ditawarkan.
Program tersebut dijelaskan secara cerdas dan elaboratif.
BACA: Kubu 02 Akui Penampilan Ciamik KH Ma’ruf Amin tapi Ejek Jokowi, “Lebih Matang dan Cerdas dari Pak Jokowi”
Di sisi lain, Sandi yang menawarkan OK OCE secara nasional tapi tidak menjelaskan di mana letak keberhasilan program itu yang diterapkan di DKI Jakarta.
(jpg/ruh/pojoksatu)

Categories
debat pilpres 2019 KH Ma'ruf Amin Nasional Sandiaga Uno

Kata TKN, Hanya Satu yang Dimenangi Sandi Atas Kiai Ma’ruf, Usainya Doang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Debat pilpres ketiga yang digelar di Hotel Sultan, Minggu (17/3/2019) malam memang talah usai. Namun debat tersebut masih memicu beragam reaksi dari kedua kubu.
Dalam debat yang mengusung tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya itu hanya mempertemukan KH Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno.
Di sisi lain, penampilan Kiai Ma’ruf dalam debat itu disebut banyak pihak cukup mengejutkan.
BACA: Kiai Ma’ruf Disebut ‘Nyontek’ Saat Debat Pilpres, Bamsoet: Jam Terbang Sandi Terbatas
Pasalnya, dalam debat perdana, Ma’ruf terlihat lebih banyak diam dan mengikuti alur jalannya debat yang mempertemukan pasangan capres-cawapres kala itu.
Namun semalam, Ma’ruf bak menunjukkan kapasitas asli yang dimilikinya dengan segudang pengalaman.
Selain jempolan dalam bidang pengetahuan agama, pendamping Jokowi itu juga menunjukkan bahwa dirinya memiliki kapasitas dan pemahaman birokrasi serta kenegaraan.
BACA: Ibunda Ustaz Abdul Somad Meninggal Dunia, Begini Isi Doa KH Ma’ruf Amin
Penampilan ciamik pendamping Jokowi itu pun diamini Jurubicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily.
Menurut Ace, Kiai Ma’ruf Amin tampil prima saat menyampaikan visi, misi dan program dalam debat ketiga tersebut.
Ace menyatakan, Kiai Ma’ruf menyampaikan visi dan misi dalam bidang-bidang tersebut dengan komprehensif sesuai fokus pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan yaitu mengembangkan SDM Indonesia yang sehat, produktif, cerdas, dan berakhlakul karimah.
BACA: Relawan Prabowo-Sandi Sebut ‘Infrastruktur Langit’ Menyesatkan, Kiai Ma’ruf Plong
Sebaliknya, Sandiaga Uno disebutnya menyampaikan visi dan misinya seperti biasa, sangat normatif dengan ulasan yang berputar-putar pada isu itu-itu saja sehingga gagal mengelaborasi visi dan misinya.
“Dengan tampilan debat tersebut rakyat melihat bahwa boleh jadi Sandiaga Uno lebih muda namun KH Maruf Amin jauh lebih visioner, program konkret dan menjawab kebutuhan,” papar Ace, Senin (18/3).
Menurut dia, Sandi boleh jadi lebih muda, tetapi Kiai Ma’ruf visioner dengan menggunakan istilah generasi milineal #10 years challenge.
BACA: Kiai Ma’ruf Ngaku, Ternyata Ini Asal Istilah Infrastruktur Langit
Dia mengatakan Kiai Ma’ruf sangat menguasai masalah hingga ke soal teknis, sementara Sandi seperti biasanya hanya mengambil kasus-kasus pribadi yang didramatisasi seakan-akan itu masalah besar.
“Padahal apa yang disampaikan Sandi telah dilakukan pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla,” ungkapnya.
Kiai Ma’ruf secara konsisten menawarkan program tiga kartu yakni Kartu Sembako Murah, Kartu KIP Kuliah dan Kartu Pra Kerja, sebagai bagian dari solusi yang ditawarkan.
BACA: Infrastruktur Langit Kiai Ma’ruf dalam Debat Pilpres Disoal Relawan Prabowo-Sandi, Menyesatkan
Program tersebut dijelaskan secara cerdas dan elaboratif.
Di sisi lain, Sandi yang menawarkan OK OCE secara nasional malah tidak menjelaskan di mana letak keberhasilan program itu yang diterapkan di DKI Jakarta.
(jpg/ruh/pojoksatu)

Categories
debat pilpres 2019 KH Ma'ruf Amin mencontek Nasional Sandiaga Uno

Kiai Ma’ruf Disebut ‘Nyontek’ Saat Debat Pilpres, Bamsoet: Jam Terbang Sandi Terbatas

