Categories
bawang putih Kementan Kementerian Pertanian Nasional

Begini Strategi Kementan Menuju Swasembada Bawang Putih

POJOKSATU.id, JAKARTA – Di tengah pro kontra langkah Indonesia yang masih impor dalam memenuhi kebutuhan konsumsi bawang putih, Ditjen Hortikultura memastikan pertanaman bawang putih lokal terus on the track menuju swasembada bawang putih tahun 2021.
“Konsep (bawang putih) beda dengan yang lain. Kalau yang lain kan produksi dalam negeri naik, impornya dikurangi setiap tahunnya,” kata Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi di Jakarta.
“Kalau bawang putih, impor sesuai kebutuhan konsumsi semua. Karena yang diproduksi dalam negeri diproses menjadi benih sampai nanti di tahun 2021. Sehingga tidak ada kompetisi segmen bawang putih,” tambahnya.
Suwandi menuturkan swasembada bawang putih bukan hanya mengembalikan kejayaan bawang putih. Tetapi lebih mendalam yaitu menghilangkan ketergantungan dengan negara lain, baik dari segi pasokan maupun harga yang telah membuat merugi justru rakyat Indonesia.
“Jadi, hingga nanti tahun 2021, kita perkuat dan perbanyak benih untuk kebutuhan di dalam negeri. Kita sudah hitung untuk kebutuhan 2021, membutuhkan luasan sampai 100 ribu hektar untuk pemenuhan kebutuhan benih dan konsumsi. Kurang lebih 60 ribu hektar saja untuk kebutuhan konsumsi,” kata Suwandi.
Langkah tersebut sudah on the track dilakukan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, importir bahkan petani bawang putih.
“Kita lakukan bertahap dari tahun ke tahun. Dari awalnya hanya Temanggung dan Sembalun, kini sudah ada di 80 kabupaten dan berkembang menjadi 110 kabupaten se Indonesia,” tuturnya.
Suwandi mengungkapkan, rintisan swasembada tersebut dimulai pada tahun 2017 dengan luas pertanaman 1.900-an hektar. Semua hasil panen dijadikan benih untuk ditanam tahun 2018.
Sedangkan pada tahun 2018, ditargetkan pertanaman di 11 ribu ha. Hasil pertanaman 2018 kemudian dijadikan benih untuk pertanaman 2019 di lahan seluas 20-30 ribu ha.
Kini, hasil pertanaman di tahun 2019 digunakan sebagai benih untuk pertanaman di tahun 2020 mendatang dengan target luasan mencapai 60-80 ribu ha.
Semua yang dihasilkan merupakan benih lokal dengan varietas Sangga Sembalun, Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, Tawangmangu. Kelebihan benih dalam negeri dibandingkan benih impor, aroma bawang putih lokal lebih kuat.
Kalkulasi pemerintah. pada tahun 2021 dengan luasan mencapai 100 ribu ha dan produktivitas rata-rata nasional mencapai 6 ton/ha maka kebutuhan benih dan bawang putih konsumsi sudah bisa dipenuhi di dalam negeri.
“Di tahun 2021 nanti swasembada, importir nanti statusnya menjadi pelaku usaha yang bermitra dengan petani sehingga ada keberlanjutan usaha. Nanti impor ditutup, setiap yang ditanam pastinya akan habis diserap pasar,” tukasnya.
Untuk mendorong pertanaman bawang putih, Suwandi mengakui, pemerintah memang mengajak pelaku usaha, khususnya Importir bawang putih untuk ikut membudiayakan bawang putih sebagai konsekuensi dan prasyarat terbitnya Rekomendasi Importasi Produk Hortikultura (RIPH).
“Pendanaan untuk pertanaman bawang putih terbagi tiga yaitu dari APBN, Wajib Tanam (importir) dan Swadaya. Kebanyakan petani bermitra dengan importir minimal 5 persen dari wajib tanam dan berproduksi,” tuturnya.
Dengan berbagai strategi itu, dalam setahun bawang putih yang ditanam pelaku usaha harus semakin bertambah, baik dari luasan maupun lokasi pertanaman.
Importir menurut Suwandi, bisa bertanam di lahan sendiri, bermitra dengan petani atau sewa lahan.
“Tapi importir wajib tanam dan berproduksi minimal 5 persen dari volume pengajuan RIPH,” tegasnya.
Pelaku usaha penerima RIPH yang tidak melaksanakan komitmen kesanggupan pengembangan bawang putih dalam negeri sesuai ketentuan akan diberikan Surat Peringatan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura.
Bagi Pelaku Usaha yang tidak memenuhi ketentuan sesuai isi dari surat peringatan tersebut akan ditindak lanjuti dengan penerapan sanksi dalam pasal 37 ayat 3 Permentan No. 38 tahun 2017 dan perubahannya.
“Yang nakal-nakal, importir ya diblacklist, melanggar aturan ditutup enggak dilayani (RIPH)nya,” tanda Suwandi.
(one/pojoksatu)

