Categories
Catatan Dahlan Iskan Dahlan Iskan Nasional

Presiden Letkol

Oleh : Dahlan Iskan
“Selamat ya, dapat presiden baru,” kata saya.
“Belum tahu apakah lebih baik,” jawabnya.
Itulah kalimat pertama yang saya ucapkan begitu keluar bandara Colombo, Sri Lanka. Sabtu kemarin.
Dan begitulah jawab yang membawa saya dengan mobil Toyota barunya.
Hari itu 13 hari sudah umur kepresidenannya. Ia seorang Letkol yang pensiun muda.
Sang Letkol –hanya satu tingkat di atas pangkat terakhir AHY– juga adalah anak seorang mantan presiden. Ups, bukan anak, tapi adik kandung.
Nama Letkol itu: Nandasena Gotabaya Rajapaksa.
Nama panggilannya: Gota.
Gota pensiun muda untuk jadi ilmuwan ekonomi. Itu alasan resminya. Yang tidak resmi: kurang cocok dengan atasan. Maka sampai dengan pangkat Letkol baginya cukup. Sudah cukup terbentuk jiwa militernya. Apalagi, selama karirnya itu, Gota terus di medan perang.
Perang sipil. Melawan pemberontak bersenjata di hutan-hutan.
Sri Lanka memang lama dalam keadaan darurat. Terjadi perang sipil yang berkepanjangan.
Begitu berhenti Gota pergi ke Amerika. Kuliah di sana. Membawa serta sakit hatinya. Letkol Gota memang tidak cocok dengan pendekatan atasannya. Dalam menghadapi pemberontak di sana.
Perjalanan selanjutnya seperti sudah ada yang mengatur. Begitu kuliahnya selesai kakak sulung Gota terpilih sebagai Presiden Sri Lanka: Mahinda Rajapaksa.
Letkol Gota pun dipanggil pulang.
Sang adik diangkat menjadi menteri pertahanan.
Para jenderal pun menjadi bawahan sang Letkol. Tidak masalah. Sang kakak, ups, sang presiden mendukung penuh.
Hebat. Berhasil.
Selama lima tahun menjadi menteri pertahanan Gota berhasil mengakhiri perang sipil selama 30 tahun.
Sri Lanka pun memasuki masa damai. Mulailah bisa membangun.
Sang kakak, sebagai presiden, mengurus ekonomi. Sang adik mengurus stabilitas keamanan.
Masih ada satu Rajapaksa lain: Chamal Rajapaksa. Saudara tertua mereka. Ia menjadi politisi. Anggota DPR. Kebagian mengurus stabilitas politik.
Pada masa kekuasaan Trio Rajapaksa inilah Sri Lanka bisa membangun tol pertamanya. Berlanjut dengan tol-tol berikutnya.
Yang membangun Tiongkok.
Pada masa ini pula pembangunan pelabuhan samudera dilakukan. Yang terbesar di Sri Lanka. Melalui upaya reklamasi.
Yang membangun juga Tiongkok.
Dengan dana pinjaman dari negara itu.
Pinjamannya pun terlalu besar. Akhirnya kepemilikan pelabuhan itu diserahkan saja ke Tiongkok.
Peristiwa inilah yang kemudian terkenal dengan isu ‘China Trap’ –jebakan Tiongkok.
Yang pertama melontarkan isu itu adalah ilmuwan India. Lalu menjadi isu internasional yang menakutkan.
Dari bandara saya langsung ke pelabuhan ini. Tentu saya ingin tahu seberapa besarnya. Dan seberapa pentingnya.
Lokasi pelabuhan ini di pusat ibu kota. Bersebelahan dengan water front city-nya Colombo.
Banyak sekali orang rekreasi di water front city itu. Banyak juga restoran di dekat pantai. Hotel-hotel besar juga di sekitar ini.
Saya menyesal tidak sempat tinggal di Shangri-La. Posisinya menghadap pantai –juga bisa melihat pelabuhan jebakan ini dari lantai atas.
Tapi saya sempat makan di restoran seafood yang lezat di dekat pantai ini.
Saya pun melihat pelabuhannya sendiri sudah hampir jadi. Izin reklamasi ya juga beres.
Di pusat kota Colombo ini juga ada danau. Banyak juga hotel besar di sekitarnya. Salah satunya jadi sasaran bom bunuh diri tujuh bulan lalu. Tragisnya di hotel itu lagi ada kebaktian hari raya Paskah.
Hari itu tiga lokasi meledak bersamaan di Colombo. Jumlah yang meninggal menggentarkan dunia: 275 orang.
Sekali lagi Islam dikaitkan dengan gerakan teroris radikal.
Sekarang ini isu teroris mulai reda di sana. Masyarakat sudah dapat hiburan baru. Tidak jauh dari hotel bom itu sedang dibangun tower. Seperti tower yang menjulang di Shanghai.
Bangunan itu diberi nama Lotus Tower. Desainnya dibuat mirip Lotus –bunga suci agama Budha.
Orang Colombo –yang 65 persen Budha– sangat bangga dengan tower baru itu.
Bulan depan sudah beroperasi.
Yang membangun juga Tiongkok.
Di masa kepresidenan Mahenda Rajapaksa memang begitu banyak proyek besar. Khususnya proyek dari Tiongkok.
Lawan politik Rajapaksa pun menjadikan isu Tiongkok ini untuk menyerangnya. Oposisi terus menggemakan isu China Trap. Negara-negara barat mendukung oposisi.
Isu lainnya adalah nepotisme. Kakak-beradik penguasa semua.
Isu tambahan: korupsi dan kolusi.
Oposisi berhasil. Lima tahun lalu Rajapaksa ditumbangkan. Gota pun mundur dari menteri pertahanan.
Pemerintahan baru menjadi sangat pro barat.
Tapi tidak mendapat apa-apa dari barat.
Pun keamanan mulai terganggu kembali.
Puncaknya, bom meletus masif tujuh bulan lalu itu.
Rakyat pun ingat kembali Letkol Gota.
Maka dalam pemilu barusan Letkol Gota menjadi capres.
Tapi Gota sudah bukan lagi sekedar Letkol. Ia sudah disebut mantan menteri. Menteri Pertahanan pula. Dengan prestasi yang legendaris.
Tentu Gota tidak gentar bersaing dengan 34 capres lainnya.
Apalagi pesaing terkuat babak akhir hanya satu: Sajith Premadasa.
Sajith tidak bisa membawa isu nepotisme untuk menyerang Gota. Ia sendiri anak mantan presiden Sri Lanka.
Akhirnya Letkol Gota Rajapaksa yang menang.
Dua hari setelah terpilih Gota mengumumkan kabinet baru. Hari itu perdana menteri Sri Lanka mengundurkan diri.
Maka Presiden Gota mengangkat perdana menteri baru: kakak kandungnya sendiri. Yang dulu presiden itu. Yang mengangkatnya menjadi menteri pertahanan itu.
Sejarah terbesar nepotisme pun terukir di Sri Lanka. Adik jadi presiden, kakak jadi perdana menteri.
Benih-benihnya sudah ada di Indonesia.
(Dahlan Iskan)

