Categories
Data dan fakta Habib Rizieq Shihab Lipsus Nasional Prabowo Subianto reuni akbar 212

6 Fakta Reuni Akbar 212 Tahun 2019, Jumlah Massa Menurun, Prabowo Tak Diundang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Reuni Akbar 212 tahun ini kembali digelar untuk ketiga kalinya sejak pertama kali digelar pada 2016 lalu.
Setiap gelarannya, kegiatan tersebut selalu diikuti massa dalam jumlah besar dengan kehadiran pejabat, tokoh dan para ulama.
Ketua Media Center PA 212 Habib Novel Bamukmin mengatakan, pihak panitia sudah mempersiapkan acara tersebut dengan sangat matang.
BACA: Kawat Berduri Istana Malah Bikin 212 Tambah Besar, Jangan Takut, Reuni Akbar 212 itu Acara Biasa
“Massa bisa berkumpul lagi seperti tahun sebelumnya,” ujar Novel kepada wartawan, Minggu (1/12).
Novel menyatakan, Reuni 212 diawali dengan salat tahajud pada pukul 03.00 WIB hingga 03.30 WIB.
Kemudian disambung dengan istigasah dari 03.30 WIB hingga 03.50 WIB.
Massa kemudian akan melakukan salat subuh berjemaah dari pukul 03.50 WIB hingga 04.30 WIB.
BACA: Setelah Muhammadiyah, Giliran PKS Tak Mau Atributnya Ada di Reuni Akbar 212
Lalu doa dan zikir bersama untuk bangsa dimulai dari 04.30 WIB hingga 05.10 WIB.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan maulid dari 05.10 WIB hingga 05.40 WIB.
Dari pukul 05.40 WIB hingga 05.50 WIB dilakukan tilawah disambung pukul 05.50 WIB hingga 06.00 WIB massa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Aksi Bela Islam.

Categories
Data dan fakta ibu keluarga minta maaf Nasional orang tua pelaku pengakuan polisi di cianjur dibakar tersangka

16 Fakta Tersangka Polisi Terbakar di Cianjur: Jangan Disiksa sampai Ancaman 8 Tahun Penjara

POJOKSATU.id, JAKARTA – Fakta demi fakta satu per satu terungkap setelah polisi menetapkan RS (19) sebagai tersangka polisi terbakar di Cianjur, Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, penetapan tersangka itu didasarkan atas hasil pemeriksaan dan penyelidikan yang telah dilakukan Polres Cianjur.
Hasilnya, salah satu satu mahasiswa yang menjadi massa aksi resmi dinaikkan statusnya menjadi tersangka.
“Kita melihat dari petunjuk dan alat bukti, maka satu orang tersangka kita tetapkan. Inisial RS (19),” paparnya di Mapolrestabes Bandung, Jumat (16/8).
BACA: Video Orangtua Tersangka Polisi Terbakar Minta Maaf, Naluri Ibu Bicara
Selain alat bukti, keterangan saksi terdiri dari rekannya yang melihat saat kejadian polisi terbakar serta surat izin aksi.
Termasuk jas merah yang dipakai tersangka saat mengikuti aksi demo di depan Pendopo Pemkab Cianjur.
Salah satu petugas polisi yang terbakar/Guruh.
“Ban itu juga alat bukti kita amankan. Lalu HP pelaku, terkait jejak digital perencanaan sebelum dilakukannya penyampaian pendapat atau aksi demo kita dalami,” jelasnya.
Trunoyudo menambahkan, sampai saat ini, sudah 31 orang yang dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut dari sebelumnya yang mencapai 17 orang.
BACA: Anaknya jadi Tersangka Polisi Terbakar, Sambil Menarik Nafas Ibunya Berkata, “Ya Nerima kan Dia Salah”
Berdasarkan keterangan para saksi, tak menutup kemungkinan, lanjutnya, jumlah tersangka bisa saja bertambah.
“Kami dari Polda Jabar dan Polres Cianjur, mohon doa restunya, untuk lainnya kemungkinan ini akan bertambah tersangkanya,” katanya.
Polisi sendiri menjerat RS tidak hanya dengan satu pasal saja, yakni Pasal 170 KUHP.
“Kemungkinan juga Pasal 351, yakni penganiayaan berat yang mengakibatkan orang lain terluka. Lalu Pasal 160, Pasal 212 dan Pasal 213,” kata Trunoyudo.

