Categories
bentrokan Mesuji Nasional

Waspada Bentrok Susulan di Mesuji, Polda Sumsel dan Polda Lampung Siapkan 3 Kompi Pasukan

POJOKSATU.id, MESUJI- Polda Lampung berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan dan TNI untuk meredam potensi bentrok susulan di kawasan Register 45, Sungaibuaya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.
“TNI hadir guna mem-backup polri menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto, Kamis (18/7).
Kapolda mengimbau tetap tenang dan ikut membantu menjaga kondusifitas agar tidak terjadi lagi bentrok susulan.
“Masyarakat tidak perlu panik dan semua harus tenang terkait adanya keributan antar warga Mekar Jaya dan kelompok Mesuji Raya,” katanya.
Polri dan TNI telah melokalisir lokasi peristiwa dan mereka yang menjadi korban sudah dibawa ke rumah sakit. Untuk korban meninggal dunia, pihak kepolisian sudah mengantarkan ke kediamannya.
Personel Polda Lampung yang masih mengamankan lapangan ada tiga SSK (Satuan Setingkat Kompi) Brimob, 100 personel.
Kapolda berharap konflik ini segera diselesaikan melalui Forkopimda.
Berita sebelumnya, empat orang tewas akibat bentrok dalam perebutan lahan di Sungaibuaya, Kabupaten Mesuji, Lampung, Rabu (17/7). Dua dari empat korban tewas sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit saat keadaannya masih terluka. Namun nahas, nyawa keduanya tak tertolong.
Dilansir dari RMOLLampung, Kapolres Mesuji Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, kejadian bermula ketika dua kelompok warga bentrok di Kawasan Hutan Produksi Register 45 karena dipantik adanya pembajakan lahan pakai alat berat di lahan setengah hektare milik Yusuf (41) yang masuk KHP Register 45 Kelompok Mekar Jaya Abadi.
(dhe/pojoksatu/rmol)

Categories
bentrokan Mesuji Nasional polda sumsel

Bentrok Berdarah di Mesuji, Pengamanan Ditingkatkan

POJOKSATU.id, MESUJI- Hampir seratus warga Kelompok Mekar Jaya Abdi masih mengungsi pascabentrok berdarah di kawasan Register 45, Sungaibuaya, Kabupaten Mesuji, Kamis (18/7).
Pasi Ops Kodim 0426 Tulangbawang Kapten Inf LE Sihombing menjelaskan, mereka mengungsi sekitar 2 km dari lokasi kejadian ke rumah-rumah kerabat mereka. “Sebagian pengungsi adalah anak-anak, wanita, dan para manula,” katanya.
Menurutnya, saat ini situasi sudah kondusif, ratusan anggota dari Polda Lampung dibantu anggota Kodim 0426 Tulangbawang terus bersiaga untuk meredam kedua pihak yang bentrok.
Polda Lampung pun sudah berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan dan TNI untuk meredam emosi warga agat tak pecah kembali konflik berdarah di kawasan Register 45.
Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto meminta semua pihak membantu menjaga kondusifitas agar tidak terjadi lagi bentrok susulan.
“Masyarakat tidak perlu panik dan semua harus tenang terkait adanya keributan antar warga Mekar Jaya dan kelompok Mesuji Raya,” katanya.
Polri dan TNI telah melokalisir lokasi peristiwa dan mereka yang menjadi korban sudah dibawa ke rumah sakit. Untuk korban meninggal dunia, pihak kepolisian sudah mengantarkan ke kediamannya.
Personel Polda Lampung hingga kini masih mengamankan lapangan ada tiga SSK (Satuan Setingkat Kompi) Brimob, 100 personel.
Kapolda berharap konflik ini segera diselesaikan melalui Forkopimda.
Berita sebelumnya, empat orang tewas akibat bentrok dalam perebutan lahan di Sungaibuaya, Kabupaten Mesuji, Lampung, Rabu (17/7).
Dua dari empat korban tewas sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit saat keadaannya masih terluka. Namun nahas, nyawa keduanya tak tertolong.
Kejadian bermula ketika dua kelompok warga bentrok di Kawasan Hutan Produksi Register 45 karena dipantik adanya pembajakan lahan pakai alat berat di lahan setengah hektare milik Yusuf (41) yang masuk KHP Register 45 Kelompok Mekar Jaya Abadi.
Warga dari Kekar Jaya Abadi memukul kentongan. Dalam waktu singkat, warga berkumpul dan langsung mengamankan kendaraan bajak sambil menginterogasi operator atas perintah siapa melakukan pembajakan.
Mendapati perlawanan warga, operator kendaraan bajak pulang yang kemudian datanglah Kelompok Mesuji Raya (Pematang Panggang) dengan membawa senjata tajam menyerang warga Kelompok Mekar Jaya sambil berusaha menguasai lagi kendaraan bajak
(dhe/pojoksatu/rmol)

