Categories
Bidan Desa Nasional ogan ilir

4 Kejanggalan Perampokan dan Pemerkosaan Bidan Desa di Ogan Ilir

POJOKSATU.id, OGAN ILIR – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membeberkan kejanggalan dugaan perampokan dan pemerkosaan bidan desa di Ogan Ilir, Sumsel.
Bidan desa berinisial YL (27) mengaku diperkosa 5 orang tak dikenal di tempatnya bekerja di Pos Kesehatan Desa (Poskedes). Namun hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan tanda-tanda pemerkosaan.
Irjen Zulkarnain mengatakan, kejanggalan itu ditemukan polisi saat melakukan olah TKP. Kejanggalan itu diperkuat dengan hasil pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Palembang.
Pertama, polisi yang melakukan olah TKP tidak menemukan cairan sperma pelaku di tubuh korban maupun di dalam kamar korban.
“Tidak ditemukan (maaf) cairan pelaku di kasur maupun di alat vital korban,” ucap Zulkarnain, sebagaimana dikutip Sumeks.co, Sabtu (23/2/2019).
Kedua, polisi tidak menemukan bulu-bulu kemaluan di dalam kamar korban atau lokasi kejadian.
“Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan bulu-bulu (maaf) kemaluan,” tambahnya.
Ketiga, penyidik tidak menemukan jejak kaki dari rumah tempat korban diduga diperkosa.
“Di depan rumah korban itu becek, tetapi sama sekali tidak ada jejak kaki selain korban. Keterangan dari korban kan ada lima orang, tetapi tidak ada jejak selain dari korban di rumah, di dinding-dinding atau tembok juga tidak ada,” ujarnya.
Zulkarnain mengaku akan memaafkan bidan YL jika terbukti membuat laporan palsu atas kasus dugaan pemerkosaan tersebut.
“Kalau laporan palsu, kami memaafkan. Depan rumahnya korban itu becek, setelah dicek TKP tidak ada tanda jejak kaki selain korban, begitu juga di dalam,” tambah Zulkarnain.
Keempat, hasil Labfor juga tidak menemukan adanya kerusakan di pintu rumah korban.
“Baju korban pun sudah dicuci setelah kejadian. Semestinya kan tidak begitu, yang mencuci baju tersebut juga korban sendiri,” bebernya.
Meski demikian, hasil olah TKP nantinya akan dicocokkan dengan hasil visum dari bidan YL untuk indikasi kasus pemerkosaan tersebut.
“Laporan ke kita itu atas kasus pemerkosaan, tetapi secara ilmiah kasus itu tidak ditemukan. Korban memang mengalami luka lebam di wajah, nanti kita cocokkan dengan hasil visum,” katanya.
Menurut Kapolda, jika memang ada unsur pemerkosaan, maka harus ada bukti yang mendukung agar kasus ini bisa diproses secara hukum. Bukti sangat penting agar polisi tidak salah melakukan pengungkapan kasus.
Dalam pemeriksaan oleh petugas, ada 61 pertanyaan yang telah diajukan ke pada korban. Hanya satu yang konsisten dijawab yakni korban mengaku diperkosa. Sedangkan pertanyaan lain sering berubah-ubah keterangannya.
“Kami tidak langsung menyatakan ini rekayasa, tapi dari bukti ilmiah ada kejanggalan. Makanya, perlu dilakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kasus ini,” tandas Zulkarnain.
Korban Trauma, Stres Akut
Sebelumnya, Kasubdit Yanmendokpol RS Bhayangkara Palembang, dr Yunita L MARS, menjelaskan, kondisi bidan YL mulai membaik. Namun wajah dan leher korban masih nyeri.
Selain itu, mata korban masih merah. Korban sudah di-scanning. Pipi kiri korban masih merah karena ada pembengkakan di bagian dalam. Kepala juga masih sering pusing. Bidan YL juga sudah diperiksa kondisi kejiwaannya oleh dr Leman SpKJ.
“Dari hasil pemeriksaan, korban masih trauma. Masih ada rasa takut, apalagi malam hari. Takut saat memejamkan mata ketika tidur,” tuturnya.
Kesimpulan secara medik, ucap dr Yunita, korban bisa dikategorikan stres akut. Karenanya, diperlukan konseling dan support dari keluarga, teman, dan kerabat.
Selain obat-obatan, korban juga perlu didampingi agar ikhlas. Sehingga keadaannya bisa segera pulih. Untuk itu, ada tiga dokter yang saat ini merawat Bidan YL.
Diberitakan sebelumnya, dugaan pemerkosaan disertai perampokan menimpa bidan desa di Ogan Ilir Sumsel. Dugaan pemerkosaan terjadi di tempat kerja korban di Poskedes Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten OI, Sumsel.
Korban mempunyai anak satu berusia delapan bulan. Dia ditinggal suaminya yang bekerja di Pulau Jawa.
Peristiwa mengenaskan tersebut terjadi pada Selasa (19/2), sekitar pukul 00.30 WIB, di kamar bagian dapur Poskesdes yang memiliki empat kamar. Para pelaku yang diduga berjumlah lima orang masuk melalui jendela samping bagian tengah Puskesdes sebelah kanan.
(wly/ce1/sumeks/pojoksatu)

