Categories
Ahok Basuki Tjahaja Purnama Arief Poyuono BUMN Nasional Partai Gerindra PLN

Waketum Gerindra Kerahkan FSP BUMN Bersatu: Pokoknya Saya Dukung Ahok Dirut PLN Seribu Persen

POJOKSATU.id, JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disebut bakal menjadi bos salah satu BUMN. Kabar beredar, ia akan memimpin PLN atau Pertamina.
Sayangnya, Ahok mendapat tentangan dari sejumlah pihak mengingat latar belakang dan kontroversialnya.
Akan tetapi, tak demikian dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang malah memberikan dukungan penuh kepada Ahok untuk memimpin BUMN bidang energi.
BACA: Sukmawati Kesandung Kasus Penista Agama, Ini Respon Kapolda Metro Jaya
Menurutnya, upaya sejumlah pihak yang menjegal Ahok dengan mengungkit dugaan kasus korupsi saat memimpin DKI sangat tidak relevan.
Salah satunya adalah pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta.
Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu ini menegaskan bahwa sampai sekarang tidak ada putusan hukum yang menyatakan Ahok terlibat kasus RS Sumber Waras.
“Jadi tidak relevan menyangkutpautkan kasus Ahok yang akan dirut di BUMN dengan Sumber Waras,” ujarnya kepada JPNN.com, Senin (18/11/2019).
BACA: Atas Restu Habib Rizieq, Novel Bamukmin Bukan lagi Jubir PA 212
Sebaliknya, anak buah Prabowo Subianto itu memberikan dukungan penuh kepada suami Puput Nastiti Dewi tersebut.
“Pokoknya saya dukung Ahok jadi Dirut di PLN seribu persen,” tegasnya.
Tak hanya itu, FSP BUMN Bersatu pun disebutnya memberikan dukungan penuh kepada Ahok jadi dirut BUMN, utamanya PT PLN (Persero).

Categories
Agus Harimukti Yudhoyono (AHY) Arief Poyuono Menteri Jokowi-Ma'ruf Amin Nasional Partai Demokrat Partai Gerindra sby

AHY Gagal Jadi Menteri Jokowi, Waketum Gerindra Salahkan SBY: Mencla-mencle

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketiadaan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf di luar prediksi banyak pihak.
Padahal, putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu digadang-gadang bakal menjadi salah satu menteri.
Hal itu malah sudah diprediksi sejak jauh hari sebelumnya, dimana keluarga Cikeas itu sudah lebih dulu bersafari politik mendekati PDIP dan Jokowi.
BACA: 3 Menteri Ini Bukan Birokrat, Gaya Bekerja Bakal Tetap Ala Korporasi?
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono, gagalnya AHY jadi menteri Jokowi itu bisa jadi lantaran sikap partai berlambang bintang mercy itu sendiri.
Ia menyebut, partai besutan SBY itu tidak tegas apakah mau berkoalisi atau menjadi oposisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf..
“Gagalnya AHY masuk menjadi anggota kabinet Joko Widodo-Maruf Amin lebih banyak disebabkan mencla-menclenya Demokrat, SBY dan kader Demokrat untuk secara tegas menyatakan berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi-Maruf,” ujar Arief Poyuono kepada RMOL, Minggu (27/10/2019).
BACA: Sri Mulyani Maju Kena Mundur Kena, Ngutang Lagi Ke Luar Negeri Cuma Habis Buat Ini Saja
Akan tetapi, ia ragu bahwa gagalnya AHY jadi menteri itu disebabkan dendam kesumat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada SBY dan keturunannya
“Tapi lebih pada komitmen Demokrat yang tidak tegas akan bergabung dengan koalisi parpol pengusung Jokowi,” imbuhnya.
Anak buah Prabowo Subianto itu lantas memisalkan SBY yang lebih muda dari Megawati silaturahmi ke Teuku Umar bersama AHY yang diyakininya akan menjadi pemicu cerita lain.

