Categories
Daerah Medan Nasional Sumut Tuan Guru Babussalam

Innalillahi, Tuan Guru Babussalam Syekh Hasyim Al Syarwani Meninggal Dunia

POJOKSUMUT.com, LANGKAT-Kabar duka datang dari Tuan Guru Babussalam, Syekh H Hasyim Al Syarwani yang wafat, Sabtu (16/11/2019) siang.
Syekh Hasyim meninggal setelah sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Medan dan menghembuskan nafasnya pukul 11.30 WIB, pada usia 82 tahun.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi ikut menyampaikan duka atas meninggalnya Syekh Hasyim.
Lewat akun resmi Instagramnya, Edy menuliskan agar almarhum serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT
“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Saya dan seluruh keluarga turut berduka cita atas berpulangnya ke Rahmatullah, ulama kita, orang tua kita dan guru kita Syeikh Hasyim Al Syarwani Tuan Guru Babussalam Besilam Langkat pada siang hari ini. Segala jodoh dan takdir sudah menjadi ketentuan Allah SWT. Kita manusia hanya bisa berserah diri dan mengikhlaskan,” tulisnya.

Edy juga mengajak semuanya mendoakan almarhum. “Saudaraku, mari sama sama kita doakan almarhum. Semoga Allah mengampuni segala khilaf dan dosa almarhum serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, amin. Dan kepada keluarga Tuan Guru, semoga diberi kesabaran ketabahan hati,” ungkapnya.
Seperti diketahui Babussalam merupakan daerah di Padang Tualang Langkat yang menjadi tempat penyebaran Islam Tarikat Naqsabandiyah terbesar di Asia Tenggara.
Tokoh negeri ini tiap kali ke Sumatera Utara selalu menyempatkan datang ke lokasi ini. Tidak hanya gubernur dan wakilnya Musa Rajekshah, Presiden Jokowi juga pernah mendatangi Syekh Hasyim tahun ini. Syekh Hasyim bahkan menghadiahkannya sorban.
Jokowi silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam di Langkat.Foto : BPMI/Setkab
Dilansir dari berbagai sumber kampung ini pertama sekali dibangun oleh Almarhum Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Babussalam pada tahun 1882. Syekh Haji Hasyim al-Syarwani sendiri merupakan cucu Syekh Abdul Wahab Rokan atau dalam silsilahnya Tuan Guru ke-X. (nin/pojoksumut)

Categories
Daerah Nasional Pemuda Enrekang Nikahi Janda 65 Tahun Sidrap Sulsel

Nikahi Pemuda Enrekang, Janda Inade: Inilah Jodoh, Tuhan Maha Tahu

POJOKSULSEL.com, SIDRAP – Rabu (24/10/2018) menjadi hari yang berbahagia bagi dua sejoli Muh Idris (20) dan Inade (65). Bertempat di Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap, keduanya menggelar pesta pernikahan.
Sebelum pernikahan tersebut, media sosial memang sempat dihebohkan dengan pernikahan Muh Idris, pemuda asal Enrekang, dengan Inade, yang diketahui janda berusia 65 tahun.
Kemarin, pernikahan pun terlaksana. Muh Idris dan Inade bak raja dan ratu sehari. Mereka kompak memakai gaun pengantin Bugis-Makassar.
BACA JUGA:
Ribuan Warga Jadi Saksi Pernikahan Pemuda Enrekang dan Janda 65 Tahun
Cerita di Balik Palu Nomoni, Festival Budaya atau Ritual Pemuja Setan?
Janda Cantik Ditusuk 18 Kali oleh Kekasih Gelapnya, Ada Bekas Sperma
Inade tampak bahagia usai dipersunting Muh Idris. Dia pun tidak malu lantaran pernikahan beda usia ini menjadi viral di media sosial dan dibincangkan banyak orang.
“Saya bahagia dan tidak malu,” katanya saat ditemui di malam pernikahannya.
Menurutnya, jodoh, rejeki, hingga maut, sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, sehingga dia pun tidak menolak saat pemuda yang lebih mudah 54 tahun dari umurnya datang meminangnya.
“Inilah jodoh, dan Tuhan yang maha tahu,” ucapnya.
BACA JUGA:
Inilah Foto-foto Pernikahan Pemuda Enrekang dan Janda 65 Tahun
Pak Kapolsek Kritis Ditikam Tersangka Pembunuhan
Inade mengatakan, setelah pernikahannya, mereka akan terlebih dahulu melakukan ziarah kubur dan silaturahim di Enrekang tempat keluarga suaminya, Muh Idris.
“Begitu juga di Sidrap, kami juga akan melakukan ziarah kubur, khususnya di pekuburan mantan suami saya Sukardi yang telah berpulang ke rahmatullah pada 2015, lalu,” ucap Inade dikutip Fajar. (why/pojoksulsel)

