Categories
Bamsoet Nasional presiden pks presiden tiga periode

Reaksi Presiden PKS Atas Wacana yang Dibawa Bamsoet: Kami Tegas Tolak Presiden 3 Periode!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menegaskan, partainya perlu dan wajib mendengarkan aspirasi dan kehendak rakyat untuk menolak atau menerima wacana amandemen UUD 1945 Negara Republik Indonesia.
Demikian disampaikan Sohibul Iman saat menerima jajaran Pimpinan MPR yang dipimpin Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di kantor DPP PKS, Selasa (26/11).
Pria yang akrab disapa Kang Iman ini menegaskan, wacana amandemen UUD Negara Republik Indonesia 1945 tidak boleh didasarkan pada kepentingan elite dan kelompok tertentu saja.
Kata Kang Iman, amandemen UUD Negara Republik Indonesia 1945, harus lahir dari kehendak rakyat seperti semangat dalam reformasi.
“Wacana amandemen UUD NRI 1945 harus didasarkan kepada aspirasi dan kehendak rakyat Indonesia. amandemen 45 bukan didasarkan oleh kepentingan elite tertentu saja, tetapi harus melibatkan ahli-ahli di bidangnya dan sebagaimana pernah bangsa Indonesia lakukan pada Amandemen UUD NRI 1945 I,II,III dan IV pada periode 1999-2002 pasca Reformasi 1998,” ujar Sohibul Iman.
Bambang Soesatyo mengakui jika saat ini ada enam kelompok yang memiliki pandangan terkait perlu atau tidaknya amandemen UUD NRI 1945. Salah satu wacana yang berkembang soal amandemen adalah perpanjangan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden.
Sohibul Iman dengan tegas menolak amandemen UUD NRI 1945 jika bertujuan memperpanjang masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden menjadi tiga periode. Termasuk menolak wacana Presiden dan Wakil Presiden kembali dipilih oleh MPR RI.
“PKS berkomitmen untuk menjaga semangat reformasi dan demokrasi dengan membatasi kekuasaan bukan memperbesar kekuasaan agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan,” tegas dia.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
Airlangga Hartarato B.J Habibie Bamsoet Nasional

Maju Menantang Airlangga, Kepemimpinan Bamsoet Langsung Cacat Gara-gara Perkara Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Fungsionaris Partai Golkar mempertanyakan komitmen Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai deklarasi akan maju dalam musyawarah nasional.
Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengingatkan bahwa Bamsoet secara terbuka telah mengumumkan mendukung penuh Airlangga sebagai ketua umum di munas yang rencananya akan digelar 3 hingga 6 Desember.
“Kami hanya ingin mempertanyakan soal komitmen yang pernah diucapkannya di depan publik soal kesepakatannya untuk memberikan dukungan kepada Pak Airlangga sebagai ketua umum Partai Golkar,” ujar Ace kepada wartawan, Jumat (22/11).
Ace menegaskan, bahwa seorang pemimpin adalah orang-orang yang punya komitmen kuat dalam berpendirian.
“Seorang pemimpin itu dilihat dari keteguhannya memegang janji dan komitmen yang sudah diketahui masyarakat luas,” katanya.
Beberapa waktu lalu, Bamsoet, sapaan akrabnya, secara resmi menyatakan dukungan kepada Airlangga untuk munas tersebut.
Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah acara di stasiun televisi, Metro TV, Jumat (27/9) malam.
Bamsoet yang kala itu menjabat ketua DPR secara gamblang mengurai alasannya mendukung Airlangga dalam munas yang akan digelar Desember nanti. Salah satunya untuk meredam ketegangan yang terjadi di internal partai beringin.
“Kemarin saya dan Airlangga sudah bertemu dan sepakat menurunkan tensi politik di internal Partai Golkar, mengurangi ketegangan dan menghindari perpecahan di internal partai,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/9).
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
airlangga hartarto Bambang Soesatyo Bamsoet golkar Nasional

Bamsoet Deklarasi Caketum Golkar, Airlangga Bodo Amat: Munasnya Aja Belum

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umun Partai Golkar, Airlangga Hartarto tidak ambil pusing dengan deklarasi Ketua DPR Bambang Soesatyo untuk maju sebagai calon ketua Golkar.
Airlangga dan Bamsoet adalah dua nama yang potensial menjadi calon ketum dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar 2019 akhir tahun ini.
Bamsoet sebagai penantang telah mendeklarasikan diri siang tadi untuk menjadi calon ketum.
“Munasnya saja kan belum (dijadwalkan),” ujar Airlangga menanggapai deklarasi Bamsoet, di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/7).
Airlangga enggan memberikan jawaban saat wartawan bertanya kapan dia akan mendeklarasikan dir secara resmi untuk menjadi calon ketum Golkar periode 2019-2024.
“Nanti saja menjelang Munas,” singkat Menteri Perindustrian ini.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
Bambang Soesatyo Bamsoet golkar Nasional