Categories
Catatan Dahlan Iskan Dahlan Iskan Nasional

Mendengar Menjawab

Oleh : Dahlan Iskan
Hongkong mau punya Gurkha lagi. Seperti di zaman penjajahan Inggris dulu.
Gurkha baru ini juga akan dipekerjakan sebagai aparat keamanan. Tapi khusus untuk di stasiun-stasiun MTR –kereta bawah tanah.
Mengapa?
Selama hampir 100 hari ini banyak stasiun MTR yang dirusak demonstran. Setidaknya 40 stasiun yang jadi sasaran kemarahan pendemo.
Banyak petugas keamanan MTR yang mudah terpancing. Mereka mudah marah. Terutama kalau terus diejek dan dimaki demonstran.
Petugas keamanan itu akan digantikan oleh Gurkha. Agar tidak mudah tersinggung. Agar tidak terjadi bentrok.
Di zaman penjajahan dulu, Inggris memang mempekerjakan Gurkha. Sebagai tentara Inggris di Hongkong.
Pasukan Gurkha itu sudah dibubarkan. Sudah tidak ada lagi. Sejak Inggris menyerahkan Hongkong ke Tiongkok. Tahun 1997.
Istilah pasukan Gurkha terkenal di Indonesia. Terutama di sekitar Pertempuran 10 Nopember 1945. Yang lantas menjadi Hari Pahlawan itu.
Waktu itu Inggris kembali ke Indonesia. Setelah Jepang kalah di Perang Dunia ke-2 dan meninggalkan Indonesia. Inggris merasa berhak menguasai kembali Indonesia.
Pasukan Inggris tiba di Tanjung Perak Surabaya. Sebagian besar mereka adalah tentara Gurkha. Yakni tentara berkebangsaan Nepal.
Orang Indonesia, umumnya mengira Gurkha itu berasal dari India. Wajah mereka memang sangat mirip. Nepal memang satu rumpun dengan India. Letaknya pun berbatasan dengan India.
Sekarang pun masih banyak eks Gurkha yang tinggal di Hongkong. Beserta keluarga mereka. Menurut sensus 2011, masih ada 25.000 warga Nepal tinggal di Hongkong. Menjadi warga negara Hongkong.
Mereka itulah yang akan direkrut menjadi petugas keamanan MTR.
Menghadapi demo yang tidak kunjung berakhir itu CEO MTR nekad. “Kami akan merekrut sekitar 200 Gurkha,” kata Jacob Jam, sang CEO.
Mengapa?
“Mereka kan tidak mengerti bahasa Kanton. Tidak mudah terpancing,” ujar Jacob.
Makian para demonstran itu umumnya memang dalam bahasa Kanton. Kata ‘anjing’, ‘babi’, ‘preman’ sering ditujukan pada mereka. Petugas keamanan MTR sering terpancing. Lalu melawan. Akibatnya kian rusuh.
Orang Gurkha tidak akan tersinggung dimaki-maki sebagai anjing –kan tidak mengerti kata anjing dalam bahasa Kanton.
Tentara Gurkha juga dianggap lebih tegas. Mereka tidak punya banyak teman atau kenalan. Siapa pun yang melanggar bisa ditindak.
Orang Hongkong juga bisa lebih segan. Terbukti dulu, penjajah Inggris sukses menjaga keamanan Hongkong dengan menggunakan Gurkha.
Namun Gurkha Hongkong umumnya sudah pensiun. Yang masih muda di tahun 1997 pun kini sudah dalam usia pensiun.
Tapi Jacob akan tetap mempekerjakan mereka. “Demonstran itu tidak hanya merusak. Mereka juga banyak yang loncat portal. Menghindari pembayaran,” ujar Jacob.
Tanggal 17 September ini demo di Hongkong genap 100 hari. Kian brutal pula.
Sampai pekan lalu sudah 1.453 yang ditahan. Termasuk 280 wanita.
Polisi sudah menggunakan 2.414 tabung gas airmata. Tapi demo belum surut.
Memasuki hari ke 100 ini memang ada tren baru: demo nyanyi. Lagunya Glory of Hongkong –lagu perjuangan para demonstran. Tempat nyanyinya di mal. Biasanya dilanjutkan dengan lagu-lagu gereja. Inti dari gerakan ini memang para aktivis gereja juga.
