Categories
Banser bendera tauhid dibakar garut hti Nasional tersangka

Resmi, Polisi Tetapkan Uus Sukmana Pembawa Bendera HTI di Garut Jadi Tersangka

POJOKSATU.id, BANDUNG – Uus Sukmana, pembawa bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Demikian disampaikan Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana, Jumat (26/10/2018).
Menurut Umar, Uus dianggap telah memenuhi unsur untuk dijerat dengan Pasal 174 KUHP tentang tindakan kenoaran.
BACA:
Awalnya Iya, Nanik S Deyang dan Pengacara Kompak Bantah Penyitaan HP
Merasa seperti Tersangka, Dahnil Simanjuntak Tuding Polisi jadi Alat Politik
Diperiksa Penyidik soal Ratna Sarumpaet, Dahnil Simanjuntak Merasa jadi Tersangka
“Benar, yang bersangkutan sudah naik jadi tersangka Pasal 174 KUHP,” kata Umar, Jumat (26/10).
Mantan Kapolres Metro Bekasi ini mengatakan, penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan.
Umar juga memastikan, ketika diperiksa, Uus statusnya sudah menjadi tersangka.
“Uus sudah diperiksa sebagai tersangka,” sambung perwira dengan pangkat tiga melati di pundak ini.
BACA:
Kasus Ratna Sarumpaet, HP Nanik S Deyang Disita Penyidik, Pertanda Apa?
Video Nusron Wahid Diusir dari Masjid Luar Batang Diteriaki 2019 Ganti Presiden
Nusron Wahid Diusir dari Masjid Luar Batang, “Setan Lu, Kenal Mukanya doang, Kayak Monyet!”
Dalam perkara ini Uus memang diduga melanggar Pasal 174 KUHP terkait keonaran di lapangan Alun-Alun Limbangan, Kabupaten Garut, pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN).
Uus disebut polisi sengaja membawa bendera HTI dan mengibarkannya. Padahal, sejak awal ada larangan dari panitia.
Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto mengatakan, dari hasil penyelidikan Uus Sukmana mengaku bendera tauhid yang ia bawa pada acara Hari Santri Nasional (HSN) di Garut diapat dari pembelian di salah satu akun Facebook.

Categories
Banser bendera tauhid dibakar gp ansor meninggal dunia Nasional

Kabar Banser Meninggal Amankan Aksi Bela Tauhid, Ini Penjelasan Ketua GP Ansor

POJOKSATU.id, JAKARTA – Seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikabarkan meninggal dunia saat mengamankan kantor GP Ansor, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).
Saat itu, DTJ (47), tengah mengantisipasi aksi bela tauhid di depan kantor GP Ansor.
Namun kabar itu dibantah Ketua GP Anasor Gus Yaqut. Namun ia juga membenarkan adanya salah satu anggota Banser yang meninggal dunia.
BACA:
Banser Meninggal Amankan Kantor GP Ansor dari Aksi Bela Tauhid, Begini Penjelasan Polisi
Video Nusron Wahid Diusir dari Masjid Luar Batang Diteriaki 2019 Ganti Presiden
Nusron Wahid Diusir dari Masjid Luar Batang, “Setan Lu, Kenal Mukanya doang, Kayak Monyet!”
Yaqut menegaskan, salah satu anak buahnya itu meninggal dunia diduga karena serangan jantung.
“Iya meninggal karena kelelahan, ada penyakit jantung juga,” ujar Yaqut saat dikonfirmasi, Jumat (26/10/2018).
Gus Yaqut menuturkan, bahwa Jatmiko memang biasa melakukan penjagaan keamanan di kantor GP Ansor.
BACA:
Cerita Nusron Wahid Diusir dari Masjid Luar Batang, Hendak Shalat Terus Diteriaki
Nusron Wahid Beberkan Kronologis Persekusi di Masjid Luar Batang, Wudhu dan Shalat Diadang Massa
Penjelasan Masjid Luar Batang soal Video Nusron Wahid: Gak Dipersekusi tapi Didemo
Akan tetapi, lanjutnya, pengamanan dimaksud yang dilakuan almarhum bukan penugasan khusus untuk mengawal aksi bela tauhid.
Namun Yaqut sampai saat ini belum dapat memastikan posisi jenazah saat ini berada di rumah duka atau di rumah sakit.
“Saya belum update (posisi jenazah di mana), karena saya masih di Jogjakarta,” jelasnya.