Categories
bawang putih kartel pangan mentan Nasional

KPPU Bakal Menindak Adanya Dugaan Kartel Bawang Putih

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memastikan bakal menindaklanjuti dugaan kartel bawang putih yang dilaporkan oleh Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), pekan lalu.
Dalam aduannya, Almisbat mempertanyakan langkah Kementerian Pertanian (Kementan) yang menunda penerbitan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) sehingga diduga menguntungkan beberapa pihak.
Atas laporan Almisbat ini, Komisioner KPPU Chandra Setiawan membenarkan, KPPU telah menerima laporan dugaan kartel bawang putih itu. KPPU memastikan akan menindaklanjutinya laporan ini.
“Laporan sudah diterima. Mereka (Almisbat) melaporkan sekitar hari Jumat 17 Mei 2019 kemarin,” kata Chandra, di Jakarta, Senin (20/5).
Langkah pertama, KPPU akan memanggil pelapor. Pemanggilan itu untuk meminta klarifikasi terkait laporan yang disampaikan kepada KPPU.
“Senin (27/5) kita masih mendengarkan keterangan dari tim yang menerima laporan itu. Perkembangannya sampai mana,” jelasnya.
Bagian penegakan hukum KPPU disebutnya juga akan menganalisa dan mempelajari data terkait aduan tersebut. “Kalau kartel itu kan pelaku usaha, harus jelas. Apakah betul ada nama-nama pelaku usahanya. Karena kalau KPPU objeknya adalah pelaku usaha, bukan pemerintah,” tambahnya.
Terkait dugaan ini, tegas Chandra, KPPU juga akan memeriksa keterlibatan pemerintah dalam dugaan kartel bawang putih tersebut. Akan dicari tahu apakah pemerintah memang memfasilitasi para pelaku usaha itu atau tidak.
“Kita harus cek siapa pelaku usaha yang diberikan fasilitas. Ada perjanjian atau tidak. Kalau kartel itu harus ada perjanjian dua atau lebih pelaku usaha untuk menetapkan harga atau mengendalikan produksi,” tandasnya.
Hal yang sama dilontarkan oleh Direktur Penindakan KPPU Gopprera Panggabean. Dia pun membenarkan, KPPU menerima laporan tersebut.
“Kami akan melakukan klarifikasi terhadap pelapor untuk memeriksa kelengkapan administrasi laporannya dan menilai laporan yang sampaikan merupakan kompetensi absolute KPPU,” tutur Gopprera.
Terkait bawang putih, lewat keterangan persnya Kementan mengatakan pihaknya berkewajiban menyediakan pasokan bawang putih ke pasar sesuai dengan permintaan masyarakat.
Dalam hal ini, Kementan mengeluarkan RIPH karena selama ini mayoritas kebutuhan dalam negeri masih dipasok dari luar negeri. Sejalan dengan itu, Kementan telah mengeluarkan peraturan wajib tanam 5% dari izin impor kepada setiap perusahaan importir dengan tujuan untuk percepatan swasembada bawang putih. Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi dalam pemberitaan mengatakan, pihaknya kini mendorong para petani untuk mau menanam bawang putih lagi.
“Caranya melakukan kemitraan antara petani dengan importir. Pada 2018 ada sekitar 40 importir,” ujar Suwandi di Jakarta, Rabu (15/5).
Kementan mengklaim bahwa sejak diberlakukannya aturan wajib tanam bawang putih, jumlah luas lahan pertanaman bawang putih meningkat tajam.
(dhe/pojoksatu)