Aktivis pro Tiongkok ganti menyanyi. Lagu kebangsaan Tiongkok. Di mal yang sama. Sambil mengibarkan bendera RRT.
Saling adu lagu ini hanya tiga hari. Setelah itu justru saling adu fisik. Antara yang pro demonstran dan yang anti. Padahal asyik juga kalau perlawanan ini hanya sebatas saling serang dalam bentuk lagu.
Joshua Wong sendiri sudah sampai di Washington DC. Tokoh demo berumur 22 tahun itu sudah menemui anggota Kongres. Yang merancang usulan UU demokrasi dan kebebasan di Hongkong. Yang usulan itu sudah ditandatangani 40 anggota Kongres dan Senat.
“Itu hanya menegaskan bahwa memang ada campur tangan asing di Hongkong”. Begitu penilaian juru bicara Kemlu Tiongkok.
Lebih dari itu, Tiongkok juga mengingatkan “Tidak mungkin Barat bisa menolong kalian, karena mereka sudah repot dengan diri sendiri”.
Intinya: belum ada titik terang di Hongkong.
Tiongkok belum mau turun tangan –menjaga komitmen perjanjian penyerahan Hongkong tahun 1997.
Pemerintah Hongkong tidak menunjukkan tanda-tanda tunduk pada tekanan demonstran.
Para pendemo masih berpegang pada lima tuntutan mereka.
Yang demo tidak mau mendengar pemerintah.
Pemerintah tidak mau mendengar demo.
Saya teringat ucapan tokoh masa lalu: banyak orang mau mendengar. Tapi mendengar hanya untuk menjawab, bukan mendengar untuk memahami.
(Dahlan Iskan)

Categories
Dahlan Iskan Nasional

Tulisan Adu Domba Sudutkan Islam Catut Dahlan Iskan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ada sebuah tulisan yang lumayan viral, berjudul Menyembah Tuhan, Mengabaikan Kemanusian. Isinya tak layak dikutip, karena akan membuat panas sebagian besar pembaca.
Tapi ada juga menariknya tulisan ini, yaitu dicantumkannya nama Dahlan Iskan sebagai penulis. Orang tentu tahu siapa Dahlan Iskan, dan yang biasa membaca tulisan mantan bos Grup Jawa Pos itu pasti mengenal benar bahasa dan struktur tulisannya.
Memang, nama Dahlan dicatut untuk tulisan yang dimulai dengan memuji Djarum Grup dan para konglomerat itu.
Dikonfirmasi, Dahlan Iskan membantah tulisan tersebut adalah karyanya.
“Saya tidak pernah menulis itu. Yang tidak ada di DisWay.id berarti bukan tulisan saya,” kata Dahlan Iskan melalui pesan WA.
“Saya juga nyatakan tulisan tersebut bukan karya Pak Dahlan Iskan, karena saya baru saja tabayyun ke beliau,” kata Ferry Is Mirza, mantan wartawan Jawa Pos.
“Style dan format tulisan Pak Dahlan tidak seperti itu. Saya yakin nama Pak Dahlan Iskan cicatut untuk tulisan itu,” kata Maksum, mantan redaktur Jawa Pos.
Dhiman Abror, mantan Pimred Jawa Pos juga sempat konfirmasi ke Dahlan Iskan yang dijawab serupa bahwa itu bukan tulisannya. Melalui Abror pun Dahlan Iskan segera memberi bantahan.
“Beredar tulisan seolah oleh Dahlan Iskan dengan judul ‘Menyembah Tuhan, Mengabaikan Kemanusiaan’ yang menyinggung soal Djarum. Itu bukan tulisan saya,” kata Dahlan.
“Untuk mengecek tulisan saya atau bukan bisa dilihat: terbit di DI’s Way (disway.id) atau tidak. Yang terbit di DI’s Way (tiap hari jam 4 pagi) berarti tulisan saya. Yang tidak ada di DI’s Way belum tentu tulisan saya. Terima kasih,” tambahnya.

