Categories
BMKG Gempa Aceh Nasional

Gempa 5,1 SR Guncang Banda Aceh

Gempa berkekuatan 5,1 skala richter (SR) mengguncang Laut Lepas Banda Aceh, Aceh pada Selasa (1/1).
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 18.55.
Pusat gempa berada di 93 km arah baratdaya Banda Aceh. Titik koordinat gempa berada di 5.47 derajat Lintang Utara (LU) dan 94.49 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 14 km,
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
(pojoksatu)

Categories
bengkulu BMKG Gempa Padang Nasional Video

Padang dan Bengkulu Diguncang Gempa, Berikut Analisa BMKG

POJOKSATU.id, JAKARTA – Gempa 5.7 SR yang mengguncang Padang, Sumatera Barat dan Bengkulu, Minggu (30/12/2018) sore, membuat warga berhamburan dan berlarian.
Utamanya di pusat keramaian, seperti di pusat-pusat perbelanjaan dan sejumlah lokasi lainnya.
Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi yang terjadi pukul 15.39 WIB dengan kekuatan 5,8 skala richter (SR) itu berada pada koordinat 2,79 LS dan 102,21 BT.
Gempa jenis tektonik ini berada pada jarak 39 kilometer arah utara Kota Tubei, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu di kedalaman 164 kilometer.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, gempa bumi ini dipicu aktivitas subduksi Lempeng Indonesia-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.
BACA: Diguncang Gempa, Warga Padang Berlarian Menyelamatkan Diri, Ini Videonya
Tepatnya di zona Benioff, yaitu zona subduksi Lempeng yang memiliki sudut tunjaman relatif tajam di bawah Lempeng Eurasia.
“Zona ini mulai dari lepas pantai di sebelah barat Sumatera sampai terus menukik ke arah timur hingga ke bawah daratan pulau Sumatera,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (30/12).
Lebih lanjut, Rahmat juga menyebut gempa tersebut dipicu sesar oblique.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi ini dipicu penyesaran sesar oblique cenderung turun (oblique normal),” jelasnya.
Dari laporan masyarakat, guncangan gempa bumi tidak saja dirasakan di Bengkulu.

Categories
BMKG erupsi gunung Gunung Anak Krakatau Nasional PVMBG tsunami selat sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Terus, BMKG Khawatir Bisa Picu Tsunami Selat Sunda Jilid 2

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sampai dengan Kamis (27/12/2018) malam, Gunung Anak Krakatau masih terus saja mengalami erupsi.
Bahkan saat ini, statusnya dinaikkan menjadi Level III (Siaga) dari sebelumnya Level II (Waspada) sejak Sabtu (22/12) lalu yang memicu Tsunami Selat Sunda.
Akibatnya, zona aman yang sebelumnya ditetapkan dua kilometer, diperluas menjadi lima kilometer dari pusat semburan.
Sampai sejauh ini, pengamatan pun masih terus dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM.
Dengan meningkatnya aktivitas gunung berapi yang terletak di Selat Sunda itu, kemungkinan gelombang tsunami Selat Sunda jilid 2 pun menjadi hal yang bisa saja terjadi.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, pihaknya khawatir, gempa vulkanik yang terjadi saat ini akan mempengaruhi munculnya gelombang tsunami seperti yang terjadi saat erupsi pada Sabtu (22/12) lalu.
“Dikhawatirkan getarannya dapat memicu longsor dan berpotensi mengakibatkan tsunami,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (27/12/2018).
Saat ini, lanjut Rahmat, pihaknya terus bersinergi dengan pihak terkait.
“BMKG bersinergi dan akan terus mendukung Badan Geologi, khususnya dalam memantau tremor (getaran-getaran) vulkanik,” terangnya.