Categories
Banser bendera tauhid dibakar gp ansor meninggal Nasional polisi

Banser Meninggal Amankan Kantor GP Ansor dari Aksi Bela Tauhid, Begini Penjelasan Polisi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikabarkan meninggal dunia saat mengamankan kantor GP Ansor, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).
Saat itu, DTJ (47), tengah mengantisipasi aksi bela tauhid di depan kantor GP Ansor.
Namun kabar tersebut dibantah Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Roma Hutajulu.
BACA:
Bawa Bendera Tauhid, Orang Ini Diinterogasi Banser, Lalu Ngaku Punya HTI
Ngaku Milik HTI, Pria Ini Sengaja Mancing Banser dengan Kibarkan Bendera, Dari Sini Dia Peroleh
Video Detik-detik Pembawa Bendera HTI Diamankan Banser dan Diintrogasi
Polisi Ungkap Modus Pria Bernama Uus Penyusup HTI yang Sebarkan Bendera Tauhid
Roma menegaskan, DYJ meninggal sekitar pukul 17.00 WIB, akibat sakit yang dideritanya.
“Tiba-tiba mengeluh sesak dada lalu pingsan,” kata Roma Hutajulu saat dihubungi, Jumat (26/10/2018).
Roma menjelaskan, DTJ sendiri sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mendapat pertolongan.
Sayangnya, nyawanya tetap tidak tertolong.
Korban, kata Roma, diduga meninggal dunia karena kecapekan dan sakit jantung.
“Diduga korban meninggal akibat sakit jantung,” katanya.

Categories
Aksi Bela Tauhid Banser bendera tauhid dibakar kalimat tauhid Nasional

Bawa Bendera Tauhid, Orang Ini Diinterogasi Banser, Lalu Ngaku Punya HTI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen Pol Arief Sulistyo meminta kepada masyarakat untuk tidak melihat kasus pembakar bendera ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sepenggal.
Pasalnya, pembakaran dilakukan oleh banser karena sudah menjadi peraturan dalam acara Hari Santri Nasional (HSN) dilarang membawa bendera selain merah putih.
“Dalam acara tersebut memang tidak boleh membawa atribut selain bendera merah putih termasuk bendera ISIS dan HTI juga dilarang,” katanya Arief Sulistyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/10/2018).
Karena itu,Arief Sulistyo menghimbau agar tidak melihat kejadian tersebut tidak satu penggal saat pembakaran bendera. Namun melihat peristiwa secara utuh.
“Harus melihat rangkaian secara utuh dan tidak fokus pada kejadian praktis saja. Pertama perencanaan, panitia hari santri nasional, langkah-langkah dan tujuan kegiatan sudah benar dan bagus,” tambahnya.
Apalagi, lanjut Arief, sebelum acara mulai panitia sudah mewanti-wanti agar tidak membawa bendera selain merah putih. Himbauan itu dilakukan bertujuan menjaga ukhuwah sesama muslim.
“Pada pelaksanaan acara terlaksana dengan baik. Namun, siang hari petugas banser mengamankan Uus di tenda dan diinterview. Saat diintervew tidak membawa KTP. Dan ditanya bahawa Uus Sukmawan mengatakan bendera HTI,” ungkapnya.
“Karena mengetahui bendera itu dilarang sesuai degan keterangan, ia membakar. Disini menunjukan spontanitas, dengan mencari korek dan kertas,” sambung Arief.
(fir/pojoksatu)