Categories
Arief Poyuono erick thohir Menteri BUMN Nasional Partai Gerindra wakil

Erick Thohir Minta 5 Wamen Dicibir, Waketum Gerindra Datang Membela: Strategi Tepat Menghadapi Pasar Global

POJOKSATU.id, JAKARTA – Keinginan Menteri BUMN Erick Thohir memiliki lima wakil menteri (Wamen), banyak dipertanyakan banyak pihak. Permintaan tersebut dinilai berlebihan.
Namun tak demikian halnya dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono.
Anak buah Prabowo Subianto itu malah mendukung dan menyambut positif rencana Erick Thohir dengan lima Wamen.
BACA: Gak Peduli Ada Prabowo, Ketua DPP Partai Gerindra Tertawakan Nama Kabinet Jokowi, Lucu
Menurut Arief, lima wamen itu adalah strategi tepat menghadapi pasar global yang semakin kompetitif.
Demikian disampaikan Arief Poyuono melalui keterangan tertulisnya, Kamis (23/10/2019).
“Lima Wakil Menteri BUMN sebuah strategi yang tepat untuk menghadapi pasar global yang makin tinggi tingkat kompetisinya,” katanya.
Menurutnya, dengan lima wamen, bisa membantu Erick dalam hal pengawasan terhadap BUMN yang berjumlah 115 buah.
BACA: Saat Ditanya Rencana Pertahanan, Prabowo: Nggak Boleh Terlalu Banyak Dipublikasi
Dengan begitu, BUMN itu setidaknya bisa mencegah adanya tindak korupsi di perusahaan plat merah tersebut.
Dengan alasan itu pula, Arief malah mengusulkan agar lima wamen itu juga dibantu deputi di perusahaan BUMN.
Hal tersebut dilakukan agar pengelolaan dan pengawasan perusahaan-perusahaan tersebut lebih terkendali.

Categories
Arief Poyuono BUMN korupsi Nasional

Ternyata…4 Faktor Ini Penyebab BUMN Jadi ‘Ladang’ Koruptor

POJOKSATU.id, JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menjadi surga bagi para koruptor. Tidak heran jika banyak direksi atau bahkan politisi yang jadi pesakitan karena kasus korupsi d BUMN. Apa sebab?
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut ada empat faktor yang membuat BUMN jadi ‘ladang’ penghasilan para koruptor.
BACA JUGA: Mahfud MD: Kok Bermimpi Orang ke MK, Judicial Review UU KPK Pasti Ditolak
Pertama, banyak posisi komisaris yang tidak kompeten dan hanya sebagai jabatan politis bagi penempatan para relawan tim pemenangan Pilpres. Komisaris seharusnya sebagai kepanjangan tangan Menteri BUMN untuk mengawasi dan mengontrol aktivitas bisnis dan aksi korporasi di sebuah BUMN yang dilakukan direksi dan karyawan.
Selain itu, komisaris harusnya memiliki kemampuan di bidang masing-masing untuk mengawasi, misalnya kemampuan membaca hasil laporan keuangan di BUMN.
“Nah, coba saja cek mungkin hampir 85 persen komisaris di BUMN di era Joko Widodo-JK tidak punya pengetahuan tentang bisnis dan keuangan di sebuah korporasi,” ujar Arief, dikutip Pojoksatu.id dari Rmol, Sabtu (5/10).
Menteri BUMN Rini Soemarno dan Presiden Jokowi. Foto net
Komisaris yang ditempatkan di BUMN oleh Jokowi hanya bertujuan agar mereka (para relawan) bisa mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan dan duduk manis saja.
“Coba cek sana jajaran komisaris di Temasek BUMN-nya Singapura, semua sangat kompeten di bidangnya,” sebut Arief.
Kedua, walaupun proses assesment pemilihannya dan fit proper sudah bagus. Namun penentuan direksi sebuah BUMN tetap sarat nepotisme dan uang sogokan terhadap orang yang punya kekuasaan di sekitaran Presiden atau yang punya kedekatan dengan Kementerian BUMN.
BACA JUGA: Di HUT TNI ke- 74, Polda Metro Jaya Puji Peran TNI dalam Menjaga Stabilitas NKRI
Sehingga terkadang banyak intervensi di Kementerian BUMN dalam penentuan posisi jabatan jajaran direksi di BUMN. Kalau sudah begini, mau tidak mau, mereka harus kembalikan modal.
Ketiga, masalah corrupt behaviour alias perilaku korupsi yang masih melekat di para jajaran direksi BUMN.
Keempat, karena banyak direksi BUMN yang tertekan oleh elit-elit politik untuk berbisnis dengan cara-cara yang korup. Misalnya, jelas Arief, Sofyan basyir adalah korban elit politik.
Menurut Arief, ke depan, ini menjadi PR besar bagi Presiden Jokowi untuk bisa menjadikan BUMN sebagai entitas bisnis yang bersih dan profesional seperti BUMN Temasek (Singapura) dan Khasanah (Malaysia).
“Pengalaman saya selama belajar tentang pengelolaan bisnis dengan petinggi salah satu perusahaan milik Temasek, saya benar-benar bisa membedakan dengan BUMN kita yang masih terus jadi tempat untuk melakukan Korupsi,” terangnya.
Kalau tidak ada pembenahan, lanjut Arief, BUMN yang memiliki aset hingga ribuan triliun rupiah tidak pernah jadi sebuah korporasi milik negara yang bisa menghasilkan keuntungan untuk penerimaan negara yang maksimal dan dinikmati oleh masyarakat.
(fat/pojoksatu)

