Categories
andi arief ditangkap andi arief narkoba Nasional

Ngeledek Pendukung Jokowi, Andi Arif Mengaku Bukan Tersangka, tapi Terperiksa

POJOKSATU.id, JAKARTA- Politisi Demokrat Andi Arief angkat bicara mengenai kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang dialaminya.
Lewat akun Twitter @AndiArief_, mantan aktivisi Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu menyampaikan pesan khusus kepada cebong, atau julukan yang akrab disematkan kepada para pendukung calon presiden petahana Joko Widodo.
“For all, terutama cebong: saya tidak tersangka, hanya terperiksa. Apa yang saya alami tidak pro justisia. Hukum tidak menyatakan saya melakukan tindakan kriminal,” terangnya.
Dalam kicauan itu, Andi turut mengunggah sejumlah fotonya saat menjalani di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (8/3). Dia menjelaskan bahwa pada Selasa pekan depan akan menjalani sejumlah pemeriksaan lanjutan.
“Saya baru dikirimi wartawan foto saat saya cek kesehatan di RSKO kemarin. Diantar dua penyidik bareskrim, dua dokter dan dua petugas lab. Saya periksa urin. Selasa mendatang periksa darah dan lainnya,” terangnya.
Tidak hanya itu, Andi turut mengunggah surat hasil test kesehatannya. Hasilnya, tertulis dalam test obat-obatan semua negatif.
(dhe/pojoksatu/rmol)

Categories
andi arief ditangkap andi arief narkoba Nasional

Hasil Gelar Perkara Tidak Ada Sabu, Bagaimana dengan Alat Bukti, Hingga Wasekjen Ogah Disuruh Urine?

POJOKSATU.id, JAKARTA- Jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara dalam kasus narkoba yang menimpa Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief.
Hasilnya, tidak ada barang bukti narkoba jenis sabu saat Tim NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri melakukan penggerebekan terhadap Andi di kamar Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, pada Minggu (3/3).
“Senin (4/3), secara profesional melakukan gelar perkara dengan hasil, tidak ada barang bukti narkotika pada saudara AA,” tegas Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di kantor Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (6/3) dikutip dari rmol (grup jawa pos)
Dengan demikian, sambung Iqbal, dalam menuntaskan kasus ini tidak melalui proses penyidikan lantaran perkaranya telah dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) setelah melalui assement.
“Tidak masuk dalam tahap penyidikan dengan pedoman surat Bareskrim terhadap tersangka pengguna narkotika yang tertangkap, tapi tidak ada bukti, tidak ada penyidikan. Tetapi ada penggalian informasi, sehingga tidak ada penahanan,” tutupnya.
(dhe/pojoksatu)

Categories
andi arief ditangkap andi arief narkoba Andi Arief Sabu Nasional

Hasil Assement Andi Arif Jalanin Rehab 3-6 Bulan di Lido

POJOKSATU.id, JAKARTA- Hasil assement alias penilaian Badan Narkotika Nasional (BNN) memutuskan Andi Arief dilakukan rehabilitasi medis secara berjalan.
Kuasa hukum Andi, Dedi Yahya menyampaikan, kemungkinan Andi bakal menjalani rehabilitasi ini selama kurun waktu 3-6 bulan ke depan.
“Mungkin akan ditentukan 3-6 bulan, melihat perkembangan kesehatannya, ya mudah-mudahan segera tidak waktu yang panjang ya,” kata Dedi di jantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (6/2).
Dedi menyampaikan, keputusan rehabilitasi medis ini lantaran dari pengakuan Andi kepada penyidik kepolisian bahwa tidak hanya sekali memakai narkotik jenis sabu, sdehingga masuk kategori pecandu.
“Kalau pengakuan beliau pasti ini bukan yang pertama sehingga assement itu ada ketergantungan dengan obat. Sehingga dia masih bisa direhabilitasi kesehatan. Tapi tidak kecanduan seperti yang lainnya,” jelas Dedi dikutip dari rmol (grup jawa pos).
Dari pihak keluarga sendiri, kata Dedi, menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk menempatkan pilihan panti rehabilitasi Andi di Pusat Rehabiltasi BNN di Lido, Sukabumi atau di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur.
“Kami mengikuti bagaimana petunjuk penyidik tentunya kita proaktif ya. Karena polisi cukup profesional menangani Andi sehingga kita mengikuti saja,” pungkasnya.
(dhe/pojoksatu)