Categories
Daerah Nasional Pemuda Enrekang Nikahi Janda 65 Tahun pernikahan beda usia Sidrap Sulsel Trending

Ribuan Warga Jadi Saksi Pernikahan Pemuda Enrekang dan Janda 65 Tahun

POJOKSULSEL.com, SIDRAP – Rabu (24/10/2018) menjadi hari yang berbahagia bagi dua sejoli Muh Idris (20) dan Inade (65). Bertempat di Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap, keduanya menggelar pesta pernikahan.
Sebelum pernikahan tersebut, media sosial memang sempat dihebohkan dengan pernikahan Muh Idris, pemuda asal Enrekang, dengan Inade, yang diketahui janda berusia 65 tahun.
Kemarin, pernikahan pun terlaksana. Muh Idris dan Inade bak raja dan ratu sehari. Mereka kompak memakai gaun pengantin Bugis-Makassar.
BACA JUGA:
Cerita di Balik Palu Nomoni, Festival Budaya atau Ritual Pemuja Setan?
Janda Cantik Ditusuk 18 Kali oleh Kekasih Gelapnya, Ada Bekas Sperma
Inilah Foto-foto Pernikahan Pemuda Enrekang dan Janda 65 Tahun
Meski perbedaan umur di antara keduanya cukup jauh, yakni 45 tahun, namun atas nama cinta, keduanya melangsungkan pernikahan.
Pemuda Enrekang nikahi janda 65 tahun (Facebook)
Pestanya pun disaksikan ribuan warga yang datang dari berbagai daerah baik Sidrap maupun Kabupaten/Kota tetangga.
Mereka ingin menyaksikan langsung malam resepsi antara kedua pasang berbeda usia itu.
“Inilah namanya jodoh. Tidak ada orang bisa tahu kecuali Allah SWT,” kata H Nesseng, salah satu keluarga mempelai perempuan dikutip Fajar.
Warga berdatangan selain berpose dengan mempelai, mereka juga ucapan selama dan berharap dapat menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Bahkan, Wakil Ketua DPRD Sulsel H Syaharuddin Alrif juga tampak hadir pernikahan pemuda Enrekang dan janda 65 tahun di Sidrap iitu.
Syaharuddin Alrif mengaku, penasaran dengan berita rencana pernikahan Idris dan Inade yang viral di media sosial.
”Saya sampai penasaran ingin melihat. Kebetulan juga warga di desa ini dekat dengan saya makanya dari Makassar langsung ke sini,” kata Syaharuddin Alrif.
Syaharuddin Alrif mengaku, pernihakan ini merupakan sebuah peristiwa terheboh di Indonesia perhari ini, karena usianya cukup jauh laki-laki 20 tahun dan perempuan 65 tahun.
“Tapi inilah yang namanya rahasia ilahi karena tuhan telah menentukan semua jodoh manusia,” beber Syaharuddin Alrif. (why/pojoksulsel)