Categories
Arief Poyuono kerusuhan papua Nasional Partai Gerindra Presiden Jokowi

Pak Jokowi, Ini Saran Jitu Arief Poyuono untuk Tangani Papua: Langsung dalam Kendali

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menyarankan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera membentuk badan krisis percepatan perdamaian di Papua.
Badan krisis itu bertujuan untuk menciptakan ketenangan dan kedamaian di Bumi Cendrawasih.
Demikian disampaikan Arief Poyuono dikutip PojokSatu.id dari RMOL, Minggu (1/9/2019).
BACA: Kapolri dan Panglima Ngantor di Papua, Jokowi Kapan?
Badan krisis itu harus berisikan tokoh masyarakat di Papua, rohaniawan-rohaniawan yang ada di Papua, mahasiswa-mahasiswa lokal di Papua dan akademisi kampus di Papua.
“Lalu TNI, Polri, Kepala Daerah dan Lembaga adat, LSM, Komnas HAM,” tuturnya.
Badan tersebut, tegasnya, juga harus langsung di bawah kendali langsung Presiden Jokowi.
Menurutnya hal itu penting untuk memastikan badan bekerja secara transparan dan tidak ada saling curiga khususnya masyarakat Papua.
BACA: Bupati Pegunungan Arfak-Papua Barat Curhat, Kecewa Berat Kerusuhan Manokwari Efeknya Bikin Hancur
Yakni, agar bisa secara transparan untuk bisa mendudukkan persoalan Papua secara terang benderang.
“Agar tidak ada kecurigaan pada masyarakat Papua terhadap keadaan yang sebenarnya sedang terjadi,” bebernya.
Anak buah Prabowo Subianto ini menambahkan, selain sebagai lembaga perdamaian, badan tersebut bisa difungsikan sebagai pusat informasi terkait persoalan yang terjadi di Papua.