Lantas tulisan siapa, kok usil mencatut nama Dahlan Iskan? Ternyata, tulisan tersebut diambil dari sebuah artikel yang ada di website dengan domain Atorcator.com. Nama penulisnya adalah Iyyas Subiakto.
Iyyas Subiakto mencantumkan sumber tulisannya dari akun Facebook Biakto Biakto. Sebagian besar isi dinding akun ini memang postingan kebencian terhadap Islam.
Tapi mengapa tulisan Menyembah Tuhan, Mengabaikan Kemanusiaan diedarkan dengan mencatut nama Dahlan Iskan?
“Mungkin aja niatnya memfitnah Pak Dahlan, sekaligus mengadu domba Pak Dahlan Iskan dengan pembacanya dan umat Islam,” kata seorang wartawan senior, Andung Kurniawan.
(nis/ngopibareng)

Categories
Dahlan Iskan Mahfud MD Nasional sby

Rombongan Mahfud MD dan Dahlan Iskan Temui SBY, Dapat Nasehat Begini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, di tengah situasi panas menanti hitung suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebaiknya dua pihak tim pemenangan menahan diri dengan menekan ego masing-masing.
Hal ini dikatakan SBY dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, saat Presiden Indonesia ke-6 ini berada di Nasional University Hospital, Singapura.
“Setidaknya ada ruang dialog untuk meredam,” ujar SBY, Jumat (3/5).
Pernyataan SBY disampaikan di hadapan sejumlah tokoh masyarakat yang sedang menjenguk Ani Yudhoyono di rumah sakit tersebut. Antara lain yang hadir, Sinta Nuriyah Wahid, Mahfud MD, Alissa Wahid, Dahlan Iskan, Beny Susetyo, dan sejumlah tokoh lainya.
SBY juga mengatakan, membuka ruang dialog itu penting. Karena bagaimana pun ini menyangkut kepentingan bangsa yang harus diutamakan.
“Tentu kita tidak bisa berharap dengan sekali dialog akan menghasilkan suatu solusi, karena itu perlu untuk terus menerus mengedepankan upaya rekonsiliasi,” katanya.
Ada tiga hal yang disarankan SBY untuk mencari jalan keluar dari kegaduhan ini. Yakni, compromise, take and give, dan win win solution.
Terpisah, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD setuju dengan SBY bahwa yang diperlukan dalam situasi seperti saat ini adalah menekan ego, untuk menjaga persatuan bangsa.
“Saya berharap ada rekonsiliasi pasca pilpres ini,” katanya.
Mahfud dalam kesempatan itu mengajak rombongan berdoa bersama untuk kesembuhan Ani Yudhoyono.
Terkait kesehatan Ani Yudhoyono, menurut Sby, walau masih naik turun, tetapi perkembangannya cukup positif.
“Bu Ani ditangani oleh dokter yang profesional dan teknologi kesehatan mutakhir,” ujarnya.
(sta/jpc/pojoksatu)