Categories
Data dan fakta ibu identitas Lipsus Nasional orang tua pengakuan polisi di cianjur dibakar tersangka video viral

Video Orangtua Tersangka Polisi Terbakar Minta Maaf, Naluri Ibu Bicara

POJOKSATU.id, CIANJUR – Nasi sudah menjadi bubur. Demikian pepatah yang pas untuk menggambarkan hati orangtua tersangka polisi terbakar di Cianjur, Jawa Barat.
Enung, ibunda RS (19), sama sekali tak bisa menyembunyikan kesedihannya mendapati kenyataan anaknya lah yang diduga kuat melemparkan cairan bensin dalam aksi di depan Pendopo Pemkab Cianjur, Kamis (1/8) lalu.
Lemparan RS itu pula yang akhirnya membuat tiga anggota polisi Polres Cianjur yang mengawal aksi demo itu terbakar.
Mereka adalah Bripda Aris Simbolon dan Bripda Yudi Muslim yang menderita luka bakar mencapai 40 persen.
BACA: Anaknya jadi Tersangka Polisi Terbakar, Sambil Menarik Nafas Ibunya Berkata, “Ya Nerima kan Dia Salah”
Terparah adalah Aiptu Erwin Yudha yang menderita luka bakar hampir 80 persen dan langsung dirujuk ke RS Polri Kramat Jati setelah sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Cianjur.
Kepada PojokSatu.id, Enung mencurahkan isi hatinya setelah mengetahui anak keduanya ternyata sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut.
Dengan wajah yang gusar bercampur sedih, ia mengaku tak tahu anaknya ikut dalam aksi demo yang sebelumnya digelar di gedung DPRD Kabupaten Cianjur itu.
“Enggak (tahu ikut aksi demo),” tuturnya ditemui di kediamannya, Kampung Karangtengah, Desa Nagrak, Cianjur, Jumat (17/8/2019) malam.
BACA: Orangtua Tersangka Polisi Terbakar di Cianjur Blak-blakan: Ibu Kira itu dari Kampus
Selain terkejut, Enung juga mengaku sangat terpukul. Sebab, RS kesehariannya cukup pendiam.
“Pendiam anaknya. Di rumah atau di kampung sini juga enggak pernah macem-macem,” tuturnya.
Enung menambahkan, dirinya sudah melihat video detik-detik terbakarnya polisi yang tersebar di grup-grup Whatsapp itu.
Dalam salah satu video tersebut, terlihat seorang mahasiswa melemparkan cairan, diduga bensin, yang dibungkus plastik.

Categories
Data dan fakta minta maaf Nasional orang tua pasrah pelaku pengakuan polisi di cianjur dibakar tersangka

Anaknya Jadi Tersangka Polisi Terbakar, Sambil Menarik Nafas Ibunya Berkata, “Ya Nerima Kan Dia Salah”