Categories
Banser bendera tauhid dibakar garut mabes polri Nasional PBNU

3 Banser Garut Dipulangkan tapi Minta Perlindungan Polisi, Ada Ancaman?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tiga anggota Banser yang membakar bendera bertuliskan tauhid yang identik dengan bendera HTI di Garut, Jawa Barat, dibebaskan polisi Kamis (25/10/2018).
Ketiganya dipulangkan lantaran sampai kini, korps Bhayangkara itu belum menyandangkan status hukum atas tiga orang anggota Banser Kabupaten Garut itu.
Polisi juga masih belum bisa menemukan unsur pidana dari perbuatan pembakaran yang dilakukan ketiganya.
BACA:
Polemik Bendera Tauhid, MUI: GP Ansor Sebar Hoax, Jauh Berbahaya dari Ratna Sarumpaet
Pembawa Bendera HTI di Garut Ditangkap, Ini Identitasnya
Pembawa Bendera HTI di Garut Ditangkap di Bandung, Begini Kronologisnya
Akan tetapi, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo membantah jika ketiganya dilepaskan.
Demikian ditegaskan Dedi ditemui di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).
“Tiga (anggota Banser) itu tidak dilepas,” tegas Dedi.
Sebaliknya, ketiganya sampai saat ini masih berada di Polres Garut karena meminta pengamanan.
BACA:
Polisi Bebaskan Banser, Pembawa Bendera Tulisan Tauhid Dianggap Biang Kerok
Kok Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid Dilepaskan Polisi? Ada Apa Ini?
Polemik Bendera Tauhid, PBNU: Jangan Dipolitisasi
“Ketiganya minta diamankan di Polres Garut. Nggak dilepas,” jelasnya.
Atas proses hukum ketiganya itu, lanjut Dedi, pihaknya belum menentukan status tersangka.
“Statusnya sebagai saksi,” kata Dedi.

Categories
Banser bendera tauhid dibakar berita hoax garut gp ansor MUI Nasional ratna sarumpaet

Polemik Bendera Tauhid, MUI: GP Ansor Sebar Hoax, Jauh Berbahaya dari Ratna Sarumpaet

POJOKSATU.id, JAKARTA – Peristiwa pembakaran bendera bertuliskan tauhid di Garut, Jawa Barat, masih terus menimbulkan pro-kontra di sejumlah kalangan.
Tak sedikit pula, pihak yang kemudian mengecam dan menganggap bahwa hal itu adalah bentuk penodaan agama.
Di sisi lain, insiden itu juga melahirkan wacana untuk membubarkan Banser.
BACA:
Pembawa Bendera HTI di Garut Ditangkap, Ini Identitasnya
Pembawa Bendera HTI di Garut Ditangkap di Bandung, Begini Kronologisnya
Polisi Bebaskan Banser, Pembawa Bendera Tulisan Tauhid Dianggap Biang Kerok
Namun, Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dinilai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas aksi pembakaran tersebut.
Demikian disampaikan Anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Abdul Chair Ramadhan, Kamis (25/10/2018).
Hal itu merunut pada seruan pimpinan GP Ansor yang disebutnya sebagai hoax dan bisa menimbulkan keonaran.
Pernyataan tersebut diutarakan Abdul Chair Ramadhan dalam diskusi bertajuk “Membakar Bendera Tauhid, Penghinaan Terhadap Islam?” di Cikini, Jakarta Pusat.
BACA:
Kok Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid Dilepaskan Polisi? Ada Apa Ini?
Polemik Bendera Tauhid, PBNU: Jangan Dipolitisasi
Kisruh Bendera Tauhid, PBNU Beberkan Keanehan
“Ini (seruan pimpinan GP Ansor) dijadikan acuan sweeping oleh GP Ansor, oleh Banser bahwa bendera berkalimat tauhid ini adalah bendera HTI,” tegasnya.
Seruan itu, lanjutnya, jelas-jelas bisa dipidanakan dan lebih berbahaya melebihi efek kebohongan Ratna Sarumpaet.
“Ini kebohongan publik, hoax ini. Pimpinan GP Ansor itu melanggar hukum pidana. Ini lebih berbahaya dan ini lebih memenuhi unsur dari kasus hoax-nya Ratna Sarumpaet,” jelasnya.