Categories
Dahlan Iskan demokrat Mahfud MD Nasional sby

Bukan Prabowo, SBY Justru Ditemui Tokoh Nasional, Ada Mahfud MD dan Dahlan Iskan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sejumlah tokoh nasional dari Gerakan Suluh Kebangsaan menjenguk Ibu Ani Yudhoyono yang sampai saat ini masih menjalani perawatan di National University Hospital (NUH). Singapura, Jumat (3/5/2019).
Para tokoh nasional yang ikut dalam kesempatan itu antara lain Sinta Nuriyah, Mahfud MD, Dahlan Iskan dan Alissa Wahid.
Rombongan diterima Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi oleh Amir Syamsuddin dan Edhie Baskoro Yudhoyono.
Buat istri almarhum Gus Dur Sinta Nuriyah dan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ini merupakan kunjungan keduanya di Singapura untuk menjenguk Bu Ani.
Dalam pertemuan tersebut, SBY menyampaikan update kondisi kesehatan dan pengobatan istrinya.
Kemudian, Sinta Nuriyah serta para tokoh-tokoh yang hadir menyampaikan bahwa misi utama kunjungan mereka adalah memberikan semangat dan doa yang tulus bagi kesembuhan istri Presiden keenam RI itu.
Mahfud MD melalui akun Twitter pribadi miliknya menyatakan, kunjungan itu adalah murni untuk mengunjungi Ani Yudhoyono.
“Presiden RI Ke-4 Pak SBY menyambut kami dari Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) Jumat pagi di RS NUH Singapore,” tulisnya.
“Kami berkunjung utk bezuk dan berdoa utk Ibu Ani Yudhoyono yg sedang sakit di sana,” lanjutnya.
Mahfud mengungkap bahwa SBY juga menyampaikan sejumlah masukan. Akan tetapi, ia tak membeberkan nasihat dan masukan SBY itu.
“Sbg negarawan Pak SBY memberi nasihat kebangsaan yg sangat mendalam kepada kami,” tutupnya.

Presiden RI Ke-4 Pak SBY menyambut kami dari Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) Jumat pagi di RS NUH Singapore. Kami berkunjung utk bezuk dan berdoa utk Ibu Ani Yudhoyono yg sedang sakit di sana. Sbg negarawan Pak SBY memberi nasihat kebangsaan yg sangat mendalam kepada kami. pic.twitter.com/sbkc2IA4qv
— Mahfud MD (@mohmahfudmd) May 3, 2019

(jpg/ruh/pojoksatu)

Categories
Dahlan Iskan Nasional

Kasasi JPU Ditolak, Dahlan Iskan Divonis Bebas

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi jaksa penuntut umum (JPU) kasus dugaan korupsi aset PT Panca Wira Usaha, yang melibatkan Dahlan Iskan. Sehingga putusan bebas pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi Surabaya secara langsung dikuatkan oleh putusan MA.
“Amar menolak permohonan kasasi, dengan demikian berlaku putusan pengadilan sebelumnya (bebas),” kata Kepala Biro Humas MA Abdullah di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (30/4).
Perkara tersebut diputus pada 24 April 2019 dengan nomor 3029 K/PID.SUS/2018. Ketua majelis hakim yang memutus perkara ini yakni Mohamad Askin, dengan anggota majelis hakim Leopold Luhut Hutagalung dan Suryajaya.
Kendati demikain, Abdullah belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai pertimbangan majelis hakim memutus bebas perkara yang menjerat mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Mengenai pertimbangan hukum, kami belum bisa menyampaikan pertimbangan majelis. Nanti pada saatnya apabila minutasi selesai akan disampaikan ke rekan media,” ucap Abdullah.
Untuk diketahui, Dahlan Iskan merupakan Dirut PT PWU periode 2000-2010. Kasus bermula saat terjadinya tukar guling aset BUMD PT PWU di Jawa Timur.
Tukar guling itu dinilai bermasalah sehingga Dahlan Iskan harus diadili. Mantan Ketua DPRD Surabaya, Wisnu Wardhana juga terseret dalam kasus tersebut.
Oleh Pengadilan Tipikor Surabaya, Dahlan dinyatakan bersalah dan divonis 2 tahun penjara pada 2017. Tidak berselang lama, Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya menganulir putusan tersebut, Dahlan dibebaskan dari seluruh dakwaan.
Atas vonis bebas itu, jaksa kemudian yang mengajukan permohonan kasasi. Namun, putusan kasasi menguatkan pertimbangan PT Surabaya.
 
(sta/jpg/pojoksatu)

Categories
Berita Terbaru Dahlan Iskan Catatan Dahlan Iskan Dahlan Iskan Nasional