Categories
BMKG isu tsunami Nasional perairan majene

BMKG Tepis Isu Tsunami di Pesisir Majene, Masyarakat Jangan Mudah Percaya Hoax

POJOKSATU.id, JAKARTA- BMKG Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat mengimbau masyarakat di daerah itu, khususnya warga Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah agar tidak percaya akan isu bakal terjadi tsunami pada 28 Desember 2018.
“Kami pastikan, isu akan terjadinya tsunami di wilayah Sulbar pada 28 Desember 2018 adalah ‘hoaks’ atau informasi bohong. Jadi kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak percaya isu tsunami itu,” kata Prakirawan BMKG Majena Musrawati, dihubungi dari Mamuju, Kamis (27/12) sore.
Dikutip dari antara, Musrawati menjelaskan bahwa tsunami bisa terjadi jika sebelumnya terjadi gempa bumi.
“Jadi, isu yang menyebutkan bahwa akan terjadi tsunami pada 28 Desember 2018 itu, kami pastikan ‘hoaks’ sebab tsunami itu dipicu oleh gempa bumi. Terjadinya gempa juga tidak bisa diprediksi sehingga jika ada informasi yang memastikan waktu terjadinya tsunami, itu tidak benar,” kata Musrawati.
BMKG Majene lanjut dia, juga telah mendapat informasi bahwa sejumlah warga di Kabupaten Mamuju Tengah mengungsi akibat isu tsunami tersebut.
“Kemarin (Rabu) ada warga yang melaporkan bahwa sejumlah warga di Kabupaten Mamuju Tengah telah mengungsi akibat isu tsunami itu. Jadi sekali lagi kami tegaskan isu tsunami 28 Desember adalah ‘hoaks’ atau bohong,” tegas Musrawati.
Namun, BMKG Majene juga lanjut dia, mengingatkan masyarakat di Sulbar untuk tetap waspada sebab kawasan itu berpotensi terjadi gelombang tinggi hingga dua meter, menyusul kawasan tersebut masih sering terjadi hujan disertai angin kencang.
(pojoksatu)

Categories
Banten BMKG Nasional PVMBG selat sunda tsunami

Gak Punya Alat Pendeteksi Gunung Anak Krakatau, BMKG ‘Senggol’ PVMBG

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) lalu, diduga dipicu adanya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hal itu pula yang menjadi penyebab tidak adanya peringatan dini.
Terkait hal itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengakui belum memiliki sistem komunikasi antar komputer untuk mendukung informasi terkait aktifitas gunung api.
Demikian disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di kantornya, Kemayoran, Jakarta, Senin (24/12/2018).
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada itu menyatakan, pihaknya saat ini sudah mengintegrasikan sistem komunikasi komputer dengan beberapa kementerian dan lembaga.
BACA:
Ternyata, Tsunami Selat Sunda Sudah 2 Kali ‘Diramal’ Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
Erupsi Anak Krakatau Sebabkan Tsunami, BMKG Tegaskan Tak Berdaya
185 Korban Jiwa Tsunami di Banten Teridentifikasi, 37 Orang Masih Begini Kondisinya
Dampak Tsunami, 8.000 Warga Pandeglang Mengungsi, Nasibnya…
Diantaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Badan Geologi, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK).
“Kami sudah ada komunikasi antar sistem komputer itu misalnya dengan BNPB, kemudian dengan PUPR, KLHK, itu sudah ada,” bebernya.
Akan tetapi, untuk urusan dengan aktivitas kevulkanikan, pihkanya sama sekali belum memilikinya.
“Nah yang dengan Badan Geologi juga sudah ada tetapi belum termasuk kegunungapian,” lanjutnya.
Dwikorita Karnawati menambahkan, pihaknya ingin bisa turut mengakses atau mendapatkan data terkait potensi tsunami akibat erupsi gunung api.

Categories
Bencana BMKG BNPB Gunung Anak Krakatau Megawati Soekarnoputri Nasional PDIP PVMBG selat sunda tsunami

Ternyata, Tsunami Selat Sunda Sudah 2 Kali ‘Diramal’ Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Politisi PDIP, Putra Nababan menyatakan, tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) lalu, sudah dua kali ‘diramal’ Megawati Soekarnoputri.
Tsunami yang menerjang wilayah Banten dan Lampung itu terjadi sangat tiba-tiba yang membuat banyak korban tidak menyangka.
Diduga, tsunami itu terjadi lantaran dipicu longsoran bawah laut yang diakibatkan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Ironisnya, gelombang itu datang dengan tanpa adanya peringatan dini.Hal itu pun cukup disayangkan Putra Nababan.
BACA:
Erupsi Anak Krakatau Sebabkan Tsunami, BMKG Tegaskan Tak Berdaya
185 Korban Jiwa Tsunami di Banten Teridentifikasi, 37 Orang Masih Begini Kondisinya
Dampak Tsunami, 8.000 Warga Pandeglang Mengungsi, Nasibnya…
Menurutnya, ketidakadaan informasi awal itu, menyebabkan warga tidak sempat menyelematkan diri ke tempat yang lebih aman.
Padahal, menurut Putra, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah berulang kali memberikan peringatan.
Bahwa ada potensi letusan anak Gunung Krakatau yang bisa berdampak tsunami.
“Ibu Megawati sudah dua kali mengingatkan pentingnya peringatan dini tsunami yang bukan hànya untuk mengantisipasi dampak gempa tektonik namun juga akibat letusan vulkanik,” kata Putra di Jakarta, Senin (24/12).
Mantan jurnalis Rakyat Merdeka itu juga mengatakan, minimnya langkah antisipasi dari pihak berwenang yang menjadi penyebab banyaknya jumlah korban akibat bencana.

