Categories
andi arief narkoba Andi Arief Sabu Artis PSK Online cewek identitas Nasional perempuan wanita

Keluar dari Gedung BNN, Andi Arief Teriak: I Am Not Criminal!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Akhirnya, setelah lama ditunggu, Andi Arief diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kedatangan matan Wasekjen Partai Demokrat itu tidak lain untuk menjalani proses rehabilitasi kesehatan dan mental usai ditangkap mengkonsumsi sabu di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, akhir pekan lalu.
Keluar dari gedung BNN, politisi yang mempopulerkan istilah ‘jendral kardus’ itu langsung diserbu wartawan.
“Proses tadi saya dinyatakan bukan kriminal,” katanya sesaat usai keluar Gedung BNN, Cawang, Jakarta, Rabu (6/3/2019).
Tak hanya itu, kepada wartawan, ia menegaskan status bahwa dirinya bukan pelaku kriminal.
Uniknya, hal itu ia ungkapkan dengan nada tinggi dan dalam bahasa Inggris.
“I am not criminal,” pekiknya.
Livy Andriany dan wanita bersama Andi Arief (baju pink)
Identitas Cewek Putih Mulus
Perempuan yang dikabarkan ada saat penangkapan Andi Arief, ternyata ditemukan dalam kamar mandi.
Saat penggerebekkan, petugas hanya menemukan Andi seorang diri di kamar Hotel Peninsula, Jakarta, Minggu (3/3).
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Brigjen Eko Daniyanto menyatakan, cewek berkulit putih dan berparas cantik itu disebut berinisial R alias L.
“Ketika pemeriksaan, pada saat tiba di kamar mandi, WC, ditemukan perempuan. Alhamdulillah bong ditemukan di kloset,” kata Eko di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta, Rabu (6/3/2019).
Saat ditemukan, petugas juga langsung memeriksa L. Pemeriksaan berlangsung secara terpisah di samping kamar tempat Andi menginap.
Wanita bersama Andi Arief berinisial L. (Istimewa)
Petugas juga memeriksa urine perempuan berusia sekitar 30 tahun itu. Hasilnya negatif atau bebas dari pemakaian narkoba.
“Untuk perempuan tes urine negatif. Berumur 26-30 tahun,” sebut Eko.
Petugas dari Direktorat IV Bareskrim Polri pun lantas meminta keluarga L datang.
“Maka kita hubungi keluarga untuk menjemput dan buat surat perjanjian. Karena ini negatif narkoba,” jelas Eko.
Sementara itu, saat ditanya lebih lanjut kapasitas L ada di kamar tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menyahut bahwa yang bersangkutan adalah teman Andi.
“Teman, sahabat. Eks mahasiswa,” singkatnya di lokasi yang sama.

Minta Maaf
Usai diperbolehkan pulang, Andi Arief kembali berkicau di akun Twitter pribadi miliknya @AndiArief_.
Ini adalah kicauan perdana Andi Arief sejak ditangkap dan ditahan polisi terkait kasus narkoba.
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat itu mengungkapkan, dirinya memohon maaf kepada publik karena menggunakan narkoba.

Dia berharap masyarakat bisa ikut mendoakannya supaya bisa memperbaiki diri.
“Tak ingin berakhir di sini. Kesalahan bisa saja membenamkan namun upaya menjadi titik awal pencarian jalan hidup dengan kualitas berbeda jika benar-benar tak putus asa,” kicau Andi Arief, Selasa (5/3/2019).
“Mohon maaf saya telah membuat marah dan kecewa. Doakan saya bisa memperbaiki salah menuju benar,” tambahnya.
Ancam Penjarakan Mahuf MD
‘Hobi’ Andi Arief memainkan jempolnya melalui akun Twitter pribadinya sudah kembali lagi setelah ia diperbolehkan pulang pada Selasa (5/3/2019) malam.
Kali ini, mantan Wasekjen Partai Demokrat itu memulai perseteruan dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.
Diduga, hal itu berkenaan dengan pernyataan Mahfud MD terkait kasus sabu yang menjeratnya.
Namun tak jelas pernyataan yang mana yang membuat sosok yang pernah mencuitkan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos itu bereaksi.
Mantan staf khusus era Presiden SBY itu meminta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu untuk tidak sok tahu.
“Pak Prof @mohmahfudmd, anda jangan berspekulasi dan sok tahu soal kejadian yg sedang saya alami,” cuitnya.
Selanjutnya, Andi mengancam akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

Tak hanya itu, ia juga mengancam bisa meminta lembaga pemberi gelar profesor Mahfud mencabut gelar tersebut.
“Saya bisa tuntut anda dalam jalur hukum dan meminta lembaga yang memberi anda gelar profesor mencabut gelar itu karena sok tahu dan sok bener,” ancamnya.
Sebaliknya, ia meninta semua pihak untuk menyerahkan penyelidikan kepada pihak kepolisian.
“Serahkan dan percayakan pada Polri yang sedang sedang menangani yang saya alami,” tulisnya di cuitan lainnya.
Tak hanya itu, Andi lantas mempertanyakan gelar profesor yang disandang pria kelahiran Madura tersebut.
“Saya ini belum diadili dan belum ada putusan hukum soal saya, bagaimana gelar Profesor bisa menyimpulkan secara sembarangan Pak Prof @mohmahfudmd,” katanya.
Dalam cuitan terakhirnya, ia lantas menjelaskan alasan dirinya kembali memainkan jempolnya.