Sayap RSS

Oleh : Dahlan Iskan
Mereka menyebutnya bukan ‘menunggangi agama’. Justru dengan sengaja membawa bendera agama. Untuk memenangi Pemilu di India. Yang sedang berlangsung sekarang ini.
Itulah pola perjuangan partai BJP (Bharatiya Janata Party). Yang lima tahun lalu menang besar. Atas rival lamanya, Partai Kongres. Termasuk menghabisi partai lokal Dalit. Yang mewakili rakyat terbawah. Di bawah kasta terbawah. Yang sebelumnya menguasai negara bagian Uttar Pradesh.
Kali ini BJP kelihatannya akan menang lagi. Dengan mudah. Dengan tema yang sama: pembawa misi agama. Hindu. Terang-terangan. Terbuka. Melawan partai Kongres yang mereka anggap sekuler.
Kejayaan BJP itu tidak datang tiba-tiba. Di dalam partai itu dibangun sayap militan. Isinya anak-anak muda. Ideologis. Dilatih kemiliteran. Terorganisasi dengan rapi.
Nama organisasi ini RSS: Rashtriya Swayamsevak Sangh. Yang sebenarnya kelompok lama. Sejak zaman penjajahan. Tapi baru mau masuk politik setelah tahun 2000.
RSS punya 6 juta anggota. Yang tersebar di 60 ribu cabangnya.
Di Pemilu lima tahun lalu RSS-lah yang ‘menghabisi’ suara Dalit di Uttar Pradesh. Sampai partai wong cilik itu tidak meraih satu pun kursi di DPR.
Caranya pun sangat militan. Satu orang anggota RSS harus membuat daftar 100 orang pemilih. Orang itulah yang bertanggungjawab: 100 orang itu akan mencoblos BJP. Termasuk pagi-pagi harus membangunkan mereka. Di hari pencoblosan. Bahkan harus mengantarkan mereka ke TPS. Dengan kendaraan RSS.
Semua itu dibalut dengan isu tunggal: demi kejayaan agama.
Putusan masuk ke politik pun tidak mudah. Sulit mencari partai yang seide. Yang mau memperjuangkan agama secara total. Politik dianggap terlalu kompromistis. Politik itu kotor. Seperti toilet.
Tapi mereka juga sadar. Tanpa politik sulit mencapai tujuan perjuangan. Dengan politik misi RSS mudah tercapai. Syaratnya: harus menang pemilu. Agar bisa mengendalikan negara.
“Kalau politik itu kotor kitalah yang harus membersihkan,” ujar tokoh RSS, seperti dikutip New York Times.
Akhirnya RSS masuk politik. Dicarilah partai yang mau didukung RSS. Dengan kontrak: harus menjadikan India negara Hindu sepenuhnya.
Partai BJP mau.
Mulailah RSS bergerak. Sebagai sasarannya adalah Pemilu 2014. Yang harus dimenangkannya. Mereka juga menemukan tokoh yang sangat berprestasi: Narendra Modi. Yang pernah 10 tahun jadi gubernur Gujarat. Dengan prestasi luar biasa: ekonomi Gujarat tumbuh di atas 10 persen selama 10 tahun bertutut-turut.
Lalu RSS menerapkan kerja militannya di negara-negara bagian kunci. Misalnya di Uttar Pradesh tadi.
Model Uttar Pradesh itulah yang lantas dicopy. Untuk negara-negara bagian lain. Yang jumlah kursi DPR-nya besar. Termasuk untuk negara bagian yang dianggap rawan: yang perkembangan agama lainnya pesat. Seperti di West Bengal. Yang ibukotanya Calcutta. Yang selama 10 tahun terakhir penduduk Islamnya naik 2 persen. Menjadi 22 persen. Lebih tinggi dari rata-rata nasional yang 14 persen.
Khusus untuk West Bengal aktivis RSS juga harus bisa mengembangkan jihad cinta. Yakni mencegah terjadinya perkawinan yang menyebabkan wanita Hindu pindah agama di negara bagian itu.
Mimpi besar memang sedang dibangun oleh RSS di India. Terutama menjadikan Hindu resmi sebagai agama negara. Termasuk menjalankan syariatnya. Di dalamnya harus ada larangan menyembelih sapi secara nasional. Di seluruh wilayah negara.
Mimpi besar yang lain adalah: menemukan kembali sungai Irawati. Yang disebut dalam kitab suci Hindu. Tapi di peta India modern sungai itu tidak ada. Tidak ditemukan. Negara harus bisa menemukannya. Harus mengerahkan ahli dan ilmuwan untuk melakukan riset besar-besaran.
Sungai Irawati adalah sungai sakti. Tempat betara Indra mencegah datangnya bencana.
Kini memang ada Sungai Ravi. Yang mengalir dari India, bermuara di Pakistan. Lewat kota Lahore. Sungai ini dulu pernah disebut sungai Irawati. Tapi itu dianggap mengada-ada. Lalu ganti nama. Menjadi Sungai Ravi.
Di Myanmar kini juga ada Sungai Irawati. Sungai terbesar di Myanmar. Yang jadi urat nadi kehidupan negara itu. Tapi kitab suci menyebut Sungai Irawati ada di India. Bukan Myanmar.
Irawati, Irawadi, Iravati, Iravadi. Begitu banyak nama yang penulisannya beda.
Masih ada mimpi yang lebih besar. Yang terbesar. Yakni bagaimana bisa membangun pura suci di Ayodya. Di Uttar Pradesh. Di lokasi asli di mana Rama berada.
Mereka menemukan di mana tempat Rama yang asli. Di Ayodya itu.
Tapi sejak abad 16 lokasi itu ditempati bangunan masjid. Namanya Masjid Babri.
Mereka percaya sebelum Islam masuk ke India di lokasi itu ada bangunan pura. Pura Rama. Maka RSS memendam misi. Harus bisa membangun kembali Pura Rama di situ. RSS lantas menjadikan Pura Rama sebagai isu sentral yang sexy.
Masjid Babri itu pun hancur. Di tahun 1992. Dalam sebuah kerusuhan besar. Sekitar 2000 orang mati.
RSS kemudian dilarang pemerintah. Untuk keempat kalinya. Yang pertama melarang adalah pemerintahan penjajah Inggris. Dianggap anti penjajahan.
Hidup lagi. Sampai tiba larangan yang kedua: saat Mahatma Gandhi dibunuh. Oleh sayap radikal RSS. Gara-gara Gandhi memaafkan kelompok Islam.
Selalu saja RSS bisa hidup kembali. Dan kini menjadi sayap ideologis di partai BJP.
Begitulah zaman ini. Di mana-mana agama dan politik menyatu.
(Dahlan Iskan)