Tak Dukung Bamsoet, DPD II Golkar Diancam, “Kami Konsisten Dukung Beliau Caketum”

POJOKSATU.id, JAKARTA – DPD Golkar DKI Jakarta bergejolak. Ini terkait penarikan dukungan kepada kandidat ketua umum Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Ketua DPD II Golkar Jakarta Selatan, M. Ikhsan Ingratubun, menegaskan bakal konsisten mendukung Bamsoet menggantikan Airlangga Hartarto di pucuk pimpinan partai.
Dukungan tersebut diklaim akan tetap solid meski sebelumnya ada sinyal “ancaman” dari DPP Golkar terkait pencopotan pengurus 10 DPD II Maluku.
“Kami tetap konsisten meminta dan mendukung Bamsoet untuk maju menjadi Caketum Partai Golkar pada perhelatan Munas yang akan diselenggarakan pada tahun ini. Munas memang harus dilaksanakan secara demokratis karena sudah diatur dalam AD/ART partai,” kata Ikhsan kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (13/7).
Menurut Ikhsan, setiap kader berhak mencalonkan dirinya sebagai ketua umum. Yang terpenting adalah semua berkomitmen akan tetap bersatu di dalam Golkar.
“Perbedaan dukungan itu dinamika dalam politik, maka saya tegaskan untuk terus mendukung Mas Bamsoet maju sebagai Caketum. Dengan niat barokah dan membawa Partai Golkar ke arah yang lebih baik dan dapat meningkatkan citra partai di era milenial ini,” ucap Ikhsan.

(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
airlangga hartarto Bambang Soesatyo Bamsoet Dedi Mulyadi golkar Nasional

Pengurus Partai Loyalis Bamsoet: Golkar Mirip Kerajaan, Ada Raja Dedi Mulyadi, Ada Raja Airlangga

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo sebelumnya mempersilakan kepada Ketua DPD yang mendukungnya maju sebagai calon ketua umum Golkar untuk menarik dukungan pasca pemecatan 10 DPD II Golkar beberapa waktu lalu.
Namun demikian, imbauan tersebut tak diindahkan. Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru yang juga Bupati Kabupaten Buru, Ramly Ibrahim Umasugi mengaku seluruh DPD II Partai Golkar di Maluku tetap mendukung Bamsoet.
“Kami tetap setia dan tidak akan mencabut dukungan, siap melawan apapun risikonya” Kata Ramly di usai bertemu Bambang Soesatyo di Kompleks DPR, Senayan, Jumat (11/07).
Sejauh ini, Ramly menjelaskan bahwa alasan perolehan suara Partai Golkar turun di Maluku yang menjadi landasan pemecatan dirinya adalah alasan yang aneh. Seharusnya DPP Partai Golkar bercermin karena perolehan suara Partai Golkar secara nasional turun tajam, kehilangan 1,2 juta suara dan 6 kursi di DPR RI.
Senada dengan Ramly, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Cirebon, Toto Sunarto korban menyampaikan bahwa alasan DPD I Partai Golkar mem-Plt-kan dirinya adalah alasan yang mengada-ada.
Toto mengungkapkan, pada saat halal bihalal DPD Partai Golkar Jawa Barat, pengurus tingkat II diminta datang dan membawa cap partai untuk memberikan dukungan kepada Airlangga Hartarto.
“Namun karena Kota Cirebon sepakat mendukung Mas Bambang, kami tidak memberikan dukungan. Kami melihat cara-cara yang dipakai DPP dan DPD I jauh dari nilai demokratis. Seharusnya daerah diberikan kesempatan menentukan kepada siapa dukungan diberikan. Jika diarahkan, maka Golkar bukan lagi seperti partai politik, tapi tak ubahnya kerajaan. Ada Raja Dedi Mulyadi, Ada Raja Airlangga,” jelas Toto.
Dalam kesempatan yang sama, Bamsoet menyesalkan pemecatan terhadap mereka lantaran dinilai sebagai wujud sikap kepemimpinan yang otoriter di bawah Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto. Ia sepakat bahwa sikap tirani ini harus dilawan.
“Saya sepakat bahwa sikap otoriter ini, sikap tirani ini menjadi musuh kita bersama di Partai Golkar. Harus kita lawan,” kata Bamsoet.
Di sisi lain, dibanding menyerang para DPD Golkar, mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menyebut siap digantikan dalam jabatan apapun di kepartaian.
“Silakan gunakan kekuasaan itu sesukanya kepada saya, tetapi jangan kepada para pengurus daerah yang sudah berdarah-darah memenangkan Partai Golkar dan pasangan Joko Widodo-KH Maruf Amin pada Pemilu 2019 lalu. Jangan karena beda pendapat urusan dukung-mendukung calon ketua umum, lantas air susu dibalas air tuba,” tandas Bamsoet.
(sta/rmol/pojoksatu)