Categories
anak gunung krakatau Bencana Alam berita terbaru BMKG instruksi korban lampung selatan meletus Nasional pandeglang Presiden Jokowi PVMBG Tsunami Banten

Tsunami Banten dan Lampung, Berikut Deretan Perintah dan Instruksi Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bencana tsunami Banten dan Lampung yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam, kembali mengetuk hati nurani dan pilu seluruh rakyat Indonesia.
Atas bencana memilukan itu, Presiden Joko Widodo pun menyampaikan rasa duka dan belasungkawanya.
Khusus untuk para korban serta masyarakat Banten dan Lampung, Presiden mengimbau agar tetap tenang.
Jokowi menyatakan, saat ini pemerintah tengah melakukan upaya maksimal untuk melakukan penanganan terhadap daerah terdampak bencana.
“Masyarakat saya imbau untuk tetap tenang tapi juga waspada dan tidak terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan,” ujarnya di Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (23/12/2018).
BACA:
Jokowi ‘Sabotase’ Konser 35 Tahun Slank, Bicara Tsunami Banten dan Lampung
Kondisi Terkini Pandeglang 24 Jam Pasca Tsunami, Black Out Sepi Mencekam seperti Kuburan, cuma Ada Suara Angin
Ternyata, Seismograf Gunung Anak Krakatau Rusak, Ini Penyebabnya
Tsunami Banten-Lampung Disebut BMKG sebagai Bencana Unik, Ada Fenomena Apa?
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu melanjutkan, dirinya juga sudah menginstruksikan jajarannya untuk terjun langsung ke lapangan melakukan evakuasi ataupun pendataan.
Baik untuk para korban, maupun kerusakan dampak dari bencana ‘perkawinan’ dua fenomena alam itu.
Untuk itu, institusi yang diminta terus bergerak adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Sosial, Panglima TNI, hingga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Saya juga telah memerintahkan untuk melakukan langkah-langkah darurat menemukan korban dan juga melakukan perawatan secepat-cepatnya,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Jokowi mengaku akan terus memantau perkembangan terkini dari tim yang bertugas di lapangan.

Categories
BMKG lampung selatan Nasional Pangeglang penyebab peringatan dini gelombang tinggi PVMBG Tsunami Banten

Bingung Penyebab Tsunami Banten-Lampung? PVMBG Aja Bingung Kok

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tsunami Banten dan Lampung yang terjadi Sabtu (22/12/2018) malam terjadi tanpa adanya peringatan dini.
Banyak pihak yang kemudian bertanya-tanya, bagaimana mungkin bencana dahsyat itu tak terdeteksi sama sekali.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun tak memberikan peringatan dini.
Pasalnya, tsunami itu terjadi bukan dikarenakan gempa tektonik seperti lazimnya sebagaimana terjadi di Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.
BACA:
Ini Alasan Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Banten-Lampung, BMKG Tuding PVMBG
Ternyata, Anak Gunung Krakatau Meletus Dulu, Disusul Tsunami Dahsyat
Biadab, Ada Orang Maling Alat Deteksi Gunung Krakatau, Penyebab Tsunami?
Melainkan adanya aktivitas dari Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi pada Sabtu (22/12) pagi sampai dengan malam hari.
Hal itu lantas memicu longsor dasar laut yang kemudian membentuk gelombang tsunami bercampur gelombang pasang.

Akan tetapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sendiri sampai kini masih belum bisa memastikan kebenaran anggapan tersebut.
Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Wawan Irawan mengatakan, sementara ini pihaknya tidak bisa menyimpulkan tsunami Selat Sunda diakibatkan oleh Gunung Anak Krakatau.

