Categories
bpjs naik Iuran BPJS Nasional

Iuran BPJS Naik 1 Januari, Dirut BPJS: Cuma Rp5.000 per Hari

POJOKSATU.id, JAKARTA – Iuran BPJS resmi naik per 1 Januari 2020. Kenaikan iuran BPJS merupakan opsi terakhir untuk mengatasi defisit anggaran yang cukup besar.
Selain iuran BPJS Kesehatan, tarif listrik juga akan naik. Pemerintah akan menghapus subsidi listrik untuk golongan 900 VA. Akibat dihapusnya subsidi, maka tarif listrik 900 VA otomatis mengalami kenaikan.
Untuk iuran BPJS Kesehatan, naiknya dua kali lipat. Iuran PBI pusat dan daerah yang sebelumnya hanya Rp23.000 naik menjadi Rp 42.000 per bulan per jiwa.
Kelas I yang sebelumnya Rp 80.000 naik menjadi Rp 160.000 per bulan per jiwa. Kemudian Kelas II menjadi Rp 110.000 per bulan per jiwa (sebelumnya Rp 51.000). Dan Kelas III naik menjadi Rp 42.000 per bulan per jiwa (sebelumnya Rp 25.500).
Meski naik dua kali lipat, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menilai kenaikan iuran pada 1 Januari 2020 tidak berat.
Menurut Fachmi, besarnya kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut hanya setara dengan mencicil Rp 5.000 per hari.
“Iuran naik dua kali lipat? Narasinya tidak begitu, untuk nonformal itu sama dengan kurang lebih Rp 5.000 per hari untuk dana pemeliharaan kesehatan,” kata Fachmi di acara FMB9, Jakarta, Senin (7/10/2019).
BACA: 7 Tarif Akan Naik, Negara Bakal Semakin Memiskinkan Rakyatnya
Fachmi menyebut, setiap masyarakat yang menjadi peserta BPJS Kesehatan bisa mencicil setiap harinya dengan meletakkan uang tersebut pada suatu tempat khusus yang dalam satu bulan bisa terkumpul dalam jumlah nominal iuran premi. Sehingga, penyesuaian tidak memberatkan.
Fachmi menyebut, setiap masyarakat yang menjadi peserta BPJS Kesehatan bisa mencicil setiap harinya dengan meletakkan uang tersebut pada suatu tempat khusus yang dalam satu bulan bisa terkumpul dalam jumlah nominal iuran premi. Sehingga, penyesuaian tidak memberatkan.
Bahkan, dikatakan Fachmi jika masyarakat sebagai peserta mandiri yang awalnya berada di kelas I dan merasa keberatan dengan adanya penyesuaian maka bisa mengajukan penurunan kelas dengan jumlah iuran yang lebih rendah.
“Kalau nggak dipakai, yah dipakai orang lain membantu. Kelas II sebesar Rp 3.000, kelas III nggak sampai Rp 2.000, Rp 1.800 per hari kalau saya hitung. Sebenarnya kita bisa nabung itu per hari menyisihkan uang,” tandas Fachmi.
(one/pojoksatu)