Categories
Bidan Desa Nasional ogan ilir

Balada 2 Bidan Desa: Diperkosa dan Dirampok, Meninggal Mendadak

POJOKSATU.id, SUMSEL – Dua bidan desa di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami nasib tragis bulan ini. Dua bidan desa itu yakni Iin Pratiwi dan YL (25).
Iin Pratiwi bekerja sebagai bidan desa di Puskesmas Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.
Sedangkan YL adalah bidan desa di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumsel.
YL menjadi korban pemerkosaan dan perampokan di tempat kerjanya di Poskesdes Simpang Pelabuhan Dalam pada Selasa (18/2) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.
Kejadian bermula YL menginap bersama anaknya yang berusia 9 bulan di Poskesdes. Sedangkan suaminya sedang bekerja di luar daerah.
Ketika Korban dalam keadaan tertidur bersama anaknya dengan lampu yang sudah dimatikan, datang lelaki yang belum diketahui identitasnya.
Pelaku yang mengenakan penutup kepala langsung membekap wajah korban dengan menggunakan bantal. Kemudian pelaku mencekik leher dan memasukkan jarinya ke dalam mulut korban.
Pelaku yang diduga berjumlah 5 orang langsung meraba dan meremas dada korban, lalu melakukan kekerasan seksual hingga korban pingsan.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan pihaknya telah memerintahkan Kapolres dan Puslabfor serta dibantu oleh tim Polda Sumsel untuk melakukan investigasi dalam mengungkap kasus ini.
Zulkarnain menduga pelaku pemerkosaan terhadap bidan desa berinisial YL (25) itu berjumlah 5 orang. Namun, wajah pelaku belum dapat diidentifikasi karena saat melancarkan aksinya wajah pelaku ditutup.
“Pelaku ini melakukan pengancaman serta membekap korban saat melancarkan aksinya,” kata Zulkarnain saat ditemui di Mapolda Sumsel, Rabu (20/2/2019).
Meskipun begitu, Zulkarnain mengaku beberapa barang bukti telah diamankan dan keterangan saksi yang berada di sekitaran lokasi juga dikumpulkan.
Barang bukti dan keterangan saksi menjadi petunjuk bagi polisi untuk mencari para pelaku perampokan diserta pemerkosaan ini.
Menurut Zulkarnain, korban masih menjalani proses perawatan di rumah sakit Bhayangkara Palembang untuk memulihkan kondisi trauma yang dialami korban sembari menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Palembang.
“Kami sangat serius menangani kasus ini dan kami akan menangkap para pelakunya,” tutupnya.
Bidan Desa Iin Pratiwi Meninggal Mendadak
Seminggu sebelumnya, bidan desa bernama Iin Pratiwi meninggal mendadak. Bidan desa yang telah selama lima tahun di Puskesmas Sungai Baung tersebut ditemukan meninggal pada Minggu (10/2/2019).
Jenazah korban langsung dibawa ke kampung halamannya di Desa Kayuara Kecamatan Tulung Selapan OKI untuk dimakamkan.
Kepala Desa Kayuara, Alperi mengatakan, Iin Pratiwi dikebumikan pada Senin (11/2) pukul 15.00 WIB di Dusun 1 Desa Kayuara.
Menurut Alperi, berdasarkan cerita yang diperolehnya, korban meninggal secara mendadak akibat terserang DBD.
Sebelum meninggal, ayah Iin sudah datang untuk menjemput dan berencana membawa pulang anaknya ke kampung halamannya di Desa Kayuara.
Pada malam Minggu (10/2) semua perlengkapan untuk pulang sudah disiapkan. Tapi tiba-tiba Iin Pratiwi pamit untuk istirahat tidur. Tak lama kemudian, ayahnya mendengar dengkuran Iin. Setelah dicek, ternyata Iin sudah meninggal dunia.
“Sempat dibawa ke Klinik Pulp di Sungai Baung, tapi sudah meninggal,” terang Alperi, sebagaimana dikutip Radar Sriwijaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis saat dikonfirmasi mengungkapkan, tidak bisa diduga almarhumah terkena DBD karena belum ada hasil dari laboratorium. “Jangan gegabah mengambil keputusan,” tandasnya.
(one/pojoksatu)