Categories
bandung Banser bendera tauhid dibakar garut hti identitas Nasional pelaku polisi

Pembawa Bendera HTI di Garut Ditangkap, Ini Identitasnya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polisi akhirnya berhasil menangkap pembawa bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang berujung pada pembakaran di Garut, Jawa Barat, Senin (22/10/2018) lalu.
Pelaku sendiri ditemukan dan diamankan di Bandung, Kamis (25/10/2018).
Kabid Humas Polda Jabar, AKBP Trunoyudo Wisnu Andika menjelaskan telah mengamankan tiga orang dalam video viral itu pada 22 Oktober 2018 lalu.
BACA:
Pembawa Bendera HTI di Garut Ditangkap di Bandung, Begini Kronologisnya
Polisi Bebaskan Banser, Pembawa Bendera Tulisan Tauhid Dianggap Biang Kerok
Kok Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid Dilepaskan Polisi? Ada Apa Ini?
Saat ini, ketiganya masih berada di Polres Garut dengan permohonan minta pengamanan diri.
Perkembangannya, dalam hal ini penyidik Reskrimum Polda Jabar dan Polres Garut telah mengamankan seorang pembawa bendera inisial U di daerah Laswi, Kota Bandung.
“Benar, telah mengamankan. Inisial U diduga membawa Bendera HTI pada saat perayaan Hari Santri Nasional di Limbangan, Garut,” kata Trunoyudo di Mapolda Jabar, Bandung, Kamis (25/10).
Trunoyudo melanjutkan, pihaknya kini masih mendalami penyelidikan terhadap pembawa bendera itu.
BACA:
Polemik Bendera Tauhid, PBNU: Jangan Dipolitisasi
Kisruh Bendera Tauhid, PBNU Beberkan Keanehan
Polemik Bendera Tauhid, PBNU: Banser itu Korban
“Terkait U datang ke sana (acara HSN) masih kita dalami. Saat kita amankan dan perkembangan akan disampaikan. Penyelidik masih bekerja lebih optimal lagi,” ujarnya.
Trunoyudo menegaskan, U sendiri sampai saat ini masih berstatus saksi.
“Status pembawa bendera tersebut masih diamankan. Karena adanya petunjuk keterangan tadi bahwa U memang membawa bendera tersebut,” tutupnya.

Categories
Banser bendera tauhid dibakar garut hti mabes polri Nasional polda jawa barat

Pembawa Bendera HTI di Garut Ditangkap di Bandung, Begini Kronologisnya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polisi akhirnya berhasil menangkap pembawa bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang berujung pada pembakaran di Garut, Jawa Barat, Senin (22/10/2018) lalu.
Pelaku sendiri ditemukan dan diamankan di Bandung, Kamis (25/10/2018).
Demikian disampaikan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komjen Arief Sulistyanto, Kamis (25/10).
BACA:
Polisi Bebaskan Banser, Pembawa Bendera Tulisan Tauhid Dianggap Biang Kerok
Kok Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid Dilepaskan Polisi? Ada Apa Ini?
Polemik Bendera Tauhid, PBNU: Jangan Dipolitisasi
“Sudah (ditemukan). Siang ini jam 13.00 WIB. Di Jalan Laswi, Bandung. Di tempat kerjanya,” ungkap Arief.
Sang pembawa bendera itu sendiri diidentifikasi bernama Uus Sukmana, warga Kampung Panyosogan, Kecamatan Cibatu, Jawa Barat.
Arief menjelaskan, pada saat kejadian, pria 34 tahun itu sengaja membawa bendera tersebut.
Ia lantas tiba-tiba mengeluarkan dan mengibarkan bendera HTI itu pada apel peringatan Hari Santri Nasional lalu.
BACA:
Kisruh Bendera Tauhid, PBNU Beberkan Keanehan
Polemik Bendera Tauhid, PBNU: Banser itu Korban
Banser Dibubarkan, PBNU: Banser Ikut Berjuang untuk Republik Ini
Selanjutnya, Uus diamankan anggota Banser dan di bawa keluar area upacara untuk diinterogasi.
Dari hasil interogasi anggota Banser, pelaku mengatakan tidak membawa KTP dan mengaku dari Cibatu.
Akan tetapi setelah itu, Uus akhirnya dilepaskan dan langsung meninggalkan lokasi.

