Categories
bupati luwu caleg demokrat dhevy bijak Nasional Pemilu 2019

Terindikasi Penggelembungan Suara, Putra Bupati Luwu Digugat Sesama Caleg Demokrat

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Caleg DPR RI Partai Demokrat, Muh. Devhy Bijak terancam diskualifikasi sebagai Caleg terpilih dari Dapil Sulawesi Selatan III. Pasalnya ada dugaan penggelembungan suara yang terjadi di Kabupaten Luwu, Sulsel, secara massif.
Hal itu diungkap dua caleg Demokrat lainnya Bahrum Daido bersama Frederik Batti Sorring yang kemudian melaporkan masalah ini ke KPU dan Bawaslu Luwu.
Bahrum yang berstatus sebagai petahana bersama Frederik Batti Sorring memasukkan surat protes atau gugatan ke KPU Luwu dan Bawaslu Kabupaten Luwu, Senin (13/5/2019) lalu.
Dalam surat tersebut, berisi penolakan hasil rekapitulasi suara yang dilakukan KPUD Kabupaten Luwu pada penghitungan tingkat kabupaten untuk calon anggota DPR RI.
Lanjut isi surat itu, alasan penolakan karena menilai hasil rekap cacat hukum, akibat adanya indikasi kecurangan terstruktur dan masif, yang terjadi karena pembiaran oleh penyelenggara. Mereka mencatat pelanggaran paling menonjol terjadi di Kecamatan Walenrang dan Walenrang Barat, yang mengakibatkan terjadinya penggelembungan suara di dua kecamatan tersebut, diarahkan ke caleg Demokrat, Muh Dhevy Bijak.
Sebagaimana diketahui, Dhevy Bijak adalah anak Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak. Di Walenrang dan Walenrang Barat, dari 16 partai peserta pemilu 2019, hanya caleg Partai Demokrat nomor 7 atas nama Muh Dhevy Bijak yang peraih suara.
Sedangkan caleg dari partai lain kosong. Bahkan, jumlah suara yang diperolehnya melebihi suara DPT di suatu TPS.
“Baik surat suara cadangan juga dicoblosnya. Padahal tidak sesuai DPT,” kata Bahrum dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (17/5/2019).
Atas uraian di atas, pihak penggugat dalam hal ini Bahrum Daido bersama Frederik Batti Sorring, meminta KPU Kabupaten Luwu dan Bawaslu Kabupaten Luwu, membatalkan hasil perolehan suara atas nama Muh Dhevy Bijak untuk wilayah Kecamatan Walenrang dan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu.
Dalam pelaporan kepada KPU dan Bawaslu Luwu, pengugat juga melampirkan bukti penggelembungan suara serta foto copy C1 terlampir. Sedangkan bukti video, foto, dan saksi-saksi akan disampikan saat pembuktian nantinya.
Salah satu video yang diperlihatkan, dimana salah seorang warga di Walenrang yang memiliki hak suara di TPS Bulo, Kecamatan Walenrang, mengaku pilihannya kepada salah satu caleg DPR RI yang bukan nomor 7 Muh Dhevy Bijak, hilang.
Di TPS ini, semua suara menyatu ke caleg Partai Demokrat nomor 7.
Bahrum Daido dan Frederik Batti Sorring, selaku pihak yang dirugikan mengaku akan melakukan upaya hukum sesuai aturan yang berlaku, jika protes ke KPU dan Bawaslu tak digubris.
(*/pojoksatu)