Categories
bentrokan FPI Jokowi-Ma'ruf Nasional pendukung Sleman Yogyakarta

Polda DIY Bantah Ada Penyerangan Pendukung Jokowi-Ma’ruf ke Markas FPI

POJOKSATU.id, YOGYAKARTA – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta membantah ada penyerangan pendukung Jokowi-Ma’ruf ke markas Front Pembela Islam (FPI).
Insiden itu sendiri terjadi di Jalan Wates Kilometer 8, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa yogjakarta (DIY), Minggu (7/4).
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto meluruskan, bahwa yang terjadi antara massa pendukung Joko Widodo-Maruf Amin di bekas markas Front Pembela Islam (FPI) sebatas aksi saling lempar.
BACA: Bentrok Pendukung 01 vs FPI di Sleman, Begini Penjelasan Kapolda
“Masak penyerangan sih, mengerikan sekali. Itu lempar-lemparan,” katanya dikutip PojokSatu.id dari RMOL, Minggu (7/4/2019).
Dia menegaskan bahwa FPI sudah tidak ada lagi ada di DIY. Sementara tempat terjadinya bentrok memang di daerah yang ditinggali ketua FPI saat masih eksis.
“Itu tempat FPI terkenalnya. Tapi kan selama ini FPI sudah tidak pernah eksis lagi,” tegasnya.
Sementara mengenai aksi pelemparan batu yang sempat viral di media massa, Yulianto menyebut bahwa itu terjadi karena ada salah paham.
BACA: Prabowo Benarkan Ada Penghadangan Pendukungnya Datangi Kampanye Akbar di SUGBK
“Itu salah paham, kalau namanya rombongan itu kan massanya banyak,” katanya.
Dia memastikan tidak ada korban jiwa atas keributan tersebut. Menurutnya, tak lama setelah ribut-ribut kedua belah pihak langsung membubarkan diri.
“Nggak ada korban juga kerugian. Material ada memang biasa,” pungkas Yuliyanto.
Sebelumnya, Kapolda DIY Irjen Ahmad Dofiri mengatakan, mereka yang menyerang kampung itu merupakan massa dari peserta kampanye.
BACA: SPN ‘Hijrah’ Dukung Jokowi-Amin Tinggalkan Prabowo-Sandi, 01: Mantul!
Menurut Dofiri, kejadian bermula saat massa yang berjumlah sekitar 10.000-15.000 dari Jogja, Sleman, dan Bantul berangkat ke lokasi kampanya di Kulonprogo.
“Kebanyakan menggunakan sepeda motor. Ada sedikit pada saat berangkat tadi karena di dalam ini ada tempatnya FPI, kemudian dari sana (massa) berhenti,” jelasnya.
Konsentrasi massa tersebut akhirnya menimbulkan gesekan. Kendati demikian, Dofiri menyebut hal itu sudah diredam.
“Ada massa yang berhenti, dan dari dalam (permukiman) saling ejek. Ada gesekan, tapi tidak masalah,” katanya.
BACA: Kampanye Akbar di SUGBK jadi Tanda-tanda Kekalahan Prabowo-Sandi
Dofiri mengatakan, meski sempat terjadi aksi saling lempar batu, petugas berhasil menghalau dan membubarkan massa yang hendak ikut kampanye itu.
Sebelumnya, markas FPI Yogyakarta diserang massa pendukung capres 01 menyebabkan mobil dengan nomor polisi B 18 FPI rusak parah.
Penyerangan markas FPI bermula saat ribuan massa pendukung capres 01 dari Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul berangkat ke lokasi kampanye di alun-alun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (7/4) sekitar pukul 10.30 WIB.
Massa yang sebagian besar menggunakan sepeda motor berangkat melalui jalan raya Yogya-Wates.
BACA: Kampanye Akbar Bukti Massa Prabowo Menyusut 90 Persen
Massa pendukung capres 01 yang membawa logo bendera Tentara Langit melintas di depan Markas FPI di Jalan Wates KM 8, tepatnya di depan gerbang Padukuhan Ngaran, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta.
Tiba-tiba massa yang konvoi berhenti di depan pintu gerbang markas FPI. Mereka membleyer-bleyer knalpot motor.
Suara bising knalpot motor membuat warga sekitar bereaksi. Seorang warga yang berada di dekat posko FPI berteriak ke arah massa karena terganggun dengan suara bising knalpor motor.
BACA: Pendiri PAN Mending Dukung PSI dan Jokowi, “Rekam Jejak Prabowo Tidak Bagus”
Teriakan warga itu langsung dibalas dengan lemparan batu disusul dengan massa berseragam hitam-hitam lantas menyerang markas FPI.
(jpg/ruh/one/pojoksatu)