Categories
andi arief ditangkap andi arief narkoba Andi Arief Sabu Artis PSK Online cewek Nasional perempuan wanita

Cewek Andi Arief Umur 30 Tahun Inisial L, Tes Urine Negatif, Terus Ngapain di Hotel?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal akhirnya membenarkan mantan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief bersama seorang wanita di dalam hotel pada saat dilakukan penangkapan beberapa hari lalu.
“Jadi saat dilakukan penggrebekan perempuan itu bersembunyi di kamar mandi,” kata Iqbal di BNN, Jakarta Timur, Rabu (6/3/2019).
Sang cewek yang diduga berinisial L itu diketahui bersama anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setelah tim melakukan pengembangan.
“Pada saat dilakukan penggerebekan, saudara AA terlihat sendiri. Namun saat digeledah pelaku berada di kamar mandi,” ungkapnya.
Foto perempuan yang dikabarkan ditangkap bersama Andi Arief di dalam kamar Hotel Menara Peninsula, Minggu )3/3/2019) malam
Sementara itu, Direktur Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto mengungkapkan, pada saat tim mengamankan cewek berinisial L itu, tidak ditemukan barang bukti berupa sabu.
“Cewek itu kita amankan di kamar mandi, umurnya sekitar 26-30. Tidak kita temukan barang bukti sabu,” tutur Eko.
Tak hanya itu, kata Eko, tim juga sudah melakuan tes urine terhadap cewek berkulit putih dan berparas cantik tersebut. Hasilinya negatif.
“Kita lakukan pemeriksaa tes urini hasilnya negatif,” tuturnya.
Meski begitu, Eko menegaskan pihaknya tetap mencari jaringan penyuplai barang yang dikonsumsi Andi.
“Pengedarnya masih kita dalami dan sedang kita kejar,” tegas Eko.
Penampakan kondom bersama sejumlah barang bukti lainnnya dalam penangkapan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief
Minta Maaf
Usai diperbolehkan pulang, Andi Arief kembali berkicau di akun Twitter pribadi miliknya @AndiArief_.
Ini adalah kicauan perdana Andi Arief sejak ditangkap dan ditahan polisi terkait kasus narkoba.
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat itu mengungkapkan, dirinya memohon maaf kepada publik karena menggunakan narkoba.
Dia berharap masyarakat bisa ikut mendoakannya supaya bisa memperbaiki diri.

“Tak ingin berakhir di sini. Kesalahan bisa saja membenamkan namun upaya menjadi titik awal pencarian jalan hidup dengan kualitas berbeda jika benar-benar tak putus asa,” kicau Andi Arief, Selasa (5/3/2019).
“Mohon maaf saya telah membuat marah dan kecewa. Doakan saya bisa memperbaiki salah menuju benar,” tambahnya.
Ancam Penjarakan Mahuf MD
‘Hobi’ Andi Arief memainkan jempolnya melalui akun Twitter pribadinya sudah kembali lagi setelah ia diperbolehkan pulang pada Selasa (5/3/2019) malam.
Kali ini, mantan Wasekjen Partai Demokrat itu memulai perseteruan dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.
Diduga, hal itu berkenaan dengan pernyataan Mahfud MD terkait kasus sabu yang menjeratnya.
Namun tak jelas pernyataan yang mana yang membuat sosok yang pernah mencuitkan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos itu bereaksi.
Mantan staf khusus era Presiden SBY itu meminta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu untuk tidak sok tahu.
“Pak Prof @mohmahfudmd, anda jangan berspekulasi dan sok tahu soal kejadian yg sedang saya alami,” cuitnya.
Andi Arief ancam Mahfud MD lewat akun Twitter pribadinya terkait kasus sabu yang menjeratnya
Selanjutnya, Andi mengancam akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum.
Tak hanya itu, ia juga mengancam bisa meminta lembaga pemberi gelar profesor Mahfud mencabut gelar tersebut.
“Saya bisa tuntut anda dalam jalur hukum dan meminta lembaga yang memberi anda gelar profesor mencabut gelar itu karena sok tahu dan sok bener,” ancamnya.
Sebaliknya, ia meninta semua pihak untuk menyerahkan penyelidikan kepada pihak kepolisian.
“Serahkan dan percayakan pada Polri yang sedang sedang menangani yang saya alami,” tulisnya di cuitan lainnya.
Tak hanya itu, Andi lantas mempertanyakan gelar profesor yang disandang pria kelahiran Madura tersebut.