POJOKSATU.id, JAKARTA – Debat pilpres ketiga yang digelar di Hotel Sultan, Minggu (17/3/2019) malam memang talah usai. Namun debat tersebut masih memicu beragam reaksi dari kedua kubu.
Dalam debat yang mengusung tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya itu hanya mempertemukan KH Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno.
Di sisi lain, penampilan Kiai Ma’ruf dalam debat itu disebut banyak pihak cukup mengejutkan.
BACA: Ibunda Ustaz Abdul Somad Meninggal Dunia, Begini Isi Doa KH Ma’ruf Amin
Pasalnya, dalam debat perdana, Ma’ruf terlihat lebih banyak diam dan mengikuti alur jalannya debat yang mempertemukan pasangan capres-cawapres kala itu.
Namun semalam, Ma’ruf bak menunjukkan kapasitas asli yang dimilikinya dengan segudang pengalaman.
Selain jempolan dalam bidang pengetahuan agama, pendamping Jokowi itu juga menunjukkan bahwa dirinya memiliki kapasitas dan pemahaman birokrasi serta kenegaraan.
BACA: Relawan Prabowo-Sandi Sebut ‘Infrastruktur Langit’ Menyesatkan, Kiai Ma’ruf Plong
Akan tetapi, tak sedikit pula yang menyoroti aksinya memegang kertas kecil dalam debat semalam.
Tak sekali dua kali Ma’ruf kedapatan memegang selembar kertas kecil. Karena itu, ia pun dianggap ‘menyontek’.
Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo pun angkat bicara.
BACA: Kiai Ma’ruf Ngaku, Ternyata Ini Asal Istilah Infrastruktur Langit
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menegaskan, kertas yang dipegang Ma’ruf itu bukanlah ‘contekan’ berisi jawaban seperti tudingan sejumlah pihak.
Melainkan hanya berisi pertanyaan yang dilontarkannya untuk Sandiaga Uno.
“Informasi yang saya peroleh, ‘contekan’ itu dalam konteks pertanyaan, bukan jawaban,” ujar Bamsoet di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (18/3/2019).
BACA: Infrastruktur Langit Kiai Ma’ruf dalam Debat Pilpres Disoal Relawan Prabowo-Sandi, Menyesatkan
Bamsoet menilai, catatan yang dipegang Maruf adalah cara untuk menyampaikan gagasan dan pertanyaan supaya lebih terstruktur.
Soal penguasaan materi debat, lanjut Bamsoet, Maruf sudah tidak bisa diragukan lagi dengan segala rekam jejak politiknya.
Bahkan, dia memandang debat tadi malam tidak berimbang antara seorang Maruf yang merupakan politisi senior dan Sandiaga seorang politisi milenial.
BACA: Catut Identitas Dosen Gunadarma, Ternyata Akun @LiesSugiyarti Palsu
“Jam kerja pak Maruf lebih tinggi, sementara Sandi ya kan sama seperti saya, relatif muda,”
“Mungkin jam terbangnya masih terbatas,” demikian Bamsoet.
Sebelumnya, penampilan ciamik KH Ma’ruf Amin itu mendapat pujian dari kubu Prabowo-Sandi.
BACA: Perilaku Relijius Jokowi Dibongkar Orang Dekat Ini, Apa Benar Sering Puasa Senin-Kamis? Ternyata…
Seperti yang disampaikan Wakil Sekretaris DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik, Minggu (17/3) malam lewat akun media sosialnya @RachlanNashidik.
Menurutnya, penampilan Ma’ruf di luar prediksi banyak pihak. Ia pun menyarankan untuk tidak menilai seseorang berdasarkan penampilannya saja.
“Jangan nilai buku dari sampulnya. Penampilan Abah Maruf malam ini mengejutkan,” cuit Rachland.
BACA: Klarifikasi Adik Ega Hegarini Dosen Gunandarma yang Fotonya Dicatut Akun Palsu Lies Sugiyarti
Bahkan menurutnya, penampilan Kiai Ma’ruf jelas-jelas di luar bayangan banyak orang.
Di sisi lain, anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sekaligus menyindir Jokowi yang dianggapnya tak lebih matang dan cerdas ketimbang Ma’ruf.
“Melampaui ekspektasi banyak orang, beliau secara meyakinkan menunjukkan: Ia lebih matang dan cerdas dari Pak Jokowi,” lanjutnya.
BACA: Sindiran Tajam Mahfud MD Bikin Ngilu Usai Acara Apel Kebangsaan di Semarang
Cuitan itu lantas disusul dengan cuitan lainnya.
“IPK Abah Maruf pasti lebih dari 2,” tulisnya.
(jpg/ruh/pojoksatu)