Categories
bawang putih Kementerian Pertanian Nasional operasi pasar

Operasi Pasar di Lampung, Harga Bawang Putih Ditekan Hingga Rp25 Ribu per Kg

POJOKSATU.id, LAMPUNG – Harga bawang putih yang mengalami lonjakan harga sejak menjelang memasuki Ramadhan 1440 hijriah mendapat perhatian serius pemerintah. Kali ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melakuan operasi pasar di Provinsi Lampung untuk menstabilkan harga bawang putih.
Pada hari ke-4 puasa Ramadhan ini, Kamis (9/5), operasi pasar dihelat di Lampung dengan jumlah bawang putih yang digelontorkan sebanyak satu kontainer yakni 29 ton.
Operasi pasar ini dilakukan di tiga titik yakni Pasar Panjang, Pasar Tugu dan di Toko Tani Indonesia (TTI) Lampung.
Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan, Suwandi yang terjun langsung pada operasi pasar ini mengatakan operasi pasar di Provinsi Lampung sudah berjalan sejak dua hari lalu. Sebanyak 3 kontainer, setara 90 ton dan kemarin dipasok dengan jumlah 7 truk, setara 50 ton.
Adapun kebutuhan Lampung akan bawang putih sebanyak 28 ton per hari.
“Setelah operasi pasar ini, diikuti pasokan rutin dari distributor untuk masuk Lampung sebanyak 4 sampai 5 truk per hari. Kemarin 3 kontainer, muatannya 90 ton masuk Lampung . Juga ada satu distributor rutin 2 truk tiap hari pasok bawang putih ke Lampung,” kata Suwandi dalam rilis yang diterima redaksi.
“Setiap hari pasokan kami kirim masuk pasar. Jadi tidak ada lagi alasan harga naik. Untuk Provinsi Lampung diharapkan harga stabil pada kisaran Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kg,” tambah Suwandi.
Karena itu, Suwandi menegaskan stok bawang putih selama Ramadhan hingga Idul Fitri tahun ini melebihi kebutuhan. Pada tanggal 5 Mei, para importir telah sepakat harga bawang putih Rp 25 ribu per kg dengan harga tertinggi Rp 30 ribu per kg dan harga tidak boleh lebih dari harga ini.
“Oleh karena itu, sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, kami meminta pada para importir di seluruh Indonesia untuk bertanggung jawab agar harga bawang putih turun dari rata rata Rp 48 ribu hingga Rp 60 ribu per kg menjadi Rp 25 ribu per kg, dan paling mahal Rp 30 ribu per kg. Para importir bertanggung jawab juga harga tersebut berlaku sampai ke konsumen,” tegasnya.
Operasi pasar Bawang Putih di Lampung.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Edi Yanto mengatakan pihaknya memiliki dua Toko Tani Indonesia (TTI) yang beroperasi setiap hari menyajikan harga pangan murah dan berkualitas, seperti beras Rp 8.500 per kg, gula pasir Rp 12.000, minyak goreng Rp 10.000, telur Rp 21.000 per kg, daging ayam Rp 31.000 per kg, daging sapi Rp 80.000 per kg, bawang merah Rp 22.000 per kg dan bawang putih Rp 25.000 per kg.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, silahkan datang membeli ke sini. Semua pangan pokok tersedia dengan harga murah. Ini sesuai Arahan Bapak Menteri Pertanian, kami diminta turun langsung mengecek ke lapangan harga komoditas pangan strategis khususnya bawang putih. Pasokan harus terjamin dan harga stabil,” beber Edi.
Selanjutnya, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikuktura Provinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra menyebutkan pasokan pangan saat Ramadhan hingga Idul Fitri dipastikan aman. Pasalnya sudah diantisipasi sejak awal, dengan tanam 3 sampai 4 bulan yang lalu lebih tinggi dibanding bulan biasanya.
“Untuk telur daging minyak gula cabai dan bawang merah, pasokanya aman dan harga stabil. Bahkan produksi tanaman pertanian di Lampung surplus dan dikenal sebagai pemasok sayuran, buah dan pangan lain ke Jakarta. Inilah yang membuat kami bisa pastikan pasokan aman dan harga stabil,” sebutnya.
Sementara itu, Ahmad, salah satu importir atau pelaku usaha pemasok bawang putih pada operasi pasar ini mengatakan pasokan pangan selama Bulan Ramadhan untuk telur, daging, minyak, gula cabai dan bawang merah aman dan harga stabil. Pihaknya memasok bawang putih pada operasi pasar kali ini sebanyak 7 truk setara 50 ton.
“Untuk jamin pasokan dan harga bawang putih di lampung, distributor akan pasok 4 sampai 6 truk per hari sedangkan kebutuhan sehari se Lampung 28 ton. Jadi pasokan melebihi kebutuhan, harga tidak mungkin bergejolak,” ujarnya.
(fat/pojoksatu)