“Saya ini belum diadili dan belum ada putusan hukum soal saya, bagaimana gelar Profesor bisa menyimpulkan secara sembarangan Pak Prof @mohmahfudmd,” katanya.
Dalam cuitan terakhirnya, ia lantas menjelaskan alasan dirinya kembali memainkan jempolnya.
“Ini tuit terakhir saya sama. saya menjalani semua yg diproses Polri,”
“Saya terpaksa mentuit karena saya ingin Prof @mohmahfudmd berhenti berspekulasi dan membuat pengadilan sendiri,” tutupnya.
Demokrat Bisa Tolak
Usai tertangkap basah mengkonsumsi sabu bersama seorang wanita cantik lengkap dengan kondom di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Andi Arief mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Demokrat.
Pengunduran diri itu dilakukan sesaat sebelum ia diperbolehkan pulang oleh polisi, Selasa (5/3/2019) sore.
Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mundur lantaran kasus sabu yang menjerat dirinya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengatakan, pihaknya belum mengambil keputusan koleganya itu.
Livy Andriany dan wanita bersama Andi Arief (baju pink)
Menurutnya, pengunduran diri itu bisa saja dikabulkan partai berlambang bintang mercy tersebut.
Bisa saja, permohonan pengunduran diri politisi yang mempopulerkan istilah ‘jendral kardus’ itu tidak dikabukan oleh DPP.
“Nanti keputusan pengunduran diri, keputusan dari DPP Demokrat,” ujar Jansen dikutip PojokSatu.id dari JawaPos.com, Rabu (6/3/2019).
Jansen menambahkan, dalam waktu dekat, partainya akan memutuskan menerima atau tidak pengunduran diri mantan staf khusus era Presiden SBY tersebyut.
Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih bersabar sampai keputusan diambil oleh partainya.
“Keputusan lanjut mengenai pengunduran diri beberapa hari ke depan, nanti kita lihat ya,” tutupnya.
(fir/ruh/pojokastu)

Categories
andi arief ditangkap andi arief narkoba Nasional

Kepala BNN: Andi Arief Harus Direhab

POJOKBOGOR.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan jika politisi Partai Demokrat Andi Arief harus menjalani rehabilitasi, atas penyalahgunaan narkoba dan ditangkap polisi beberapa waktu lalu.
“Assessment BNN AA harus direhab,” ujar Kepala BNN, Komjen Heru Winarko di Cibinong, Rabu (5/3).
Meski begitu, Komjen Heru menegaskan kepolisian tetap harus mencari jaringan penyuplai barang yang dikonsumsi Andi.
“Karena ada proses pidana, ada penangkapan hukum,” lanjutnya.
Menurutnya, butuh dukungan dari semua pihak untuk merehabilitasi orang yang sudah mengalami ketergantungan narkoba. Dia pun meminta polisi mengusut tuntas penyuplai barang haram itu.
“Rehab bisa dilakukan di tempat milik negara (Lido) atau milik swasta. Assessment BNN harus direhab,” katanya.
Proses assessment, kata Heru, mulai rehabilitasi media, pengobatan psikologis dan sosiologis. “Ada dua tahap, medis dan sosial. Tugas BNN kan bukan hanya berantas, menangkap bandar atau penyalahguna, tapi juga rehabilitasi,” tegasnya.
(cek/pojokbogor)