POJOKSATU.id, CIANJUR – Enung tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat mengetahui anaknya, RS (19), jadi tersangka polisi terbakar di Cianjur, Jawa Barat.
Perempuan yang membuka warung makan di depan rumahnya itu mengaku pasrah dengan proses hukum yang harus dijalani anak keduanya itu.
Akan tetapi, sebagai seorang ibu, ia berharap RS bisa diringankan hukumannya.
BACA: Orangtua Tersangka Polisi Terbakar di Cianjur Blak-blakan: Ibu Kira itu dari Kampus
“Ya minta diringanin aja. Jangan sampai terlalu disiksa,” pintanya ditemui PojokSatu.id di kediamannya, di Kampung Karangtengah, Desa Nagrak, Cianjur, Jumat (16/8/2019) malam.
Saat ditanya apakah ia menerima jika nantinya anaknya harus menjalani hukuman penjara, Enung terhenti sejenak sembari menarik nafas panjang.
“Ya nerima kan dia salah,” ucapnya.
Meski begitu, dengan wajah penuh kesedihan, Enung berharap agar hukuman yang diterima anaknya tidak cukup berat.
BACA: Sambil Menunduk, Ibunda Mahasiswa Tersangka Polisi Terbakar di Cianjur Curhat: Sedih atuh, Pak
“Tapi minta yang ringan. Seringan-ringannya, pak,” lirih Enung.
Sementara, paman RS, Yana Nurzaman meyakini bahwa apa yang dilakukan RS itu bukan sebuah kesengajaan atau direncanakan sebelumnya.
Apalagi jika sampai sengaja melukai orang lain, bahkan polisi.

Categories
Data dan fakta identitas mahasiswa Nasional pelaku pengakuan polisi di cianjur dibakar

Jadi Tersangka Polisi Terbakar di Cianjur, Orangtua Beberkan Fakta Baru

POJOKSATU.id, CIANJUR – Orangtua tersangka polisi terbakar saat mengawal aksi mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat, mengaku pasrah dengan proses hukum yang harus dijalani anaknya.
Ibunda RS, Enung menuturkan, anaknya itu terbilang pendiam dalam kesehariannya. Bahkan, RS sama sekali tak pernah terlibat dalam hal yang neko-neko.
“Enggak pernah aneh-aneh. Malah Ryan anaknya pendiam kalau di rumah,” tuturnya kepada PojokSatu.id, ditemui dikediamannya di Kampung Karangtengah, Desa Nagrak, Cianjur, Jumat (16/8/2019) malam.
BACA: Orang Tua Penyebab Tiga Polisi Terbakar di Cianjur Minta Maaf
Bahkan, Enung mengaku bahwa dirinya sama sekali tak mengetahui bahwa anak keduanya itu menjadi salah satu massa aksi mahasiswa yang berujung pada terbakarnya empat anggota polisi Polres Cianjur.
“Enggak (tahu). Ryan juga enggak pulang dari kemarin,” bebernya.
Perempuan yang membuka sebuah warung di depan rumahnya itu juga mengaku sedih setelah mengatahui anaknya menjadi tersangka dalam kasus tersebut.
“Sedih atuh, pak,” jawabnya.
BACA: Polisi Amankan Jas Merah Milik Tersangka Penyebab Polisi Terbakar
Enung menambahkan, dirinya sudah melihat video detik-detik terbakarnya polisi yang tersebar di grup-grup Whatsapp itu.
Dalam salah satu video tersebut, terlihat seorang mahasiswa melemparkan cairan, diduga bensin, yang dibungkus plastik.
Diakuinya, bahwa sosok tersebut adalah benar anaknya.
“Sudah lihat, benar itu Ryan,” tutur dia.

Categories
Data dan fakta debat pilpres 2019 Nasional Presiden Jokowi Sudirman Said

Serang Prabowo, Sudirman Bicara Etika, Minta Masyarakat Jangan Pilih Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said mempertanyakan etika Joko Widodo (Jokowi) dalam Debat Pilpres 2019 kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam.
Menurutnya, calon presiden petahana itu sudah menyerang pribadi Prabowo Subianto.
Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sendiri telah membuat aturan agar masing-masing pasangan calon tak menyerang pribadi paslon lainnya.
BACA: Usai Jokowi Pakai Earpiece, Giliran KPU Dituding Tak Netral, Sengaja Sengsarakan Prabowo
Demikian disampaikan Sudirman Said di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (18/2/2019).
“Menurut saya ini soal ketaatan pada aturan. Bahwa ketaatan aturan ini very basic seorang pemimpin,” sindirnya.