Categories
Arief Poyuono caleg mahasiswa papua minta maaf Nasional Partai Gerindra Surabaya Tri Susanti

Waketum Gerindra: di Rumah Tri Susanti Ada Bendara Merah Putih?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono angkat bicara terkait sosok Tri Susanti
Tri Susanti adalah koordinator lapangan Aksi Ormas Surabaya yang menggeruduk asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya Timur.
Kejadian itu pula yang kemudian memicu gelombang protes berujung kerusuhan di Papua.
BACA: Kerusuhan Manokwari dan Sorong Akumulasi Berbagai Persoalan di Papua, Jokowi Harus Dengar Ini
Perempuan berkacamata itu beralasan, kedatangannya ke asrama mahasiswa Papua itu untuk memastikan pemasangan bendera Merah Putih.
Akan tetapi, alasan yang dikemukakan Tri Susanti itu dianggap Arief Poyuono sebagai alasan yang tak mendasar.
Menurutnya, pemasangan bendera merah putih di depan rumah adalah sebuah simbol.
“Memang di rumah Tri Susanti dipastikan ada bendera Merah Putih?” sindirnya, dikutip PojokSatu.id dari RMOL, Selasa (20/8/2019).
BACA: Pernyataan Presiden Jokowi soal Papua itu Sudah Mantep, tapi…
Ia menegaskan, bahwa bendera Merah Putih akan bersemayam di dalam hati dan sanubari segenap rakyat Indonesia.
“Bendera Merah Putih itu yang penting berkibar di hati sanubari kita,” lanjutnya.
Berkibar di sanubari, kata dia, berarti melakukan tindakan-tindakan yang menjadikan Bangsa Indonesia tidak rasis dan bisa menerima perbedaan.

Categories
Arief Poyuono ceramah Nasional Partai Gerindra patung salib UAS Ustad Abdul Somad Yesus Kristus

Tiba-tiba, Waketum Gerindra Bela UAS: Sah-sah Saja Ya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Atas ceramah patung salib dan Yesus, Ustadz Abdul Somad (UAS) mendapat sorotan dan kecaman, utamanya dari umat Kristiani
Hal itu terkait ceramahnya soal patung dan salib yang dianggap menyinggung dan menistakan agama Kristiani.
Akan tetapi, tak demikian halnya dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. Ia malah memberikan pembelaan kepada UAS.
Menurut anak buah Prabowo Subianto itu, apa yang disampaikan UAS dalam ceramahnya itu adalah hal yang biasa.
BACA: Cemarah UAS Dianggap Penistaan Agama: Kami Maafkan
Bagi Arief yang notabene seorang Katolik ini, caramah UAS itu justru bisa makin menguatkan keimanan.
“Apa yang diucapkan UAS menurut saya sebagai bagian dari kita, umat Kristen agar makin menguatkan iman kepercayaan kita terhadap Jesus Kristus,” kata Arief, Minggu (18/8/2019).
“Ini juga sebagai bagian kebijaksanaan dan Hikmat Allah bagi pengikut Jesus di dunia ini, karena sebagai umat Jesus kita harus selalu jadi musuh dunia, karena dunia sesungguh tidak mengenal Jesus dengan baik,” sambungnya.
Arief memaknai apa yang disampaikan UAS lebih kepada meyakinkan umatnya untuk lebih beriman dan tidak salah dalam kepercayaan yang diimani.
BACA: UAS Dipolisikan ke Mabes Polri Besok, Pasalnya sama Seperti Ahok
“Dan itu sah-sah saja ya. Apalagi diucapkan di sebuah pengajian yang eksklusif, sangat tertutup,” tegasnya.
Akan hal itu, ia pun berpandangan ceramah UAS yang disampaikan tiga tahun silam itu tak perlu dibawa ke ranah hukum.
“Saya percaya kok kalau UAS yang baik hati dan lembut, santun perangainya itu tidak bermaksud untuk menciptakan perpecahan umat beragama di Indonesia,” tandasnya.