Categories
andi arief andi arief ditangkap andi arief narkoba Nasional

Akhirnya Polisi Akui Ada Cewek Saat Andi Arief Digerebek

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kontroversi soal adanya perempuan saat penggerebekan wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief karena narkoba, perlahan mulai terkuak. Polisi akhirnya mengakui keberadaan cewek di kamar 1214 Hotel Menara Peninsula, pada saat penangkapan, Minggu (3/3/2019) malam.
Keberadaan perempuan misterius itu dibenarkan Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal, saat diwawancara di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/3/2019). Kepastiannya berasal dari pengembangan kasus yang dilakukan penyidik.
BACA JUGA: Potret Baru Luna Maya Mantap Berhijab Sepulang Umrah, Meski Hati Retak
“Petugas kami menemukan petunjuk bahwa diduga ada seorang wanita di kamar,” kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/3/2019).
Sejak kemarin, pernyataan kepolisian masih simpang siur terkait misteri perempuan ini. Sementara, foto yang jelas menunjukkan wajah seorang perempuan di kamar yang diduga lokasi penggerebekan Andi Arief terlanjur beredar luas di media sosial dan WhatsApp.
Namun, Iqbal belum bisa menjelaskan kronologi dan motif si perempuan berada di dalam kamar bersama Andi Arief saat petugas NIC (Narcotics Investigation Center) Polri menggerebek dan menggeledah.
“Bagaimana wanita itu masuk pada saat penggerebekan, di mana dia, itu yang masih didalami,” terang Iqbal.
Saat konfrensi pers pertama Senin kemarin, Iqbal sempat membantah kalau ada perempuan yang ‘ngamar’ dengan Andi Arief. Ia menyebut anak buah SBY ditangkap seorang diri.
BACA JUGA: Ini Bukti Perlakuan Spesial Polisi Terhadap Andi Arief, Tidak Ditetapkan Tersangka Hingga Direhabilitasi
Kendati demikian, bisa jadi ada fakta-fakta lain, termasuk kejadian sebelum penggerebekan. Menurutnya, fakta lain akan terungkap setelah dilakukan pengembangan atas kasus ini.
“Pada saat penggerebekan, cuma satu, saudara AA. Bahwa nanti berkembang, ya sebelumnya ada siapa dan lain-lain, akan kami sampaikan nanti. Kan sedang pemeriksaan sekarang,” kata Iqbal.
Seperti diketahui, Andi Arief diciduk Direktorat IV Bareskrim Polri. Dia ditangkap di kamar 1214, hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (3/3), dengan seorang wanita.
Andi sempat membuang sabu beserta bong ke dalam kloset. Namun barang bukti berupa bong berhasil diamankan atas bantuan pihak hotel dengan membongkar kloset tersebut.
Saat penangkapan, Andi pun terlihat jelas dalam kondisi sakau karena habis menggunakan barang haram tersebut. Kabarnya dia menolak untuk dites urine.
Sejumlah foto pun beredar. Mulai dari kamar hotel tempat Andi menginap hingga Andi yang berada di dalam sel tahanan.
(rmol/fat/pojoksatu)