Categories
Berita Pemerkosaan Bidan Desa Nasional

Bidan Desa Digenjot 5 Penjahat di Tempat Kerja, HP dan Uang Dibawa Kabur

POJOKSATU.id, OGAN ILIR – Kasus bidan desa digenjot dan dirampok di tempat kerjanya di Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (Sumsel) masih didalami polisi.
Kasus ini mendapat perhatian khusus Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel. Pasalnya, kasus tersebut dinilai kasus kejam.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan pihaknya telah memerintahkan Kapolres dan Puslabfor serta dibantu oleh tim Polda Sumsel untuk melakukan investigasi dalam mengungkap kasus ini.
Zulkarnain menduga pelaku pemerkosaan terhadap bidan desa berinisial Y (25) berjumlah orang. Namun, wajah korban belum dapat diidentifikasi karena saat melancarkan aksinya wajah pelaku ditutup.
“Pelaku ini melakukan pengancaman serta membekap korban saat melancarkan aksinya,” kata Zulkarnain saat ditemui di Mapolda Sumsel, Rabu (20/1).
Meskipun begitu, Zulkarnain mengaku beberapa barang bukti telah diamankan dan keterangan saksi yang berada di sekitaran lokasi juga dikumpulkan.
Barang bukti dan keterangan saksi menjadi petunjuk bagi polisi untuk mencari para pelaku perampokan diserta pemerkosaan ini.
Menurut Zulkarnain, korban masih menjalani proses perawatan di rumah sakit Bhayangkara Palembang untuk memulihkan kondisi trauma yang dialami korban sembari menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Palembang.
“Kami sangat serius menangani kasus ini dan kami akan menangkap para pelakunya,” tutupnya.
Seperti diketahui, korban yang berprofesi sebagai bidan desa ini menjadi korban perampokan disertai pemerkosaan saat berada di Poskesdes, tempat korban bekerja.
Kejadian ini berawal saat korban menginap di Poskesdes di Kabupaten OI, Sumsel bersama anaknya berusia 9 bulan, Selasa (18/2). Kondisi pintu yang tidak terkunci, membuat pelaku dengan mudah masuk.
Kemudian, pelaku pun langsung menutup kepala korban dengan menggunakan bantal dan mencekik leher korban. Bahkan, pelaku juga sempat mengancam akan membunuh korban.
Korban kemudian diperkosa pelaku. Usai melakukan pemerkosaan, pelaku mengambil telpon genggam milik korban beserta uang Rp 500 ribu. Pelaku kemudian kabur. Hingga, akhirnya korban meminta tolong kepada warga.
Dari TKP, polisi menyita barang bukti yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya seperti bantal dan lainnya.
“Kami masih menyelidiki kasus ini untuk mencari pelaku pemerkosaan disertai perampokan ini,” ucap Kasat Reskrim Polres OI, AKP Maliki Ibrahim.
(jpg/pojoksatu)

Categories
Berita Pemerkosaan Bidan Desa Nasional

Bidan Desa Diperkosa dan Dirampok di Tempat Kerja

POJOKSATU.id, OGAN ILIR – Seorang bidan desa diperkosa dan dirampok di tempat kerjanya di Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel. Bidan desa itu berinisial Y (25).
Kejadian berawal saat korban menginap di Poskesdes di Kabupaten OI, Sumsel bersama anaknya berusia 9 bulan, Selasa (18/2). Kondisi pintu yang tidak terkunci, membuat pelaku dengan mudah masuk.
Kemudian, pelaku pun langsung menutup kepala korban dengan menggunakan bantal dan mencekik leher korban. Bahkan, pelaku juga sempat mengancam akan membunuh korban.
Korban pun kemudian diperkosa pelaku. Usai melakukan pemerkosaan, pelaku mengambil telpon genggam milik korban beserta uang Rp 500 ribu. Pelaku kemudian kabur. Hingga, akhirnya korban meminta tolong kepada warga.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres OI, AKP Maliki Ibrahim mengatakan kejadian ini diketahui saat korban melapor ke kantor polisi. Dari laporan tersebut diketahui, Y menjadi korban pemerkosaan disertai perampokan.
“Kami langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban,” katanya saat dihubungi, Selasa (20/2).
Dari TKP, pihaknya menyita barang bukti yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya seperti bantal dan lainnya.
“Kami masih menyelidiki kasus ini untuk mencari pelaku pemerkosaan disertai perampokan ini,” tutupnya.
(jpg/pojoksatu)