Categories
Arief Poyuono Bareskrim Polri listrik padam Nasional PLN

Nasib PLN Makin Tragis: Dicecar Presiden, DPR, Ombudman dan Digugat Rp313 Triliun, Sekarang Dipolisikan ke Bareskrim

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pasca listrik padam di Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) jadi bulan-bulanan.
Setelah disemprot Presiden Joko Widodo (Jokowi), PLN lantas dicecar DPR RI yang dilanjutkan oleh Ombudsman RI.
Tak cukup, PLN lalu digugat Rp313 triliun dalam class action yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Terbaru, BUMN yang dipimpin Plt Dirut Sripeni Inten Cahyani itu terancam bakal dipolisikan ke Bareskrim Polri oleh Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu.
Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono membenarkan rencana pelaporan PLN atas insiden pemadaman listrik total tersebut.
Sebelumya, Arief terlihat mendatangi Bareskrim Polri pada Rabu (7/8) kemarin.
Namun saat itu, anak buah Prabowo Subianto itu menyebut bahwa dirinya hanya main dan berkunjung saja.
“Kemarin FSP BUMN Bersatu ke Bareskrim konsultasi, di mana Serikat Pekerja BUMN Bersatu akan membuat laporan terkait pemadaman listrik PLN,” katanya dikonfirmasi, Kamis (8/8/2019).
Dalam konsultasi itu, pihaknya menanyakan apakah mungkin pemadaman listrik total itu bisa berujung pada tindak pidana atau tidak.
“Rencananya kami akan melaporkan PLN ke Bareskrim Polri pekan depan,” ungkapnya.
Waketum Partai Gerindra itu menjelaskan, padamnya listrik tersebut telah menyebabkan kekacauan dan bencana ekonomi.
Karena itu, ia menilai PLN telah teledor dan diduga kuat ada unsur kesengajaan.
Selain itu, tambah Arief, berdasarkan masukan dari kawan-kawan di PLN, tidak mungkin pembangkit dan transmisi rusak bersamaan.
“Masa dalam waktu bersamaan tujuh turbine pembangkit di Suralaya, satu turbin pembangkit di Cilegon, sistem transmisi di Ungaran dan Pemalang bisa bersamaan rusaknya,” heran dia.
“Secara teknikal manapun tidak mungkin terjadi dan masa tidak ada emergency procedure-nya,” lanjutnya.
Menurutnya, gugatan perdata terhadap PLN itu dirasa tak cukup. Atas dasar tersebut, tim hukum FSP BUMN Bersatu sedang mengkaji potensi pemidanaan.
Mantan anak buah Megawati Soekarnoputri itu menegaskan, Direksi PLN harus bertanggungjawab penuh atas insiden tersebut.
“Maka itu kita akan melaporkan Direksi PLN ke polisi. Bukan hanya yang dilakukan teman-teman LSM mengugat melalui unsur perdata, tapi kita akan kaji di unsur pidana,” pungkasnya.
(ruh/pojoksatu)

Categories
Arief Poyuono listrik padam Nasional Partai Gerindra PLN

Listrik Padam, Waketum Gerindra Bela Jokowi: Direksi PLN Telah Mencoreng Nama Presiden