Categories
Dahlan Iskan dahlan iskan dukung prabowo Nasional pendukung prabowo Pilpres 2019

Daftar Tokoh Pendukung Prabowo, Ada Dahlan Iskan dan Gatot Nurmantyo

POJOKSATU.id, SURABAYA – Sejumlah tokoh nasional membuat kejutan jelang Pilpres 2019 yang tinggal lima hari lagi. Tokoh nasional ramai-ramai menjatuhkan pilihannya kepada calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.
Tokoh nasional yang menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto di antaranya mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Filsuf Rocky Gerung hingga ulama kondang Ustadz Abdul Somad (UAS).
Para tokoh yang baru menyatakan dukungannya ini menghadiri pidato kebangsaan Prabowo Subianto di Dyandra Convention Center, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4) sore.
Dahlan datang belakangan. Ia disambut langsung oleh Prabowo. Mantan Dirut PLN itu duduk di kursi paling depan bersama Prabowo, Rizal Ramli, Fadli Zon, Sudirman Said dan sejumlah tokoh lainnya.
Sementara Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hadir saat Prabowo sudah berada di podium sambil sedang memperkenalkan pakar-pakar yang selama ini membantunya.
Di tengah Prabowo mengumumkan nama-nama pakar itu, Gatot hadir. Ia mengenakan kemeja putih dan peci hitam.
Gatot langsung naik ke atas panggung menyalami Prabowo yang sedang berada di podium.
“Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,” ujar Prabowo sambil menyalami Gatot.
Setelah itu, Gatot langsung duduk di kursi-kursi tempat para pakar Prabowo-Sandi duduk. Prabowo pun melanjutkan pembacaan nama-nama pakar pendukungnya.
Dalam acara tersebut, para tokoh pendukung Prabowo diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato singkat di atas podium, tak terkecuali Dahlan Iskan.
Dalam sambutannya itulah Dahlan menyatakan dukungan kepada Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.
“Hari ini saya menjatuhkan pilihan kepada Pak Prabowo,” ujar Dahlan disambut riuh pendukung 02.
Dia menuturkan lima tahun yang lalu dia menganggap calon presiden Jokowi memiliki program yang mampu menciptakan perubahan, yakni revolusi mental.
Namun Dahlan menilai, janji-janji Jokowi tidak terwujud selama periode pertama pemerintahannya.
Berikut ini daftar nama tokoh pendukung Prabowo Subianto yang menghadiri dialog kebangsaan Prabowo di Surabaya, Jawa Timur.
1. Ahmad Riza Patria
2. Amir Syamsudin
3. Arifin Seman
4. Bambang Haryo Sukartono
5. Bambang Susanto Priohadi
6. Bambang Widjojanto
7. Bembi Uripto
8. Budi Djatmiko
9. Chusnul Mariyah
10. Dahlan Iskan
11. Dahnil Anzar S
12. Damayanti
13. Dede Yusuf
14. Dian Islami Fatwa
15. Didik Rachbini
16. Dirgayuza
17. Dradjad Wibowo
18. Eddy Suparno
19. Fadli Zon
20. Erwin Aksa
21. Fahri Hamzah
22. Ferry Jemy Francis
23. Fery Mursyidan Baldan
24. Firmansyah
25. Fuad Bawazier
26. Glenny Kahuripan
27. Hanaif Rais
28. Haryadin Mahardika
29. Ichsanudin Noorsy
30. Irawan Ronodipuiro
31. Kardaya Warnika
32. Laode Kamaludin
33. Mochtar Niode
34. Mulfachri Harahap
35. Naniek S Deyang
36. Natalius Pigai
37. Otto Hasibuan
38. Priyo Budi Santoso
39. Rahmat Pambudi
40. Rahayu Saraswati
41. Rizal Ramli
42. Rocky Gerung
43. Rustika Tamrin
44. Rustriningsih
45. Said Didu
46. Said Iqbal
47. Salim Said
48. Jafry Syamsudin
49. Supiryiatno
50. Sudirman Said
51. Sufmi Dasco Ahmad
52. Suhendra Ratu
53. Tedjo Edhy P
54. Teguh Santoso
55. Thomas Djiwandono
56. Tri Hanurito
57. Ustaz Yusuf Martak
58. Wisnu Wardhana
59. Gatot Nurmantyo
(one/pojoksatu)

