Categories
Aksi Mahasiswa ananda badudu Nasional Polda Metro Jaya

Polisi Beri Waktu Ananda Badudu Agar Klarifikasi, Kalau Tidak Ini Ancamannya

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya memberikan tenggang waktu kepada Ananda Badudu agar mengklarifikasi prihal pernyataanya yang menuding banyaknya mahasiswa yang diproses oleh pihak kepolisian tanpa pendampingan.
Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Rovan Richard Mahenu mengatakan, pernyataan yang dilayangkan Ananda Badudu di depan awak media pada Jumat (27/9) itu telah menciderai institusi bayangkara.
“Kita akan kirim somasi segera klarifikasi. Kalau pernyataannya salah. Kalau sudah diklarifikasi proses hukum akan selesai. Kalau tidak kalarifikasi ini akan kita bawa ke ranah hukum,” AKP Rovan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/9).
Menurut Rovan, apa yang disampaikan Ananda prihal tidak didampinginya para mahasiswa tidaklah benar. Bahkan Badudu diduga telah menyebar tuduhan hoax.
Pasalnya, dari pemeriksaan rekaman CCTV saat Ananda Badudu diperiksa penyidik. Hasil CCTV, ternyata Ananda tidak pernah bertemu dengan mahasiswa yang banyak.
“Begitu kejamnya apa yang dismpaikan Badudu itu. Kita tidak akan terima,” ungkapnya.
“Dari saksi- saksi mahasiswa yang sudah bertemu Ananda Badudu yaitu Nabil dan Fatih bahwa mereka diperlakukan baik dan ada pendampingannya,” tuturnya.
Diketahui, penangkapan Ananda terkait uang yang dihimpun Ananda melalui media sosial dan disalurkan untuk demonstrasi mahasiswa penentang RKUHP dan UU KPK hasil revisi di depan Gedung DPR/MPR, Selasa (24/9/2019).
Ananda Badudu diduga telah mentransfer uang kepada Nabil, mahasiswa yang saat itu berstatus tersangka karena melakukan pencurian alat komunikasi polisi dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di DPR/MPR.
Dari hasil pemeriksaan Nabil, polisi mendapati kalau mereka mendapat bantuan dana dari Ananda Badudu untuk melancarkan aksi demo beberapa hari lalu.
Namun saat ini Ananda Badudu telah dipulangkan. Ia hanya diperiksa sebagai saksi tentang aliran dana tersebut.
“Saya salah satu orang beruntung punya privilage untuk bisa segera dibebaskan. Tapi di dalam saya lihat banyak sekali mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan. Diproses dengan cara-cara tidak etis. Mereka butuh pertolongan lebih dari saya,” kata Ananda, Jumat (27/9).
(fir/pojoksatu)

Categories
Aksi Mahasiswa ananda badudu Nasional

Ananda Badudu Diancam Polisi Lagi, Dituding Bikin Hoax, “Begitu Kejamnya Dia, Kita Tidak Terima”

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polda Metro Jaya memberikan tenggang waktu kepada Ananda Badudu agar mengklarifikasi prihal pernyataanya yang menuding banyaknya mahasiswa yang diproses oleh pihak kepolisian tanpa pendampingan.
Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Rovan Richard Mahenu mengatakan, pernyataan yang dilayangkan Ananda Badudu di depan awak media pada Jumat (27/9) itu telah menciderai institusi bayangkara.
“Kita akan kirim somasi segera klarifikasi. Kalau pernyataannya salah. Kalau sudah diklarifikasi proses hukum akan selesai. Kalau tidak kalarifikasi ini akan kita bawa ke ranah hukum,” AKP Rovan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/9).
Menurut Rovan, apa yang disampaikan Ananda prihal tidak didampinginya para mahasiswa tidaklah benar. Bahkan Badudu diduga telah menyebar tuduhan hoax.
Pasalnya, dari pemeriksaan rekaman CCTV saat Ananda Badudu diperiksa penyidik. Hasil CCTV, ternyata Ananda tidak pernah bertemu dengan mahasiswa yang banyak.
“Begitu kejamnya apa yang disampaikan Badudu itu. Kita tidak akan terima,” ungkapnya.
“Dari saksi- saksi mahasiswa yang sudah bertemu Ananda Badudu yaitu Nabil dan Fatih bahwa mereka diperlakukan baik dan ada pendampingannya,” tuturnya.
Diketahui, penangkapan Ananda terkait uang yang dihimpun Ananda melalui media sosial dan disalurkan untuk demonstrasi mahasiswa penentang RKUHP dan UU KPK hasil revisi di depan Gedung DPR/MPR, Selasa (24/9/2019).
Ananda Badudu diduga telah mentransfer uang kepada Nabil, mahasiswa yang saat itu berstatus tersangka karena melakukan pencurian alat komunikasi polisi dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di DPR/MPR.
Dari hasil pemeriksaan Nabil, polisi mendapati kalau mereka mendapat bantuan dana dari Ananda Badudu untuk melancarkan aksi demo beberapa hari lalu.
Namun saat ini Ananda Badudu telah dipulangkan. Ia hanya diperiksa sebagai saksi tentang aliran dana tersebut.
“Saya salah satu orang beruntung punya privilage untuk bisa segera dibebaskan. Tapi di dalam saya lihat banyak sekali mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan. Diproses dengan cara-cara tidak etis. Mereka butuh pertolongan lebih dari saya,” kata Ananda, Jumat (27/9).
(fir/pojoksatu)