Categories
bawang putih Kementerian Pertanian Nasional

Harga Bawang Putih Meroket, Ini yang Dilakukan Kementerian Pertanian

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar operasi pasar di sejumlah titik untuk meredam lonjakan harga bawang putih. Selain itu, dipastikan stok bawang putih cukup selama Ramadhan sampai Idul Fitri 1440 hijriah.
Pasalnya, pada tanggal 2 Mei 2019 ini, sebanyak 115 ribu ton bawang putih impor telah merapat ke Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak.
Tentang harga bawang putih di beberapa pasar yang mengalami lonjakan, Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura melakukan operasi pasar di lima titik di wilayah Jabodetabek.
Yakni Pasar Perumnas Klender, Pasar Senen, Pasar Rawamangun, Pasar Tanah Abang dan Pasar Kebayoran Lama.
“Sekarang ini harga bawang putih sedang tinggi di kisaran Rp50 hingga 60 ribu. Ini sudah tidak wajar harganya makanya kami lakukan operasi pasar. Operasi pasar kami lakukan dua hari, hari ini 5 ton, besok 5 ton untuk lima pasar,” ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh Ismail Wahab di Jakarta, Kamis (2/5/2019).
Adanya operasi pasar ini, lanjut Ismail, pemerintah harapkan untuk hari ini dan minggu depan harga bawang putih sudah kembali normal. Hari ini stok bawang putih impor masih proses di pelabuhan.
“Untuk meredam lonjakan harga di pasar, hari ini kami melakukan operasi pasar di lima titik termasuk pasar retail. Harga yang kami berikan adalah Rp23 ribu per kg. Ini dilakukan supaya ada psikologi pasar sehingga harga stabil jelang kedatangan 115 ribu ton,” tegasnya.
Lebih jauh Ismail memastikan jelang puasa dan lebaran persediaan bawang putih aman. Bawang putih yang sudah keluar izin impornya 115 ribu ton, sementara kebutuhan per bulan hanya 42 ribu ton. Ini artinya melebihi kebutuhan konsumen.
“Yang perlu saya sampaikan sebelumnya sudah keluar 115 ribu ton. Arahannya adalah langsung dicurahkan ke pasar-pasar dan tidak disimpan di gudang guna mempercepat normalisasi harga pasar,” tekan Ismail.
Produksi Bawang Putih dalam Negeri
Ismail menyebutkan Kementan menargetkan swasembada bawang putih terlaksana pada 2021. Dengan demikian, kebutuhan bawang putih dipenuhi dari produksi dalam negeri. Target awal adalah memproduksi benih terlebih dahulu.
“Produksi bawang putih pada 2019 kita targetkan seluas 18 ribu hektare. Akan tetapi produksi yang dihasilkan adalah untuk benih. Untuk swasembada bawang putih ditargetkan pada 2021 sebanyak kurang lebih 80 ribu hektare. Nah posisi kita sekarang 28 ribu hektare,” jelas Ismail.
Menurut Ismail, Kementan optimistis pada 2021 Indonesia mampu swasembada, sehingga tidak lagi bergantung kepada impor. Indonesia mampu memenuhi kebutuhan sendiri dari produksi dalam negeri.
“Kita punya varietas – varietas yang bisa memproduksi seperti bawang putih impor,” ujarnya.
Tata Niaga Bawang Putih