Categories
Daerah Nasional pernikahan beda usia pernikahan heboh Sidrap Sulsel

Jatuh Cinta di Kebun Cengkeh, Pemuda Enrekang Nikahi Janda 65 Tahun

POJOKSULSEL.com, SIDRAP – Jika tidak ada aral melintang, Muh Idris, seorang lajang berusia 20 tahun, pemuda asal Enrekang, akan menikahi Inade, janda berusia 65 tahun, warga Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang, Rabu (24/10/2018) mendatang.
Rencananya, pernikahan akan dilaksanakan di Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang, Sidrap.
Pernikahan keduanya pun viral di media sosial, lantaran umur mereka memang jauh beda, selisih 45 tahun.
Imam Desa Corawali, Alimuddin saat dihubungi, Senin, 22 Oktober membenarkan hal tersebut.
Alimuddin mengatakan, dirinya sendiri yang akan jadi penghulu pada pernikahan tersebut.
Dia menceritakan, pertemuan keduanya berawal ketika memetik cengkeh di daerah Suli, Kabupaten Luwu.
Saat itu, Muh Idris bersama omnya memetik cengkeh di kebun Inade.
“Di situlah awal keduanya bertemu, dan muncul benih-benih cinta, hingga keduanya akan melangsungkan pernikahan,” tandasnya dikutip Fajar. (pojoksulsel)

Categories
Daerah Nasional pernikahan beda usia Sidrap Sulsel Trending

Viral, Pemuda Enrekang Nikahi Janda 65 Tahun

POJOKSULSEL.com, SIDRAP – Umur tidak menjadi penghalang untuk melangkah ke pelaminan.
Hal inilah yang dilakukan Muh Idris, seorang lajang berusia 20 tahun, pemuda asal Enrekang, akan menikahi Inade, janda berusia 65 tahun, warga Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang.
Rencananya, pernikahan akan dilaksanakan di Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang, Sidrap.
Pernikahan keduanya pun viral di media sosial.
Umur mereka memang jauh beda, selisih 45 tahun.
Namun cinta keduanya tak mengenal usia. Mereka akan melangsungkan pernikahan pada, Rabu malam, 24 Oktober 2018.
Imam Desa Corawali, Alimuddin saat dihubungi, Senin, 22 Oktober membenarkan hal tersebut.
Dia mengatakan, keduanya akan melangsungkan pernikaan dalam waktu dekat ini.
“Insya Allah, Muh Idris dan Inade ini akan menikah pada Rabu malam, 24 Oktober, di Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang. Maharnya uang Ep 10 juta,” katanya, sesaat lalu dikutip Fajar. (pojoksulsel)

Categories
Daerah gempa polewali mandar Majene Nasional polewali mandar Sulsel

Pascagempa Polewali Mandar, SMAN 1 Sendana Majene Diliburkan

POJOKSULSEL.com, MAKASSSAR – Pascagempa berkekuatan 3,7 magnitude di Barat Daya Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), atau di perbatasan Polewali Mandar dan Majene, Senin dini hari (1/10/2018), membuat warga Majene panik.
Aktivitas belajar mengajar di SMAN 1 Sendana, Majene juga terpaksa masuk dalam tahap waspada. Ini lantaran banyak siswa yang dilarang orang tuanya ke sekolah. Informasi yang dihimpun pojoksulsel, hanya sedikit siswa-siswi SMAN 1 Sendana yang datang ke sekolah.
“Dilarang orang tuanya ke sekolah. Ada juga yang pulang tapi tidak kembali ke sekolah,” kata sumber pojoksulsel di Sendana, Majene, Senin (1/10/2018).
Sampai saat ini, belum ada aktivitas belajar mengajar di SMAN 1 Sendana, meskipun sebenarnya ada sudah ada beberapa siswa-siswi yang masuk sekolah. Namun, jumlahnya hanya sebagian kecil saja.
Warga di Kecamatan Sendana panik setelah mendapatkan informasi gempa berkekuatan 3,7 M dengan kedalaman 10 km. Mereka khawatir akan terjadi gempa susulan dan diikuti gelombang tsunami. Karena itu,warga yang berada di pesisir pantai Sendana mencari tempat di dataran tinggi yang lebih aman.
Nah, lokasi SMAN 1 Sendana termasuk berada di perbukitan Sendana. Banyak warga yang mengungsi ke lokasi sekitar itu. Hingga saat ini, masih banyak warga yang belum kembali ke rumahnya sambil menunggu kepastian bahwa tidak terjadi lagi gempa susulan.
(muh fadly/pojoksulsel)