“Ini tuit terakhir saya sama. saya menjalani semua yg diproses Polri,”
“Saya terpaksa mentuit karena saya ingin Prof @mohmahfudmd berhenti berspekulasi dan membuat pengadilan sendiri,” tutupnya.
Demokrat Bisa Tolak
Usai tertangkap basah mengkonsumsi sabu bersama seorang wanita cantik lengkap dengan kondom di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Andi Arief mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Demokrat.
Pengunduran diri itu dilakukan sesaat sebelum ia diperbolehkan pulang oleh polisi, Selasa (5/3/2019) sore.
Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mundur lantaran kasus sabu yang menjerat dirinya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengatakan, pihaknya belum mengambil keputusan koleganya itu.
Menurutnya, pengunduran diri itu bisa saja dikabulkan partai berlambang bintang mercy tersebut.
Bisa saja, permohonan pengunduran diri politisi yang mempopulerkan istilah ‘jendral kardus’ itu tidak dikabukan oleh DPP.
Tutup botol Aqua
“Nanti keputusan pengunduran diri, keputusan dari DPP Demokrat,” ujar Jansen dikutip PojokSatu.id dari JawaPos.com, Rabu (6/3/2019).
Jansen menambahkan, dalam waktu dekat, partainya akan memutuskan menerima atau tidak pengunduran diri mantan staf khusus era Presiden SBY tersebyut.
Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih bersabar sampai keputusan diambil oleh partainya.
“Keputusan lanjut mengenai pengunduran diri beberapa hari ke depan, nanti kita lihat ya,” tutupnya.
(jpg/ruh/pojoksatu)

Categories
andi arief ditangkap andi arief narkoba Andi Arief Sabu Artis PSK Online cewek Nasional perempuan wanita

Cewek Andi Arief Umur 30 Tahun Inisial L, Tes Urine Negatif, Terus Ngapain di Hotel?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal akhirnya membenarkan mantan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief bersama seorang wanita di dalam hotel pada saat dilakukan penangkapan beberapa hari lalu.
“Jadi saat dilakukan penggrebekan perempuan itu bersembunyi di kamar mandi,” kata Iqbal di BNN, Jakarta Timur, Rabu (6/3/2019).
Sang cewek yang diduga berinisial L itu diketahui bersama anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setelah tim melakukan pengembangan.
“Pada saat dilakukan penggerebekan, saudara AA terlihat sendiri. Namun saat digeledah pelaku berada di kamar mandi,” ungkapnya.
Foto perempuan yang dikabarkan ditangkap bersama Andi Arief di dalam kamar Hotel Menara Peninsula, Minggu )3/3/2019) malam
Sementara itu, Direktur Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto mengungkapkan, pada saat tim mengamankan cewek berinisial L itu, tidak ditemukan barang bukti berupa sabu.
“Cewek itu kita amankan di kamar mandi, umurnya sekitar 26-30. Tidak kita temukan barang bukti sabu,” tutur Eko.
Tak hanya itu, kata Eko, tim juga sudah melakuan tes urine terhadap cewek berkulit putih dan berparas cantik tersebut. Hasilinya negatif.
“Kita lakukan pemeriksaa tes urini hasilnya negatif,” tuturnya.
Meski begitu, Eko menegaskan pihaknya tetap mencari jaringan penyuplai barang yang dikonsumsi Andi.
“Pengedarnya masih kita dalami dan sedang kita kejar,” tegas Eko.
Penampakan kondom bersama sejumlah barang bukti lainnnya dalam penangkapan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief
Minta Maaf
Usai diperbolehkan pulang, Andi Arief kembali berkicau di akun Twitter pribadi miliknya @AndiArief_.
Ini adalah kicauan perdana Andi Arief sejak ditangkap dan ditahan polisi terkait kasus narkoba.
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat itu mengungkapkan, dirinya memohon maaf kepada publik karena menggunakan narkoba.
Dia berharap masyarakat bisa ikut mendoakannya supaya bisa memperbaiki diri.

