Categories
akun palsu baharudin hamza Nasional Pilpres 2019

Penyebar Hoax Prabowo Komplotan ISIS Bukan Anggota Polri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Akun Facebook Baharudin Hamza sempat membuat heboh warganet di Sulawesi Utara (Sultra). Baharudin mengaku sebagai Kanit Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Kemaraya, Polres Kendari.
Dalam postingannya di grup Facebook Sultra Watch (SW), Baharudin Hamza mendukung capres 01, Jokowi dan melecehkan capres 02, Prabowo Subianto.
Ia menyebut Prabowo sebagai capres abal-abal. Bahkan, akun ini menyatakan Prabowo sebagai komplotan garis keras ISIS yang akan menghancurkan Islam.
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, kajadian itu terjadi pada Jumat tanggal 22 Maret 2019 Sekitar jam 17.30 Wita.
Kala itu anggota Polda Sultra bernama Ipda Jamal Ali menghubungi Aipda Jabbar menanyakan soal viralnya postingan akun atas nama Baharudin Hamza yang memakai foto Aipda Jabbar.
“Aipda Jabbar menyampaikan kepada Ipda Jamal bahwa akun Baharudin Hamza akun palsu dan mencatut fotonya,” kata Dedi saat dikonfirmasi Pojoksatu, Sabtu (6/4/2019).
Aipda Jabbar (Facebook)
Tak hanya itu, kata Dedi, akun palsu tesebut juga sempat membagikan foto-foto Aipda Jabbar bersama istrinya sembari mengeluarkan status menjelekkan paslon 02 Probowo-Sandi.
“Akun tesebut juga sempat menulis status bahwa di balik Prabowo ada ISIS dan HTI, kemudian Aipda Jabbar langsung klarifikasi di FB aslinya bahwa akun itu palsu,” tutur Dedi.
Atas kejadian tersebut, yang bersangkutan langsung melaporkan ke Polda Sultra untuk dilakukan proses hukum.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Goldenhardt mengatakan bahwa akun Baharudin Hamza bodong alias palsu.
Akun itu bukan milik anggota Polri, tetapi mengatasnamakan polisi. Akun Baharudin Hamza mencatut foto Aipda Jabbar, Kanit Reskrim Polsek Kosambi, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menurut Harry Goldenhardt, akun itu palsu. Ia mengatasnamakan anggota Polri dengan mencatut foto Polri, Aipda Jabar, Kanit Reskrim Polsek Kosambi, Polres Muna.
Harry meminta masyarakat agar tidak mempercayai dan tidak terprovokasi dengan postingan Baharudin Hamzah yang provokatif.
AKBP Harry Goldenhardt menambahkan, polisi sedang mendalami siapa di balik akun bodong yang mengatasnamakan anggota Polri tersebut.

(fir/pojoksatu)

Categories
akun palsu baharudin hamza Nasional

Polisi Buru Pencatut Kanit Reskrim Lecehkan Prabowo

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polisi masih menyelidiki siapa di balik akun Baharudin Hamza yang mencatut foto Aipda Jabbar dan mengaku-ngaku sebagai Kanit Reskrim Kemaraya, Polres Kendari.
Akun Baharudin Hamza menyatakan dukungannya kepada capres 01 Jokowi dan menjelek-jelekkan dan melecehkan capres 02, Prabowo Subianto di grup Facebook Sultra Watch.
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan, pihaknya tidak akan tebang pilih terhadap pencatutan institusi Polri terkait kepentingan politik.
Sebab, dalam TR Kapolri sudah jelas, bahwa institusi Polri netral dalam pemilu.
“Dari kemarin sudah kita sampaikan kita netral,” kata Dedi saat dikonfirmasi Pojoksatu.id, Sabtu (6/4).
Dedi menegaskan, Tim Cyber Polri sedang malakukan penyelidikan terkait akun yang telah merusak reputasi Polri tersebut.
“Kita akan tindak tegas. Ini masih dalam proses lidik oleh tim cyber,” tegasnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Goldenhardt mengatakan bahwa akun Baharudin Hamza bodong alias palsu.
Akun itu bukan milik anggota Polri, tetapi mengatasnamakan polisi. Akun Baharudin Hamza mencatut foto Aipda Jabbar, Kanit Reskrim Polsek Kosambi, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Itu akun palsu, hanya mengatasnamakan. Data foto tersebut adalah Aipda Jabar SH yang berdinas sebagai Kanit Reskrim Polsek Kosambi, Polres Muna,” ucap AKBP Harry Goldenhardt, seperti dikutip dari Zonasultra.com, Jumat (5/4).
Harry meminta masyarakat agar tidak mempercayai dan tidak terprovokasi dengan postingan Baharudin Hamzah yang provokatif.
AKBP Harry Goldenhardt menambahkan, polisi sedang mendalami siapa di balik akun bodong yang mengatasnamakan anggota Polri tersebut.
(fir/pojoksatu)