Categories
andi arief ditangkap andi arief narkoba Andi Arief Sabu Nasional

Pengacara dan Keluarga Jenguk Andi Arif di Rutan Narkoba Bareskrim

POJOKSATU.id, JAKARTA- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief dijenguk oleh keluarga juga pengacaranya di Rumah Tahanan (Rutan) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Keluarga akan didampingi Sekjen PD, Hinca Pandjaitan yang juga jadi pengacaranya.
“Untuk hari ini Hinca Pandjaitan sebagai kuasa hukum dan keluarga jenguk Andi Arief,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Kantor Divisi Humas Polri, Selasa (5/2).
Andi sendiri hingga kini masih diperiksa intensif. Waktu 3×24 jam masih ada dari hari penangkapan Andi pada Minggu (3/3).
“Penyidik masih punya waktu sampai nanti malam 3×24 jam,” ucapnya.
Seperti diketahui, Andi Arief diamankan polisi di Hotel Menara Peninsula, Slipi Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (3/3) malam.
Sebelum melakukan penangkapan, Polisi menggeledah sebuah kamar hotel nomor 1214 di lantai 12 sejak Minggu (3/3/2019) pukul 20.50 WIB hingga Senin (4/3) sekitar pukul 01.00 WIB. Kamar tersebut disebut-sebut ditempati Andi Arief.
Dari informasi yang dihimpun, Tim Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengumpulkan sejumlah barang bukti dari kamar hotel yang dihuni Andi Arief itu. Di antaranya, sejumlah bungkus rokok, botol minuman, serta alat isap. Termasuk kloset yang dibongkar untuk mencari barang bukti alat isap sabu yang dibuang.
Tak hanya itu, beredar foto-foto saat penggeledahan oleh pihak kepolisian. Barang bukti tersebut termasuk satu paket bungkus kondom yang masih tertutup. Foto lain pun menunjukkan adanya sosok perempuan yang mengenakan pakaian blouse sleveless berwarna pink dengan celana jeans ketat berwarna biru.
(dhe/pojoksatu)

Categories
andi arief ditangkap andi arief narkoba Andi Arief Sabu Nasional

Ini Bukti Perlakuan Spesial Polisi Terhadap Andi Arief, Tidak Ditetapkan Tersangka Hingga Direhabilitasi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kasus penggerebakan Wasekjend Partai Demokrat Andi Arief di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, menyimpan tanda tanya.
Dalam kasus ini, foto- foto Andi Arief berserta barang bukti berupa kondom, alat hisap, hingga foto wanita yang diduga teman ngamar Andi sudah menyebar terlebih dulu di kalangan wartawan.
Hal itu makin dikuatkan ketika polisi terkesan menyembunyikan identitas wanita yang sedang bersama Andi Arief di kamar hotel tersebut.
“Terhadap saudara AA, hanya sendiri. Perlu dicatat tidak ditemukan barang bukti narkoba. Yang ada ditemukan sebagai acuan penyidik untuk memeriksa saudara AA sesuai UU 35 th 2009,” kata Karo Penmas Mabes Polri Dedi Prasetyo di Jakarta Selatan, Selasa (5/3).