“Tak ingin berakhir di sini. Kesalahan bisa saja membenamkan namun upaya menjadi titik awal pencarian jalan hidup dengan kualitas berbeda jika benar-benar tak putus asa,” kicau Andi Arief, Selasa (5/3/2019).
“Mohon maaf saya telah membuat marah dan kecewa. Doakan saya bisa memperbaiki salah menuju benar,” tambahnya.
Ancam Penjarakan Mahuf MD
‘Hobi’ Andi Arief memainkan jempolnya melalui akun Twitter pribadinya sudah kembali lagi setelah ia diperbolehkan pulang pada Selasa (5/3/2019) malam.
Kali ini, mantan Wasekjen Partai Demokrat itu memulai perseteruan dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.
Diduga, hal itu berkenaan dengan pernyataan Mahfud MD terkait kasus sabu yang menjeratnya.
Namun tak jelas pernyataan yang mana yang membuat sosok yang pernah mencuitkan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos itu bereaksi.
Mantan staf khusus era Presiden SBY itu meminta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu untuk tidak sok tahu.
“Pak Prof @mohmahfudmd, anda jangan berspekulasi dan sok tahu soal kejadian yg sedang saya alami,” cuitnya.
Andi Arief ancam Mahfud MD lewat akun Twitter pribadinya terkait kasus sabu yang menjeratnya
Selanjutnya, Andi mengancam akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum.
Tak hanya itu, ia juga mengancam bisa meminta lembaga pemberi gelar profesor Mahfud mencabut gelar tersebut.
“Saya bisa tuntut anda dalam jalur hukum dan meminta lembaga yang memberi anda gelar profesor mencabut gelar itu karena sok tahu dan sok bener,” ancamnya.
Sebaliknya, ia meninta semua pihak untuk menyerahkan penyelidikan kepada pihak kepolisian.
“Serahkan dan percayakan pada Polri yang sedang sedang menangani yang saya alami,” tulisnya di cuitan lainnya.
Tak hanya itu, Andi lantas mempertanyakan gelar profesor yang disandang pria kelahiran Madura tersebut.

“Saya ini belum diadili dan belum ada putusan hukum soal saya, bagaimana gelar Profesor bisa menyimpulkan secara sembarangan Pak Prof @mohmahfudmd,” katanya.
Dalam cuitan terakhirnya, ia lantas menjelaskan alasan dirinya kembali memainkan jempolnya.
“Ini tuit terakhir saya sama. saya menjalani semua yg diproses Polri,”
“Saya terpaksa mentuit karena saya ingin Prof @mohmahfudmd berhenti berspekulasi dan membuat pengadilan sendiri,” tutupnya.
Demokrat Bisa Tolak
Usai tertangkap basah mengkonsumsi sabu bersama seorang wanita cantik lengkap dengan kondom di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Andi Arief mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Demokrat.
Pengunduran diri itu dilakukan sesaat sebelum ia diperbolehkan pulang oleh polisi, Selasa (5/3/2019) sore.
Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mundur lantaran kasus sabu yang menjerat dirinya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengatakan, pihaknya belum mengambil keputusan koleganya itu.
Livy Andriany dan wanita bersama Andi Arief (baju pink)
Menurutnya, pengunduran diri itu bisa saja dikabulkan partai berlambang bintang mercy tersebut.
Bisa saja, permohonan pengunduran diri politisi yang mempopulerkan istilah ‘jendral kardus’ itu tidak dikabukan oleh DPP.
“Nanti keputusan pengunduran diri, keputusan dari DPP Demokrat,” ujar Jansen dikutip PojokSatu.id dari JawaPos.com, Rabu (6/3/2019).
Jansen menambahkan, dalam waktu dekat, partainya akan memutuskan menerima atau tidak pengunduran diri mantan staf khusus era Presiden SBY tersebyut.
Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih bersabar sampai keputusan diambil oleh partainya.
“Keputusan lanjut mengenai pengunduran diri beberapa hari ke depan, nanti kita lihat ya,” tutupnya.
(fir/ruh/pojokastu)

Categories
andi arief ditangkap andi arief narkoba Andi Arief Sabu Artis PSK Online cewek demokrat fahri hamzah Nasional perempuan

