Categories
brigpol permadi cinta terlarang istri selingkuh Nasional pengusaha tembakau Temanggung Jawa Tengah

Kisah Cinta Terlarang Brigpol Permadi dan Istri Pengusaha, Rencana Nikah Malah Masuk Bui

POJOKSATU.id, TEMANGGUNG – Rencana Brigpol Permadi menikahi istri pengusaha tembakau, Nurtafia (26) gagal total.
Bukan istri yang didapat, anggota Polsek Kranggan, Polres Temanggung, Jawa Tengah itu justru terancam menua di penjara. Ia juga terancam dicopot dari profesinya sebagai anggota Polri.
“Anggota kami (Brigpol Permadi), selain pidana umum ada juga hukuman kode etik, pecat,” tegas Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, Jumat (22/3).
Brigpol Permadi terancam dipecat dan menua di penjara lantaran diduga menjadi otak pembunuhan berencana terhadap pengusaha tembakau, Tjiong Boen Siong (64).
Permadi dan selingkuhannya, Nurtafia mengotaki pembunuhan Tjiong Boen Siong. Nurtafia adalah istri Tjiong Boen Siong.
Permadi dan Nurtafia yang telah berselingkuh selama dua tahun, nekat menghabisi Tjiong Boen Siong agar keduanya bisa menikah. Namun, rencana ke pelaminan justru berujung bui.
Perbuatan biadab Permadi dan Nurtafia berhasil dibongkar polisi. Keduanya diduga menjadi otak pembunuhan Tjiong Boen Siong, warga Jalan Kosasih Nomor 59 RT 1/RW 6 Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan, Temanggung.
Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi mengungkapkan, kasus ini sebelumnya masih misteri.
Awalnya, polisi hanya menerima laporan kehilangan orang. Keluarga korban melaporkan kehilangan Tjiong Boen Siong ke Polsek Parakan pada Selasa (12/3) lalu.
“Setelah kami lakukan penyelidikan, kasus yang sebelumnya misteri ini ternyata merupakan peristiwa pembunuhan berencana,” ucap Dwi Haryadi, Kamis (21/3) siang.
Brigpol Permadi dan Nurtafia
Menurutnya, adik korban, Tjiong Tjen Siong (52) melaporkan kehilangan kakaknya ke Polsek Parakan. Kepada polisi, ia mengatakan bahwa kakaknya pergi dari rumah sejak Selasa (12/3).
Sejak meninggalkan rumah, keberadaan kakaknya tidak diketahui. Sang kakak telah pergi dari rumah selama dua hari. Namun hingga Kamis (14/3), keluarga tak mendapat kabar apa pun.
Setelah menerima laporan tersebut, polisi langsung membentuk tim untuk melakukan pencarian sekaligus menyelidiki kehilangan korban.
Pada Senin (18/3), polisi menemukan barang bukti sebuah mobil pikap milik korban di wilayah perkebunan Teh Tambi di Kecamatan Kejajar, Wonosobo.
Penemuan mobil korban menjadi petunjuk bagi untuk mengungkap kasus tersebut. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah melakukan olah TKP, kami padukan dengan hasil penyelidikan kami dari tim dan mulai mengerucut bahwa peristiwa itu ada keterlibatan ke dalam, yakni istri korban,” katanya.
Karena data-data sudah kuat, petugas kepolisian melakukan penangkapan terhadap istri korban pada Selasa (19/3) petang.
Setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan akhirnya membenarkan menghabisi suaminya. Ia mengaku merencanakan pembunuhan itu dengan selingkuhannya, Brigpol Permadi.
“Saudara P bersama istri korban ini telah menjalin hubungan asmara sejak dua tahun,” katanya.
Namun demikian, hubungan mereka seolah-olah terganggu dengan keberadaan korban, sehingga mereka bersepakat menghabisi korban.
Dalam pelaksanaannya, Permadi dari istri korban menyuruh seorang pembunuh bayaran, yakni M untuk menghabisi korban. M kemudian mengajak rekannya berinisial A pada Selasa (12/3).
“Korban dipancing dengan cara (pelaku) memesan pupuk cair. Akhirnya korban pergi membawa pupuk cair pesanan pelaku. Kemudian mereka janjian di suatu tempat di wilayah jalan Bulu-Parakan,” katanya.
Nurtafia dan suaminya Tjiong Boen Siong
Setibanya di lokasi kejadian, korban turun dan kemudian akan mengambil barang pesanan pelaku.
“Pada saat itu korban langsung dipukul oleh pelaku M mengenai bagian kepala sebanyak dua kali,” katanya.
Korban jatuh terkapar. Korban kemudian dimasukkan ke dalam mobil oleh oleh pelaku M dibantu Ake.
Saat di dalam mobil, korban masih sempat bergerak, sehingga dipukul lagi sebanyak dua kali menggunakan gagang cangkul sampai tidak bergerak.
Setelah itu, korban dibawa ke wilayah Desa Bandarejo Kecamatan Candiroto, Temanggung untuk dibuang di perkebunan kopi dan mereka pulang.
(one/pojoksatu)

Categories
brigpol permadi istri bunuh suami Nasional pengusaha tembakau Temanggung Jawa Tengah

Brigpol Permadi dan Selingkuhan Otaki Pembunuhan Pengusaha Tembakau, Kapolda Marah Besar

POJOKSATU.id, TEMANGGUNG – Pembunuhan pengusaha tembakau, Tjiong Boen Siong (64) menggegerkan publik. Korban dibunuh oleh istrinya sendiri Nurtafia (26) dan selingkuhannya, Brigpol Permadi.
Permadi dan Nurtafia menyewa pembunuh bayaran Rp20 juta untuk menghabisi Tjiong Boen Siong, warga Jalan Kosasih Nomor 59 RT 1/RW 6 Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah,
Pelaku menghabisi korban agar rencana Brigpol Permadi dan Nurtafia untuk menikah bisa segera terwujud.
Brigpol Permadi merupakan anggota Polsek Kranggan, Polres Temanggung.
Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono marah besar ketika mengetahui anak buahnya menjadi otak pembunuhan pengusaha tembakau di Temanggung.
BACA: Istri Pengusaha Tembakau Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Suami, Polisi Selingkuhan Terlibat
Jenderal bintang dua itu menegaskan, tidak ada ampun untuk Permadi. Dia akan dipecat dan dihukum berat sesuai perbuatannya.
“Ada anggota kami (Permadi), selain pidana umum ada juga hukuman kode etik. Pecat,” tegas Condro, Jumat (22/3).
Condro menegaskan, pelaku pembunuhan pengusaha tembakau berjumlah empat orang. Tiga di antaranya telah ditangkap, satunya lagi masih buron.
“Pelaku empat orang, tiga sudah tertangkap. Satu lagi masih DPO,” kata Condro.
(one/pojoksatu)