Categories
Bali Cewek Nakal geng cewek Nasional

Rebutan Cowok, Korban Dipaksa Sujud di Kaki Pelaku, Disiram Air Got

POJOKSATU.id, BALI – Gara-gara rebutan cowok, sekelompok remaja putri menganiaya cewek ABG berinisial Ni KAR (16), warga Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.
Korban yang baru lulus SMP dipaksa bersujud di kaki pelaku, kemudian dicakar dan disiram air got di areal persawahan Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar.
Atas perbuatannya, polisi mengamankan tiga pelaku penganiayaan pada Kamis (27/6) pagi.
Ketiga pelaku yakni AG (17) warga Desa Ketewel Kecamatan Sukawati, DSK (16) warga Desa Lodtunduh Kecamatan Ubud dan VNA (17) warga Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati.
Kakak pertama korban, Ni Wayan D yang ditemui di rumahnya menyatakan adiknya kini masih trauma berat.
“Dia diam di kamar saja. Adik lemas, trauma, apalagi tahu ada video sampai viral di media sosial,” ujar Ni Wayan D, seperti dilansir Radar Bali.
Aksi penganiayaan terhadap korban direkam oleh salah satu pelaku. Dalam video berdurasi 22 detik itu, pelaku utama meminta korban bersujud di depannya.
Tidak puas, ternyata pelaku juga menganiaya korban dengan mencakar pipi dan menyiramnya dengan air got.
“Adik saya kena cakar, pipi kanan, tangan kanan kena cakar,” jelasnya.
Selain itu, baju yang dikenakan adiknya juga tampak bau karena disiram air got.
“Sepertinya dia disiram pakai air got karena baunya jelek,” ujarnya.
Tak terima dengan perbuatan pelaku, keluarga korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke polisi.
Kanitreskrim Polsek Sukawati, Iptu Gusti Ngurah Jaya Winangun mengaku telah mengamankan tiga pelaku geng cewek.
“Mereka diamankan karena melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap barang atau orang,” ujarnya, kemarin.
Tiga pelaku ditangkap
Tiga pelaku dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman lima tahun.
“Kalau nanti diversi,nanti tergantung putusan hakim. Sementara dikembalikan ke orang tua dulu untuk dibina, sembari menunggu sidang,” terangnya.
Iptu Winangun mengaku penganiayaan itu didasari motif asmara.
“Pelaku AG melakukan kekerasan dilatarbelakangi masalah cowok. Korban (KAR) mendatangi pelaku (AG) agar tidak pacaran dengan cowoknya karena antarkorban dengan si cowok masih ada hubungan pacaran,” ujarnya.
Karena tidak terima, maka pelaku mencari korban ke rumahnya di bilangan Sukawati. Pelaku mengajak korban ke Kemenuh untuk membicarakan permasalahan antara mereka berdua.
“Di lokasi, ada 2 orang teman pelaku yang menunggu di sana. Kedua orang temannya memaksa kepada korban untuk meminta maaf kepada pelaku dan melakukan penganiayaan kepada korban,” jelasnya.
(rb/dra/mus/jpr/pojoksatu)