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik menuturkan Direktorat Jenderal Hortikultura sejauh ini telah mengatur tata niaga bawang putih secara efisien guna memenuhi kebutuhan pasar. Importir langsung ke pasar baik pasar induk maupun retail. Adapun hampir 97 persen bawang putih itu impor.
“Akhir Maret kita sudah mengeluarkan RIPH dan sekitar awal April kemarin sudah keluar SPI-nya 115 ribu ton. Masuknya 115 ribu ton akan dibongkar hari ini,” ujarnya.
Yasid meyakini harga bawang putih di dalam negeri akan stabil. Hari ini dikeluarkan RIPH sebanyak 125 ribu ton. Jadi total pemasukan bawang putih pada dua bulan berturut-turut, yakni Maret dan pertengahan April.
“Jadi secara berkesinambungan, pemasukan bawang putih dilakukan Maret dan April. Sehingga dalam waktu enam bulan ke depan stok bawang putih aman,” jelas Yasid.
PD Pasar Jaya Rawamangun mendukung penuh Kementerian Pertanian dalam upaya normalisasi harga bawang putih. Operasi pasar yang dilakukan berdampak baik bagi masyarakat guna meningkatkan daya beli masyarakat.
Manager Area IX, PD Pasar Jaya Rawamangun, Awaluddin menegaskan secara umum pihaknya mendukung program – program Kementerian Pertanian. Dampak program sejauh ini dirasakan sangat baik.
“Saya beberapa kali keliling, tanya-tanya sama pedagang di sini rata-rata harga bawang putih mereka jual Rp 48 ribu per kg kemudian yang kating sampai Rp 60 ribu. Nah operasi pasar ini hanya Rp23 ribu per kg. Saya berharap dengan adanya operasi pasar ini daya beli masyarakat lebih baik,” tegas Awaluddin.
(fat/pojoksatu)

Categories
bawang putih harga bawang harga bawang merah naik Nasional

Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Meroket, Satgas Pangan Jabar Cek Distributor

POJOKSATU.id, BANDUNG- Menjelang bulan suci Ramadhan harga sejumlah bahan pokok, biasanya mengalami kenaikan signifikan.
Tim Satgas Pangan Jabar, melakukan pemantauan harga ke sejumlah pasar tradisional.
Pemantauan dilakukan ke pasar tradisional pasar baru.
Hasil pemantauan yakni adanya kenaikan pada komoditi bawang.
Pantauan pojoksatu harga Bawang merah mencapai Rp. 50.000,-/kg dan Bawang putih mencapai Rp. 55.000,-/ kg.
Menurut Ketua Satgas Pangan Prov Jabar, Kombes Pol Samudi mengatakan, bahwa secara umum harga bahan pokok stabil.
“Hasil temuan Satgas pangan pada saat sidak pasar di pasar tradisional dan pasar modern bahwa rata rata harga barang pokok masih relatif aman dan normal, stock pangan masih tercukupi,” jelas Dirkrimsus Polda Jabar ini.
Menyikapi kenaikan harga bawang, Satgas Pangan Provinsi akan memanggil seluruh Kasatreskrim dalam hal ini selaku ketua satgas pangan kabupaten dan kota.
“Nantinya hasil rapat dengan seluruh Kasatreskrim, akan dilaksanakan sidak pasar ke distributor distributor bawang putih se Jawa barat dengan mengecek dokumen yang dimiliki oleh para distributor, sehingga tidak ada pelaku usaha yang melakukan Penimbunan,” jelasnya.
(arf/pojoksatu)

