Categories
Andra Y Agussalam angkasa pura II Nasional OTT KPK

KPK Tangkap Direktur Keuangan Angkasa Pura II, Rp1 Miliar Disita

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK tangkap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam saat melakukan transaksi dengan pejabat PT INTI (Industri Telekomunikasi Indonesia).
Dalam operasi senyap kali ini, KPK mengamankan sebanyak lima orang. Empat orang langsung dibawa ke gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Selain menanangkap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II dan empat orang lainnya, KPK juga mengamankan uang tunai dalam pecahan dolar Singapura sekitar 90 ribu atau setara Rp 1 miliar.
“Kami menduga transaksi itu terkait pekerjaan proyek atau yang sedang dilakukan di AP II (Angkasa Pura II). Itu akan didalami lebih lanjut,” ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (1/8/2019) dinihari.
Febri menambahkan, pihaknya memastikan bahwa tangkap tangan kali ini tidak terkait dengan perkara yang tengah digarap komisi antirasuah. Sebab, berdasarkan informasi yang diterima KPK bahwa kasus ini merupakan penyidikan baru.
“Kalau ada kegiatan tangkap tangan berarti itu perkara baru. Setelah kami mengumpulkan dan mengonfirmasi informasi dari masyarakat, kami lakukan pengecekan di lapangan bukan terkait dengan proyek jaringan komunikasi. Ada proyek di AP II yang sedang dikerjakan,” ungkap Febri.
Febri menambahkan, KPK telah mengincar transaksi haram yang dilakukan pihak direksi PT Angkasa Pura II dan PT INTI sejak beberapa hari lalu.
Ia mengatakan bahwa ada tim khusus KPK yang pada Rabu malam (31/7) ditugaskan untuk mengkonfirmasi informasi dari masyarakat tentang transaksi itu.
“Kami konfirmasi memang tim sudah ditugaskan dalam beberapa waktu belakangan ini,” ujar Febi.
“Kami menerima informasi adanya dugaan transaksi pejabat BUMN dengan pihak lain yang juga berasal dari BUMN. Transaksi ini antara dua BUMN,” sambungnya.
Salah seorang yang ditangkap itu adalah Direktur Keuangan Angkasa Pura II Andra Y Agussalam.
Febi mengatakan, ada yang diamankan di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.
“Kami memiliki bukti-bukti awal dan kemudian tindakan awal dilakukan,” sambung Febi lagi.
Terpisah, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menegaskan bahwa sesuai dengan hukum acara yang berlaku, KPK akan memaksimalkan waktu 24 jam ini sebelum menentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan tersebut.
(rmol/pojoksatu)

Categories
angkasa pura II identitas kasus suap Nasional OTT KPK

OTT KPK, Ternyata Ini Identitas Pejabat Angkasa Pura II yang Ditangkap

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tim Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (31/7/2019) malam.
Dalam operasi senyap itu, diamankan sejumlah pejabat dari dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Yakni diantaranya dari PT Angkasa Pura II dan PT INTI.
Hal itu dibenarkan Jurubicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (1/8/2019) dini hari.
Febri menyebut, pihaknya memang sudah menugaskan tim untuk ke lapangan melakukan pengungkapan.
“Kami konfirmasi memang tim sudah ditugaskan dalam beberapa waktu belakangan ini,” ujar Febri.
Eks aktivis Indonesia Corruotion Watch (ICW) itu menambahkan, operasi senyap itu sendiri dilakuan berdasarkan laporan masyarakat.
“Kami menerima informasi adanya dugaan transaksi pejabat BUMN dengan pihak lain yang juga berasal dari BUMN. transaksi ini antara dua BUMN,” terangnya.
Febri lantas mengkonfirmasi bahwa salah seorang yang ditangkap dalam OTT KPK itu adalah Direkrut Keuangan Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam.
Selain itu, lanjut Febri, penangkapan tidak dilakukan di satu lokasi saja. Diantaranya ada juga yang diamankan di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.
“Kami memiliki bukti-bukti awal dan kemudian tindakan awal dilakukan,” sambung Febi.
Sebelumnya, OTT KPK itu sendiri akhirnya dibenarkan Komisioner KPK, Basaria Pandjaitan saat dikonfirmasi, Kamis (1/8) dini hari tadi.
“KPK mengkonfirmasi adanya kegiatan tangkap tangan yang dilakukan malam ini di daerah Jakarta Selatan,” ujarnya.
Basaria menyatakan, operasi senyap itu dilakukan berdasarkan adanya laporan masyarakat.
“Kami telusuri dan cek kondisi lapangan, ditemukan bukti-bukti awal bahwa telah terjadi transaksi antara dua pihak dari BUMN,” terangnya.
Ia menjelaskan, operasi tersebut dilakukan setelah terjadi penyerahan uang tunai terkait sebuah proyek.
“Diduga telah terjadi penyerahan uang untuk salah satu Direksi di PT. Angkasa Pura II terkait dengan proyek yang dikerjakan oleh PT. INTI,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian pihak yang diamankan itu saat ini sudah berada di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sedangkan status hukum mereka yang telah diamankan akan ditentukan sampai dengan 24 jam ke depan.
“Sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku, maka KPK akan memaksimalkan waktu 24 jam ini sebelum menentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan tersebut,”
jelasnya.
Sayangnya, Basaria tak memberikan penjelasan rinci terkait proyek apa yang mendasari OTT KPK itu.
“Informasi lebih lengkap akan disampaikan besok melalui konferensi pers secara resmi di KPK,” tutupnya.
(ruh/pojoksatu)

