Categories
Banjir banjir jogja Nasional

Jogja Banjir 1,5 Meter, Jembatan Ambrol, Rumah Bupati Tergenang

POJOKSATU.id, JOGJA – Banjir terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Jogja banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Banjir Jogja terjadi setelah hujan mengguyur sejak pagi hingga sore hari pada Minggu (17/3).
Selain banjir, beberapa pohon juga tumbang. Bahkan, ada jembatan yang ambrol diterjang banjir.
Bencana tanah longsor juga terjadi di sejumlah Kabupaten di wilayah Jogja, diantaranya, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, Gunungkidul dan Kota Jogjakarta.
Dari sejumlah laporan, banjir cukup parah terjadi di Kabupaten Bantul. Pasalnya titik genangan cukup banyak.
Data yang didapatkan dari BPBD Bantul, setidaknya ada 15 titik tergenang banjir di Bantul hingga Minggu (17/3) malam sekitar pukul 22.30 WIB.
Di antaranya, Turi, Sumberagung, Jetis yang terkena luapan air Sungai Bulus, atau Polsek Imogiri di Jalan Makam Suci, Tilamat, Wukirsari. Markas polisi itu terendam setidaknya sampai 50 sentimeter.
Lalu, Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) di Jalan Parangtritis, Panggungharjo, Sewon, turut terdampak dengan ketinggian air tak jauh beda.
Beberapa titik yang tergolong tinggi rendaman airnya, antara lain di daerah Sareyan, Karangtalun, Imogiri. Di mana ketinggian banjir mencapai dada orang dewasa. Kemudian di Dermojurang, Seloharjo, Pundong.
Bahkan rumah Bupati Bantul di juga tak luput dari genangan banjir.
Selain banjir setinggi 1,5 meter, area ini juga terdampak longsor sehingga belum bisa diakses tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Satpol Airud Polda DIJ beserta relawan.
Jogja banjir akibat hujan deras sejak pagi hingga sore
Saat dikonfirmasi, Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto membenarkan adanya banjir yang menerjang di daerahnya. Namun pihaknya belum dapat merinci lebih jauh karena masih fokus penanganan banjir dan melakukan pendataan di lapangan.
Saat ini, imbuhnya sejumlah warga sudah mulai dievakuasi lantaran air sudah memasuki pemukiman warga.
“Ini masih kita lakukan pendataan. Yang jelas sudah ada yang diungsikan. Nanti kita kabari lagi,” ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (17/3) malam.
Saat disinggung terkait adanya korban jiwa, Dwi enggan membeberkan lebih jauh, karena pihaknya masih fokus penanganan banjir di lapangan.
“Terkait detailnya, nanti saja. Nanti ya,” ujarnya sembari mengakhiri pembicaraan.
Berikut data banjir Jogja yang diketahui dari percakapan freq radio BPBD Bantul.
1. Dermojurang, Seloharjo, Pundong terjadi longsor dan banjir menimpa permukiman warga. BPBD, Satpol Airud Polda DIY + tim rescue tidak bisa menjangkau, karena air mencapai 1,5 meter.
2. Prancak Dukuh, Panggungharjo, Sewon (ISI Yogyakarta) banjir menggenangi rumah warga.
3. Jalan Siluk-Kretek tdk bisa dilalui, karena Jembatan Kali Pentung ambrol.
4. Wukirsari, Imogiri banjir menggenagi rumah warga & ada warga yang naik pohon tidak bisa dievakuasi, karena air mencapai 1,5 meter.
5. Jl. Imogiri Timur mulai dari perempatan Jejeran-Imogiri banjir menggenangi infrastruktur jalan.
6. Jl. Paris Bangunharjo + Panggungharjo, Sewon, di sekitar ISI banjir menggenangi rumah Bupati Bantul.
7. Karangtengah, Imogiri banjir menggenangi rumah warga.
8. Jl. Bantul wilayah Sewon tegenang banjir, banyak kendaraan yang mogok.
9. Akses Jalan Imogiri Timur + Barat, Jalan Paris, dan Jl. Bantul mengalami kesulitan untuk dilalui kendaraan terutama sepeda motor + mobil picup/casis rendah.
Berikut video banjir di Jogja tadi malam:

(jpg/one/pojoksatu)