Categories
bawang putih bulog Nasional

Tolak Berikan Izin Impor, Mendag Perkuat Produksi Bawang Putih

POJOKSATU.id, JAKARTA – Keputusan tegas dari Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita yang menolak memberikan izin impor 100 ribu ton bawang putih kepada Perum Bulog sejatinya memberikan angin segar bagi para petani dan pengusaha. Keputusan tersebut harus diselaraskan dengan komitmen dan penguatan produksi bawang putih di dalam negeri.
Menurut Henry Saragih Ketua Umum Serikat Petani Indonesiasaat ini kan istilahnya kita sedang menggenjot produksi agar lebih baik lagi. Apalagi pertumbuhan di daerah-daerah percobaan itu sudah bagus.
“Di pemerintahan Jokowi ini, prinsipnya adalah menciptakan kedaulatan pangan. Kita dorong supaya kita bisa memproduksi sendiri, dan itu sudah ada tanda-tandanya,” ujarnya, Senin (22/4)
Menurutnya, saat ini bisa dijadikan sebagai pintu masuk bagi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani bawang. Dengan meminimalisir impor, dan mendorong pertanian bawang putih dalam negeri.
Untuk mendorong itu, dia mengusulkan agar setiap provinsi membuat program kepada dinas-dinas pertanian untuk menggencarkan tanam bawang putih.
Kebijakan Kementerian Perdagangan menahan izin impor Bulog hingga saat ini pun dinilai sudah pada koridornya oleh ekonom dari Universitas Sam Ratulangi, Agus Tony Poputra. Pasalnya pemberian izin impor komoditas tanpa menanam dikhawatirkan dapat mematikan pertanian bawang putih nasional nantinya.
“Memang sebenarnya sudah betul. Si Bulog harus tanam dulu. Kalau impor semua kan susah tidak ada perkembangan bawang putih di Indonesia. Kemendag tidak salah dia konsisten. Dia (Mendag) mungkin mencoba menerapkan aturan secara konsisten tanpa pandang bulu,” katanya kepada wartawan, Senin (22/4).
Sudah tepat menurutnya jika importir swasta saja harus menanam, begitu juga seharusnya Bulog.
Namun ia menilai kebijakan ini mungkin perlu juga dilihat kasus per kasus. Kemendag bisa saja menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel saat harga jual bawang putih ditingkat nasional sedang melonjak sangat tinggi dan darutat.
Ia menilai kedepannya bulog juga harus diperlakukan sama dengan yang lain. Sebab menurut dia bulog juga punya tanggung jawab ke dalam negeri. Yaitu untuk mendorong petani untuk menanam bawang putih di dalam negeri supaya Indonesia tidak perlu terus menerus bergantung pada impor.
Selaras, ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Yusuf Wibisono berpendapat tindakan Kemendag menahan izin impor bawang putih untuk Bulog merupakan keputusan yang tepat. Lantaran pemberian hak impor bagi Bulog tanpa wajib tanam 5%, Yusuf nilai bertentangan dengan cita-cita pemerintah untuk swasembada bawang putih pada 2021.
“Jadi memang harus dipaksa, harus ada pemaksaan, keberpihakan kebijakan secara afirmatif untuk mendorong swasembada bawang putih, antara lain dengan kewajiban tanam 5% dari impor,” ujar Yusuf kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/4).
Ia pun menegaskan bahwa pemerintah harus menunjukkan kepastian regulasi yang sudah ditetapkan. Dengan cara memberlakukan aturan yang sama pada setiap importir untuk melakukan wajib tanam bawang putih 5% dari total impor, tidak terkecuali Bulog.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sarman Simanjorang menilai pemerintah harus mengendalikan harga bawang putih di pasaran terutama menjelang Ramadan. Maka dari itu, impor bawang putih sebaiknya disegerakan. Gejolak harga menjelang Ramadan perlu diantisipasi.
“Pemerintah harus menghitung secara cermat akan kebutuhan kita,sehingga dapat memberikan izin import tepat waktu kepada importir,” ujarnya.
Ia juga meminta Kementerian Pertanian melalui Dirjen Holtikultura cepat mengeluarkan RIPH untuk importir yang sudah mengajukan izin dan memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan.
(dhe/pojoksatu)