Kasus yang menjerat anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini terkesan mendapat perhatian khusus dari pihak kepolisian. Sebab, selain akan dilakukan rehabilitas, foto- foto Andi Arief beserta barang bukti yang tersebar di media sosial itu, sampai saat ini belum juga dibenarkan pihak kepolisian. Bahkan, dari hasil tes urine yang bersangkutan positif menggunakan narkoba metafitamin.
“Penyidik memiliki kewenangan 3×24 jam (menentukan stastus tersangka),” tuturnya.
Menurut Dedi, Andi Arief hanyalah korban kebengisan peredaran barang haram tersebut. Atas alasan itulah, pihaknya akan melakukan penempatan khusus terhadap korban penyalahgunaan serta pecandu narkotika kedalam lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.
Mengingat, diinternal kepolisian sendiri juga ada peraturan Kabareskrim nomor 1 tahun 2016 tentang SOP pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi.
“Perlu saya sampaikan aturannya seperti ini, bahwa dalam poin B, pengguna narkotika yang tertangkap dengan bukti hasil test urine positif kemudian menggunakan narkotika sedangkan tidak ada bukti narkotika pada point B,” tuturnya.
“Untuk kelompok tersebut di dalam point 3 dijelaskan untuk penanganan sebagai mana point dua, huruf A dan B, tidak dilakukan proses penyidikan, namun dilakukan introgasi untuk mengetahui sumber narkotika tersebut setelah itu baru dilimpahkan ke seketarian asessment tim terpadu kepada BNN,” ungkap Dedi.
Oleh karena itu, Dedi menghimbau perlu keterlibatan keluarga untuk menyembuhkan ketergantungan seseorang terhadap penyalahgunaan narkoba.
Pasalnya, dalam kasus ini jika ketergantungan yang bersangkuta tidak bisa  disembuhkan, ini membahayakan keselamatan dan kesehatannya.
“Dia (AA) adalah korban, jadi dalam ini, perannya keluarga AA ini paling dominan,” tuturnya.
Tak hanya itu, lanjut Dedi, dalam proses rehab nanti, pihak kepolisian akan memafasikitasi apa yang diinginkan oleh pihak keluarga AA.
“Ini dalam rangka untuk proses rehabilitasi dan penyembuhan korban penyalahgunaan narkotika,” tutup Dedi.
Seperti diketahui, Andi Arief diamankan polisi di Hotel Menara Peninsula, Slipi Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (3/3/2019) malam.
Sebelum melakukan penangkapan, Polisi menggeledah sebuah kamar hotel nomor 1214 di lantai 12 sejak Minggu (3/3/2019) pukul 20.50 WIB hingga Senin (4/3) sekitar pukul 01.00 WIB. Kamar tersebut disebut-sebut ditempati Andi Arief.
Dari informasi yang dihimpun, Tim Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengumpulkan sejumlah barang bukti dari kamar hotel yang dihuni Andi Arief itu. Di antaranya, sejumlah bungkus rokok, botol minuman, serta alat isap. Termasuk kloset yang dibongkar untuk mencari barang bukti alat isap sabu yang dibuang.
Tak hanya itu, beredar foto saat penggeledahan oleh pihak kepolisian. Barang bukti tersebut termasuk satu paket bungkus kondom yang masih tertutup. Foto lain pun menunjukkan adanya sosok perempuan yang mengenakan pakaian blouse sleveless berwarna pink dengan celana jeans ketat berwarna biru.
(fir/pojoksatu)