Ia pun menyesalkan tindakan capres petahana itu yang malah melanggar aturan yang dibuat oleh KPU RI terkait debat.
BACA: Sandiaga Uno saja Tak Yakin Jokowi Pakai Earpiece
“Orang sudah diatur kok sama KPU. Enggak boleh nyerang pribadi,” tegasnya.
Ia lantas menyebut bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak taat pada aturan.
“Tapi kalau masih dilakukan juga ini namanya sudah tidak taat sama aturan,” ungkap Sudirman Said.
BACA: Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu karena Ungkap Tanah Prabowo
Menilik pada kenyataan tersebut, katanya, etika calon pemimpin yang rusak itu sudah sepatutnya tidak berhak mendapat mandat dari rakyat.
Karena itu, ia mengimbau rakyat agar tak usah memilih Joko Widodo di Pilpres 2019.
“Ini etika seorang pemimpin, bahwa masyarakat itu sudah paham lah, bahwa yang begini ini (Jokowi) tak usah dipilih kembali,” ajaknya.

Categories
Data dan fakta Jalan Gubeng Lipsus Nasional sinkhole Surabaya

Penjelasan Ilmiah, Jalan Gubeng Ambles atau Sinkhole? Bisa Selesai 1 Minggu, Asalkan…

POJOKSATU.id, SURABAYA – Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya yang tiba-tiba pada Selasa (18/12) malam kemarin menjadi pertanyaan besar terkait penyebab dan pemicu kejadian tersebut.
Apalagi, dengan lebar ambles yang mencapi 10 meter, panjang 30 meter dan kedalaman tujuh meter itu. Terlebih, itu adalah kejadian kali pertama di Kota Pahlawan itu.
Publik pun dibuat bertanya-tanya. Apakah Jalan Gubeng itu ambles, atau ternyata itu adalah sebuah sinkhole? Ada penjelasan ilmiahnya.
Berdasarkan kesepakatan para ahli, sinkhole diartikan sebagai sebuah fenomena alam dimana sebidang tanah di area tertentu mengalami penurunan dengan gerakan vertikal ke bawah.
Jatuhnya tanah itu, biasanya memiliki kedalaman yang bervariasi.
BACA:
Jalan Gubeng Ambles, Dimana Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini?
Kabar Terbaru Kasus Amblesnya Jalan Gubeng, Tri Rismaharini Paling Ditunggu
Penjelasan Ahli Geoteknik soal Amblesnya Jalan Gubeng, Ada Ancaman Mengerikan Mengintai!
Cerita Kepanikan Sebelum Tanah Jalan Gubeng di Surabaya Amblas, Bikin Ngeri
Pertama, sinkhole pun bukan kejaian gaib atau mistis, melainkan ada pemicunya. Yakni dipicu ruang kosong atau rongga berupa apapun di dalam tanah dengan kedalaman tertentu.
Keberadaan rongga tersebut lantas mengurangi kekuatan struktur tanah yang mejadi penopang tanah di bagian atasnya.
Kedua, Sinkhole juga dapat terjadi karena penyebab lain. Yakni, adanya air yang masuk ke dalam tanah.
Air tersebut membuat tanah menjadi lunak. Tanah yang lunak, tentu tidak dapat menahan beban jalan atau apapun di atas tanah.
“(rongga) Sinkhole itu, penyebab utamanya adalah air. Jika ada aliran air di lokasi tertentu itulah, maka terjadi perlemahan. Tapi, itu konteksnya fenomena alam,” kata Tim Ahli Bangunan Gedung Surabaya ITS Mudji Irmawan kepada JawaPos.com (Grup PojokSatu.id) Rabu (19/12/2018).