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono memberikan pembelaannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait insiden listrik padam (blackout) di Jabodetabek, Baten dan Jawa Barat.
Menurut Arief, insiden itu jelas telah mencoreng citra orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Ia juga mengaitkan insiden itu dengan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini, Senin (5/8/2019).
Atas insiden listrik padam itu, anak buah Prabowo Subianto itu mengecam PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Menurutnya, tidak ada kata maaf bagi direksi BUMN yang kini dipimpin Plt Sripeni Inten Cahyani tersebut.
Arief juga menegaskan harus ada yang bertanggungjawab atas padamnya listrik yang dimulai Minggu (4/8) siang itu.
Pilihannya, kata dia, hanya ada dua. Yakni mundur dari jabatan yang sedang dipangku, atau dipecat oleh Presiden.
“Jangan hanya menanggung untuk menjawab pertanyaan Pak Joko Widodo saja,” ujarnya, Senin (5/8/2019).
Menurutnya, akibat pemadaman listrik di setengah Pulau Jawa itu, kurs Rupiah mengalami penurunan.
“Direksi PLN telah mencoreng nama (baik) Presiden Joko Widodo,” tegasnya.
Kejadian itu juga jelas telah membuat malu Jokowi yang selama ini telah fokus pada pembangunan infrastruktur kelistrikan guna mendukung investasi.
Padamnya listrik itu juga berlangsung cukup lama yang sangat berdampak pada dunia usaha.
Karena itu, ia menduga ada unsur kesengajaan dalam insiden padamnya listrik dimksud.
“Bisa diduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan pihak PLN untuk membuat kekacauan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial di masyarakat,” tuding Arief.
Di sisi lain, kompensasi yang ditawarkan PLN, dinilai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ini jelas sangat tak sebanding dengan kerugian yang dialami para pelaku usaha dan masyarakat.
“Kompensasi yang ditawarkan PLN tidak ada gunanya. Padamnya listrik PLN sama saja dengan bencana ekonomi akibat kesalahan manajemen PLN,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menyatakan, ketimbang mencopor Dirut PLN, lebih baik mencopot Menteri BUMN Rini Soemarno.
Dengan ‘mendepak’ Rini dari kursi Menteri BUMN, diyakininya akan lebih siginifikan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
“Menterinya saja sekalian diganti. Lagian kan Presiden akan lanjut (periode kedua),” ujar Gus Irawan saat dihubungi, Senin (5/8/2019).
Politisi Gerindra ini menilai, Presiden memiliki hak prerogatif untuk mengangkat dan mencopot menteri yang membantunya dalam bekerja.
Selain itu, sambungnya, dengan mecopot menteri maka dapat membantu menjalankan janji politik Jokowi di periode pertama yang sedang berjalan.
“Beliau bisa ganti menteri yang tidak perform agar program bagi mencapai visi misi yang dijanjikan dalam masa kampanye segera dijalankan tanpa harus menunggu periode berjalan berakhir,” pungkas politisi asal Sumatera Utara ini.
(ruh/pojoksatu)

Categories
Arief Poyuono Nasional Novel Bamukmin Partai Gerindra

Novel Bamukmin Serang Waketum Gerindra: Agen Ganda, Pengkhianat Sepertinya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jurbicara Persaudaraan Alumni 212 (PA212) Novel Bamukmin terang-terangan menyerang Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono.
Menurut anak buah Habib Rizieq Shihab itu, Arief Poyuono disebutnya agen ganda dan seorang pengkhianat.
Karena itu, dirinya mengaku kaget saat mendengar kabar Arief Poyuono mendatangi Istana Negara dan menemui Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko beberapa waktu lalu.
Novel juga menduga bahwa Arief adalah agen yang sengaja menyusup ke Partai Gerindra sebagai oposisi.
Ia juga menyebut bahwa Arief sengaja dipasang dan dikirim PDIP untuk masuk ke kubu oposisi.
“Saya duga bermain dua kaki di Gerindra. Tetapi sepertinya membawa kepentingan PDIP,” ujar Novel ketika dihubungi, Senin (5/8/2019).
Keyakinannya itu makin menebal setelah Waketum Partai Gerindra Fadli Zon malah mempersilahkan Arief kembali ke PDIP.
“Itu jelas yang dikatakan Fadli Zon,” tegasnya.
Novel juga menduga, bahwa Arief sangat mungkin menjadi sosok pengkhianat di kalangan posisi lantaran kepentingan pemerintah.
“Diduga agen ganda, pengkhianat sepertinya,” sebut Novel.
Untuk itu, dia berharap Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra bisa lebih berhati-hati akan manuver Arief.
“Saya berharap Prabowo masih mau bersama ulama sebagai oposisi,” katanya.
“Bukan mengikuti para pengkhianat yang selalu mengelilinginya yang ambisi minta kursi menteri,” tandas Novel.
(jpnn/ruh/pojoksatu)