Categories
Banser bendera tauhid dibakar garut Nasional PBNU

Kisruh Bendera Tauhid, PBNU Beberkan Keanehan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Peristiwa pembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat, masih terus menimbulkan pro-kontra di sejumlah kalangan.
Tak sedikit pula, pihak yang kemudian mengecam dan menganggap bahwa hal itu adalah bentuk penodaan agama.
Di sisi lain, insiden itu juga melahirkan wacana untuk membubarkan Banser.
BACA:
Polemik Bendera Tauhid, PBNU: Banser itu Korban
Banser Dibubarkan, PBNU: Banser Ikut Berjuang untuk Republik Ini
Beredar Foto Mike Tyson dan Khabib Pakai Kaos Kalimat Tauhid, Eh Ternyata Editan
Menanggapi hal itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menanggap anggota Banser di Garut itu adalah korban.
Pasalnya, ada indikasi kuat bahwa kejadian itu merupakan bentuk provokasi yang dilakukan dengan sengaja.
Demikian ditegaskan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini usai menggelar konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (24/10/2018).
BACA:
PBNU Tegaskan Kalimat Tauhid di Bendera Hukumnya Makruh, MUI Balas Begini
Fakta Terbaru Bendera Tauhid, Mabes Polri Ternyata Sudah Prediksi Kejadian di Garut
Polemik Bendera Tauhid, PBNU Tuding MUI dan Muhammadiyah Sebar Keresahan
Salah satu keanehan yang ditemukan pihaknya adalah arah ‘serangan’ yang kini justru mengarah ke organisasi.
“Kalau ada salah satu anggota Banser yang melakukan kesalahan apa bisa dilimpahkan ke organisasinya? Toh, organisasi sudah memberikan sanksi,” bebernya.
Di sisi lain, Helmy juga menilai anggota Banser di Garut sejatinya merupakan korban.

Categories
Banser bendera tauhid dibakar garut Nasional PBNU

Polemik Bendera Tauhid, PBNU: Banser Itu Korban

POJOKSATU.id, JAKARTA – Peristiwa pembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat, oleh anggota Banser masih terus menimbulkan pro-kontra di sejumlah kalangan.
Tak sedikit pula, pihak yang kemudian mengecam dan menganggap bahwa hal itu adalah bentuk penodaan agama.
Di sisi lain, insiden itu juga melahirkan wacana untuk membubarkan Banser.
BACA:
Banser Dibubarkan, PBNU: Banser Ikut Berjuang untuk Republik Ini
Beredar Foto Mike Tyson dan Khabib Pakai Kaos Kalimat Tauhid, Eh Ternyata Editan
PBNU Tegaskan Kalimat Tauhid di Bendera Hukumnya Makruh, MUI Balas Begini
Menanggapi hal itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menanggap anggota Banser di Garut itu adalah korban.
Pasalnya, ada indikasi kuat bahwa kejadian itu merupakan bentuk provokasi yang dilakukan dengan sengaja.
Demikian ditegaskan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini usai menggelar konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (24/10/2018).
BACA:
Fakta Terbaru Bendera Tauhid, Mabes Polri Ternyata Sudah Prediksi Kejadian di Garut
Polemik Bendera Tauhid, PBNU Tuding MUI dan Muhammadiyah Sebar Keresahan
Bendera Tauhid DIbakar, PBNU: Polisi Lalai Banyak Bendera HTI Tak Ditertibkan
“Di Garut itu adalah anggota Banser menjadi korban, diprovokasi sampai terjadi pembakaran. Clear nggak nih, jangan distigma juga,” tegas Helmy.
Karena itu, pihaknya meminta, ke depannya, anggota Banser yang menemukan bendera HTI sebaiknya diserahkan kepada kepolisian setempat.
“Sudah saya sampaikan, supaya clear ya. Di tempat yang lain itu, Banser mengamankan dan menyerahkan kepada aparat. Clear kan,” lanjutnya.