Categories
angkasa pura II barang bukti Nasional OTT KPK

OTT KPK Tangkap Pejabat Angkasa Pura, Rp1 Miliar Disita

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (31/7/2019) tengah malam.
Dikabarkan pula, bahwa tim penindakan lembaga antirasuah tersebut juga menyita uang tunai senilai lebih kurang Rp1 miliar.
OTT KPK ini dilakukan di Jakarta Selatan dengan mengamankan sejumlah pejabat dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Informasi yang beredar, mereka yang ditangkap adalah lima orang Direksi PT Angkasa Pura II.
Selain itu, OTT KPK juga menangkap pihak dari PT INTI, serta pegawai dari masing-masing BUMN terkait.
Dari operasi senyap itu, tim juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya uang tunai.
Uang tersebut ditemukan dalam bentuk dolar Singapura yang jika dirupiahkan sekitar Rp1 miliar.
OTT KPK itu sendiri akhirnya dibenarkan Komisioner KPK, Basaria Pandjaitan saat dikonfirmasi, Kamis (1/8) dini hari tadi.
“KPK mengkonfirmasi adanya kegiatan tangkap tangan yang dilakukan malam ini di daerah Jakarta Selatan,” ujarnya.
Basaria menyatakan, operasi senyap itu dilakukan berdasarkan adanya laporan masyarakat.
“Kami telusuri dan cek kondisi lapangan, ditemukan bukti-bukti awal bahwa telah terjadi transaksi antara dua pihak dari BUMN,” terangnya.
Ia menjelaskan, operasi tersebut dilakukan setelah terjadi penyerahan uang tunai terkait sebuah proyek.
“Diduga telah terjadi penyerahan uang untuk salah satu Direksi di PT. Angkasa Pura II terkait dengan proyek yang dikerjakan oleh PT. INTI,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian pihak yang diamankan itu saat ini sudah berada di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sedangkan status hukum mereka yang telah diamankan akan ditentukan sampai dengan 24 jam ke depan.
“Sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku, maka KPK akan memaksimalkan waktu 24 jam ini sebelum menentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan tersebut,”
jelasnya.
Sayangnya, Basaria tak memberikan penjelasan rinci terkait proyek apa yang mendasari OTT KPK itu.
“Informasi lebih lengkap akan disampaikan besok melalui konferensi pers secara resmi di KPK,” tutupnya.
(ruh/pojoksatu)

Categories
angkasa pura II jakarta selatan Nasional OTT KPK

OTT KPK di Jakarta Selatan, Pejabat Angkasa Pura Ditangkap

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (31/7/2019) tengah malam.
Kali ini, operasi senyap itu dikabarkan menangkap sejumlah orang dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Informasi yang beredar, mereka yang ditangkap adalah lima orang Direksi PT Angkasa Pura II.
Selain itu, OTT KPK juga menangkap pihak dari PT INTI, serta pegawai dari masing-masing BUMN terkait.
Selain menangkap sejumlah orang, tim penindakan lembaga antirasuah tersebut juga mengamankan sejumlah barang bukti.
Diantaranya, uang tunai dalam pecahan dolar Singapura yang ditaksir setara Rp1 miliar.
OTT KPK itu sendiri akhirnya dibenarkan Komisioner KPK, Basaria Pandjaitan saat dikonfirmasi, Kamis (1/8) dini hari tadi.
“KPK mengkonfirmasi adanya kegiatan tangkap tangan yang dilakukan malam ini di daerah Jakarta Selatan,” ujarnya.
Basaria menyatakan, operasi senyap itu dilakukan berdasarkan adanya laporan masyarakat.
“Kami telusuri dan cek kondisi lapangan, ditemukan bukti-bukti awal bahwa telah terjadi transaksi antara dua pihak dari BUMN,” terangnya.
Ia menjelaskan, operasi tersebut dilakukan setelah terjadi penyerahan uang tunai terkait sebuah proyek.
“Diduga telah terjadi penyerahan uang untuk salah satu Direksi di PT. Angkasa Pura II terkait dengan proyek yang dikerjakan oleh PT. INTI,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian pihak yang diamankan itu saat ini sudah berada di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sedangkan status hukum mereka yang telah diamankan akan ditentukan sampai dengan 24 jam ke depan.
“Sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku, maka KPK akan memaksimalkan waktu 24 jam ini sebelum menentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan tersebut,” jelasnya.
Sayangnya, Basaria tak memberikan penjelasan rinci terkait proyek apa yang mendasari OTT KPK itu.
“Informasi lebih lengkap akan disampaikan besok melalui konferensi pers secara resmi di KPK,” tutupnya.
(ruh/pojoksatu)