Categories
bawang putih KPPU Nasional

KPPU Pertanyakan Proses Kelambanan RIPH Bawang Putih

POJOKSATU.id, JAKARTA –Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menelisik dasar argumen urgensi penunjukkan Bulog mengimpor bawang putih tanpa wajib tanam 5% dari kuota impor. Komisi tetap menyerukan, pemerintah membatalkan rencana impor itu. Komisi menyelidiki pula dugaan kelambanan seleksi Rekomendasi Impor Produk Hortikultira (RIPH) terhadap importir yang sudah melakukan wajib tanam.
KPPU mencari tahu, apakah ada kesengajaan kelambanan proses, sehingga menimbulkan kondisi keterpaksaan menunjuk Bulog.
“Atau ada miss juga kenapa perencanaannya RIPH-nya jadi molor. Jadi kita masih pelajari hal itu, sebelumnya kita berikan rekomendasi. Jangan sampai impor oleh Bulog itu justru dimanfaatkan oleh sejumlah importir swasta yang ingin bermain “nakal” katanya Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih, Jumat (5/4) kemarin.
Ia mengungkapkan, pihaknya memang memantau penunjukkan impor oleh Bulog ini. Dan, terhadap kebijakan tersebut. pihak Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah dipanggil.
KPPU mengakui, keistimewaan impor bawang putih kepada Bulog sejatinya dapat dipahami, jika keadaan tersebut benar-benar darurat. Jika tidak, seharusnya impor tersebut dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Jangan juga pelaku swasta yang melakukan impor, untuk menghindari kewajiban menanam lima persen meminjam tangan Bulog. Artinya sudah tidak lagi dalam persaingan yang sehat dengan pelaku usaha importir yang lain,” imbuh Guntur.
Ketua KPPU sendiri, Kurnia Toha menegaskan, pihaknya tetap meminta kebijakan itu dibatalkan. Ia mengatakan, dalam prinsip persaingan usaha tidak boleh ada diskriminasi. “Dilihat dari prinsip persaingan usaha gak tepat, kan untuk swasta harus menanam, tapi ini untuk ini kan (Bulog) tidak perlu menanam. Ini kan diskriminasi,” katanya.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi IV meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memberikan data pendukung yang menunjukan negara dalam keadaan darurat ketersediaan bawang putih. Jika tidak, Dewan meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) tak menanggapi Rekomendasi Impor Produk Holtikultura yang diberikan Kementan. Apalagi, kini operasi pasar digelar, menunjukkan adanya stok.
“Kalau tidak bisa memberikan data pendukung, Kemendag jangan keluarkan izin impor Bulog itu. Karena akan merusak persaigan usaha. Kecuali ada darurat baru bisa,” tegas Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Asman Natawijana, di Jakarta, Jumat (5/4).
Disebutkannya, ada enam importir yang kini memasok bawang putih sebanyak 90 ribu ton untuk kebutuhan pasar dalam negeri selama April 2019. Kesemua ini mampu memenuhi kebutuhan konsumsi bawang putih secara nasional yang sekitar 40 ribu ton dalam satu bulan.
Kementerian ini menggelar operasi bawang merah dan bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jumat kemarin.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pemasaran dan Promosi Ditjen Hortikultura Junika Megawati mengatakan bahwa pihaknya melaksanakan operasi pasar ini untuk masyarakat, dan mungkin juga untuk pedagang-pedagang eceran atau ritel yang akan menjual lagi ke komplek perumahan atau warung-warung. Operasi sama juga akan digelar di Surabaya pada tanggal 8-9 April 2019.
(dhe/pojoksatu)