Categories
andi arief ditangkap andi arief narkoba Andi Arief Sabu demokrat fahri hamzah Nasional Pilpres 2019 Presiden Jokowi

Andi Arief Isap Sabu, Fahri Hamzah Yakin Jokowi Bisa Kalah

POJOKSATU.id, JAKARTA – enangkapan Andi Arief terkait kasus pemakaian sabu di sebuah kamar Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, disesalkan banyak pihak.
Di sisi lain, kubu Prabowo-Sandi tetap memberikan berbagai macam pembelaannya. Bertubi-tubi pembelaan dilontarkan.
Terbaru, pembelaan datang dari Fahri Hamzah. Menurutnya, kasus politisi yang pernah mencuitkan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos itu tak perlu dibesar-besarkan.
BACA: Andi Arief isap Sabu, Fahri Hamzah: Itu kan Bisa Diselesaikan di Belakang
Demikian disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/3/2018).
Sebaliknya, sejatinya masalah yang menimpa koleganya itu seharusnya bisa diselesaikan tanpa harus membuat gaduh publik.
“Andi Arief kan cuman makan pil begitu kan satu (butir). Katanya juga enggak ada alat buktinya. Yasudah lah, itu kan bisa selesaikan di belakang. Enggak usah konfrensi pers,” kata Fahri.
BACA: Nasib Andi Arief di Tangan AHY, Dipecat?
Fahri menilai, banyak kasus-kasus mencuat sejatinya bisa diselesaikan tanpa harus membuat gaduh publik.
Contohnya saja, kasus Ahmad Dhani yang sedang terjerat pidana ihwal ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.
“Itu kan sebenernya bisa diselesaikan tanpa harus ramai kaya begini. Padahal kita tahu, Andi Arief ini lagi kritis sama pemerintah,”
BACA: Andi Arief Isap Sabu, Gerindra Salahkan Jokowi, Ketahuan Kualitas Politiknya
“Suka atau tidak, pemerintah rusak namanya gara-gara kasus Andi Arief ini,” tuturnya.
Politisi yang juga Wakil Ketua DPR RI itu menambahkan, mantan staf khusus era Presiden SBY itu disebutnya sebagai sosok kritikus yang vokal menyuaran kebenaran.
Karena itu, dirinya tidak mau kasus politisi yang mempopulerkan istilah ‘jendral kardus’ itu dipersepsikan masyarakat sebagai upaya pemerintah membungkam kritikus.
BACA: Gak Bisa Seenaknya, Andi Arief tak Bisa Langsung Direhab, tapi…
“Apa yang dilakukan ini merugikan incumbent. Bisa kalah petahana gara-gara ini,”
“Saya juga khawatir ini yang disebut oleh pak Prabowo tentang jangan sampai ada operasi intelijen untuk menegakan hukum. Nanti malah kacau ini,” pungkasnya.
Semua Salah Jokowi
Menanggapi penangkapan anak buah Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyalahkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
BACA: Bela Andi Arief, Dahnil Anzar Tuntut Tindak Tegas Aparatur Hukum Terlibat Narkoba
Menurutnya, koleganya di koalisi oposisi itu hanyalah menjadi korban. Demikian disampaikan anak buah Prabowo Subianto, Senin (4/3/2019).
Saat ini, katanya, peredaran narkoba di era kepemimpinan Jokowi semakin banyak dan mengkhawatirkan.
“Andi Arief jadi korban kegagalan pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan narkoba di Indonesia,” tutur Arief.
BACA: Ditanya soal Andi Arief, Sandiaga Uno Bicara Narkoba di Amerika Latin
Ia menilai, peredaran narkoba di era Joko Widodo makin mengancam generasi muda Indonesia.
Arief lantas mengusulkan agar politisi yang mempopulerkan istilah ‘jendral kardus’ itu agar tak dipenjara.
Melainkan harus secepatnya direhabilitasi untuk diselamatkan.
BACA: Fadli Zon: Prabowo-Sandi Yakin 100 Persen Menang
“Yang pasti Andi Arief itu korban dan mungkin pengkonsumsi narkoba,” katanya.
Karena itu, ia meminta agar sosok yang pernah mencuitkan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos itu hanya menjalani rehabilitasi saja.
“Maka Andi Arief harus segera direhabilitasi saja dari ketergantungan narkoba di rumah rehabilitasi dari ketergantungan narkoba milik negara,” pintanya.
BACA: Beredar Foto-Video Andi Arief dan Cewek di Kamar, Demokrat: Pembunuhan Karakter
Di sisi lain, ia juga meminta agar kasus tersebut tidak dipolitisasi.
“Tidak perlu dipolitisasi, karena itu bukan cara untuk menyembuhkan Andi Arief yang merupakan korban dari ketergantungan narkoba,” tutupnya.
(jpg/ruh/pojoksatu)

Categories
andi arief ditangkap andi arief narkoba Andi Arief Sabu Artis PSK Online cewek demokrat fahri hamzah Nasional perempuan