Categories
Daerah gempa polewali mandar Majene Nasional polewali mandar Sulsel

Pascagempa 3,7 M, Warga Majene Sulbar Mengungsi ke Bukit

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Gempa bumi berkekuatan 3,7 magnitude yang terjadi di perbatasan Polewali Mandar dan Kabupateh Majene, Provinsi Sulawesi Barat membuat warga Majene panik. Pascagempa itu, warga Majene mengungsi kedataran tinggi, Senin (1/10/2018).
Diketahui, BMKG merilis kejadian gempa bumi di Polewali Mandar pada Senini dinihari pukul 01.53 WITA. Gempa bumi 3,7 M ini terjadi pada jarak 43 km di Barat Daya Polewali Mandar, atau wilayah perbatasan Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene. Kedalaman gempa adalah 10 km dan getaran dirasakan di Pamboang, Majene pada MMI III.
Informasi yang dihimpun pojoksulsel, pasca gempa tersebut membuat masyarakat Majene resah akan terjadinya gelombang tsunami. Sehingga warga mencari tempat yang lebih tinggi. Kepankina ini terjadi di Kecamatan Pamboang dan Kecamatan Sendana, Majene.
Warga meninggalkan rumah-rumah mereka dan berbondong-bondong naik ke perbukitan. Daerah Pamboang dan Sendana memangterletak di pesisir pantai Selat Makassar.
Hingga pagi ini, sebagian warga memang masih bertahan di perbukitan dan sebagian lagi sudah kembali ke rumahnya.
(muh fadly/pojoksulsel)

Categories
Daerah Gempa Bumi gempa polewali mandar Nasional Polewali Mandar. Sulbar Sulsel

Gempa Bumi 3,7 M Terjadi di Polewali Mandar Sulbar

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Badan Metereologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) merilis gempa bumi berkekuatan 3,7 magnitude terjadi di Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (1/10/2018) dini hari.
Lokasi titik gempa terjadi pada jarak 43 km di Barat Daya Polewali Mandar dengan kedalaman 10 km. Gempa ini terjadi pada pukul 01.53 WITA.
Getaran gempa ini dirasakan pada MMI III dirasakan di Pamboang, Kabupaten Majene, Sulbar. (muh fadly/pojoksulsel)

Categories
Daerah Nasional Sulsel

SADIS!!! Anak Aniaya Bapak Kandung Hingga Tewas di Gowa

POJOKSULSEL.com, GOWA – Seorang anak tega menganiaya ayah kandungnya hingga tewas di Dusun Julubori, Desa Paku, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (22/9/2018).

Informasi yang dihimpun korban bernama Daeng Laja (61). Dari hasil identifikasi, ditemukan banyak luka lebam di sejumlah tubuhnya. Korban sudah dalam kondisi tak bernyawa di ruangan dapur rumah
Dari keterangan cucu korban AI bahwa dia melihat kakeknya dianiaya oleh bapaknya di dalam rumah mereka.
“Dipukul pakai tangan. Sama kakinya juga diduduki,” kata AI
Sementara Kanit Reskrim Polsek Pallangga Ipda Ali Akbar mengatakan, setelah mendapat laporan langsung mendatangi rumah korban.
“Tapi pelaku sudah melarikan diri. Selanjutnya kami melakukan olah TKP, memasang garis polisi dan meminta sejumlah keterangan saksi,” kata Ali.
Untuk saat ini kata dia  motifnya masih didalami karena pelaku belum ditemukan.
“Kami memburu terduga pelaku pembunuhan,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan sementara oleh polisi di tubuh korban banyak ditemukan luka.
(herman kambuna/pojoksulsel)