Andi Arief Isap Sabu, Fahri Hamzah: Itu Kan Bisa Diselesaikan di Belakang

POJOKSATU.id, JAKARTA – enangkapan Andi Arief terkait kasus pemakaian sabu di sebuah kamar Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, disesalkan banyak pihak.
Di sisi lain, kubu Prabowo-Sandi tetap memberikan berbagai macam pembelaannya. Bertubi-tubi pembelaan dilontarkan.
Terbaru, pembelaan datang dari Fahri Hamzah. Menurutnya, kasus politisi yang pernah mencuitkan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos itu tak perlu dibesar-besarkan.
BACA: Nasib Andi Arief di Tangan AHY, Dipecat?
Demikian disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/3/2018).
Sebaliknya, sejatinya masalah yang menimpa koleganya itu seharusnya bisa diselesaikan tanpa harus membuat gaduh publik.
“Andi Arief kan cuman makan pil begitu kan satu (butir). Katanya juga enggak ada alat buktinya. Yasudah lah, itu kan bisa selesaikan di belakang. Enggak usah konfrensi pers,” kata Fahri.
Fahri menilai, banyak kasus-kasus mencuat sejatinya bisa diselesaikan tanpa harus membuat gaduh publik.
BACA: Andi Arief Isap Sabu, Gerindra Salahkan Jokowi, Ketahuan Kualitas Politiknya
Contohnya saja, kasus Ahmad Dhani yang sedang terjerat pidana ihwal ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.
“Itu kan sebenernya bisa diselesaikan tanpa harus ramai kaya begini. Padahal kita tahu, Andi Arief ini lagi kritis sama pemerintah,”
“Suka atau tidak, pemerintah rusak namanya gara-gara kasus Andi Arief ini,” tuturnya.
Politisi yang juga Wakil Ketua DPR RI itu menambahkan, mantan staf khusus era Presiden SBY itu disebutnya sebagai sosok kritikus yang vokal menyuaran kebenaran.
BACA: Gak Bisa Seenaknya, Andi Arief tak Bisa Langsung Direhab, tapi…
Karena itu, dirinya tidak mau kasus politisi yang mempopulerkan istilah ‘jendral kardus’ itu dipersepsikan masyarakat sebagai upaya pemerintah membungkam kritikus.
“Apa yang dilakukan ini merugikan incumbent. Bisa kalah petahana gara-gara ini,”
“Saya juga khawatir ini yang disebut oleh pak Prabowo tentang jangan sampai ada operasi intelijen untuk menegakan hukum. Nanti malah kacau ini,” pungkasnya.
BACA: Bela Andi Arief, Dahnil Anzar Tuntut Tindak Tegas Aparatur Hukum Terlibat Narkoba
AHY jadi Algojo
Penangkapan Andi Arief karena mengisap sabu menjadi ‘pukulan telak’ bagi Partai Demokrat sekaligus kubu Prabowo-Sandi.
Pasalnya, ia adalah Wakil Sekjen Partai Demokrat yang berkoalisi dengan pasangan capres-cawapres dari koalisi oposisi tersebut.
BACA: Ditanya soal Andi Arief, Sandiaga Uno Bicara Narkoba di Amerika Latin
Saat ini, Partai Demokrat sendiri bersiap melakukan konsolidasi internal menyikapi kasus narkoba politisi yang mempopulerkan istilah ‘jendral kardus’.
Selanjutnya, partai berlambang bintang mercy itu akan menentukan sikap sekaligus mengambil keputusan terkait nasib mantan staf khusus era Presiden SBY itu.
Karena itu, Partai Demokrat meminta publik agar bersabar. Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari Komandan Kogasma, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Demikian disampaikan Wasekjen Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (5/3/2019).
BACA: Fadli Zon: Prabowo-Sandi Yakin 100 Persen Menang
“Siang ini Sekjen kami sedang bekerja. Mas AHY sedang di Aceh sedang melakukan konsolidasi. Kami akan menunggu komandan Kogasma sebagai pemegang keputusan tertinggi partai kami sekarang,” ujar Putu.
Putu menuturkan, Demokrat akan menyikapi masalah ini secara proporsional. Sikap yang diambil dipastikan atas dasar keputusan bersama DPP.
“Kita selalu dalam prinsipnya melihat secara jernih permasalahan ini. Dan nantinya semuanya keputusan itu kami serahkan kembali kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat,” jelasnya.
Bagi Putu, Demokrat sudah terbiasa menghadapi situasi sulit. Sekalipun demikian, dia optimistis partai besutan SBY akan bisa melewatinya dengan baik dan fokus pada tujuan partai.
BACA: Beredar Foto-Video Andi Arief dan Cewek di Kamar, Demokrat: Pembunuhan Karakter
“Kami akan kembali fokus pada target partai meraih 10 persen suara di pileg 2019,” jelas dia.
Di sisi lain, Anggota Komisi X DPR RI itu menegaskan, jika perbuatan Andi merupakan representasi pribadi bukan partai. Ia pun menghormati proses hukum yang berjalan.
“Kondisi ini adalah kondisi yang bisa terjadi kepada siapapun. Kita mendoakan sahabat kita ini yang menjadi korban penggunaan narkoba,”
BACA: Rahasiakan Identitas Cewek Andi Arief, Polisi Lingungi Siapa?
“Beliau (Andi) ini agar juga diberikan kekuatan, dan kita menghormati proses hukumnya,” pungkas Putu.
(jpg/ruh/pojoksatu)