Andi Arief Isap Sabu, Fahri Hamzah: Itu Kan Bisa Diselesaikan di Belakang

POJOKSATU.id, JAKARTA – enangkapan Andi Arief terkait kasus pemakaian sabu di sebuah kamar Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, disesalkan banyak pihak.
Di sisi lain, kubu Prabowo-Sandi tetap memberikan berbagai macam pembelaannya. Bertubi-tubi pembelaan dilontarkan.
Terbaru, pembelaan datang dari Fahri Hamzah. Menurutnya, kasus politisi yang pernah mencuitkan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos itu tak perlu dibesar-besarkan.
BACA: Nasib Andi Arief di Tangan AHY, Dipecat?
Demikian disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/3/2018).
Sebaliknya, sejatinya masalah yang menimpa koleganya itu seharusnya bisa diselesaikan tanpa harus membuat gaduh publik.
“Andi Arief kan cuman makan pil begitu kan satu (butir). Katanya juga enggak ada alat buktinya. Yasudah lah, itu kan bisa selesaikan di belakang. Enggak usah konfrensi pers,” kata Fahri.
Fahri menilai, banyak kasus-kasus mencuat sejatinya bisa diselesaikan tanpa harus membuat gaduh publik.
BACA: Andi Arief Isap Sabu, Gerindra Salahkan Jokowi, Ketahuan Kualitas Politiknya
Contohnya saja, kasus Ahmad Dhani yang sedang terjerat pidana ihwal ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.
“Itu kan sebenernya bisa diselesaikan tanpa harus ramai kaya begini. Padahal kita tahu, Andi Arief ini lagi kritis sama pemerintah,”
“Suka atau tidak, pemerintah rusak namanya gara-gara kasus Andi Arief ini,” tuturnya.
Politisi yang juga Wakil Ketua DPR RI itu menambahkan, mantan staf khusus era Presiden SBY itu disebutnya sebagai sosok kritikus yang vokal menyuaran kebenaran.
BACA: Gak Bisa Seenaknya, Andi Arief tak Bisa Langsung Direhab, tapi…
Karena itu, dirinya tidak mau kasus politisi yang mempopulerkan istilah ‘jendral kardus’ itu dipersepsikan masyarakat sebagai upaya pemerintah membungkam kritikus.
“Apa yang dilakukan ini merugikan incumbent. Bisa kalah petahana gara-gara ini,”
“Saya juga khawatir ini yang disebut oleh pak Prabowo tentang jangan sampai ada operasi intelijen untuk menegakan hukum. Nanti malah kacau ini,” pungkasnya.
BACA: Bela Andi Arief, Dahnil Anzar Tuntut Tindak Tegas Aparatur Hukum Terlibat Narkoba
AHY jadi Algojo
Penangkapan Andi Arief karena mengisap sabu menjadi ‘pukulan telak’ bagi Partai Demokrat sekaligus kubu Prabowo-Sandi.
Pasalnya, ia adalah Wakil Sekjen Partai Demokrat yang berkoalisi dengan pasangan capres-cawapres dari koalisi oposisi tersebut.
BACA: Ditanya soal Andi Arief, Sandiaga Uno Bicara Narkoba di Amerika Latin
Saat ini, Partai Demokrat sendiri bersiap melakukan konsolidasi internal menyikapi kasus narkoba politisi yang mempopulerkan istilah ‘jendral kardus’.
Selanjutnya, partai berlambang bintang mercy itu akan menentukan sikap sekaligus mengambil keputusan terkait nasib mantan staf khusus era Presiden SBY itu.
Karena itu, Partai Demokrat meminta publik agar bersabar. Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari Komandan Kogasma, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Demikian disampaikan Wasekjen Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (5/3/2019).
BACA: Fadli Zon: Prabowo-Sandi Yakin 100 Persen Menang
“Siang ini Sekjen kami sedang bekerja. Mas AHY sedang di Aceh sedang melakukan konsolidasi. Kami akan menunggu komandan Kogasma sebagai pemegang keputusan tertinggi partai kami sekarang,” ujar Putu.
Putu menuturkan, Demokrat akan menyikapi masalah ini secara proporsional. Sikap yang diambil dipastikan atas dasar keputusan bersama DPP.
“Kita selalu dalam prinsipnya melihat secara jernih permasalahan ini. Dan nantinya semuanya keputusan itu kami serahkan kembali kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat,” jelasnya.
Bagi Putu, Demokrat sudah terbiasa menghadapi situasi sulit. Sekalipun demikian, dia optimistis partai besutan SBY akan bisa melewatinya dengan baik dan fokus pada tujuan partai.
BACA: Beredar Foto-Video Andi Arief dan Cewek di Kamar, Demokrat: Pembunuhan Karakter
“Kami akan kembali fokus pada target partai meraih 10 persen suara di pileg 2019,” jelas dia.
Di sisi lain, Anggota Komisi X DPR RI itu menegaskan, jika perbuatan Andi merupakan representasi pribadi bukan partai. Ia pun menghormati proses hukum yang berjalan.
“Kondisi ini adalah kondisi yang bisa terjadi kepada siapapun. Kita mendoakan sahabat kita ini yang menjadi korban penggunaan narkoba,”
BACA: Rahasiakan Identitas Cewek Andi Arief, Polisi Lingungi Siapa?
“Beliau (Andi) ini agar juga diberikan kekuatan, dan kita menghormati proses hukumnya,” pungkas Putu.
(jpg/ruh/pojoksatu)