Categories
aswanto Hakim MK Mahkamah Konstitusi Nasional wahiduddin adams

Dua Hakim MK Petahana Terpilih Kembali, Ini Pertimbangannya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi III DPR RI menggelar rapat pleno untuk menentukan hakim Mahkamah Konsitusi (MK). Dari rapat yang digelar di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2018) dua hakim MK petahana dipilih kembali melalui musyawarah mufakat.
Dua hakim petahana yang dipertahankan adalah Wahiduddin Adams dan Aswanto. Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Nasir Djamil menuturkan, seperti calon hakim MK lainnya, keduanya juga menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada Februari lalu.
BACA JUGA: Irjen Purwadi Ekspose Ekstasi Bertuliskan Kapolda Riau untuk Kapolda Banten
“Ya tadi seluruh fraksi itu menggelar rapat pleno artinya seluruh fraksi hadir dalam rapat pleno yang kami selenggarakan,” ujar Nasir dikutip Pojoksatu.id dari Rmol.
Nasir Jamil mengatakan setiap calon hakim memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, keputusan Komisi III DPR memilih calon petahana tersebut sudah sesuai dengan masukan yang diberikan tim ahli.
“Ya tentu sebagai petahana, reputasi keduanya tidak begitu jelek ya, reputasinya kemudian kinerjanya selama menjadi hakim MK tidak buruk, tidak ada catatan yang membuat masyarakat tidak respek,” ucap Nasir di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (12/3/2019).
Rekam jejak yang baik itu yang menjadi pertimbangan utama Komisi III DPR memilih dua calon petahana tersebut. Kemampuan yang mumpuni telah diperlihatkan oleh calon terpilih saat menjalani fit and proper test.
BACA JUGA: Langsung Tinjau ke Daerah, DPRD Jabar Pastikan Data WNA di Purwakarta
“Komisi III juga tidak berani ‘bunuh diri’ kalau kemudian pilih petahana yang jejak rekamnya atau kinerjanya diragukan,” pungkas Nasir.
Nasir pun menolak anggapan tak ada gunanya mengadakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bila pada akhirnya memilih calon hakim petahana.
Terlebih, uji kelayakan itu menggunakan tim ahli untuk menyeleksi 11 calon hakim MK yang praktis menyerap anggaran APBN.
Untuk diketahui, fit and proper test calon hakim MK telah berlangsung sejak Februari lalu.
Ke-11 nama yang mengikuti fit and proper test: Hestu Armiwulan Sochmawardiah, Aidul Fitriciada Azhari, Bahrul Ilmi Yakup, M. Galang Asmara, Wahiduddin Adams, Refly Harun, Aswanto, Ichsan Anwary, Askari Razak, Umbu Rauta dan Sugianto.
(rmol/fat/pojoksatu)