Categories
berita terbaru BMKG Gempa Bumi lampung selatan Nasional Peringatan Dini Bencana Alam PVMBG tsunami anyer

Ini Alasan Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Banten-Lampung, BMKG Tuding PVMBG

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebelum tsunami Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) tak ada peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Alasannya, tsunami terebut bukan disebabkan adanya gempa bumi seperti biasanya, melainkan dikarenakan adanya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Tiar Prasetya mengatakan, peringatan tsunami tersebut merupakan tupoksi yang seharusnya dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM.
Pasalnya, BMKG hanya memiliki alat pendeteksi tsunami yang disebabkan oleh gempa tektonik.
BACA:
Ternyata, Anak Gunung Krakatau Meletus Dulu, Disusul Tsunami Dahsyat
Biadab, Ada Orang Maling Alat Deteksi Gunung Krakatau, Penyebab Tsunami?
Usai Tsunami, Anak Krakatau Langsung Zona Merah, Banten dan Lampung Waspada!
“Kita kan biasanya di seismik kalau peringatan tsunami. Kita kerja sama dengan Badan Geologi ini ada longsoran di Anak Krakatau menyebabkan triger tsunami. (Tsunami akibat gempa) vulkanik itu kan tupoksi Badan Geologi,” ujar Tiar saat ditemui di kantor BMKG, Jakarta Pusat, Minggu (23/12).
Tiar mengaskan, pihaknya sudah memberikan peringatan adanya gelombang tinggi 1,5-2,5 meter yang akan terjadi pada Sabtu (22/12) hingga Selasa (25/12) mendatang.
Namun, upaya mitigasi itu hanya ditujukan untuk para nelayan agar tidak dulu berlayar, apalagi jika menggunakan kapal kecil.
“Peringatan hanya untuk nelayan dan pelayaran, tidak tsunami. Bukan untuk (masyarakat) di pantai. Untuk informasi supaya kapal kecil tidak berlayar,” tegas dia.

Categories
Banten berita terbaru BMKG BNPB gunung krakatau korban kronologis lampung selatan meletus Nasional pandeglang PVMBG tsunami anyer

Ternyata, Anak Gunung Krakatau Meletus Dulu, Disusul Tsunami Dahsyat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tsunami Banten disebut-sebut bukan hanya disebabkan fenomena gelombang pasang dan bulan purnama saja. Melainkan juga ada longsor dasar laut.
Dan ternyata benar, bahwa sebelum gelombang tsunami menerjang Banten dan Lampung, anak Gunung Krakatau ternyata mengalami erupsi.
Tak hanya sekali, melainkan sampai dengan dua kali, tepat sebelum tsunami menerjang. Yakni pada Sabtu (22/12/2018) pagi dini hari, dan berlanjut sampai dengan malam hari.
Seperti yang diunggah akun Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Kepulauan Krakatau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
BACA:
Biadab, Ada Orang Maling Alat Deteksi Gunung Krakatau, Penyebab Tsunami?
Usai Tsunami, Anak Krakatau Langsung Zona Merah, Banten dan Lampung Waspada!
Subhanallah, Video Bayi Selamat Usai Belasan Jam Tertimbun Runtuhan Tsunami Banten
“Sabtu pagi, 22 Desember 2018, Pantauan Tim Patroli dari Pulau Panjang CAL Kepulauan Krakatau, Gunung Anak Krakatau menunjukkan aktivitas vulkanologi aktif,” tulis akun tersebut.
Aktivitas itupun ditandai dengan semburan asap dan material disertai dengan getaran-getaran gempa kecil (tremor) yang terus berlanjut hingga siang hari.
“Dan intensitasnya semakin tinggi serta disertai suara-suara letusan,” lanjutnya.
Menjelang malam hari, ‘batuknya’ gunung berapi itu bukannya berhenti, melainkan bertambah dengan letusan-letusan yang dibarengi dengan keluarnya pijaran-pijaran api serta suara letusan yang bertambah keras.
“Kondisi ini terus berlanjut dan semakin banyak pijaran api yang terlihat keluar. Sekitar pukul 20.30 WIB terlihat api yang keluar dari kawah sudah berbentuk hembusan api, dan awan pekat tertiup arah angin dan abu vulkanik mengarah ke Pulau Panjang lokasi Pos Jaga BKSDA,” katanya.