Categories
akun palsu baharudin hamza Nasional Pilpres 2019

Ngaku Kanit Reskrim dan Lecehkan Prabowo, Polda Sultra Telusuri Akun Baharudin Hamza

POJOKSATU.id, KENDARI – Akun Facebook Baharudin Hamza membuat heboh warganet di Sulawesi Utara (Sultra). Baharudin mengaku sebagai Kanit Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Kemaraya, Polres Kendari.
Dalam postingannya di grup Facebook Sultra Watch (SW), Baharudin Hamza mendukung capres 01, Jokowi dan melecehkan capres 02, Prabowo Subianto.
Ia menyebut Prabowo sebagai capres abal-abal. Bahkan, akun ini menyatakan Prabowo sebagai komplotan garis keras yang akan menghancurkan Islam.
Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Goldenhardt mengatakan bahwa akun Baharudin Hamza bodong alias palsu.
Akun itu bukan milik anggota Polri, tetapi mengatasnamakan polisi. Akun Baharudin Hamza mencatut foto Aipda Jabbar, Kanit Reskrim Polsek Kosambi, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Itu akun palsu, hanya mengatasnamakan. Data foto tersebut adalah Aipda Jabar SH yang berdinas sebagai Kanit Reskrim Polsek Kosambi, Polres Muna,” ucap AKBP Harry Goldenhardt, seperti dikutip dari Zonasultra.com, Jumat (5/4).
Harry meminta masyarakat agar tidak mempercayai dan tidak terprovokasi dengan postingan Baharudin Hamzah yang provokatif.
AKBP Harry Goldenhardt menambahkan, polisi sedang mendalami siapa di balik akun bodong yang mengatasnamakan anggota Polri tersebut.
(one/pojoksatu)

Categories
akun palsu baharudin hamza Nasional Pilpres 2019

Catut Foto dan Jelek-jelekkan Prabowo, Aidpa Jabbar Polisikan Baharudin Hamza

POJOKSATU.id, KENDARI – Kanit Reskrim Polsek Kosambi Muna, Aipda Jabbar mengakui bahwa fotonya dicatut oleh akun Facebook Baharudin Hamza untuk menjelek-jelekkan capres 01, Prabowo Subianto.
Baharudin Hamza menggunakan foto Aipda Jabbar sebagai foto profilnya. Bahkan, dia mengunggah puluhan foto Aipda Jabbar, sehingga warganet mengira akun Baharudin Hamzah adalah milik Aipda Jabbar.
Tak hanya itu, Baharudin juga mengaku-ngaku sebagai Kanit Reskrim Kemaraya Resort Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Polisi gadungan itu lantas menebar hoax dan ancaman di grup Facebook Sultra Watch. Ia mendukung capres 01, Jokowi dan menjelek-jelekkan Prabowo Subianto.
Aipda Jabbar yang dihubungi Pojoksatu.id melalui akun Facebook pribadinya, Jabbar NnZz belum merespon.
Namun dari komentarnya di Facebook, Jabbar mengakui bahwa fotonya dicatut oleh Baharudin Hamza.
Jabbar NnZz menjawab komentar seorang polisi dengan akun Slamet Budiyono yang meragukan postingan Baharudin Hamza.
“Yang saya tahu mulai dari foto, identitas, dan alamat dah beda dan tidak jelas sudah pasti bajakan, untuk jelek2kan oknum maupun organisasi, biadab orang berbuat seperti ini,” kata Slamet Budiyono mengomentari postingan Baharudin.