Categories
Dahlan Iskan dahlan iskan dukung prabowo Nasional Pilpres 2019

Ini Alasan Dahlan Iskan Dukung Prabowo Subianto

POJOKSATU.id, SURABAYA – Mantan menteri BUMN Dahlan Iskan dukung Prabowo Subianto. Pilihan politik Dahlan Iskan dia sampaikan dalam acara pidato kebangsaan Prabowo di Dyandra Convention Center, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4) sore.
Dahlan datang belakangan, disambut langsung oleh Prabowo. Mantan Dirut PLN itu duduk di kursi paling depan bersama Prabowo, Rizal Ramli, Fadli Zon, Sudirman Said dan sejumlah tokoh lainnya.
Setelah acara dimulai dengan doa yang dipimpin Ustaz Yusuf Martak, Dahlan diberikan kesempatan menyampaikan pidato pendek, tepat sebelum Prabowo naik ke podium.
Dalam sambutannya itulah Dahlan menyatakan dukungan kepada Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.
“Hari ini saya menjatuhkan pilihan kepada Pak Prabowo,” ujar Dahlan disambut riuh pendukung 02.
Dia menuturkan lima tahun yang lalu dia menganggap calon presiden Jokowi memiliki program yang mampu menciptakan perubahan, yakni revolusi mental.
Namun Dahlan menilai, janji-janji Jokowi tidak terwujud selama periode pertama pemerintahannya.
(rmol/pojoksatu)

Categories
Dahlan Iskan dahlan iskan dukung prabowo Nasional Pilpres 2019

Setelah UAS, Giliran Dahlan Iskan Dukung Prabowo

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah Ustadz Abdul Somad (UAS) menyatakan dukungannya kepada capres Prabowo Subianto, giliran Dahlan Iskan melakukan hal serupa.
Mantan Menteri BUMN Dahlan itu ikut menghadiri pidato kebangsaan Prabowo di Dyandra Convention Center Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019).
Selain Dahlan Iskan, turut hadir sejumlah tokoh nasional, seperti mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW), Rizal Ramli, hingga Rocky Gerung.
Prabowo sendiri tiba pada pukul 14.35 WIB. Dia disambut para tokoh yang sudah hadir di lokasi terlebih dahulu.
Pembawa acara kemudian menyebutkan para tokoh yang hadir. Pembawa acara menyebut para tokoh mendukung Prabowo.
“Inilah tokoh-tokoh yang insya Allah mengawal Pak Prabowo-Sandi di Indonesia menang,” ujar pembawa acara.
Berikut ini nama-nama yang disebutkan:
1 Ahmad Riza Patria
2 Amir Syamsudin
3 Arifin Seman
4 Bambang Haryo Sukartono
5 Bambang Susanto Priohadi
6 Bambang Widjojanto
7 Bembi Uripto
8 Budi Djatmiko
9 Chusnul Mariyah
10 Dahlan Iskan
11 Dahnil Anzar S
12 Damayanti
13 Dede Yusuf
14 Dian Islami Fatwa
15 Didik Rachbini
16 Dirgayuza
17 Dradjad Wibowo
18 Eddy Suparno
19 Fadli Zon
20 Erwin Aksa
21 Fahri Hamzah
22 Ferry Jemy Francis
23 Fery Mursyidan Baldan
24 Firmansyah
25 Fuad Bawazier
26 Glenny Kahuripan
27 Hanaif Rais
28 Haryadin Mahardika
29 Ichsanudin Noorsy
30 Irawan Ronodipuiro
31 Kardaya Warnika
32 Laode Kamaludin
33 Mochtar Niode
34 Mulfachri Harahap
35 Naniek S Deyang
36 Natalius Pigai
37 Otto Hasibuan
38 Priyo Budi Santoso
39 Rahmat Pambudi
40 Rahayu Saraswati
41 Rizal Ramli
42 Rocky Gerung
43 Rustika Tamrin
44 Rustriningsih
45 Said Didu
46 Said Iqbal
47 Salim Said
48 Jafry Syamsudin
49 Supiryiatno
50 Sudirman Said
51 Sufmi Dasco Ahmad
52 Suhendra Ratu
53 Tedjo Edhy P
54 Teguh Santoso
55 Thomas Djiwandono
56 Tri Hanurito
57 Ustaz Yusuf Martak
58 Wisnu Wardhana
Berikut ini video pidato kebangsaan Prabowo Subianto di Jawa Timur yang disiarkan secara live:

(detik/one/pojoksatu)