Jabbar menjawab komentar Slamet Budiyono bahwa akun Baharudin sudah dua hari digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menebar ujaran kebencian.
“Izin kmdan sdh 2 harimi fb ini d pakai orang tdk bertanggungjawab dan saya sdh sampaikan d letting d polda agar di lacakkan,” kata Jabbar.
Jabbar mengaku diblok oleh pemilik akun Baharudin Hamza, sehingga dia tidak bisa lagi melihat postingan akun bodong tersebut.
Meski begitu, Jabbar mengatakan bahwa dia sudah melaporkan akun bodong tersebut ke Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk ditindaklanjuti.
“Siap kmdan sy sdh laporkan d krimsus polda sultra agar d lacakkan,” tandas Jabbar.
Sebelumnnya, Baharudin membuat postingan kontroversial di grup Facebook Sultra Watch yang memiliki anggota cukup banyak.
“Saya selaku Kanit Reskrim Polsek Kemaraya resort kota Kendari, selalu siap siaga memantau dan melacak akun-akun yang jadi provokator di group ini,” katanya.
“Mau akun palsu/akun asli kami sudah bisa melacak keberadaan anda melalui, system pelacak server IP adress pada akun anda,” tulis Baharudin.
“Jadi hati-hati kalau menghina Jokowi, saya akan pidanakan seumur hidup bila perlu saya akan tembak mati di tempat. Kecuali kalau yang hina Prabowo tidak masalah dia kan Capres Abal-Abal tidak jelas dan bukan capres,” tandasnya.

(one/pojoksatu)

Categories
akun palsu baharudin hamza Nasional

Ngaku Kanit Reskrim, Baharudin Hamza Sebut Prabowo Capres Abal-abal

POJOKSATU.id, KENDARI – Akun Facebook Baharudin Hamza membuat geger jagat maya. Postingannya di grup Facebook membuat pendukung capres 02 marah besar.
Parahnya, Baharudin Hamza mencatut foto polisi dan mengaku-ngaku sebagai Kanit Reskrim Kemaraya Resort kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Foto yang dicatut Baharudin Hamza adalah foto anggota Polri, Aipda Jabbar. Diduga, Baharudin mengambil foto Aipda Jabbar di akun Facebook Jabbar NnZz.
Baharudin sengaja menciptakan adu domba antara Polri dan kubu Prabowo untuk membuat resah masyarakat, terutama pengguna media sosial.
Baharudin mengesankan dirinya sebagai anggota Polri yang mendukung capres 01, Jokowi. Hal itu terlihat dari beberapa postingannya.
Bahkan, polisi palsu itu juga menebar ancaman di grup Facebook Sultra Watch yang memiliki anggota cukup banyak.
Akibatnya, institusi Polri pun kena dampak butuknya. Sebab, warganet mengira Baharudin benar-benar anggota Polri yang mendukung capres 01. Padahal, dia polisi gadungan.
“Saya selaku Kanit Reskrim Polsek Kemaraya resort kota Kendari, selalu siap siaga memantau dan melacak akun-akun yang jadi provokator di group ini. Mau akun palsu/akun asli kami sudah bisa melacak keberadaan anda melalui, system pelacak server IP adress pada akun anda,” tulis Baharudin Hamza di grup Sultra Watch, Jumat (5/4).
“Jadi hati-hati kalau menghina Jokowi, saya akan pidanakan seumur hidup bila perlu saya akan tembak mati di tempat. Kecuali kalau yang hina Prabowo tidak masalah dia kan Capres Abal-Abal tidak jelas dan bukan capres,” tandasnya.
Tak hanya itu, Baharudin juga menjelek-jelekkan Prabowo Subianto. Ia menyebut negara akan hancur jika dipimpin Prabowo.
“Ternyata Prabowo ini komplotan garis keras ISIS/teroris yang menghancurkan Islam, bisa hancur negara ini jika dipimpin oleh Prabowo,” katanya.
Informasi yang dihimpun, Aipda Jabbar yang fotonya dicatut oleh Baharudin telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Sultra. Namun belum diketahui, siapa di balik akun Baharudin Jabar tersebut.

(one/pojoksatu)